Jumat, 31 Mei 2019

DI MANAKAH KEADILAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 7:1-18

Allah adalah Hakim yang adil. (Mazmur 7:12) 
Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 34-36 

Seorang pengamen di Jakarta Selatan melaporkan kasus pembunuhan ke polisi, tetapi malah ditangkap dan dipukuli agar mengaku sebagai pelakunya. Kejadian serupa dialami lima temannya, empat di antaranya sesama pengamen. Kini, ia menghirup udara bebas setelah setahun mendekam di penjara, sedangkan empat temannya masih dikerangkeng. Ia terbukti tak bersalah.

Di dunia ini sering terjadi ketidakadilan. Alkitab pun mencatat banyak orang yang mengalami ketidakadilan. Yusuf diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya yang iri hati (Kej. 37) dan oleh istri Potifar (Kej. 39). Pada puncaknya, ketidakadilan tak terperikan ditimpakan pada Kristus Yesus. Dia dijatuhi hukuman mati melalui dusta dan pengadilan yang tidak sah. Pilatus yang mengadili-Nya tidak berani membela kebenaran (Yoh. 18:38-40).

Syukurlah, Tuhan itu Mahaadil. Pemazmur bersyukur atas keadilan Tuhan (ay. 18). Nabi Yesaya menyatakan bahwa orang yang menanti-nantikan keadilan Tuhan akan diberkati (Yes. 30:18). Tuhan mendorong kita untuk memikirkan keadilan dan berlaku adil, terutama kepada mereka yang lemah (Fil. 4:8; Mi. 6:8; Kol. 4:1). 

Bisa jadi saat ini kita sedang diperlakukan tidak adil. Nah, kepada siapa lagi kita akan berseru dan meminta pertolongan kalau bukan dari Tuhan? Marilah kita bertekun menantikan waktu Tuhan menyatakan keadilan-Nya. Seperti nyanyian pemazmur, “Aku tahu bahwa Tuhan akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin” (Mzm. 140:13).

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 31 Mei 2019 Ps.
Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 30 Mei 2019

NO, NO, NO


How are you today? 
Firman Tuhan : 
2 Timotius 1:3-18 

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu. (2 Timotius 1:12a)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 31-33 

William Borden (1887-1913) dikenal sebagai salah satu misionaris kampus terhebat dan dermawan. Saat ia meninggal dunia, di bawah bantalnya ditemukan secarik kertas berisi “tiga No”. 

No reserve (tidak ada lagi cadangan, bertanggal penyerahan dirinya kepada Tuhan). Demi Kristus, Borden rela keluar dari zona nyamannya sebagai putra jaksa kaya di Chicago dan menjadi misionaris dari Universitas Yale. Ia mendirikan Yale Hope Mission dan pada musim gugur 1913 mewariskan uang senilai 1 juta dolar AS (2,2 miliar dolar AS dalam kurs 2010). Ternyata, “cadangannya” telah dipulihkan Tuhan (1:12b)!

No retreat (pantang mundur, bertanggal saat sang ayah melarangnya terlibat lagi dalam bisnis). Dalam pertemuan Student Revival Movement (SVM) pada 1905 di Nashville, AS, Borden menerima tantangan Dr. Samuel Zwemer, misionaris di Mesir, untuk pergi ke Kansu, Tiongkok, yang dipandang sebagai “salah satu tempat penugasan tersulit di dunia penginjilan” saat itu. Untuk persiapan, Borden belajar bahasa di Kairo, Mesir. Tetapi, ketika baru tiga bulan di sana, cerebral meningitis menghentikan langkahnya. Gagalkah ia? Tidak. Ada 35 juta salinan biografinya dalam bahasa Cina tersebar ke seluruh provinsi di Tiongkok dan membuka ladang misi yang sebelumnya sulit dijangkau!

No regret (tiada penyesalan, bertanggal saat ia sakit keras). Borden “tidak malu” mengikuti Dia karena ia tahu Siapa yang ia percayai (1:12). Ia juga “telah mengakhiri pertandingan yang baik” dan “telah mencapai garis akhir” (2 Tim. 4:7).

Selamat merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga... Dengan semangat Pentakosta kita terus menjadi pemberita Injil sampai keujung bumi dan mulai dari keluarga kita masing-masing.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 30 Mei 2019 Ps.
Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 29 Mei 2019

KURANG HURAF "N"


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Ibrani 6:9–20 

Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasih yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus, seperti yang terus kamu lakukan. (Ibrani 6:10) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 28-30 

Dalam ulangan di sekolah, ada pertanyaan tentang sebutan bagi seseorang yang memberikan pengaruh bagi banyak orang. Entah karena buru-buru atau menggampangkan, walaupun saya tahu jawabannya “pemimpin”, ternyata saya hanya menulis “pemimpi”. Saat ulangan selesai dan langsung dikoreksi, saya jadi bahan tertawaan teman yang mengoreksi pekerjaan saya. Kurang huruf “n” sudah menyebabkan perbedaan arti yang sangat besar!

Sebagai seorang Kristen yang berinteraksi di keluarga, masyarakat, gereja, kantor, dan sebagainya, setiap kita memiliki peran yang berbeda-beda. Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa peran yang kelihatannya tidak penting, terutama kalau kita bekerja di belakang layar. Namun, bukan berarti Tuhan tak adil. Sebaliknya, Dia tidak akan melupakan pekerjaan dan kasih kita terhadap nama-Nya oleh pelayanan kita (ay. 10). Tuhan mau kita selalu memiliki pengharapan pada-Nya (ay. 11) agar kita tidak menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut Tuhan yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Tuhan (ay. 12). Kita harus belajar menjadi seperti Abraham yang menanti dengan sabar dan, dengan demikian. ia memperoleh apa yang dijanjikan padanya (ay. 15).

