Kamis, 28 Februari 2019

MENGALAHKAN YANG JAHAT DENGAN KEBAIKAN


How are you today?
Firman Tuhan :
Roma 12:9-21

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan... tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:17, 21)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 34-36

Terorisme merupakan masalah pelik, bukan hanya pada abad modern ini, melainkan masalah yang sudah setua peradaban umat manusia di dunia ini. Pelakunya bukan monopoli bangsa dan agama tertentu. Sejarah mencatat bahwa pelaku terorisme bisa berasal dari latar belakang apa saja. Tidak jarang kaum radikal itu melakukan tindakan kekerasan berdasarkan keyakinan “agamanya” untuk membasmi “lawannya”. Mereka menjalankannya dengan suatu “niat luhur”: demi menegakkan kebenaran dan keadilan menurut versi mereka sendiri (bandingkan dengan Yoh. 16:1-4).

Kepada murid-murid-Nya, Yesus Kristus mengajarkan agar kita mengampuni dan berdoa bagi orang-orang yang menganiaya kita (Mat. 5:43-48). Arti mengampuni dan berdoa ini tidak berhenti hanya pada ritual ibadah dalam gedung gereja. Sebaliknya, karya kasih Allah yang mengampuni dan memulihkan ini mengundang kita untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata hidup sehari-hari. Kasih Allah menyapa baik korban teror maupun pelakunya, dan juga menyapa semua orang (ay. 18).

Kita dipanggil untuk membawa damai di mana pun kita berada. Bila kita berdiam diri atau berhenti berbuat baik, kita akan menjadi pupuk penyubur terorisme. Sebaliknya, kita perlu secara aktif ikut berupaya untuk mewujudkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan berbuat kebaikan untuk menghapus kemiskinan dan kebodohan. Bukan dengan senjata kekerasan, bukan pula dengan berpangku tangan dan hanya menyalahkan pemerintah dan pihak lain, melainkan dengan mengamalkan kasih.

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 27 Februari 2019

JANGAN TAKUT TUHAN MEMEGANG TANGANKU


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Yesaya 41:8-20 

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 32-33 

Saat Sekolah Minggu, guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk mewarnai gambar. Seorang anak berumur kurang dari tiga tahun tampaknya belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan gambar itu. Secara spontan saya mendekati anak itu dan memberinya sebuah pensil warna. Lalu saya pegang tangannya dan menuntunnya untuk mewarnai gambar itu. Terkadang ia tampak jenuh, tetapi setelah itu, terlihat wajah sukacita pada anak itu saat melihat bahwa akhirnya ia mampu menyelesaikan gambarnya.

Pengalaman masa pembuangan sungguh-sungguh membuat bangsa Israel menderita sekaligus menempa iman mereka. Masa di mana Allah juga memberikan janji peneguhan-Nya, dan meminta umat Israel untuk tidak bimbang karena Pribadi Allah yang akan membebaskan mereka pada saatnya nanti. Dia sumber penolong, Dia memberikan tangan kanan-Nya. Tangan kanan menunjukkan kuasa dan otoritas Allah. Bangsa-bangsa lain akan mengenal pula siapa Allah Israel.

Pengalaman itu menolong saya memahami janji Tuhan dalam kitab Yesaya. Ketika Tuhan memegang tangan saya, saya belajar bahwa Dia adalah Tuhan yang menuntun langkah kita. Ada saat-saat ketika kita begitu lelah untuk melewati persoalan hidup, tetapi Dia ingin agar kita taat untuk terus hidup dalam tuntunan-Nya dan memberi kita kemenangan. Seperti saya sangat bersukacita melihat anak kecil itu bersukacita, terlebih Tuhan kita! Dia sangat bersukacita tatkala kita mampu melewati setiap persoalan dalam tuntunan tangan kanan-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 27 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 26 Februari 2019

TRUE LOVE


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Matius 1:18-25 

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 30-31 

Taylor Morris menginjak pemantik alat peledak sehingga kehilangan kedua kaki dan lengannya. Danielle Kelly, tunangannya, tetap setia kepada Morris dan mau menjadi istrinya. Dengan sabar ia merawat Morris. Di tengah dunia yang makin dipenuhi cinta semu, dan meninggalkan orang dengan penderitaan demikian, Kelly memilih tindakan ekstrem, yaitu terus mencintai Morris. Cinta ekstrem Kelly tecermin dalam foto-foto yang diunggah di internet dan menarik perhatian 2,6 juta orang. Bisa dikatakan inilah cinta sejati.

