Minggu, 31 Desember 2017

JANGAN TAKUT



How are you today...?
Wahyu 1:9-20
Nats: Ayat 17-18
“Jangan takut! Akulah Yang Pertama dan Yang Terkemudian, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 19-22

Menurut Anda, bagaimanakah sosok Allah itu? Sebagian orang mungkin membayangkan sosok seorang hakim yang siap menjatuhkan vonis. Salah satu teman saya pernah bermimpi buruk karena takut dibuang Allah ke neraka. Sebagian lagi mungkin membayangkan sosok yang simpatik dan bersuara lembut. Seperti gambar Yesus yang sering kita lihat. Tersenyum memangku anak-anak, berbelas kasih pada orang sakit. Mungkin Anda ingin memeluk-Nya begitu berjumpa.

Yohanes bisa memberitahu kita bagaimana rasanya bertemu Yesus sebagai Allah dalam kemuliaan-Nya. Jangankan memberi hormat atau memeluk. Tungkai kakinya mendadak lemas untuk menopang tubuhnya. Ia tersungkur seperti orang mati. Wajah Yesus bagai matahari, mata bagai nyala api, suara bagai desau air bah, tangan memegang bintang, dan mulut mengeluarkan pedang (ayat 14-16). Menggentarkan orang paling berani sekalipun! Namun, dengarlah apa kata-Nya: “Jangan takut!” Pernyataan tentang diri-Nya menjamin bahwa semua ada dalam kendali-Nya (ayat 17-18).

Jangan takut! Allah yang dahsyat itu tidak ingin kita merasa takut pada-Nya. Dia ingin kita berlari mendekat, bukan menjauh dari-Nya. Justru karena Dia dahsyat, Dia ingin kita memercayakan hidup kepada-Nya. Seseorang pernah menghitung bahwa ada 365 kali kata “jangan takut” diulangi dalam Alkitab. Jangan takut menghadapi tiap-tiap hari sepanjang tahun yang terbentang di depan! Jangan takut datang kepada Allah! Dia tahu apa yang terbaik bagi kita. Jika Anda memercayakan hidup pada Allah, apakah yang masih Anda takutkan?

Happy New Year 01 Jnauary 2018
Papua, 31 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

HAPPY NEW YEAR 2018


Sabtu, 30 Desember 2017

OBITUARI


How are you today...?
2 Petrus 3:1-13
Nats: Ayat 10-11
Pada hari itu langit akan lenyap ... dunia akan hangus oleh nyala api, ... Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 12-18

Sebuah koran pernah keliru memuat obituari Alfred Nobel, selagi ia masih hidup. Yang meninggal sebenarnya adalah adik laki-laki Alfred. Namun, melalui kekeliruan itu, Alfred jadi melihat bagaimana orang lain menilai hidupnya, yaitu sebagai orang yang menjadi kaya dengan memungkinkan terjadinya pembunuhan massal. Memang, bahan-bahan peledak temuan Alfred telah dibeli pemerintah untuk produksi senjata. Terguncang dengan obituari itu, Alfred lalu memutuskan untuk memakai kekayaannya guna memberi penghargaan terhadap upaya-upaya kemanusiaan, termasuk yang kita kenal sebagai Nobel Perdamaian.

Bayangkan jika seperti Alfred, kita mendapat kesempatan untuk membaca obituari kita. Bagaimana jika obituari itu dituliskan dari sudut pandang surga? Orang bisa saja tidak mengenal kita dengan cukup dekat untuk bisa menilai kita, tetapi tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan! Rasul Petrus mengingatkan agar para pengikut Kristus tidak hidup seenaknya sebagaimana orang-orang yang tidak percaya pada hari penghakiman (ayat 3-9). Tuhan tidak lalai akan janji-Nya dan jelas Dia juga takkan lalai memperhatikan setiap detail kehidupan kita!