Apakah saat ini Anda bernasib seperti huruf “N” dalam pengalaman saya? Peran Anda disepelekan dan dilupakan orang? Tetaplah berharap pada Tuhan dan ketahuilah peran Anda sangat penting. Tanpa Anda, satu pekerjaan atau pelayanan tak akan maksimal. Lakukan peran Anda, apa pun itu, sebaik mungkin.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 27 Mei 2019

Ps. Gelphy Nartha Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 28 Mei 2019

TOLAK MALAS


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yosua 18:1-10 

Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (Yosua 18:3) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 25-27 

Seorang penganggur meminta nasihat pada temannya. Dianjurkan berjualan siomai keliling, ia menolak dengan alasan gengsi. Dianjurkan buka usaha jus, ia menolak dengan alasan untungnya kecil. Dianjurkan jualan soto karena untungnya cukup besar, ia menolak dengan alasan capek. Dianjurkan jadi guru les privat, ia menolak dengan alasan pemalu. Temannya angkat tangan. 

Kenapa si penganggur menolak semua nasihat itu? Bukan karena tidak mampu, melainkan karena malas. Orang malas menjadi beban bagi orang lain. Kemalasan juga menjangkiti umat Israel saat mereka memasuki tanah perjanjian. Sebagian suku sudah menerima bagian milik pusaka mereka, sedangkan tujuh suku belum (ay. 2). Penyebabnya, mereka bermalas-malasan (ay. 3). Karena itu Yosua mengumpulkan dan menegur mereka, meminta mereka mengajukan tiga orang dari tiap suku untuk menjelajahi negeri itu dan mencatat keadaannya, lalu kembali untuk melaporkan hasilnya (ay. 4). Ia tak ingin tujuh suku yang belum mendapat bagian wilayah itu tak jelas nasibnya. Ia lalu melakukan pembagian sisa tanah Kanaan di Silo (ay. 10). Yosua tak membiarkan umat Israel bermalas-malasan, dan menyuruh mereka bertindak.

Dalam setiap usaha pasti ada risiko rugi, dan mau tidak mau kita perlu ulet dan mau bersusah payah. Tuhan akan memampukan dan menguatkan kita menjalaninya. Jangan menunggu sesuatu menjadi mudah lebih dahulu, namun bertindaklah. Masalah gagal atau rugi, itu bisa diatasi sambil jalan dan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 27 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 27 Mei 2019

NAMA BURUK : BERKAT


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hosea 1:2-12

Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu. (Hosea 1:11)  

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 21-24 

 Nama putra sulung nabi Hosea, Yizreel, berarti Allah menabur. Saat nama itu ditetapkan, Allah bukan hendak menaburkan berkat, melainkan hukuman pada Yehu dan keturunannya, para raja Israel. Kenapa? Karena pada mereka ada “hutang darah Yizreel”, berkaitan dengan tindak pembantaian Yehu terhadap keluarga Ahab di Yizreel, meskipun tindakan itu memang diperintahkan Allah (ay. 4, 2 Raj. 9-10). Selain itu, Yehu dinilai Allah “tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat” dan “tidak tetap hidup menurut hokum TUHAN, Allah Israel dengan segenap hatinya” (2 Raj. 10:29, 31). Lagi pula, “pemerintahan kaum Israel” memang juga akan diakhiri Allah di lembah Yizreel melalui raja Asyur (ay. 4-5, 2 Raj. 15:29, 17:2-6). Jadi, nama “Yizreel” berkonotasi buruk.

Syukurlah, kisah ini tidak berhenti di situ. Walaupun melalui “Yizreel” Allah mengancamkan hukuman, melalui nama itu pula Dia memberi pengharapan akan pemulihan dan keselamatan. Sesudah menghukum Israel, Dia akan memulihkan mereka kembali pada “hari Yizreel” (ay. 10-11; 2:21 22). Israel akan kembali dikasihi-Nya dan menjadi umat-Nya (ay. 10, 12; 11:8-9). Kini “Yizreel” menjadi nama yang berkonotasi baik. 

Anda juga menyandang “nama buruk”? Ada berita bagus: “nama buruk” Anda bisa diubah Allah menjadi “nama baik” demi kemuliaan-Nya. Beri Dia kesempatan mengubah nama dan kehidupan Anda, seperti yang telah Dia lakukan pada Saulus. Setelah berubah menjadi Paulus, ia dipercaya menuliskan firman-Nya melalui 13 surat di Perjanjian Baru. Mau?

 Salam dahsyat dan tetap semangat.... Jayapura, 26 Mei 2019 Ps. Gelphy Nartha Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 26 Mei 2019

MENGUBAH KEBENCIAN KITA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Kejadian 4:1-16 

Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya. (Kejadian 4:7b) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 18-20

Kain dan Habel--sebuah kisah klasik sepanjang masa. Sebelum Kain membunuh Habel, Allah sudah memperingatkan Kain. Ketika ia hendak berbuat tidak baik, dosa tengah menanti di ambang pintu (ay. 7b). Ia harus mampu menguasai dirinya. Namun, ternyata roh jahat lebih dominan bersemayam dalam dirinya sehingga pembunuhan terhadap adiknya tidak terhindarkan lagi. Peringatan dini dari Allah tidak ia hiraukan. Jatuhlah Kain ke dalam dosa. Padahal, penyebabnya sangat sepele, karena persembahannya tidak diterima Allah (ay. 5). Alkitab tidak menjelaskan alasannya. Diperkirakan, Kain tidak mempersembahkan kurban yang terbaik.

Karena pembunuhan itu, Allah pun mengusir Kain. Kehidupannya akan lebih sukar. Ia menjadi pelarian dan pengembara di bumi (ay. 12). Namun, Allah tidak menghukum Kain dengan kematian. Allah bahkan masih memberikan kemurahan kepada Kain dengan memberinya tanda, agar setiap orang yang berjumpa dengannya tidak membunuhnya. Sungguh luar biasa rahmat dan belas kasih Allah terhadap Kain.