Cinta sejati Yusuf tidak sekadar menarik perhatian orang, tetapi juga memberi dampak pada umat manusia. Yusuf begitu mencintai Tuhan dan Maria. Cinta Yusuf pada Maria terbukti saat Maria hamil dan Yusuf tidak mau menuntutnya menurut hukum Yahudi yang berlaku. Ia menutupinya dan mau menceraikan Maria diam-diam. Cinta Yusuf pada Tuhan terbukti dengan caranya menyikapi kehamilan Maria, ketaatannya saat Tuhan memerintahkan memperistri Maria, dan kerelaannya membayar harga, antara lain menghadapi tuduhan amoral dari masyarakat dan tidak bersetubuh dengan Maria.

Cinta yang besar pada Tuhan akan memampukan kita taat menjalani rencana dan kehendak-Nya dengan tulus dan sepenuh hati. Sebagaimana Yusuf, yang akhirnya menjadi sarana, bersama dengan Maria, bagi kelahiran Yesus. Cinta kepada Tuhan akan memampukan kita untuk mencintai orang lain—pasangan, orangtua, anak-anak, tetangga, dan sebagainya. Sudahkah kita bertekad untuk mencintai dengan cinta sejati dari Tuhan?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 26 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 25 Februari 2019

MENDENGAR ATAU BERBICARA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Amsal 1:1-7

...baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu... (Amsal 1:5) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 28-29 

Sebuah humor. Seusai kebaktian Minggu pagi, seorang anak laki-laki berkata pada ibunya, “Bu, kelak saat dewasa, aku mau menjadi pendeta saja.” Ibu bertanya, “Hei, mengapa kamu tiba-tiba memutuskan begitu?” Anak itu menjawab, “Sebab aku yakin, Ibu akan mengharuskanku ke gereja setiap Minggu sampai aku dewasa kelak, bukan? Nah, aku sudah mempertimbangkan dan memutuskan, lebih enak bagiku untuk berdiri dan berteriak-teriak dari podium, ketimbang aku harus duduk dan mendengarkan saja.” Ha, ternyata ia ingin menjadi pendeta, hanya karena ia keberatan untuk mendengarkan!

Amsal hari ini mengingatkan akan pentingnya mendengarkan didikan hikmat, khususnya hikmat dari Tuhan, yang memberi kebijaksanaan. Ini seperti permintaan Salomo ketika ia hendak dinobatkan menjadi raja, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara...” (1 Raj. 3:9). Kata “faham” ini berasal dari akar kata “mendengar dengan penuh perhatian”. Artinya, mendengar setiap tuntunan dan didikan Tuhan, yang tak pernah menyesatkan.

Nyatanya, mendengar memang bukan perkara mudah. Lebih enak rasanya berbicara daripada mendengar. Lebih enak mengkritik atau mengomentari daripada dikritik ataupun dikomentari. Dalam mendengar harus ada pengendalian diri. Dalam mendengar perlu ada kerendahan hati untuk diarahkan dan dibentuk. Namun, inilah rahasia firman yang dibukakan hari ini: ketika Salomo rela mendengar nasihat Tuhan di setiap langkah, ia pun menjadi bijak di setiap tindakan.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 25 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 24 Februari 2019

KETAATAN YANG SEMPURNA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Matius 5:38-48 

Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita. (Roma 5:8) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 26-27 

Ketika kita diminta mendonorkan darah, mungkinkah kita sekaligus mendonorkan ginjal? Ketika seseorang menuntut mobil kita, mungkinkan kita menyerahkan sekaligus rumah kita? Ketika seseorang membunuh anak kita, mungkinkah kita mengampuninya dan menjadikannya anak angkat? 

Itu beberapa skenario yang melintas dalam benak saya saat membaca bagian dari Khotbah di Bukit ini. Dalam rangkaian khotbah tersebut, saya merasa Yesus sedang menaikkan standar hukum Allah setinggi-tingginya. Dengan harapan, orang yang sungguh-sungguh hendak taat tersadar, tidak mungkin ia menjalaninya dengan kemampuan dirinya sebagai manusia.

Kabar gembiranya, Yesus datang untuk menggenapi hukum itu bagi kita (Rm. 10:4). Dalam nas hari ini, misalnya, Dia seperti orang yang menyerahkan pipi kirinya pada yang menampar pipi kanannya, orang yang menyerahkan jubah pada yang mengingini bajunya, dan orang yang berjalan sejauh dua mil ketika dipaksa berjalan sejauh satu mil. Itulah karya Kristus bagi kita! Dan, melalui ketaatan-Nya itu, Kristus menjadi pokok keselamatan bagi orang yang beriman.