Selama kita masih hidup di dunia, kita masih diberi kesempatan untuk menyunting obituari kita. Akankah kita menginvestasikan hidup kita dalam hal-hal yang bernilai kekal? Ataukah kita mencurahkan seluruh hidup dalam ambisi pribadi, hidup yang tidak bertanggung jawab, atau kewajiban agama yang kosong? Jelang akhir tahun, mari mohon hikmat Tuhan agar kita dapat membedakan apa yang akan binasa bersama dunia dan apa yang dihargai Tuhan dalam kekekalan.

Papua, 31 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 29 Desember 2017

MENDENGAR TEGURAN


How are you today...?
Amsal 15:29-33
Nats: Ayat 32
Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 6-11

Alkitab memperingatkan kita untuk memiliki sikap yang terbuka untuk diajar. Teguran-teguran yang dimaksudkan untuk membangun haruslah didengarkan (ayat 31). Bukan didengarkan sambil lalu, tetapi diterima dengan pikiran terbuka. Teguran yang membangun itu disamakan dengan didikan, pengajaran yang memberikan akal budi (ayat 32). Rugi besar jika kita mengabaikannya, kita sedang membuang kesempatan untuk maju. Sikap yang mau diajar adalah cerminan kerendahan hati. Jika seseorang tidak cukup rendah hati untuk menerima masukan sesama, mungkinkah ia bisa sepenuh hati mendengarkan didikan Tuhan?

Acap kali pelayanan terhambat dan hubungan dalam tubuh Kristus bermasalah karena kita menolak untuk saling mendengarkan. Kita tidak mau belajar dari orang lain yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Adakah noda keangkuhan hati yang mungkin perlu kita bersihkan hari ini agar kita dapat dengan jernih melihat masukan-masukan yang penuh berkat di sekitar kita?

Papua, 29 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 28 Desember 2017

IRI HATI


How are you today...?
Matius 20:1-16
Nats: Ayat 15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 1-5

Perumpamaan Yesus tentang para pekerja di kebun anggur sangat telak menegur sikap iri hati (ayat 15). Para pekerja lama marah karena keberuntungan yang dinikmati oleh para pekerja baru (ayat 11). Mereka tak lagi puas dengan apa yang sudah diterima dan tadinya dianggap cukup (ayat 13). Sebelum perumpamaan ini diberikan, Petrus mempertanyakan upah bagi para pengikut Yesus. Pertanyaan ini muncul setelah ia mendengar Yesus menjanjikan harta di surga bagi orang lain (lihat 19:21, 27). Ketika Yesus berbicara tentang takhta kepada Petrus, muncul pertanyaan baru apakah murid tertentu bisa memiliki posisi tertentu (lihat 19:28, 20:21). Mungkinkah perumpamaan ini diberikan Yesus untuk menangkis potensi iri hati di hati para murid?

Pelayanan bisa rusak apabila iri hati melanda sesama anggota tubuh Kristus. Biasanya kita tidak iri pada orang yang jauh di atas kita atau yang berbeda bidang, tetapi justru pada rekan yang dekat dan kemampuannya mirip dengan kita. Kita perlu mengingatkan diri kita bahwa Allah berdaulat dalam memberikan kemampuan dan berkat-Nya. Ketika kita cemburu, kita sedang menuduh Allah berlaku tidak adil. Dan itu jelas bukan perilaku warga kerajaan Allah

Papua, 28 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 27 Desember 2017

SEBUAH PANGGILAN


How are you today...?
Matius 24:1-14
Nats: Ayat 6,9,13
Kamu akan mendengar tentang deru perang atau kabar-kabar tentang perang. ... kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama- Ku, ... Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Bacaan Alkitab Setahun:
2,3 Yohanes

