Sabtu, 14 April 2018

MEMPERHATIKAN BAWAHAN

How are you today...?
Nats: ayat 15
Bilangan 8:1-26

Barulah sesudah itu orang Lewi boleh masuk untuk melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Pertemuan, sesudah engkau menahirkan mereka dan mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan.

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 13-14

Jika suatu perusahaan ingin mencari karyawan, lazimnya atasan atau wakilnya akan mencari dan menyeleksi calon karyawan yang akan dipekerjakan di perusahaan yang bersangkutan. Setelah mendapatkannya, karyawan ini tentu dilatih, diawasi, dan dijaga prestasi dan sikap kerjanya, agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Demikian pula Allah Israel sewaktu mempersiapkan Harun dengan memaparkan tugas-tugasnya di Kemah Suci. Dia juga mempersiapkan orang Lewi sebelum ditugaskan. Orang Lewi memang berbeda dari suku-suku lain. Mereka membantu imam melayani Allah. Tempat tinggal mereka tersebar di antara suku-suku lain karena Tuhan tidak memberi mereka tanah pusaka. Sebelum mereka memulai tugas pelayanan, Tuhan meminta agar mereka ditahbiskan dengan percikan air dan persembahan kurban penghapus dosa. Penahbisan orang Lewi adalah proses penyerahan mereka kepada Tuhan sebab mereka adalah milik-Nya.Tuhan juga menetapkan masa kerja bagi mereka, yaitu sejak umur dua puluh lima sampai lima puluh tahun.

Dalam tatanan tersebut kita melihat bagaimana Tuhan mengatur pekerjaan hamba-Nya, sampai pada masa kerja mereka. Bila Tuhan, yang Empunya pelayanan, memperhatikan pekerjaan, keterbatasan, dan kesejahteraan pelayan-Nya, tentunya kita pun harus demikian. Jika kita menjadi pemimpin atau atasan, kita juga harus mempersiapkan anak buah kita sehingga menjadi karyawan yang berprestasi, dan terutama memiliki integritas. Tentu saja, jangan lupa memperhatikan kesejahteraan mereka.

Papua, 15 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

KALAH SEBELUM MAIN

How are you today...?
Nats: ayat 28
Lukas 8:26-39

Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu sujud di hadapan-Nya...

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 6-9

Pada 1717 di Dresden, Jerman, direncanakan kontes bermain orgel antara komposer Johann Sebastian Bach dan Louis Marchand, pemain orgel dari Prancis. Pagi menjelang kontes, Marchand berjalan-jalan santai di pekarangan gereja dan mendengar suara orgel. Penasaran, ia mengintip ke dalam gereja. Ternyata, Bach sedang berlatih. Menyaksikan kemahiran Bach dalam bermain orgel, hatinya sontak menciut. Ia buru-buru meninggalkan tempat itu untuk pulang ke negara asalnya. Ia tidak berani meneruskan kontes dengan Bach, salah satu maestro musik era Barok. Ia kalah sebelum bertanding.

Tampaknya, laki-laki dari Gerasa itu dirasuki setan-setan yang perkasa. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa (ay. 29). Namun, sewaktu berhadapan dengan Yesus, mereka kecut—melebihi mindernya Marchand kepada Bach. Mereka tahu bahwa Dia adalah Allah yang hidup (ay. 28). Dia berotoritas untuk memerintahkan dan mengusir setan (ay. 29-33). Tidak ada perlawanan dari setan itu karena Yesus bukan tandingan mereka. Anehnya, bila setan begitu takut untuk diusir Yesus, sebaliknya penduduk Gerasa malah takut sehingga mengusir Yesus (ay. 37). Setan takut dan hormat. Penduduk Gerasa takut, tetapi tidak hormat. Sungguh ironis.

Jadi, kita tidak usah takut kepada setan karena kita adalah anak Allah yang Mahatinggi. Justru merekalah yang gentar terhadap Roh Allah di dalam diri kita. Dan, tidak seperti penduduk Gerasa yang mengusir Tuhan, kita mengembangkan sikap hati yang takut sekaligus hormat kepada Allah.

Papua, 13 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 12 April 2018

PELAYANAN KASIH DORKAS


How are you today...?
Nats: ayat 39
Kisah Pr. Rasul 9:32-43

Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka.