Jadi, pertanyaan kita bukan lagi: Mampukah saya menaati hukum Allah? Pertanyaannya adalah: Maukah saya beriman kepada Kristus Yesus dan menerima pembenaran-Nya? Maukah saya berhenti mengandalkan kemampuan diri dalam menaati hukum Allah, dan belajar mengandalkan ketaatan-Nya yang sempurna? Bersediakah saya mempersilakan Kristus menyatakan kehidupan-Nya di dalam dan melalui diri saya?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 24 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
pgelphy@yahoo.co.id

http:gelphyministry.blogspot.co.id

RENEWED_BAGIAN DUA

Shalom...

Ini adalah bahan Kotbah Ps. Gelphy Nartha tanggal 24 Februari 2019 di GBI.ROCK Jayapura Wilayah Sentani Jl. Raya Hawaii No. 13-14.

Semoga menjadi berkat bagi kita semua.

Jika Anda diberkati dengan materi ini Silahkan berikan Comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk penguraian lengkapnya Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasi saya.
God Bless...!

Untuk mendapatkan RENEWED Bagian 1 Anda bisa lihat disini http://gelphyministry.blogspot.com/2019/02/renewedbagian-1.html






















Sabtu, 23 Februari 2019

TANDA SEORANG MURID


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Yohanes 3:11-18 

Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. (Yohanes 13:35) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 23-25

Universitas Yale pernah mengadakan riset yang melibatkan 119 pria dan 40 wanita. Pembuluh darah koroner mereka diperiksa untuk dibandingkan. Kesimpulannya, orang-orang yang merasakan dukungan dan cinta dari pasangannya memiliki risiko penyumbatan arteri jantung yang lebih rendah daripada mereka yang tidak mengalaminya. Perasaan dikasihi ternyata menghasilkan efek yang positif terhadap kesehatan jantung. Selain itu, dengan mengungkapkan kasih, orang juga akan memiliki tubuh yang lebih segar.

Sekitar 2.000 tahun yang lalu, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk saling mengasihi (Yoh. 13:34). Karakteristik saling mengasihi ini dimaksudkan sebagai ciri khas yang membedakan antara murid Yesus dan orang lain. Kasih menjadi tanda pengenal murid Yesus. Dalam salah satu suratnya, Rasul Yohanes mengingatkan jemaat mengenai perintah Yesus tersebut. Ia mengajak orang percaya untuk mengasihi bukan hanya dengan perkataan, melainkan juga dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yoh. 3:18).

Sayangnya, saat ini banyak orang percaya seakan melupakan perintah Yesus dan ajakan Yohanes tersebut. Ada yang membiarkan hidupnya dikuasai kebencian. Ada pula yang hatinya dicengkeram dendam terhadap orang lain. Padahal, semua itu hanya akan merugikan kehidupan kita sendiri. Kabar baiknya, kita bisa melakukan sesuatu untuk mengalami hidup yang sehat dan penuh ketenteraman. Caranya ialah dengan berhenti menyimpan kepahitan dan mulai membiasakan hidup dengan mengasihi sesama.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 23 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 22 Februari 2019

PENDERITAAN SEMENTARA


How are you today?
Firman Tuhan : 
2 Korintus 4:16-18 

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. (2 Korintus 4:17) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 21-22 

Misalkan Anda sudah di surga dan bermimpi tentang kehidupan di dunia ini. Terpapar penderitaan akibat menyandang nama Kristus: beroleh nilai pas-pasan karena tak ikut nyontek, tak naik pangkat karena tak ikut korupsi, terkucil dan terampas sebagian hak Anda karena iman Anda. Tapi, itu Cuma mimpi buruk, dan semua sudah berlalu! 

Atau, Anda di neraka dan bermimpi serupa. Kali ini tentang kehidupan yang amat nyaman, bergelimang harta dan kenikmatan. Anda tak peduli pada siapa pun, bahkan Yesus. Hidup egois dan serba senang. Sekarang? Sesal kemudian tak berguna.

Begitulah, dari perspektif kekekalan, kehidupan Rasul Paulus juga bagai “mimpi buruk”. Penderitaan demi penderitaan menderanya. Sejak berjumpa Yesus dan menjadi hamba-Nya, sepertinya ia tidak pernah menjalani “kehidupan normal”. Dalam suratnya ini, paling tidak empat kali ia memaparkan berbagai kesulitan yang ia alami (1:8-9, 4:8-11, 6:4-10, dan 11:23-27). Namun, apakah Paulus jadi patah arang terhadap Tuhan? Sama sekali tidak. Ia tahu bahwa ia hidup untuk memberitakan Injil (ay. 5). Lagipula, bukankah Tuhan sudah menentukan bahwa, sebagai hamba-Nya, ia akan “menanggung banyak penderitaan” (lihat Kis. 9:16)? Itulah sebabnya Paulus bisa berkata bahwa semua penderitaannya itu “ringan” saja dibandingkan dengan “kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya” yang bakal diterimanya kelak (ay. 17). Luar biasa, bukan?