Bagaimana Anda akan menanggapi panggilan untuk mengajar di desa terpencil selama setahun penuh, tanpa listrik dan sinyal telepon seluler? Seruan gerakan Indonesia Mengajar ini jelas bukan panggilan yang menggiurkan. Banyak yang tersentak melihat kesediaan 1.383 sarjana terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Mereka siap menghadapi tahun yang sulit karena mereka memercayai visi gerakan ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagaimana Anda akan menanggapi panggilan yang lebih radikal lagi dari Yesus? Secara ringkas panggilan itu berbunyi: kamu akan menderita karena mengikut Aku. Penderitaan yang disebutkan-Nya tidak hanya setahun, tetapi sampai kesudahan zaman (ayat 8, 13). Kapankah itu? Hingga Injil diberitakan kepada semua suku bangsa (ayat 14). Apakah kita juga tersentak melihat lembaran sejarah sarat dengan orang-orang yang bersedia menerima panggilan ini? Mereka memberikan hidup bagi tersampaikannya Injil kepada generasi kita hari ini. Langkah yang tak mungkin diambil tanpa memercayai ada kehidupan setelah kematian, dan bahwa Yesus Kristus, Pribadi yang memberikan panggilan itu, benar adalah Sang Mesias yang memberikan upah pada kesudahan zaman (ayat 13, bandingkan Wahyu 22:11-22).

Panggilan Yesus bukanlah panggilan untuk hidup mudah. Kita diminta mengikuti jejak-Nya di tengah dunia yang makin durhaka kepada Tuhan. Ketika patah semangat dan tawar hati dalam mengikut Dia, ingatlah kembali siapa Yesus dan mengapa kita memercayai janji-janji-Nya. Dengan mengarahkan pandangan kepada-Nya, kita akan dapat bertahan hingga kesudahan tiba.

Papua, 27 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha 

https://gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 26 Desember 2017

SUDAH KRISTUS MENJADI KEPALA DALAM HIDUP ANDA?


How are you today...?
Kolose 1:15-23
Nats: Ayat 18
Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Yohanes

Dalam sejarah kerajaan Tiongkok, hukuman pancung merupakan pilihan terbanyak dalam melaksanakan hukuman mati. Memisahkan kepala dari tubuh membuat proses kematian cepat dan pasti. Hanya dalam sulap atau film kartun kita bisa menyaksikan kepala terpisah dari tubuh tanpa harus mati.

Dalam menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat-Nya, rasul Paulus menggunakan analogi kepala dan tubuh ini. Kristus adalah kepala, jemaat adalah tubuh-Nya (ayat 18). Mengapa? Karena Kristus adalah gambaran dari Allah sendiri (ayat 15). Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (ayat 16). Segala kepenuhan Allah ada di dalam Dia (ayat 19). Itu artinya, apa yang ada dalam Pribadi Allah, juga dinyatakan dalam Pribadi Yesus Kristus. Untuk dapat hidup berkenan pada Allah, tepatlah jika jemaat meneladani Kristus. Lebih dari itu, Kristuslah yang memungkinkan manusia bisa diperdamaikan dengan Allah (ayat 21-22). Tanpa Kristus, tidak ada orang yang berkenan kepada Allah. Itulah alasan Dia disebut Kepala—oleh karena keutamaan-Nya. Sebagai Kepala, Kristus berhak memimpin dan mengarahkan jemaat-Nya.

Bagaimanakah selama ini kita menempatkan Kristus dalam kehidupan pribadi maupun berjemaat? Ketika kita lebih mementingkan aktivitas rohani daripada membangun karakter sesuai firman Tuhan, Kristus sedang tidak diutamakan. Ketika pengharapan Injil digantikan oleh pengharapan atas kekuatan sendiri, Kristus telah digeser dari tempat-Nya. Tanpa kepala, tubuh mati. Tanpa Kristus, tidaklah mungkin komunitas orang percaya dapat tetap hidup berkenan kepada Allah. Apakah Kristus adalah “Kepala” dalam kehidupan Anda?

Papua, 26 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Minggu, 24 Desember 2017

NAMANYA YESUS


How are you today...?
Lukas 2:21-24
Nats: Ayat 21
Ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Petrus; Yudas

Seorang pria bertanya kepada pendetanya, “Apa yang harus saya lakukan agar masuk surga?” Jawaban sang pendeta mengejutkannya, “Anda sudah terlambat. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk bisa masuk surga.” Dengan gelisah ia bertanya, “Apa maksud Anda, Pak Pendeta? Tidakkah ada sesuatu yang bisa saya lakukan?” Pendeta itu menjawab, “Apa yang harus dilakukan untuk masuk surga telah dikerjakan untuk Anda oleh Yesus, dua ribu tahun silam. Yang perlu Anda lakukan sekarang hanyalah menerima apa yang telah Dia kerjakan bagi Anda. Tidak ada yang bisa Anda tambahkan lagi.”