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 3-5

Pernahkah Anda bingung tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk melayani Tuhan? Anda merasa tidak mampu memimpin kebaktian, menyanyi, berkhotbah, berdiskusi soal iman, atau menulis artikel rohani. Tampaknya orang lain dapat melakukan pelayanan jauh lebih baik daripada Anda. Lalu, Anda pasrah sambil menghibur diri bahwa Anda memang tidak diberi kemampuan untuk melayani.

Tidaklah demikian dengan Dorkas. Ia seolah tidak perlu berpikir panjang mengenai pelayanan apa yang dapat ia lakukan. Seluruh hidupnya adalah pelayanannya. Ia menyatakan kemurahan hatinya kepada orang miskin (ay. 36). Keterampilannya membuat pakaian diabdikannya untuk para janda. Semuanya itu ia lakukan dengan kasih yang tulus. Tidak heran, banyak yang merasa kehilangan dan menangis sedih ketika ia meninggal. Syukur kepada Tuhan, melalui doa Petrus, Dorkas dibangkitkan hidup kembali dan nama Tuhan dimuliakan (ay. 41-42).

Melayani Tuhan dapat dilakukan melalui banyak cara. Pelayanan tidak hanya dilakukan di gereja, tetapi dapat juga di tengah masyarakat. Tidak pula harus dengan keahlian yang khusus. Apa pun yang kita lakukan dengan kasih dan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dapat menjadi pelayanan yang membawa berkat. Memberi tumpangan, melatih orang cacat, memasak makanan untuk orang telantar, merawat anak yatim, dan menyekolahkan anak jalanan adalah beberapa contohnya. Kiranya melalui perbuatan kita, orang mengenal Tuhan kita yang Mahabaik itu.

Papua, 12 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id  

Jumat, 06 April 2018

TAKUT TUHAN YANG BENAR


How are you today....?
Nats: ayat 12
Ulangan 10:12-22

Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 17-18

Hitler ingin membuktikan loyalitas rakyat Jerman kepadanya. Suatu malam ia menyamar sebagai orang biasa dan masuk ke gedung bioskop. Sebelum film diputar, terdengar sebuah pengumuman, “Para penonton yang terhormat, film ini melukiskan kegiatan terakhir pemimpin besar kita, Adolf Hitler!” Penonton pun serentak berdiri dan menghormat ke arah layar. Hitler begitu terharu sampai ia lupa berdiri. Tiba-tiba penonton di sampingnya berkata, “Hai, Bung, cepat berdiri! Saya tahu bagaimana perasaan Anda terhadap haram jadah itu. Tapi, kita sedang diawasi polisi rahasia!”

Anekdot itu menggambarkan penghormatan yang tidak tulus. Penghormatan yang terpaksa, dilakukan karena takut akan hukuman. Seperti itu jugakah “takut akan Tuhan” yang dimaksudkan dalam Kitab Suci? Ada orang yang taat bukan karena mengasihi Tuhan, melainkan karena takut mendapat hukuman jika ia tidak taat. Orang itu membayangkan Allah sebagai sesosok diktator kejam yang siap menghukum setiap ketidaktaatan.

Allah bukan diktator yang kejam. Sebaliknya, Dia adalah Bapa yang sangat baik dan bijaksana terhadap kita. Memang, Dia mendisiplinkan kita ketika kita melakukan kesalahan. Namun, Dia melakukannya bukan dengan mengancam dan menakut-nakuti kita. Dia mendidik kita agar kita semakin bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Dia sehingga kita semakin terlatih untuk hidup di dalam kebenaran. Dengan pengertian yang benar ini, kita pun akan memiliki sikap “takut akan Tuhan” yang benar pula.

Jayapura, 06 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Kamis, 05 April 2018

HIDUPMU ADALAH IBADAHMU


How are you today....?
Nats: ayat 24
Amos 5:21-27

Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 14:24-16

Kritik itu seperti obat yang pahit, tak enak rasanya tapi banyak gunanya. Memang ada kritik yang dilontarkan sekenanya dan oleh karenanya sering tak seimbang. Namun, ada banyak kritik yang berguna karena disampaikan dengan motivasi yang bersih (walau kritiknya bisa saja tetap setajam pisau bedah).