Lalu, bagaimana dengan “mimpi” Anda sekarang? Semoga bukan “mimpi indah” ya?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 22 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 21 Februari 2019

JANGAN KALAH CERDIK BRO


How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 16:1-9

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang. (Lukas 16:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 19-20

Seorang hamba Tuhan bercerita bagaimana Tuhan memberinya ide untuk menjalin hubungan baik dengan sesama. Setiap kali berbelanja ke pasar, ia sengaja memberi uang lebih kepada tukang parkir yang bertugas di sana. Setelah beberapa kali menerima kebaikan, respons sang tukang parkir di luar dugaan. Ia memberikan perlakuan spesial pada sepeda motor hamba Tuhan setiap kali ia ke pasar. Ternyata, pemberian sederhana yang dilakukannya berdampak cukup signifikan!

Berbicara mengenai menjalin hubungan baik dengan sesama, Yesus mengajarkan bahwa kita dapat menggunakan mamon. Kamus Alkitab mengartikannya sebagai harta benda dan kekayaan. Sayangnya, lebih banyak orang dunia yang mempraktikkan prinsip ini daripada anak-anak Tuhan. Yesus mengatakan, anak-anak dunia lebih cerdik daripada anak-anak terang. Tuhan tidak memerintahkan kita untuk bersahabat dengan mamon, tetapi menggunakan mamon untuk menjalin persahabatan. Mamon bersifat netral, tergantung pada siapa yang mengendalikannya. Mamon yang dipergunakan oleh orang yang bijak dengan cara yang tepat, akan menghasilkan manfaat maksimal. 

Memang, cara yang dipakai orang dunia dalam mempergunakan mamon terkadang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Justru di sinilah kesempatan bagi anak Tuhan untuk melakukan tindakan yang berbeda: mengikat persahabatan menggunakan mamon, tetapi dengan cara yang benar. Kita bisa meminta hikmat dari Tuhan untuk dapat menerapkan prinsip ini. Selamat menjalin persahabatan!

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 21 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 20 Februari 2019

JAWABAN DOA SALOMO


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Raja-raja 3:1-15 

Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” (1 Raja-raja 3:5b) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 16-18 

Dalam Kisah 1001 Malam ada dongeng tentang Aladin, orang miskin yang terpenjara dalam gua. Tanpa sengaja, ia menemukan lampu tua dan membersihkannya. Tiba-tiba dari lampu itu keluarlah jin yang selama ini terjebak di sana. Karena telah dibebaskan, jin itu memberi upah kepada Aladin. Tiga permintaannya akan dikabulkan. Ia pun meminta kekayaan dan kekuasaan agar dapat mengawini putri raja.

Salomo adalah raja muda yang memerintah Israel menggantikan Daud, ayahnya dengan segala kejayaannya. Menyadari beratnya tanggung jawab yang dipikul anaknya, Daud berpesan sebelum kematiannya agar Salomo setia dan taat kepada Allah (1 Raj. 2:3). Itulah kunci kesuksesan yang Daud wariskan. Di awal pemerintahannya, Salomo menaatinya. Ia beribadah dengan sungguh kepada Allah.

Ketika ia mempersembahkan pengurbanan yang sangat besar atas nama umat Allah (ay. 4), Tuhan mengindahkannya. Melalui mimpi, Allah berjanji mengabulkan apa saja permintaannya. Salomo hanya meminta satu hal: diberi hikmat untuk memimpin umat Allah yang besar itu (ay. 9). Ya, tak seperti Aladin, Salomo meminta karunia bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kesejahteraan orang banyak. Tak heran Allah bersukacita mengabulkannya, bahkan melimpahinya dengan hal baik yang tidak dimintanya (ay 13).