Nama Yesus berarti “Allah menyelamatkan”. Dan sesuai nama yang diberikan sebelum kelahiran-Nya (lihat Matius 1:21), Dia memang datang ke dalam dunia sebagai jalan keselamatan yang disediakan Allah sendiri. Yesus tidak datang untuk merintis sebuah agama atau membangun sebuah tradisi. Dia datang untuk memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Dia juga disebut Kristus (lihat ayat 11), yang berarti Sang Mesias, Yang Diurapi. Dia disebut Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita (Matius 1:23).

Yang terbaik dari Natal adalah Yesus. Sia-sialah segala perayaan tanpa kehadiran-Nya. Melalui kelahiran Yesus, kita mendengar Allah berkata: “Anakku, tidak ada yang dapat kau lakukan untuk membereskan masalahmu. Sebab itu, Aku sendiri yang akan menolongmu. Aku datang untuk menggantikan rasa frustrasimu dengan kedamaian, kesalahan-kesalahanmu dengan pengampunan, kegelisahanmu dengan pengharapan yang pasti. Maukah engkau memercayai-Ku sepenuhnya?” Bagaimana kita meresponi kasih karunia-Nya ini?

Papua, 25 Desember 2017
Ps. Gelphy Nartha & Family
Mengucapkan...
Selamat Natal bagi kita semua!

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

TERANGILAH SEKELILINGMU




















USAHA TAPI KELIRU


How are you today....?
2 Petrus 1:1-11
Nats: Ayat 3
Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh ...

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Timotius

Pernahkah Anda berandai-andai bahwa hidup Anda akan lebih baik jika hal tertentu Anda miliki? Andai aku memiliki pekerjaan tertentu ... andai aku punya banyak uang ... andai aku menemukan orang yang tepat ... andai aku dikaruniai tubuh yang indah ... andai jabatanku naik .... Ini adalah pergumulan semua orang. Kita berusaha mencari sesuatu yang akan memenuhkan hidup kita, yang akan menyelamatkan kita dari segala belitan masalah.

Bagaimana kita menanggapi kata Alkitab bahwa segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup sudah dikaruniakan pada kita? (ayat 3). Mungkin itu membuat kita bertanya-tanya. Tuhan, aku sudah lama mengikut-Mu, mengapa aku merasa hidupku masih begini-begini saja? Masalahnya mungkin terletak pada definisi kita tentang hidup. Rasul Petrus menjelaskan bahwa hidup yang berhasil itu tidak ada hubungannya dengan tren dunia, tetapi bagaimana kita dibentuk makin serupa dengan kodrat ilahi (ayat 4). Keberhasilan adalah makin siap menjadi warga kerajaan kekal dari Tuhan sendiri (ayat 11). Dan oleh kasih karunia Tuhan, semua yang kita butuhkan untuk itu telah disediakan di dalam Yesus Kristus (ayat 2-3). Yesus membebaskan kita dari dosa, dan memungkinkan kita mengejar hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup ini (ayat 5-9).

Mungkinkah selama ini kita mencari “Juru Selamat” di tempat yang keliru? Kita mencarinya dalam pekerjaan kita, dalam diri pasangan kita atau sosok pemimpin kita, dalam kepemilikan harta benda kita, dalam pencapaian, bahkan dalam kecanduan kita. Segala sesuatu telah disediakan Allah di dalam Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Sudahkah Anda datang kepada-Nya?