Amos mengkritik umat Israel yang tinggal di wilayah utara dengan amat tajam, terutama soal kehidupan ibadah dan kehidupan sosial mereka. Ia memperingatkan mereka untuk bertobat agar tidak dihukum. Masalahnya, mereka bebal sehingga pada 722 SM Asyur membumihanguskan negeri mereka. Sebetulnya kehancuran ini bisa dihindari jika umat mau mendengarkan kritikan pedas nabi. Ia mencela mereka karena memisahkan ritus agama dari kesaksian hidup. Ibadah mereka memang rapi, teratur, padat, indah, sistematis, dan rutin. Namun, Tuhan tidak berkenan. Jika dilakukan terpisah dari kesaksian hidup di luar ibadah, ritual semata tidaklah berguna!

Ritus di tempat ibadah dan kehidupan sehari-hari mesti menjadi satu keutuhan. Dalam nas hari ini, Amos menyerukan agar keadilan dan kebenaran selalu ada dan berlimpah dalam hidup kita. Itu yang dikehendaki Tuhan. Ritus perlu berjalan dengan baik, namun bukan berarti kita lalu mengabaikan kebenaran dan keadilan dalam keseharian. Baik dalam ritus ibadah maupun dalam keseharian, kita senantiasa melayani Tuhan dan sesama. Tidak mengotak-ngotakkan, lalu hidup secara munafik dalam dua dunia. Di dunia rohani dan dunia sekuler, kita mesti utuh.

Jayapura, 05 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Rabu, 04 April 2018

KERINDUAN HATI ALLAH


How are you today....?
Nats: ayat 14
3 Yohanes 1:13-15

Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 12-14:23

Bagaimana Anda mengungkapkan kerinduan pada sahabat yang tinggal berjauhan dari Anda? Saat ini Anda dapat menelepon, menulis email, menggunakan Skype, atau berinteraksi melalui jejaring sosial di internet. Relatif cepat dan mudah. Pada zaman Yohanes, ia berkomunikasi melalui surat, yang memakan waktu lama untuk sampai ke tujuan. Dalam situasi itu, tentunya surat berisi hal yang benar-benar penting dan khusus.

Yohanes sang penatua menggunakan suratnya untuk mengungkapkan kerinduan hatinya pada Gayus, saudara seiman yang dikasihinya. Ia rindu dapat berbicara bukan hanya melalui surat, namun dapat bertemu langsung dan bertatap muka dengannya. Ia ingin menguatkan Gayus, saudaranya yang lebih muda dalam iman dan sedang berjuang menggembalakan umat Allah di tempat yang jauh. Ia rindu dapat menghibur, mendampingi, menasihati, dan membimbing saudaranya itu untuk terus setia dalam pelayanan.

Kerinduan Yohanes terhadap Gayus mencerminkan kerinduan Allah kepada kita, anak kesayangan-Nya, umat gembalaan-Nya. Allah juga ingin kita bukan hanya membaca “surat”-Nya yang tertulis, namun bertemu dan bersekutu secara pribadi dengan Dia. Roh Allah, yang berdiam di dalam diri kita dan menyertai kita untuk selama-lamanya, ingin mengungkapkan kehidupan-Nya di dalam dan melalui kehidupan kita (Yoh. 14:16-17).

Maukah kita menyambut kerinduan Allah itu? Selanjutnya, seperti sikap Yohanes terhadap Gayus, maukah kita mendorong dan menguatkan saudara-saudara seiman yang lain?

Jayapura, 04 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Selasa, 03 April 2018

MEMANDANG KEDEPAN


How are you today....?
Nats: ayat 13-14
Filipi 3:1b-16

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku... yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 8-11

Ketika kita mengemudi kendaraan, pandangan kita terutama terfokus pada hal-hal yang ada di depan kita. Kendaraan lain yang melintas, jalan yang mungkin berlubang, juga manusia atau hewan yang bisa saja tiba-tiba menyeberang. Sesekali saja kita harus menengok ke spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang mengejar kita karena suatu keperluan atau barangkali ada kendaraan yang ingin mendahului kita pada saat kita ingin berbelok arah.

Demikian juga dengan cara kita menjalani hidup. Sebaiknya pandangan kita arahkan ke depan, berfokus pada apa yang menjadi cita-cita kita pada masa yang akan datang dengan disertai rasa optimis, doa, dan kerja keras. Masa lalu—rentetan kejadian yang sudah tidak bisa diubah lagi—kita gunakan sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Masa lalu adalah sejarah yang memberi kita pengalaman berharga agar kita lebih bijaksana dan teliti pada masa kini dan nanti.