Dalam pergaulan sehari-hari, bisa jadi kita iri atau benci kepada sesama. Nah, jika kita bermaksud berbuat tidak baik terhadap seseorang, Roh Kudus akan mengingatkan kita. Ketika mendengar suara-Nya, berupa bisikan lembut dalam nurani kita, camkanlah hal itu sebagai peringatan dini dari Tuhan. Jangan membiarkan dosa, yang tengah berdiri di balik pintu, menerobos masuk. Sebaliknya, biarlah kasih Allah melembutkan hati kita dan mengubah kebencian kita pada orang itu. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 26 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

MENETAPKAN SEBUAH ANGKA


How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 19:1-10

Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. (Lukas 19:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 14-17

Pak Janji Kosong berdoa, "Tuhan, kupersembahkan hidupku kepadamu." Bu Gita Sumbang bernyanyi, "... pakailah aku jadi alat-Mu." Mas Bualan Saja suka berucap, "Orang melayani yang penting 'kan hatinya..." Semuanya indah terdengar dan benar. Tak ada yang salah. Tetapi, ketika kita bertanya wujudnya, acap kali masih abstrak. Malah kemungkinan tidak ada sama sekali. Kenapa?

Cerita Zakheus tidak asing bagi kita. Terutama pertobatannya yang mengesankan. Namun cermatilah baik-baik. Ada perbedaan besar antara ucapan Zakheus dan perkataan banyak orang Kristen lazimnya. Di manakah perbedaan itu? Ia berani mengutarakan sesuatu yang konkrit. Frasa "setengah dari milikku" dan "empat kali lipat" sungguh penting dan menentukan realisasi ucapannya. Ia berani mengikat dirinya dengan angka yang terukur sehingga janjinya tidak menjadi abstrak, kosong tak berwujud. Sebaliknya, konkrit dan terukur. Zakheus mengajari kita apa artinya berkomitmen.

Bagaimana kita? Sudah terukurkah doa dan ucapan janji kita? Berapa menit kita luangkan waktu dalam sehari untuk berdoa? Berapa pasal Alkitab kita baca dalam sehari? Berapa kali dalam sebulan kita bergabung dalam persekutuan? Berapa jumlah persembahan syukur bulanan yang kita sisihkan bagi Tuhan? Jam berapa kita menetapkan untuk tiba sebelum ibadah mulai? Dengan angka semuanya jadi lebih menantang dan mengikat. Tetapi, sekaligus melahirkan perbedaan. Tetapkan sebuah angka pada komitmen Anda dan tepatilah. Lalu lihatlah bedanya!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 25 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

 Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 24 Mei 2019

ALREADY CONNECTED


How are you today? 
Firman Tuhan :
Lukas 11:1-13 

Apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya. (Lukas 11:13) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 10-13 

Anda punya pesawat radio dan ingin mendengar siaran dari penyiar favorit? Silakan. Tapi sebelum itu Anda harus dapat dulu gelombangnya, bukan? Jika telah tersambung gelombangnya, barulah radio itu bermanfaat. Anda membawa laptop dan berniat mengunduh segala macam informasi dari internet? Baik, tapi harap pastikan dulu perangkat pintar Anda itu tersambung dengan jejaring internet. Sesudah terhubung, kegiatan mencari dan mengunduh informasi bisa berlangsung. 

Ajaran Tuhan Yesus kepada para murid tentang berdoa bisa dibahasakan begini, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (ay. 9). Namun, sebelumnya, dahulukan yang terutama! Apakah itu? Beradalah dalam kondisi di mana antara hati kita dan hati-Nya “tersambung”. Dia dan kita terkoneksi dalam satu “gelombang” sehingga apa yang kita minta cocok dengan yang Dia sediakan, seperti kasih seorang bapa terhadap anaknya (ay. 11-12). Maka, sebelum yang lainnya, mintalah Roh-Nya bertakhta di hati kita. Karena hanya Roh Kudus yang mengenal isi hati Allah (bdk ay. 13 dengan 1 Kor. 2:11-12). Oleh-Nya kita dibuat paham akan apa yang patut kita minta.

Dengan rendah hati, mari kita senantiasa belajar berdoa. Dengan tiada jemu, mari kita senantiasa mengoreksi dan membarui kehidupan doa kita. Jauh di atas pentingnya semua permintaan lainnya, sudahkah kita meminta Roh Kudus bertakhta di hati ini? Ingat, kehadiran-Nya itu yang menghidupkan doa menjadi seperti komunikasi yang baik antara bapak dan anak. Jadi, jangan ke mana-mana sebelum yang satu ini. Hahaha....

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 24 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 23 Mei 2019

IMAN YANG SEJATI


How are you today?
Firman Tuhan : 
Daniel 3:8-18

Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 7-9

Benarkah orang yang beriman kepada Allah akan terhindar dari pencobaan? Pertanyaan seperti ini dilontarkan karena sering ada orang yang menganggap orang Kristen yang mengalami badai pencobaan yang berat sebagai orang yang kurang beriman. Tidak benar! Memiliki iman bukan berarti Allah akan selalu memenuhi setiap keinginan kita. Memiliki iman bukan berarti kita akan terhindar dari masalah dan cobaan hidup. Tetapi, di tengah segala macam pencobaan dan kesulitan, bahkan dalam ancaman maut, orang beriman tetap memercayakan diri dan bersandar pada Allah.

Kita dapat belajar dari teladan iman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka berhadapan dengan ancaman maut jika tidak mengikuti keinginan raja Nebukadnezar untuk menyembah patung buatannya. Sebaliknya, mereka dapat tetap bebas dan hidup bila mau menyembahnya. Namun, ketiganya memilih beriman bahwa Allah sanggup melepaskan mereka. Seandainya Allah tidak menyelamatkan pun, mereka tidak akan menyembah patung itu. Inilah iman yang sejati. Sekalipun menghadapi bahaya maut, hati mereka tidak kehilangan kepercayaan dan pengharapan kepada Allah.

