Selasa, 14 Agustus 2018

MENYEMIR SEPATU


How are you today?
Nats: ayat 14
Yohanes 13:1-20

Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 1-3

Serombongan besar pendeta Eropa menghadiri Konferensi Alkitab D.L. Moody di Massachusetts pada akhir 1800-an. Sesuai dengan tradisi Eropa, mereka biasa menaruh sepatu di luar kamar, agar malamnya para pelayan bisa membersihkan dan menyemirnya. Mereka lupa sedang berada di Amerika, yang tidak mengenal tradisi itu. Melihat hal ini, Moody meminta bantuan beberapa siswa untuk membersihkan sepatu-sepatu itu, tapi mereka enggan. Supaya tidak mempermalukan para tamu, Moody—sang penginjil ternama itu—mengumpulkan semua sepatu lalu membersihkan dan menyemir semuanya, di dalam kamarnya. Tanpa sengaja seorang teman masuk ke kamarnya dan melihat apa yang ia lakukan.

Esok paginya para tamu sudah memakai sepatu yang mengilap, tanpa tahu siapa yang membersihkannya. Moody tidak memberi tahu siapa pun. Namun, teman yang memergoki Moody memberi tahu beberapa orang sehingga selama sisa konferensi itu mereka bergantian membersihkan sepatu para tamu diam-diam.

Saat Yesus dan para murid makan bersama menjelang penyaliban, Dia menanggalkan jubah-Nya dan membasuh kaki para murid. Tanpa ragu Dia memberikan teladan tentang berhati hamba meskipun Dia adalah Tuhan dan Guru. Mengapa? Sebab para murid sangat perlu kerendahan hati dalam melayani. Seorang pelayan siap berada di tempat yang lebih rendah. Siap melakukan tugas yang tak nyaman. Siap melayani meski tak banyak dihargai.

Setiap kita sesungguhnya juga adalah pelayan Kristus. Bersediakah kita melayani dan berhati hamba seperti Dia?

JAYAPURA, 14 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 13 Agustus 2018

SEBUAH MAHKOTA DURI


How are you today?
Nats: ayat 17
Markus 15:16-20a

Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 64-66

Terasa nyeri tertusuk duri... demikian penggalan lirik lagu pop kala saya masih remaja. Kebetulan nama pelantun tembangnya Rafika Duri. Ya, kehadiran duri berisiko menusuk. Rasanya sakit. Paulus menamai “penyakit” di tubuhnya “duri di dalam dagingku” (2 Kor. 12:7). Wujud duri janggal. Dari tangkai yang lurus-landai tiba-tiba timbul tonjolan ekstrim. Tekukan tajam. Menyimpang tajam. Berujung tajam. Serba tajam, siap menusuk. Nyeri rasanya.

Duri hadir di bumi bersamaan dengan hadirnya dosa. Dosa adalah penyimpangan tajam dari kehendak Allah. Kehidupan jadi terlaknat. Timbul “semak duri dan rumput duri” (Kej. 3:17-18). Duri adalah buah dosa, hasil penyimpangan. Dosa membuat kehidupan ini serba berduri. Rupa-rupa hal menyakitkan terjadi di keluarga, di sekolah atau pekerjaan, dan di masyarakat. Penyakit. Kelainan. Kecacatan. Penyelewengan. Kecurangan. Konflik. Permusuhan. Kegagalan. Pengkhianatan. Kepedihan. Darah. Air mata. Semuanya menyakitkan. Duri. Nyeri.

Ketika disalibkan kepala Yesus diberi mahkota rangkaian tangkai berduri. Dipaksakan masuk. Praaak! Buluh menghantam. Duri menusuk. Kulit terobek. Daging tercabik. Urat terpotong. Darah mengalir. Artinya, Dia merasakan semua kesakitan akibat dosa. Mahkota duri mewartakan: Yesus adalah Tuhan yang tak pernah jauh dari kita. Kala duri kehidupan menusuk kita, biasanya orang pergi menjauhi kita. Yesus tidak! Dia kenal betul tusukan duri itu. Perih dan nyerinya. Di tempat kita merasa nyeri, Dia ada bersama kita. Yakinlah!