Pengalaman Salomo ini hendaknya mengajari kita untuk tidak hanya peduli dengan diri sendiri. Ketika kita memperhatikan kepentingan orang lain, Tuhan juga memperhatikan kepentingan kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 20 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 19 Februari 2019

BENAR-BENAR MEMRDEKA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yohanes 8:30-36

Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. (Yohanes 8:36) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 14-15

Eric Lawson, pemeran pria Marlboro yang berwajah keras dalam iklan rokok pada era 1970-an, meninggal pada 10 Januari 2014 dalam usia 72 tahun. Banyak ironi mewarnai hidupnya. Ia merokok sejak usia sangat muda, yakni 14 tahun. Namun, kelak Eric muncul dalam iklan antirokok. Ia bangga akan hal itu sekalipun ia tetap merokok. Menarik pula penuturan Susan Lawson, istrinya, tentang sang suami. Menurutnya, Eric tahu rokok menggerogotinya, namun ia tidak dapat berhenti merokok. Eric meninggal karena gagal pernapasan akibat penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokoknya.

Berbicara soal ikatan kebiasaan buruk yang dapat berujung maut, ada ikatan yang jauh lebih serius daripada merokok. Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang berbuat dosa diperbudak oleh dosa. Itu artinya tidak seorang pun yang dapat membebaskan diri dari ikatan dosa yang berujung pada kematian kekal. Namun, ada harapan. Yesus berkata kepada mereka yang percaya kepada-Nya untuk tetap tinggal dalam firman-Nya, dan firman kebenaran-Nya akan membebaskan mereka (ay. 31-34). Kemerdekaan dari dosa merupakan kepastian dan jaminan dari Yesus sendiri bagi setiap orang yang percaya pada-Nya dan tinggal dalam firman-Nya.

Adakah dosa mengikat Anda hingga saat ini? Anda sudah melakukan berbagai cara agar dapat membebaskan diri? Anda juga sudah percaya kepada Tuhan Yesus? Tinggallah di dalam kebenaran firman Tuhan dan jadilah murid Kristus yang setia. Maka Anda akan mengalami kemerdekaan sejati itu.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 19 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 18 Februari 2019

BULIR GANDUM BERISI


How are you today? 
Firman Tuhan :
Matius 3:1-12

Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan. (Matius 3:12) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 12-13 

Alat penampi dalam perumpamaan Yohanes Pembaptis ini berfungsi untuk memisahkan antara gandum dan jerami. Bentuknya berupa sekop garpu. Gandum akan dilindasi oleh papan eretan sehingga bulir-bulirnya lepas. Kemudian alat penampi digunakan untuk menyekop dan melemparkan gandum ke udara berlawanan dengan arah angin. Jerami yang ringan dan bulir gandum yang kosong akan terbang terbawa angin, sedangkan bulir gandum yang berisi penuh akan jatuh ke lantai pengirikan.

Yohanes Pembaptis mengingatkan bahwa Allah akan memisahkan mana orang benar dan mana orang fasik; mana yang beriman dan mana yang menolak untuk percaya; mana yang menyambut keselamatan dari Tuhan dan mana yang merendahkannya. Seruan untuk bertobat menjadi inti khotbah Yohanes Pembaptis. Ia mengundang orang banyak agar memberi diri untuk diselamatkan. Mereka yang mendengarkan firman Allah dan memercayainya sehingga tergerak untuk mengakui dosa dan berbalik kepada Allah, mereka seperti gandum yang bernas-mereka menjadi anak Allah. Sebaliknya, mereka yang mendengarkan firman itu, namun menolaknya dan menutupi dosa mereka, mereka seperti gandum yang kosong dan kabur terbawa angin-mereka adalah anak Iblis.

Jika kita telah menerima keselamatan itu, marilah kita mengerjakannya dengan mengandalkan pimpinan Roh Kudus yang menyertai kita dalam segala keadaan. Kita juga berdoa bagi mereka yang belum percaya agar telinga mereka dibukakan untuk menyambut kebenaran.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 18 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 17 Februari 2019

WARISAN TERBAIK


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hakim-Hakim 2:6-23 

...bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN... (Hakim-Hakim 2:10) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 10-11 

Pada zaman kepemimpinan Yosua, bangsa Israel beribadah dan melayani Tuhan dengan setia. Namun, setelah Yosua mati, dan “seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal Tuhan ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan mereka beribadah kepada para Baal” (ay. 10-11).

Selama zaman para hakim sampai masa raja-raja, bangsa Israel berulangulang jatuh-bangun dalam hal yang sama, yakni penyembahan berhala. Akar persoalannya, mereka tidak lagi mengenal Tuhan. Generasi setelah Yosua tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Bisa jadi, para orangtua tidak lagi mengajarkan firman kepada anak-anak mereka. Kelalaian ini memunculkan generasi yang tidak lagi mengenal Tuhan dan firman-Nya.