Iman yang sejati dapat menerima segala kesukaran. Orang yang beriman percaya bahwa sekalipun ia berada dalam badai atau ujian hidup seberat apa pun, Allah tidak akan pernah meninggalkannya. Dan seorang pahlawan iman akan lebih memilih untuk mempertahankan iman daripada menjualnya demi memperoleh kesenangan di dunia ini.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 23 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 22 Mei 2019

DIBERI KUASA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Kisah Pr. Rasul 13:4-12 

Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus. (Kis. 13:9)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 4-6

Belasan anak muda digembleng untuk menjadi relawan dalam memberitakan kabar baik. Dari para ahli dan hamba Tuhan, mereka belajar berbagai pengetahuan menyangkut budaya, cara bergaul, dan sebagainya. Tentu saja yang paling utama adalah pengajaran tentang Tuhan Yesus Kristus. Mereka dimotivasi untuk bertekun di jalan Tuhan karena diri mereka harus menjadi kesaksian yang hidup bagi orang-orang di sekitar mereka. Cukupkah segala bekal tersebut? Tentu saja tidak! Pelatihan itu tak akan berarti jika mereka tidak diperlengkapi dengan kuasa oleh Roh Kudus. 

Belajar dari pengalaman rasul Paulus dan Barnabas kala memberitakan Injil Yesus Kristus, mereka juga berhasil bukan semata-mata karena kekuatan dan kemampuan pribadi. Ada Roh Kudus yang menyertai mereka. Roh Kudus yang membimbing dan memerintah, memberikan arahan (ay. 4). Di Pulau Siprus, ketika Gubernur Sergius Paulus bermaksud mengikut Yesus, ia dialang-alangi oleh sahabatnya, yaitu tukang sihir atau petenung yang bernama Baryesus. Iblis rupanya tidak suka ada anak manusia bertobat. Namun, Paulus, yang dipenuhi Roh Kudus, membuat penyihir itu buta. Akhirnya, gubernur itu pun percaya kepada Yesus.

Ketika kita menjadi anak Tuhan dan rindu membawa sesama untuk percaya kepada-Nya, tetaplah mengandalkan Roh Kudus. Bekal apa pun perlu untuk menunjang pelayanan, namun yang utama tetaplah peran Roh Kudus. Biarlah kita terus menjadi pribadi yang rendah hati dan siap dipakai oleh-Nya. Biarlah kuasa-Nya yang bekerja. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 21 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 21 Mei 2019

MEMBACA ALKITAB DENGAN RENDAH HATI


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Roma 15:1-13

Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. (Roma 15:4)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Tawarikh 1-3

Sebuah artikel menjelaskan bahwa manfaat membaca itu ternyata bukan sekadar membantu proses menghafalkan suatu informasi. Manfaat lain yang tidak kalah penting, membaca dapat melatih kita untuk membuka diri menjadi pribadi yang rendah hati. Membaca mendorong kita berinteraksi dengan pemikiran orang lain, yang dapat memperluas wawasan kita atau menantang pendapat yang selama ini kita percayai. Di situlah kerendahan hati kita diasah.

Alkitab berisi firman Tuhan yang ditulis oleh sekitar 40 pengarang dengan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda-beda. Harus kita akui, sebagai orang awam yang tidak belajar di sekolah Alkitab, kita sering kali mengalami kendala saat mencoba mengerti maknanya. Misalnya saja, bagaimana bisa memahami Kitab Bilangan, yang penuh dengan angka dan perhitungan memusingkan? Atau Kitab Kidung Agung, yang kadang-kadang dikomentari sebagai “bacaan untuk tujuh belas tahun ke atas”?

Di sinilah pentingnya kita meminta pimpinan Roh Kudus. Kita perlu merendahkan hati dulu, agar Roh Kudus leluasa membimbing kita. Mungkin memang banyak bagian yang tidak dapat kita pahami dengan baik karena keterbatasan kita. Namun, Roh Kudus akan menuntun kita menemukan wawasan baru dan menantang pendapat kita yang tidak sesuai dengan kebenaran. Melalui Alkitab, Roh Kudus juga akan memperlihatkan betapa sejak semula sampai selama-lamanya Tuhan sangat mengasihi kita semua. Dan Tuhan mengundang kita untuk membaca “surat cinta-Nya”, agar kita semakin mengenal Dia.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 21 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id


Senin, 20 Mei 2019

KOTBAH PESANAN


How are you today? 
Firman Tuhan :
1 Raja-Raja 22:1–28 

Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik. (1 Raja-Raja 22:13) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Tawarikh 27-29 

Ketika mengundang pengkhotbah, biasanya pihak pengundang memberi tema atau topik tertentu untuk dibahas. Apakah “khotbah pesanan” semacam itu dikenan Tuhan? 

Alkitab mencatat 400 nabi, yang ingin menyenangkan hati Ahab, menyampaikan khotbah semacam itu (ay. 6, 11-12). Raja Israel ini semula mengajak Yosafat, raja Yehuda, merebut kembali Ramot-Gilead dari tangan Aram (ay. 2-4). Yosafat setuju ikut berperang asalkan Ahab memohon petunjuk Tuhan lebih dulu (ay. 5). Tetapi, oleh kepekaan rohaninya, ia mengenali bahwa nabi-nabi itu bersaksi dusta. Ia pun meminta Ahab mencari nabi lain yang benar-benar hamba Tuhan (ay. 7-8). Mikha bin Yimla, nabi itu, awalnya disarankan bicara yang baik-baik saja (ay. 13), namun ia menegaskan bahwa ia hanya akan menyampaikan firman Tuhan (ay. 14). Yang lucu, sempat juga ia “menggoda” Ahab dengan meniru perilaku nabi-nabi palsu itu (ay. 15). Anehnya, Ahab yang fasik dan membenci Mikha itu ternyata membutuhkan firman Tuhan juga, dan sadar bahwa nabi itu tengah mempermainkannya (ay. 8, 16)!

Jadi, khotbah pesanan itu dikenan Tuhan atau tidak? Dalam kasus Ahab, jelas tidak, sebab khotbah mereka berasal dari “roh dusta” walaupun Tuhan mengizinkannya menipu Ahab (ay. 19-23). Namun, sepanjang isi khotbah selaras dengan firman Tuhan, tidak masalah. Yang lebih penting, sebagaimana sikap raja Yosafat, kita dapat meminta kepada Tuhan untuk memberikan kepekaan rohani, agar kita mampu menguji “segala sesuatu” dan memegang “yang baik” (1 Tes. 5:21).