Happy sunday guys...
Jayapura, 24 Desember 2017
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Sabtu, 23 Desember 2017

"KEEGOISAN"


How are you today...?
Matius 2:16-18
Nats: Ayat 16
Ketika Herodes tahu ... ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 11-13

Anak itu bernama Gerhard Herbert Kretschmar. Usianya lima bulan, lahir buta, tangan kakinya tidak sempurna. Ia adalah korban praktik eutanasia pertama atas perintah pribadi Adolf Hitler pada dokter pribadinya. Setelahnya, tercatat lebih dari 200.000 penyandang cacat yang dibunuh dalam kurun waktu tahun 1939-1945. Mereka dipandang tidak berguna, tidak pantas untuk hidup. Dengan kemajuan teknologi medis, tak hanya mereka yang terlahir cacat, anak-anak dalam kandungan yang berpotensi cacat pun kini banyak dibunuh dengan praktik bernama keren: aborsi. Anak sehat pun banyak diaborsi karena orangtuanya tidak siap atau tidak mau membayar harga untuk mengasuhnya.

Bertentangan dengan rencana pribadinya; berpotensi menyusahkan hidupnya; tidakkah keegoisan ini yang juga menggerakkan Herodes untuk memerintahkan pembantaian massal anak-anak di Betlehem? Ia tidak mau ambil risiko. Pengganggu itu harus disingkirkan. Berapa pun harga yang harus dibayar. Siapa pun yang harus dikorbankan. Rencana agung Allah Yang Mahatahu tidak gagal karenanya. Namun, seisi Betlehem meratap. Dan Herodes sendiri tak pernah berjumpa dengan Sang Mesias.

Apakah Anda ngeri melihat keegoisan Herodes, Hitler, dan para orangtua yang berusaha menyingkirkan para “penghambat” hidup mereka? Bagaimana dengan keegoisan kita sendiri? Menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan masalah bisa menjadi solusi yang menggoda ketika kita merasa Tuhan memperlambat bahkan menghambat hidup kita dengan banyak masalah. Janin yang cacat, pasangan yang sulit, dan sebagainya. Tanpa disadari, kita mungkin sedang melewatkan hal-hal terbaik dari-Nya

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 23 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Jumat, 22 Desember 2017

TUGAS ISTIMEWA


How are you today...?
Lukas 2:15-20
Nats: ayat 19
Tetapi Maria menyimpan segala perkataan itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 7-10

Kita hanya bisa menduga-duga apa yang berkecamuk di pikiran Maria pada malam kelahiran Yesus (ayat 19). Ibu mana pun tentu bergumul jika harus meletakkan anaknya di dalam tempat makan hewan. Sangat mungkin Maria berteriak dalam hati: Tuhan, belum cukupkah semua yang kualami? Setelah sembilan bulan yang sulit menghadapi keluarga dan tetangga, calon suami yang nyaris meninggalkanku; setelah lima hari perjalanan dengan perut buncit, setidaknya aku berharap Engkau akan menyediakan tempat yang nyaman untuk kami tinggali. Tuhan menjawabnya dengan mengirimkan tamu tak diundang: beberapa pria dengan aroma kambing domba melihatnya berusaha menyungging senyum di tengah sakit usai melahirkan.

Melahirkan Sang Juru Selamat tak berarti Maria bebas dari kesibukan yang melelahkan sebagai seorang ibu. Namun, dari ceritanya kepada penulis Injil Lukas, tampaknya ia selalu ingat bahwa apa yang dilaluinya adalah sebuah panggilan (lihat 1:30-31). Cerita para gembala meneguhkannya (ayat 11). Semua yang ia alami bukanlah sebuah kebetulan, apalagi kecelakaan. Tuhan telah memilihnya untuk tugas melahirkan dan membesarkan Yesus di dunia.

Ya, menjadi seorang ibu adalah sebuah panggilan. Merawat dan melahirkan karya Tuhan, membesarkannya untuk menggenapi rancangan Tuhan. Betapa istimewa! Di Hari Ibu ini, mari doakan para ibu yang kita kenal dan kasihi agar diberi hikmat dan kekuatan dalam menjalankan panggilan-Nya. Beri peluk hangat dan semangat agar mereka selalu ingat bahwa tugas istimewa mereka itu adalah pemberian Tuhan. Dan, Dialah yang akan memampukan mereka hari demi hari!