JAYAPURA, 13 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 12 Agustus 2018

SIAP UNTUK MEMBAJAK


How are you today?
Nats: ayat 62
Lukas 9:57-62

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 58-63

Memasuki musim tanam padi, Arman dan kedua orangtuanya mempersiapkan sawah untuk ditanami. Mereka membersihkan seluruh sawah yang akan digarap, lalu mengolah tanahnya. Untuk mempercepat pengolahan tanah dan mendapatkan hasil terbaik, Arman menggunakan traktor. Dengan penuh konsentrasi ia menggilas gundukan tanah di setiap bidang sawah, menghancurkan serta meratakan hingga tanah di sawah menjadi gembur. Akhirnya, sawah terlihat rapi dan siap untuk ditanami padi.

Saat seorang petani berkonsentrasi mengolah atau membajak sawah, ada satu hal yang perlu ia perhatikan: ia tidak boleh menoleh ke belakang. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan dengan hasil yang sebaik-baiknya. Saat membajak di sawah ia harus fokus memandang ke depan, pada tanah yang akan diolah menjadi lahan yang siap ditanami.

Tuhan menempatkan setiap orang percaya untuk menggarap lahan-Nya. Lahan itu antara lain berupa jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan dan memerlukan jalan kebenaran. Lahan yang siap ditanami benih kebenaran firman Tuhan untuk membawa mereka menemukan jalan kehidupan yang seharusnya. Para pengikut Kristus dilayakkan untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Nah, ketika kita sedang bertugas sebagai penggarap lahan, jangan pernah menengok ke belakang, namun tunjukkan kepedulian yang sungguh-sungguh pada orang yang kita layani. Kiranya hati orang itu melembut, menjadi “tanah yang gembur”, siap ditanami benih firman-Nya.

Happy sunday guys...
JAYAPURA, 12 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 11 Agustus 2018

HANYA PENGELOLAH


How are you today?
Nats: ayat 35
Matius 21:33-46

Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain lagi dengan batu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 52-57

Ada orang kaya yang hendak menunjukkan kemurahan hati kepada salah seorang karyawannya. Karyawan itu diberinya izin untuk menempati salah satu rumahnya secara gratis. Suatu kali orang kaya itu bermaksud merenovasi rumahnya untuk dijadikan gudang penyimpanan barang. Untuk karyawannya, sudah disiapkan rumah yang lain. Bukannya mengikuti permintaan majikan, karyawan itu ngotot tidak mau pindah, bahkan mengklaim rumah itu sebagai miliknya. Terpaksa majikan itu menempuh jalur hukum untuk memaksa orang yang tidak tahu berterima kasih itu keluar dari rumahnya.

Situasi seperti inilah yang digambarkan dalam bacaan Injil hari ini. Allah digambarkan sebagai pemilik kebun anggur yang menyewakan tanahnya kepada kepada para penggarap lalu pergi ke luar negeri (ay. 33). Setelah beberapa waktu, pemilik kebun pulang dan mengutus orang-orangnya untuk meminta hasil dari kebunnya. Bukannya menerima hasil, para utusan itu justru mendapat perlakuan buruk dari para penggarap kebun. Ketika pemilik kebun mengutus anaknya, anak itu pun dibunuh. Tentu saja pemilik kebun marah dan hendak membinasakan orang-orang jahat itu serta akan menyewakan kebunnya kepada penggarap lain yang dapat dipercaya (ay. 41).

Orang Kristen sepatutnya menjadi pengelola yang baik dan dapat dipercaya dari karunia Allah. Mereka bekerja dengan tekun dan menghasilkan buah yang sepadan. Pengelola yang bertanggung jawab menyerahkan hasil kerjanya untuk memuliakan Allah. Andakah para pengelola yang dapat dipercaya itu?

JAYAPURA, 11 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 10 Agustus 2018

TUHAN YANG HEBAT


How are you today?
Nats: ayat 4
Mazmur 93:1-5

Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 47-51

Saat bermain ke pantai dan sedang asyik berfoto dengan seorang teman, tiba-tiba ombak besar menerpa saya. Lumayan jauh saya terseret. Pakaian dan badan saya basah kuyup. Sepasang sandal baru saya pun terbawa jauh ke tengah pantai. Setelah ombak mereda, saya jatuh telentang di atas pasir. Jantung saya berdebar kencang. Meskipun sandal saya hilang, saya bersyukur karena Tuhan menyelamatkan nyawa saya.

Ketika membaca Mazmur 93 ini, saya teringat pada pengalaman di pantai itu. Walaupun suara hempasan ombak pantai menggelegar dan kekuatannya sangat hebat, Allah Sang Pencipta tetap paling hebat melampaui segala ciptaan (ay. 3-4). Tuhan adalah Raja di atas segala raja yang memiliki kedaulatan dan kuasa penuh untuk mengatur semua peristiwa yang terjadi. Saya pun semakin menyadari penyertaan Tuhan yang nyata di sepanjang hidupku. Tuhan yang Mahakuasa dan Mahamulia menempati takhta yang tak pernah goyah. Dia layak untuk menerima pujian dan ibadah kita selama-lamanya (ay. 1-2).