Anak yang tidak lagi menghormati orangtua, anak yang tidak lagi menghargai agama, tak lagi menghormati Tuhan, dan apa yang dilakukannya semata-mata membuahkan kejahatan, bukankah kenyataan seperti ini sungguh menyesakkan dada? Apa yang pernah terjadi di Israel ini dapat terulang kapan saja dan di mana saja. Kita, terutama para orangtua, patut merenungkannya dan berintrospeksi. Apakah kita telah memperkenalkan Allah kepada mereka sejak masa kecil dan dengan tekun mengajari mereka berulang-ulang? Apakah kita sungguh-sungguh berupaya untuk mewariskan nilai-nilai kerohanian bagi anak-cucu kita?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 17 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 16 Februari 2019

KERUPUK MELEMPEM


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Kisah Pr. Rasul 15:35–41 

Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. (Kisah Pr. Rasul 15:39b) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 8-9 

Kerupuk-kerupuk itu melempem karena saya kurang rapat menutup wadahnya. Mau saya buang, kok masih banyak. Masakan berkat Tuhan disia-siakan? Mendadak saya teringat soto Sokaraja yang ditaburi kerupuk kecil-kecil warna-warni itu. Akhirnya, saya tiru: saya cemplungkan kerupuk melempem itu ke dalam soto yang tengah saya makan. Eh, ternyata enak juga!

Bagi Rasul Paulus, kinerja Yohanes (yang disebut Markus) saat itu mungkin bagai kerupuk melempem di atas, bahkan bisa jadi lebih parah. Ia dikatakan “meninggalkan Paulus dan Barnabas di Pamfilia” dan “tidak mau turut bekerja bersama-sama” (ay. 38). Namun, bagi Barnabas yang bijaksana itu, Markus masih belum “habis”. Karenanya, ia bersikeras mempertahankannya sebagai rekan pelayanan mereka. Ternyata, perbedaan pendapat ini “menimbulkan perselisihan yang tajam [antara Paulus dan Barnabas] sehingga mereka berpisah” (ay. 39). Barnabas membawa Markus ke Siprus, sedangkan Paulus bersama Silas ke Siria dan Kilikia (ay. 39-41). Belakangan, mereka berbaikan lagi, dan Paulus memanggil Markus kembali karena “pelayanannya penting baginya” (2 Timotius 4:11b). Ternyata tiada yang sia-sia bagi Tuhan!

Adakah rekan Anda yang saat ini bagaikan kerupuk melempem? Ingatlah yang dilakukan Barnabas. Beri dia kesempatan kedua. Doakan dan bimbing dia. Jelas ini bukan perkara mudah, tapi bersama Tuhan tiada yang mustahil, bukan? Siapa tahu, si kerupuk melempem itu bakal menjadi kerupuk yang lezat bagi Dia!

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 16 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

pgelphy@yahoo.co.id

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 15 Februari 2019

KESALAHAN SATU ORANG


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yosua 7:1-26 

Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. (Yosua 7:1) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 7

Sebuah kendaraan menerobos sebuah kios pangkas rambut. Kejadian di sudut kota Anchorage, Alaska, AS, itu nyaris merenggut nyawa pemilik kios, Heng Song, dan dua pelanggannya. Heng Song terperangah ketika hal itu terjadi saat ia sedang asyik memotong rambut seorang pelanggan. “Baru separuh potong rambut dan bum!” katanya. Akibat kelalaian si sopir, hampir saja ia membuat nyawa orang lain melayang. Meskipun selamat, tetap saja si pemilik kios menderita kerugian.

Peristiwa di atas adalah kecelakaan. Alkitab mencatat kejadian yang lebih parah: kesengajaan. Suatu ketika Yosua memerintahkan pasukannya untuk menyerang Kota Ai. Sebelumnya, mereka menyelidiki kota itu dengan saksama. Saat mengetahui bahwa kota yang akan diserang itu sebuah kota kecil, mereka memutuskan untuk tidak mengerahkan terlalu banyak prajurit. Tetapi, siapa sangka, pasukan kota kecil itu justru sanggup mengalahkan mereka. Yosua terpukul dengan kekalahan tersebut. Sampai akhirnya Allah memberitahukan penyebabnya. Akhan dari suku Yehuda mengambil barang yang dikhususkan untuk Allah. Itu merupakan dosa dan pelanggaran terhadap perjanjian-Nya. Maka, Allah murka dan tidak menyertai peperangan mereka. Lihatlah, gara-gara ulah satu orang, umat Allah yang tidak mengerti duduk perkaranya mesti menanggung akibatnya.