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 22 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Kamis, 21 Desember 2017

DAMAI DI BUMI


How are you today...?
Lukas 2:8-14
Nats: Ayat 14
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 1-6

Seorang pengusaha yang sedang stres diajak temannya mengikuti sebuah seminar manajemen stres. Salah satu saran dari pembicara seminar itu adalah: “Lepaskan stres Anda dengan menceritakan masalah Anda kepada seseorang yang bisa mendengarkan.” Ia lalu menambahkan bahwa salah satu cara terbaik adalah berbicara kepada hewan kesayangan. Sang pengusaha sangat jengkel. Ia membayar mahal sebuah tiket seminar hanya untuk mendengarkan saran bahwa ia harus memiliki hubungan dari hati ke hati dengan anjing piaraannya. Jelas hewan itu takkan bisa membantu membereskan konflik-konflik pemicu stres yang ia alami dan menghadirkan damai di hatinya.

Natal membawa kabar baik bahwa Yesus datang untuk membawa damai sejahtera di bumi (ayat 14). Damai yang akan dinikmati oleh orang-orang yang “berkenan kepada Tuhan”. Bagaimana mungkin manusia berdosa bisa diperkenan Allah? Jelas bukan dengan usahanya sendiri. Orang paling saleh di dunia pun tak luput dari kekhilafan di hadapan Allah yang mahasuci dan membenci dosa. Manusia butuh Juru Selamat yang akan membebaskan mereka dari dosa-dosa yang menyebabkan mereka tak dapat hidup dalam damai dengan Allah dan dengan sesama.

Rick Warren menulis: “Kedamaian dunia takkan ada tanpa kedamaian di tengah bangsa-bangsa. Kedamaian bangsa takkan ada tanpa kedamaian di tengah komunitas kita. Kedamaian komunitas takkan ada tanpa kedamaian di tengah keluarga kita. Kedamaian keluarga takkan ada tanpa Raja Damai bertakhta dalam hati kita.” Ia benar. Jika Anda merindukan damai yang sejati, mengapa tidak datang kepada Sumber-Nya?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 21 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Rabu, 20 Desember 2017

KIRENIUS


How are you today...?
Lukas 2:1-7
Nats: Ayat 1-2
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi gubernur di Siria.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Petrus

Kenalkah Anda dengan nama Mr. Syafruddin Prawiranegara dan Mr. Asaat? Para sejarawan berdebat tentang masuk tidaknya mereka dalam daftar presiden RI. Ada yang menyebut mereka sebagai para presiden yang terlupakan, ada pula yang berpendapat pemimpin dalam situasi darurat tidak sama dengan presiden. Bagaimanapun kesimpulan orang, faktanya kedua nama ini nyata dan berperan dalam sejarah.

Kirenius. Sebutan Yunani untuk Quirinius. Sosok ini juga menjadi perdebatan karena Lukas mengaitkannya dengan sensus menjelang kelahiran Yesus (ayat 2). Menurut dokumen resmi, ia memimpin Siria sesudah Herodes mati, sementara Yesus lahir saat Herodes masih hidup (lihat Matius 2). Tetapi, menurut sejumlah sejarawan, sebelum menjabat gubernur, Quirinius sudah membawahi Siria sebagai tokoh militer kepercayaan Kaisar, dan menjalankan sensus di sana untuk kepentingan pajak. Pastinya, Yusuf tak mungkin menempuh perjalanan jauh saat istrinya hamil tua, jika tidak ada sesuatu yang mendesaknya. Bahkan melalui kebijakan pemerintah yang tak bisa dihindari Yusuf, kita melihat campur tangan Sang Pencipta sejarah yang memungkinkan Yesus lahir di Betlehem sesuai nubuat para nabi.