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 20 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 19 Mei 2019

SEDIA PAYUNG


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Nehemia 2:1-8 

Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit. (Nehemia 2:4) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Tawarikh 24-26 

Diserbu musim kering dahsyat, tiga petani sepakat untuk berdoa memohon hujan. Setiap hari mereka berlutut di sawah. Kekeringan tetap merajalela. Mereka pun tetap berdoa. Suatu hari seorang asing bertanya pada mereka, dan menggelengkan kepala ketika mendengar jawaban mereka. Ketiga petani meyakinkan si orang asing akan keseriusan doa itu. Karena ia masih saja menggelengkan kepala, para petani itu tersinggung dan bertanya, "Coba kalau kamu jadi kami, apa yang akan kau lakukan?" Jawabnya, "Aku akan berdoa dan membawa payung--siap-siap menyambut hujan." 

Nehemia seorang pendoa yang serius. Memoarnya dibuka dengan kisah bagaimana ia dengan serius berdoa untuk bangsanya (psl. 1), seperti yang dikatakannya tatkala raja Artahsasta bertanya kepadanya (ay. 4). Tetapi, ia bukan hanya berdoa meratapi nasib bangsanya. Ia juga menyusun rencana untuk berkunjung ke Yerusalem demi membangun kembali tembok-temboknya yang sudah runtuh (ay. 5). Langkah pertamanya adalah meminta restu sekaligus surat jalan dari raja (ay. 7-8). Ia berdoa dengan iman dan melakukan langkah-langkah iman.

Lazimnya kita berdoa supaya terjadi perubahan. Namun, sudahkah kita sungguh siap jika hal itu benar-benar terjadi? Kita berdoa minta tubuh sehat. Siapkah kita untuk hidup sehat: mengonsumsi makanan sehat dan berpikir serta beraktivitas sehat? Kita minta sukses. Sudahkah kita punya etos kerja yang tinggi, bekerja keras, bijaksana membagi waktu layaknya orang-orang sukses? Jika hujan yang kita minta, siapkanlah payungnya!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 19 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 18 Mei 2019

MAINKAN PERAN ANDA!


How are you today?
Firman Tuhan :
Filipi 1:3-11

Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. (Filipi 1:5)

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 21-23

Bersama para pendeta pendahulu di jemaat itu, saya mengalami kebaikan hati Ibu Hana (bukan nama sebenarnya). Usianya lanjut. Berpembawaan tenang. Wajahnya teduh. Tak banyak bicara, tapi murah senyum. Ia bukan aktivis yang banyak tampil. Tapi ada satu hal 'sederhana' yang selalu ia lakukan dengan setia. Mungkin bagi orang lain bukan apa-apa, namun bagi kami yang mengalami, sikap penuh kasih itu terasa hangat dan menyentuh. Secara tetap ia berbagi berkat berupa sabun mandi kegemarannya.

Paulus, penginjil besar. Tampil di depan layar, berkeliling dengan rute perjalanan yang terbilang fantastis kala itu. Tetapi, ia tak pernah merasa berkarya sendirian. Surat Filipi menyingkap pengakuannya akan pihak-pihak yang berperan di belakang layar. Peran Epafroditus (2:25). Peran Euodia dan Sintikhe serta Klemens dan kawan-kawan sekerja lain (4:2-3). Bahkan peran setiap anggota jemaat Filipi yang keterlibatan mereka dengan berita Injil nyata dan berharga (ay. 5, 7). Termasuk di dalamnya: pribadi-pribadi yang tak mampu pergi sendiri. Perhatian, doa, dukungan dana mereka merupakan sumbangsih yang berarti. Mereka pun ikut menginjil.

Ibu Hana bukan penginjil atau pendeta. Aktivis jemaat pun bukan. Namun, dalam orkestrasi pelayanan injil ia punya bagiannya sendiri. Sama seperti banyak orang Kristen lain. Menyediakan kamar. Mencuci piring. Menanak nasi. Mengetik surat. Menjemput di stasiun. Dan masih banyak lagi. Sesederhana apa pun bagian Anda, lakukan itu dengan ikhlas, sukacita, dan setia.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 18 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 17 Mei 2019

TIDAK MENUDUH ALLAH


How are you today?
Firman Tuhan : 
Ayub 1:1-22 

Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. (Ayub 1:22) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1Tawarikh 17-20 

Tak seorang pun ingin kehilangan. Tetapi setiap manusia pasti mengalami kehilangan dalam hidupnya. Harta, kesuksesan, orang yang kita kasihi, atau segala hal yang kita banggakan, bisa hilang dalam sekejap. Ketika mengalaminya, sangat wajar jika kita marah atau sedih. Bahkan kita mungkin mempertanyakan kehilangan ini pada Tuhan karena kita merasa sudah melakukan banyak hal baik untuk Tuhan sehingga tidak layak mengalami hal buruk itu. "Mengapa Engkau izinkankan semua kejadian buruk ini menimpaku? Bukankah aku sudah setia kepada-Mu?" begitu keluh kita.

Ayub mengalami kehilangan besar. Namun, apakah ia marah kepada Tuhan mengingat betapa salehnya ia telah hidup? Yang luar biasa, tidak pernah keluar sedikit pun kata-kata protes kepada Tuhan atas apa yang ia alami (ay. 22). Sebaliknya, Ayub tetap bisa bersyukur dan menyembah Tuhan dalam kehilangan yang ia alami. Mengapa demikian? Ayub mengakui kedaulatan Tuhan. Hidupnya milik Tuhan, Tuhan berhak melakukan apa pun atas hidupnya, termasuk menguji imannya. Dan, dalam semuanya itu, ia percaya bahwa saat kehilangan, ia menemukan tujuan hidup bersama Tuhan.