Kesalahan satu orang dapat berdampak pada banyak orang lain. Kalau berupa kecelakaan, memang tak terelakkan. Namun, kiranya kita tidak secara sengaja melakukan pelanggaran dan mencelakakan sesama.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 15 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 14 Februari 2019

SIAPA YANG MENOLONG



How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Raja-raja 17:7-16 

...aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati. (1 Raja-raja 17:12) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 5-6 

Seorang ibu tunggal biasa menolong Curtis Jackson, tunawisma yang ia jumpai dalam perjalanan ke kantor. Suatu hari si ibu kehilangan pekerjaan dan rumahnya. Beserta anaknya yang masih kecil, mereka tinggal di mobil. Polisi mendapati mereka dan mengancam akan mengambil si anak jika mereka tak punya rumah yang layak. Mereka pindah ke hotel. Namun, siapa bisa membayar tagihannya? Curtis! Dari upah bekerja kasar, Curtis membayarkan tagihan hotel si ibu dalam waktu cukup lama--sampai mencapai sekitar 9.000 dolar!

Setelah menyingkir dari Ahab di Sungai Kerit, Elia diminta Tuhan ke Sarfat dan dijanjikan pertolongan. Ternyata penolongnya janda yang hampir tak punya apa-apa lagi! Ketika berjumpa Elia, ibu ini hendak memasak untuk terakhir kali sebab bahan makanan yang ia punya nyaris habis. Sesudah itu, ia dan anaknya tak tahu lagi bagaimana bertahan hidup. Kepadanya, Elia meminta air dan roti. Padahal, anak si janda pun sudah merintih kelaparan. Apa yang ia lakukan? Ia memutuskan untuk melayani Elia dulu. Apa anaknya mati? Tidak. Tuhan itu setia dan ajaib. Dia menyediakan minyak baru dan tepung baru bagi keluarga itu sampai kekeringan berlalu (ay. 14)!

Kadang Tuhan menghendaki kita memberi saat kita sendiri sedang tidak berlebih atau bahkan "kurang". Bila Tuhan menghendaki kita bermurah hati pada orang yang Dia tunjukkan, mari kita taat. Percayalah, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Jika Dia berkehendak memelihara seseorang melalui kita, Dia pasti berkuasa juga untuk memelihara kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 14 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 13 Februari 2019

PUJIAN UNTUK IBU


How are you today?
Firman Tuhan :
Amsal 31:10-31

Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. (Amsal 31:28-29)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 3-4

Saya tertarik membaca ungkapan hati Dena Dyer tentang ibunya. Ia menulis, “Ibu belum pernah ikut lari maraton, namun tengah malam ia bisa lari ke toko membeli obat ketika aku sakit. Ibu belum pernah bekerja di luar rumah, namun ia menjadikan rumah kami seperti oasis. Ibu adalah panutanku. Ibu menyeka begitu banyak air mata ketika aku menghadapi masalah dengan anak laki-laki, menenangkanku ketika aku bermimpi buruk, dan melantunkan ribuan doa untukku. Aku sudah berkali-kali memberi tahu ibu: dialah pahlawanku. Aku tersenyum senang jika orang berkata aku mirip ibuku karena aku tidak ingin mirip siapa pun di dunia ini selain ibuku.”

Berapa sering anak kita memberikan pernyataan yang tulus dengan menyebut ibunya sebagai orang yang berbahagia? Bukan pernyataan yang dibuat-buat, melainkan lahir dari pengalaman anak dalam kehidupan rumah tangga, dalam melihat sikap dan perilaku seorang ibu di tengah keluarga. Penulis kitab Amsal menyebutkan bahwa istri yang takut akan Tuhan merupakan modal penting dalam rumah tangga yang berbahagia. Ia menjadi kebanggaan dan membangkitkan sukacita bagi suami dan anak-anaknya.

Sungguh besar peran seorang ibu di tengah-tengah keluarga kita. Mereka dipanggil Tuhan menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka. Ketika badai menerpa perahu kehidupan rumah tangga, para ibu diharapkan tetap berdiri dengan iman yang teguh, mendukung sang suami dan menenangkan anak-anak. Mari kita meluangkan waktu untuk berdoa bagi para ibu.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 13 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 12 Februari 2019

MANUSIA SUKA LUPA TAPI TUHAN TIDAK


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Kejadian 40 

Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya. (Kejadian 40:23)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 1-2

Tahun 1991 saya menerima panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan melayani Dia sepenuh awaktu dan betapa gembiranya saya dua kali lipat: diterima di sekolah Akitab dan ada orang yang bersedia menanggung biaya studi saya. Saya mengikuti kuliah dengan penuh semangat, tapi hingga bulan pertama berlalu ternyata beasiswa yang dijanjikan itu belum muncul. Ah, mungkin beliau amat sibuk, pikir saya. Namun, bulan-bulan berikutnya ternyata tak ada perubahan. Konyolnya, ketika saya dengan orang tersebut berjumpa, orang itu sama sekali tak menyinggung soal beasiswa itu! Pupuslah harapan saya. Akhirnya, saya yang membiayai kuliah saya dengan cara Tuhan, Dia mengirimkan berkatNya lewat orang lain hingga saya bisa membiayai kuliah sampai selesai.