Dunia ini tidak berjalan tanpa arah. Manusia diberi kehendak bebas di sepanjang perjalanan, tetapi rancangan Allah akan digenapi pada waktu-Nya. Allah menjanjikan Juru Selamat melalui keturunan Daud, dan telah menggenapinya. Dia juga menjanjikan keselamatan bagi yang percaya dan penghakiman bagi mereka yang mengabaikan-Nya. Bagaimana kita akan meresponi tangan Allah yang bekerja di balik setiap peristiwa hidup ini?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 20 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Selasa, 19 Desember 2017

AIB SUDAH TIADA


How are you today...?
Lukas 1:5-25
Nats: Ayat 25
“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Titus

Aib. Anda dan saya tentu memilikinya. Sesuatu yang memalukan. Noda yang ingin kita tutupi. Catatan yang ingin kita kubur dalam-dalam. Mungkin itu berupa masa lalu yang kelam, latar belakang keluarga, kekurangan secara fisik, dan sebagainya. Kita takut tidak diterima orang lain. Kita berusaha memolesnya dengan berbagai hal yang akan dipandang baik oleh orang lain.

Aib. Betapa hal ini menghantui hari-hari Elisabet. Tidak bisa punya anak alias mandul adalah aib pada zamannya. Apalagi suaminya adalah seorang imam. Tentu ada bisik-bisik mengapa pasangan ini tidak dikaruniai penerus keturunan. Tak putus-putusnya Elisabet dan suaminya berdoa memohon sebuah keajaiban (ayat 13). Tuhan tidak menjawab. Meski demikian, mereka tetap setia melayani hingga lanjut usia (ayat 6-7). Hingga suatu hari yang tak pernah diduga itu tiba. Tuhan membuatnya mengandung! Sungguh tak dapat dipercaya! Ia kini bisa menyombong ke semua tetangga yang dulu membicarakannya karena mukjizat yang diterimanya. Menariknya, ia justru menarik diri selama lima bulan. Ia tidak sibuk memperbaiki reputasinya. Tidak ada yang perlu dibanggakan. Tuhan berhak membiarkan aib itu melekat seumur hidupnya, dan Elisabet tetap senang melayani-Nya. Jika kini Dia bermurah hati untuk menghapuskannya, segala puji hanya bagi Tuhan!

Kita tak dapat mengendalikan pendapat orang lain. Namun, kabar baiknya, kita tak perlu mendapatkan penerimaan dari manusia mana pun agar bisa hidup bahagia! Yesus datang untuk menggantikan segala aib kita dengan kebenaran-Nya sehingga kita dapat diterima oleh Allah. Bukankah itu jauh lebih penting daripada diterima oleh manusia?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 19 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Senin, 18 Desember 2017

MENGENAL BAYI YESUS


How are you today...?
Matius 1:18-25
Nats: Ayat 1:22-23

Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Timotius

Tanpa terduga bayi Yesus mengisi rahim perawan Maria sehingga membuat Yusuf, yang belum pernah bersetubuh dengan tunangannya itu jadi gelisah. Tanpa diduga oleh para pengikut-Nya, Yesus mati ketika pelayanan-Nya sedang menanjak. Namun, merunut perjalanan hidup-Nya, jelas bahwa bagi Yesus sendiri, semua itu bukanlah kejadian yang tak terduga. Dia datang untuk menggenapi nubuat para nabi (ayat 22). Dia tahu untuk apa dan berapa lama Dia harus berada di dunia, dengan cara apa Dia akan mati dan kapan Dia akan bangkit (lihat pasal 16:21). Bayi yang dalam tiap drama Natal selalu ditampilkan sebagai sosok mungil, tak berdaya di atas palungan, memiliki kendali penuh atas hidup dan mati-Nya, karena Dia adalah Allah yang datang menjadi manusia, untuk menyertai umat-Nya (ayat 23).

Natal dirayakan agar kita mengingat betapa luar biasanya bayi Yesus dan betapa kita membutuhkan Dia! Namun, budaya populer berusaha merebut perhatian generasi ini dengan tokoh-tokoh dongeng dan tradisi pohon Natal, barang-barang yang harus dibeli dan acara-acara yang harus diadakan. Adakah sesuatu yang bisa kita lakukan?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 18 Desember 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1