Tuhan tidak pernah bermaksud jahat ketika mengizinkan Iblis mengambil apa pun dari hidup kita. Sebaliknya, Tuhan sedang menyediakan maksud terbaik di balik ujian yang kita alami. Ya, supaya kita bukan lagi mengenal Tuhan dari kata orang, tetapi karena mengalami penyataan pribadi-Nya dalam hidup kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 17 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 16 Mei 2019

HIDUP PAHIT MENJADI MANIS


How are you today? 
Firman Tuhan :
Rut 1:1-22

Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. (Rut 1:20) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Tawarikh 14-16 

Semua orang pasti ingin memiliki kehidupan yang layak. Namun, meraih kehidupan yang layak, tak semudah membalik telapak tangan. Ada yang harus merantau ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri untuk mendapatkan mata pencaharian. Banyak kisah sukses tentang mereka, namun tidak sedikit pula kisah sedih yang terjadi.  Kisah sedih para perantau bukan sesuatu yang baru. Lihatlah kisah hidup Naomi. Siapa menyangka usaha Elimelekh, suaminya, untuk mencari kehidupan yang layak di Moab justru membawa petaka. Di sana Naomi kehilangan Elimelekh, juga kedua anaknya, Mahlon dan Kilyon. Gagal di negeri orang, Naomi memutuskan pulang ke Betlehem.

Dalam keadaan terpuruk. Begitu terpuruk--sampai ia menolak dipanggil Naomi. Ia memilih dipanggil Mara, yang artinya pahit (ay. 20). Sungguh bertolak belakang dengan Naomi, yang artinya manis. Kegagalan kerap membuat seseorang terpuruk. Tetapi, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Firman-Nya berkata, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” (Rm. 8:28). Ya. Dalam segala sesuatu. Termasuk kegagalan. Dengan kata lain, bahkan dalam kegagalan pun, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. 

Perjalanan hidup tak selalu mulus. Ada kalanya Tuhan mengizinkan kegagalan terjadi. Namun, tanamkan selalu dalam hati, semua itu akan mendatangkan kebaikan. Naomi pulang ke Betlehem sebagai pecundang. Namun, pada waktunya, Tuhan mengangkat Naomi sebagai pemenang (Rut 4:14-17). Tuhan sanggup mengubah segala yang pahit menjadi manis.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 16 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 15 Mei 2019

MENIKMATI HASIL KERJA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Pengkhotbah 2:24-25 

Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah. (Pengkhotbah 2:24) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Tawarikh 11-13 

Dalam penyusunan anggaran setiap awal bulan bersama istri, kami sengaja menyisihkan dana untuk hiburan. Tak jarang kami juga sengaja meluangkan waktu berdua untuk menikmati makan bersama di tempat yang kami sukai. Bagi kami, menyediakan anggaran khusus untuk hiburan dan makan bersama adalah cara untuk menikmati berkat yang Tuhan berikan melalui pekerjaan kami.

Pengkhotbah juga berbicara tentang menikmati jerih payah yang Tuhan berikan. Menurut Pengkhotbah, tak ada yang lebih baik selain makan, minum, dan bersenang-senang sebagai bagian dari menikmati hasil jerih payah dalam berkat Tuhan. Jika tanpa berkat Tuhan, sekuat apa pun seseorang berusaha, hasilnya bisa menguap dalam sekejap. Tak ada yang dapat merasakan makan, minum, atau menikmati hidup di luar Dia (ay. 25). Namun, dalam menikmati berkat yang Tuhan berikan--baik untuk makanan, minuman, atau hiburan--tetaplah ada batasan yang perlu kita perhatikan. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan penyakit dan tidak semua hiburan manusia berkenan di hadapan Allah.

Tuhan memberikan berkat--dalam hal ini keuangan--supaya kita dapat menikmati hasil jerih payah kita di dalam Dia. Tak ada yang salah dengan menikmati berkat Tuhan, selagi masih dalam takaran normal dan tidak melanggar kebenaran firman Tuhan. Mari bersyukur atas berkat yang Tuhan berikan. Bersyukurlah, bersukacitalah, bersenang-senanglah, dan nikmatilah berkat-Nya bersama dengan orang yang kita kasihi. Berbagilah juga dengan sesama.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 15 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 14 Mei 2019

TEMPAT PALING BAWAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Efesus 4:1-16 

Bukankah "Ia telah naik" berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. (Efesus 4:9-10) 

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 8-10 

Dalam sebuah konseling, seseorang mengaku telah jatuh dalam dosa yang sangat parah. Akibat perbuatannya tersebut ia merasa bahwa dosanya sudah tidak mungkin diampuni oleh Tuhan. Ia berkata, “Saya sudah jatuh sangat dalam.” Karena beranggapan bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuninya lagi, orang ini jadi sangat tertuduh, minder, dan bahkan tidak bisa berdoa lagi.

Dalam menyelesaikan dosa manusia, Tuhan Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan naik melebihi segala langit. Kata “paling bawah” menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih dalam lagi. Kejatuhan kita mungkin sangat parah, tetapi Tuhan Yesus sudah mencapai tempat yang paling dalam untuk menyelesaikan dosa kita. Artinya, tidak ada dosa yang tidak bisa Tuhan Yesus selesaikan. Kematian-Nya di kayu salib sungguh ajaib sebab Dia mati satu kali untuk menyelesaikan semua jenis dosa di seluruh dunia bagi semua orang yang pernah lahir ke dunia.

Paulus berkata bahwa ia mengarahkan pandangannya ke depan, melupakan apa yang ada di belakangnya, termasuk segala kegagalan dan dosanya (Fil. 3:13). Paulus mengakui bahwa dirinya adalah penganiaya jemaat. Tetapi, Paulus tidak mau mengarahkan pandangan pada betapa parahnya ia telah jatuh, sebaliknya ia mengarahkan pandangan pada betapa tingginya kasih karunia Allah yang ada di dalam Tuhan Yesus.

Marilah kita menerima kasih karunia-Nya, yang mampu menyelesaikan masa lalu kita yang begitu buruk dan membawa kita kepada masa depan yang sejahtera.