Orang cenderung mudah berjanji, mudah pula melupakannya. Bukan hanya dalam kasus berat seperti yang dialami Yusuf, juga dalam hal-hal sepele. Dalam hal Yusuf, syukurlah, akhirnya kepala juru minuman itu ingat lagi padanya (lihat 41:9-13) sehingga Yusuf bisa menikmati kebebasannya lagi, dan mulai menapaki keberhasilannya sebagai tangan kanan Firaun.

Nah, apakah Tuhan melupakan Yusuf? Tidak. Saat Yusuf masih menjadi pegawai Potifar, tercatat empat kali ia “disertai Tuhan” (lihat 39:2, 3, 21, dan 23). Tatkala bani Israel ditindas bangsa Mesir, Allah ingat janji-Nya pada nenek moyang mereka (Keluaran 2:24, 6:4b), dan Dia bertindak! (Simak kata kerja “membebaskan”, “melepaskan”, “menebus”, “membawa”, dan “memberikan”, Kel. 6:5-7). Perempuan bisa saja melupakan bayinya, tetapi Dia tidak pernah melupakannya (Yes. 49:15). Kalau Dia seakan tidak segera menolong kita, itu karena “waktu-Nya” dan “waktu kita” berbeda (2 Pet. 3:8), bukan?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 12 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 11 Februari 2019

KELICIKAN ABSALOM


How are you today? 
Firman Tuhan :
2 Samuel 15:1-13 

Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.” (2 Samuel 15:13) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Imamat 26-27

Absalom mencuri hati orang Israel! Bagaimana Absalom memikat bangsa Israel untuk memihak kepadanya? Ia memberikan perlakuan khusus pada rakyat yang mengadukan kasus padanya. Perlakuan yang berbeda dari perlakuan raja yang dianggap tidak adil. Ini membuka kesempatan bagi Absalom untuk menghimpun massa dan kemudian berupaya merebut kekuasaan dari tangan Daud.

Kelicikan Absalom tidak berhenti di situ. Ia juga berusaha mengelabui Raja Daud dengan alasan membayar nazar. Ia mengutarakan niatnya kepada Daud, “Izinkanlah aku pergi supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada Tuhan” (2 Sam. 15:7). Niat yang baik, bukan? Dan raja pun memandang baik tanpa mengetahui maksud jahat di balik niat itu. Untunglah kelicikan Absalom tercium oleh para pengikut Raja Daud sehingga rencana buruknya dapat dicegah dan digagalkan.

Bila ambisi tidak benar dan hati sudah gelap, segala cara akan dihalalkan untuk mencapai keinginan. Absalom bahkan berusaha mencuri hati Allah dengan alasan hendak beribadah kepada Tuhan (ay. 8). Kedengarannya sangat rohani, namun sesungguhnya ia hanya memperalat ibadah dan mencoba mengelabui Tuhan.

Apa motivasi kita beribadah kepada Tuhan? Tidak sedikit orang berusaha tampak setia dalam beribadah untuk ‘mencuri’ hati Tuhan. Mereka berpikir dengan cara itu mereka bisa mengambil hati Tuhan dan akan menerima berkat-Nya. Kita semestinya setia karena mensyukuri kebaikan-Nya, bukan karena mengejar berkat-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 11 Februari 2019

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?
id=com.itant.gia.gelphynartha

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 10 Februari 2019

RENEWED_BAGIAN 2

Shalom...

Ini adalah bahan Kotbah Ps. Gelphy Nartha tanggal 10 Februari 2019 di GBI.ROCK Jayapura Wilayah Mall Jayapura Ruang Studio 1 Cinema XXI.
Semoga menjadi berkat bagi kita semua.

Jika Anda diberkati dengan materi ini Silahkan berikan Comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk penguraian lengkapnya Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasi saya.
God Bless...!

Untuk mendapatkan RENEWED Bagian 1 Anda bisa lihat disini http://gelphyministry.blogspot.com/2019/02/renewedbagian-1.html