Sepanjang hidup kita ini, apakah kita lebih takut pada badai masalah, fenomena alam, dan masa depan, atau percaya penuh pada Allah yang Hidup, yang senantiasa menyertai kita? Jangan pernah takut menghadapi masa depan yang belum pasti, fenomena alam, dan masalah yang menumpuk. Firman Tuhan menegaskan bahwa kuasa Tuhan itu abadi, tetap teguh meskipun zaman terusmenerus berubah (ay. 5). Berusahalah untuk menghadapi semua tantangan dengan tetap beriman, taat, dan setia pada Tuhan kita.

JAYAPURA, 10 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 09 Agustus 2018

HANYA UNTUK SATU ORANG


How are you today?
Nats: ayat 20
Markus 5:1-20

Orang itu pun pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala sesuatu yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. (Markus 5:20)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 43-46

Amatilah kisah perjalanan Yesus dan murid-murid-Nya ke Gerasa. Setelah menempuh perjalanan berbahaya dengan menghadapi angin ribut (Mrk. 4:35-41), mereka hanya mendapatkan seorang yang dirasuk setan dan dikucilkan warga. Padahal, untuk itu, 2.000-an ekor babi harus mati sia-sia (ay. 13). Sepadankah pengorbanan dan perjuangan mereka dengan hasil yang diperoleh?

Hitungan matematika manusia akan mengatakan, “Tidak!” Namun, Yesus menunjukkan bahwa satu jiwa amatlah berharga. Walaupun mereka kemudian diusir dari Gerasa (ay. 17), di sana telah ada seorang saksi yang akan memberitakan kuasa-Nya. Ia menjadi bukti bahwa Kristus mampu melepaskannya dari ikatan roh jahat. Ia yang selama ini ditakuti semua orang telah memiliki kabar baik untuk dibagikan. Kristus telah mengubah hidupnya.

Apakah Anda berkecil hati karena tidak dapat membanggakan buah pelayanan secara kuantitas? Atau, apakah penilaian Anda membuat orang lain yang melayani dengan setia menjadi tawar hati? Ingatlah, Tuhan tidak menuntut terlalu banyak dari kita. Dia hanya ingin kita setia dalam tugas yang dipercayakan-Nya bagi kita sekalipun itu hanya berdampak pada satu orang.

JAYAPURA, 09 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 08 Agustus 2018

BERDOA DAN MENGASIHI MUSUH


How are you today?
Nats: ayat 44
Matius 5:38-48

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 38-42

Pada 2008 pengadilan di Iran menjatuhkan kepada Majid Movahedi hukuman berupa penyiraman cairan asam untuk membutakan matanya. Itulah hukuman yang setimpal untuknya karena ia telah menyiramkan cairan asam ke wajah Bahrami, perempuan yang menolak pinangannya. Namun, beberapa menit menjelang hukuman dilaksanakan, Bahrani meminta hukuman itu dibatalkan. Ia menganggap balas dendam “mata ganti mata” semacam itu tidak pantas.

Keadilan macam apa yang diperoleh dari hukum “mata ganti mata dan gigi ganti gigi”? Banyak orang akan buta dan ompong. Yesus mengajarkan hukum yang baru: mengasihi dan memberkati mereka yang menganiaya kita. Paulus turut menegaskannya: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Roma 12:21). Mengapa? Kejahatan itu sampah. Orang yang berbuat jahat sedang memproduksi sampah, dan orang yang menyimpan dendam atas kejahatan orang lain menyimpan sampah itu. Keduanya sama-sama rugi.

Tidak ada cara untuk membersihkan diri dari sampah kejahatan yang busuk kecuali membuangnya. Caranya dengan mengampuni dan berbuat baik. Mengapa? Pengampunan dan perbuatan baik adalah anugerah ilahi, bukan karakter asli hasil usaha manusia. Ketika kita membiarkan anugerah ilahi pengampunan dan perbuatan baik itu bekerja dalam diri kita, luka batin kita akan dibebat dan disembuhkan Allah. Dan pada saat yang sama, kita sedang membuka kesempatan pintu pertobatan bagi si pelaku kejahatan. Mau mencoba membuktikan kebenarannya? Silakan!

JAYAPURA, 08 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id