Salam dahsyat dan tetap semangat.... Jayapura, 14 Mei 2019 Ps. Gelphy Nartha Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!



http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 13 Mei 2019

JALANKAN PERAN ANDA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Efesus 2:1-10

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10) 

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 6-7 

 John Newton, penulis lagu Amazing Grace, berkata, “Andaikan Allah menugasi dua malaikat di surga secara bersamaan. Yang satu menjadi pemimpin negara terbesar di dunia. Yang lain menyapu jalanan di desa yang sangat kotor. Maka, mereka tidak akan memprotes. Apa pun tugas yang diberikan, akan mereka kerjakan. Mengapa? Karena ada sukacita sejati dalam menaati Allah. Bagi pengikut Kristus, yang terpenting bukan apa tugas Allah untuk kita; tetapi bahwa kita melakukan keinginan Tuhan.” 

Demikianlah Tuhan ingin kita menjalani setiap peran yang ditugaskan pada kita. Tuhan tidak memberikan tugas yang seragam justru agar kita dapat saling melayani dan melengkapi. Lalu, mengapa kita tidak perlu mencemburui orang lain, yang perannya mungkin tampak lebih terhormat atau lebih nyaman? Dasarnya: Tuhan tidak membedakan peran. Bagi-Nya, setiap peran sama mulia, asal dilakukan dengan taat. Maka, Tuhan memberikan sukacita yang sama kepada setiap hamba yang setia. 

Ya, bukankah seharusnya kita selalu ingat bahwa kita ini adalah hamba Kristus? Yang bahkan seharusnya tidak berhak apa-apa atas hidup kita—sebab tadinya kita adalah terhukum yang siap dieksekusi. Namun, karena rahmat-Nya, Dia memberi kita hidup baru. Dia membangkitkan kita dan memberikan hidup yang berarti, yakni hidup dalam setiap pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya (ay. 10). Itulah tugas yang kita miliki hari ini. Dia sudah menetapkannya bagi kita. Terimalah dengan sukacita, lakukanlah dengan hati bersyukur!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 13 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 12 Mei 2019

PROSES


How are you today?
Firman Tuhan :
Ayub 10:1-22

Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 3-5

Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses. Barang yang awalnya murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga dan bernilai setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Proses ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa tahap tertentu sampai suatu benda menjadi sempurna.

Kesempurnaan hidup juga tidak terjadi secara instan, tetapi melalui tahap-tahap proses. Untuk menghasilkan kehidupan yang sempurna, Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai cara untuk membentuk hidup kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan yang kita alami itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Allah itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).

Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub. Dalam titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang menimpanya. Ia mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan yang ditanggungnya itu. Bukankah sikap seperti ini juga terjadi dalam hidup kita? Rentetan penderitaan membuat kita mempertanyakan kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti penderitaan yang kita alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk menangggungnya. Tuhan ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkan-Nya untuk menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita mencintai proses pembentukan-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Jayapura, 12 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 11 Mei 2019

APA DAN SIAPA SUMBER SUKACITAMU?


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 16:1-11 

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (Mazmur 16: 2) 

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 1-2 

Saya tersenyum saat menemukan kalimat lucu di sebuah situs humor kristiani. Di situ tertulis: “Ada tiga jenis orang Kristen: 1) Yang suka bersukacita, 2) Yang tidak suka bersukacita, 3) Yang suka tidak suka tetap bersukacita.” Wah, saya termasuk kelompok nomor berapa ya?

Mazmur hari ini mengajarkan dan menggambarkan dengan jelas bahwa hanya ada satu sumber sukacita, sumber kebahagiaan, sumber perlindungan, dan sumber keselamatan. Tidak ada sumber lainnya yang kekal di luar Tuhan. Harta dan kepunyaan kita yang terbesar adalah beriman kepada Allah. Hanya di dalam Dialah hati kita bersukacita, jiwa kita bersorak-sorak, dan tubuh kita akan diam dengan tenteram (ay. 9). Bahkan, hanya Dia yang mampu melepaskan kita dari jurang kebinasaan (ay. 10), yaitu dengan menganugerahkan keselamatan kekal melalui kematian Kristus. Selain Tuhan, tidak akan ada yang mampu menjanjikan dan melakukan hal-hal hebat tersebut kepada Anda dan saya.

Apakah alasan kita bersukacita? Jabatan yang baik? Keuangan yang cukup hingga beberapa tahun ke depan? Tiket liburan ke luar negeri? Apa pun yang kita miliki, jika kita tidak memiliki harta yang sesungguhnya, hal itu tidak akan menjamin sukacita kita. Harta yang fana pada akhirnya hanya mampu memuaskan secara sementara. Sebaliknya, penyerahan diri kepada Sumber Sukacita yang sejati akan membuat kita tidak pernah goyah dan tetap bersukacita dalam setiap keadaan. Alasannya? Karena Dia selalu menyertai kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 11 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha Jika

Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 10 Mei 2019

UJIAN KARAKTER


How are you today? 
Firman Tuhan :
2 Samuel 11:1-15 

 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di matanya? (2 Samuel 12:9) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 24-25 

Paling tidak ada tiga hal yang dapat menguji karakter seseorang. Pertama, siapakah kita pada saat sendiri. Kedua, siapakah kita ketika kita berada dalam tekanan. Ketiga, siapakah kita saat kita mengalami kejayaan.

Tiga ujian ini pernah dialami oleh Daud ketika ia menjadi seorang raja. Pertama, ketika Daud hanya seorang diri di istana, ia melakukan dosa di hadapan Allah karena mengingini istri Uria sampai kemudian Batsyeba mengandung (ay. 2-5). Ketika sendirian, ia membuka celah bagi dosa untuk menguasainya. Kedua, ketika Daud berada dalam tekanan karena Batsyeba mengandung, ia mencoba mencari siasat untuk menutupi dosa yang ia lakukan (ay. 6-13). Dosa yang satu membawa pada dosa yang kian parah. Ketiga, ketika Daud berada di puncak kejayaan. Sebagai seorang raja, dengan mudah ia menyusun strategi untuk membunuh Uria dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (ay. 14-15). Ketiga ujian tersebut membuatnya gagal menunjukkan karakter sesuai dengan firman Allah. Namun, Daud menunjukkan respons yang benar ketika Natan menegurnya. Ia mengakui semua dosanya dan bertobat kepada Allah (2 Sam. 12:13).