Kita semua memiliki masa lalu. Ada yang gemilang sehingga orang seakan ingin terus memeluknya. Ada pula yang menimbulkan trauma sehingga orang terus dihantui oleh bayangan buruk. Kedua sikap itu sama-sama tidak sehat. Entah baik entah buruk, kita perlu belajar melepaskan masa lalu, agar kita dapat melanjutkan hidup dengan cara yang bermakna dan meraih pencapaian yang maksimal. Jadi, mari kita mengarahkan pandangan ke masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai acuan untuk menjadi orang yang lebih baik pada masa kini dan nanti

Jayapura, 03 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Senin, 02 April 2018

JANGAN TAKUT BERSAKSI


How are you today....?
Nats: ayat 8
Kisah Pr. Rasul 1:6-11

Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku... sampai ke ujung bumi.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 4-7

“Tolonglah doakan aku, supaya sakit kepalaku sembuh!” kata seorang yang bukan Kristen kepada Damai, seorang sahabat saya. Karena belum berpengalaman berdoa bagi orang yang bukan Kristen, Damai berkata bahwa ia akan mendoakannya di rumah. Esoknya, temannya berkata, “Terima kasih ya atas doanya. Saya sudah sembuh dari kemarin!”

Damai menjadi sangat terkejut, namun mulai merasa bersalah. “Seharusnya itu menjadi kesempatan memberitakan Injil, tapi saya terlalu takut!” katanya. Sejak itu, setiap ada peluang mendoakan orang lain, ia akan terlebih dahulu menjelaskan siapa Yesus kepada orang itu. Sekarang, ia menjadi penginjil yang berani dan memimpin banyak orang kepada Kristus.

Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung jawab semua orang Kristen. Itu bukan pilihan. Saksi adalah seseorang yang melihat atau mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, mengenal-Nya melalui firman Allah, dan juga melalui pengalaman rohaninya.

Setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Anda sudah diperlengkapi dari tempat mahatinggi. Karena itu, pergunakanlah kuasa Anda. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan Anda, sehingga mereka mengenal-Nya dan masuk ke dalam terang-Nya

Jayapura, 02 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Minggu, 01 April 2018

YESUS TELAH BANGKIT




















YESUS IMAM DAN KORBAN BAGI KITA


How are you today....?
Nats: ayat 27
Ibrani 7:18-28

Sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 1-3

Tugas seorang pengacara adalah membela hak dan kepentingan hukum kliennya. Pengacara yang baik akan mengerahkan segala pikiran dan daya upaya supaya kliennya terbebas dari jerat hukuman. Namun, sebaik-baiknya seorang pengacara, saya tidak pernah mendengar pengacara yang mau menyerahkan dirinya untuk menanggung hukuman si klien ketika yang bersangkutan terbukti bersalah. Tidak ada pengacara yang mau meringkuk di penjara atau dihukum mati demi menggantikan kliennya!

Dalam kitab Ibrani, Tuhan Yesus disebut sebagai Imam kita (ay. 21). Tugas-Nya menyerupai seorang pengacara yang berusaha membebaskan kita dari hukuman (ay. 25). Kekudusan Allah menuntut supaya orang berdosa dibinasakan. Tuhan Yesuslah yang menghadap Allah Bapa bagi keselamatan kita. Akan tetapi, Dia jauh melebihi para imam dalam Perjanjian Lama (ay. 28). Bila mereka memperdamaikan umat dengan Allah melalui pengurbanan hewan, Dia malah mengurbankan diri-Nya sendiri sebagai tebusan dosa kita. Bila pengurbanan hewan hanya menutup dosa sementara waktu, pengurbanan Tuhan Yesus menebus dosa untuk selama-lamanya (ay. 27).

Kita harus membayar mahal untuk memperoleh jasa seorang pengacara top. Hal ini berbeda sekali dengan Tuhan Yesus sebagai Imam Agung kita. Kita tidak perlu membayar apa pun kepada-Nya. Justru Dialah yang telah membayar lunas diri kita dengan pengurbanan diri-Nya di atas kayu salib. Sudahkah kita datang kepada-Nya untuk memperoleh dan mensyukuri keselamatan yang kekal itu (ay. 25)?

Happy sunday dan Selamat paskah
Jayapura, 01 April 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1