Bagaimana dengan kita? Apakah karakter kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan saat kita berada dalam tiga posisi seperti di atas? Tidak mudah untuk tetap berada dalam kebenaran firman Tuhan ketika kita seorang diri, berada dalam tekanan, atau mengalami kejayaan. Namun, Roh Kudus akan terus mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan dalam kondisi apa pun. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 10 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 09 Mei 2019

KELEMAHAN DIBALIK KEKUATAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hakim-hakim 14:1-20

Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya. (Hakim-hakim 14:17) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Raja-Raja 21-23 

Dalam strategi perang kuno dikenal prinsip, "Carilah kelemahan musuh pada kekuatannya." Dalil ini dilandasi oleh keyakinan, kelemahan seseorang justru ada pada sektor kekuatannya--tak akan jauh dari sana. Terbukti, banyak tokoh jatuh di puncak kejayaannya. Kerajaan runtuh karena terlena oleh kemenangannya. Kekuatan manusia tak pernah sempurna sebab pada kekuatan itu sekaligus terkandung kelemahan. 

Teka-teki. Salah satu kata-kunci dalam kisah Simson. Sosok dan kehidupan hakim yang satu ini mengundang tanya bagaikan teka-teki. Ia amat perkasa, dari mana kekuatannya? Apa rahasianya? Teka-teki. Simson sendiri pintar menciptakan teka-teki. Pada teka-tekinya ada sisi tentang kekuatannya (membunuh singa) sekaligus terbuka akan potensi kelemahannya (membocorkan rahasia di depan wanita si perengek). Adegan ini seperti sebuah pertanda akan apa yang bakal terjadi kelak. Ia membeberkan janji kenaziran Allah di pangkuan Delila (Hak. 16:16-17). Teka-teki Simson menyingkapkan: kekuatan besar "dimakan" kelemahan serius.

Sang Empunya kekuatan sempurna hanya Tuhan. Kekuatan kita hanya pemberian-Nya. Terbatas. Sekaligus dibayangi oleh kelemahan. Kenapa? Agar kita tidak jumawa dan semena-mena. Tuhan mau kita senantiasa sadar: kekuatan diberikan untuk memuliakan Dia dan memberkati sesama. Anda kuat? Sehat? Berbakat dan berhikmat? Pakailah itu sesuai dengan maksud Tuhan. Rawatlah dengan bertanggung jawab penuh pada Dia. Niscaya hal itu tak menjadi kelemahan yang menelanmu sendiri.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 9 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 08 Mei 2019

ABDI DALEM


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Petrus 5:1-11 

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1 Petrus 5:2)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 18-20 

Apakah Anda tahu “abdi dalem”? Abdi dalem adalah hamba yang mengabdi kepada raja, membantu mengerjakan urusan rumah tangga istana sesuai dengan bidang pelayanannya. Tidak sembarang orang dapat menjadi abdi dalem. Mereka harus lolos seleksi, memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas. Syarat yang tidak mudah, bukan?

Jika kita berpikir bahwa mereka mendapatkan imbalan yang besar, itu salah. Jika kita menilainya berdasarkan gaji yang mereka dapatkan, upah mereka sangatlah kecil. Toh keadaan itu tidak mengalangi mereka untuk terus mengabdi. Mereka bersedia mengabdi kepada raja dengan motivasi untuk mendedikasikan hidup mereka. Dengan itu, mereka mendapatkan kepuasaan batin dan ketenteraman hidup. Mereka menjadi abdi dalem sebagai sebuah kebanggaan terhadap diri mereka karena bisa melayani seorang raja.

Rasul Petrus mengingatkan kita supaya memiliki motivasi yang benar dalam melayani Tuhan. Kita melayani berdasarkan kerelaan dan kerinduan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan (ay. 2). Kita melayani bukan untuk memerintah orang lain, melainkan untuk menjadi teladan hidup (ay.3). Jika seorang abdi dalem dapat mengabdi kepada rajanya tanpa memikirkan keuntungan pribadi, terlebih lagi kita. Upah sejati yang disediakan bagi kita sesungguhnya tidak dapat dibandingkan dengan harta dunia sebesar apa pun. Ya, Tuhan memberikan kepada kita mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (ay. 4). Marilah kita menjalankan pelayanan dengan sikap dan motivasi yang benar tersebut.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 8 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 07 Mei 2019

TUGAS SEORANG MURID


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Yesaya 50:4-11

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4) 

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Raja-Raja 16-17 

Beberapa kali, saya sengaja mengajak berbicara dengan beberapa orang. Saya masuk ke dunia mereka dan membangun persahabatan. Mereka memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petugas keamanan, petugas kebersihan, buruh bangunan, pedagang kaki lima, sopir angkutan kota, dan sebagainya. Saya mendapati, sebagian besar dari mereka menjalani hidup dengan beban mental yang berat. Kebanyakan mereka mengeluh karena tekanan kebutuhan ekonomi.

Ketika kembali berkomunikasi dengan mereka, saya memberikan sedikit kata-kata motivasi, agar mereka mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan baik. Hasilnya, ada sebagian orang yang berubah. Di sela-sela waktu luang, mereka mulai melakukan pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Ada yang menerima jasa pijat, juru kebun paruh waktu, atau membuka warung di rumah.

Kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan lidah seorang murid. Lidah yang mampu memberi semangat baru kepada orang yang letih, lesu, dan berbeban berat. Setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaran kita untuk mendengarkan perkataan firman-Nya.

Dalam saat teduh pagi, izinkan Tuhan berbicara, menyatakan kebenaran firman-Nya, dan bekerja dalam diri kita. Biarlah kita sendiri dikuatkan dan diperlengkapi oleh kebenaran-Nya. Kemudian, dalam aktivitas keseharian, kita dimampukan untuk membangkitkan semangat orang-orang yang kita temui.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 7 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 06 Mei 2019

BERAPA BANYAK MUSUH ANDA?


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 3:1-9 

Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. (Mazmur 3:7)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 14-15 

Ada pepatah mengatakan, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pasti banyak orang mengamini pepatah tersebut. Terlebih bagi kita orang Indonesia yang memprioritaskan hubungan baik dengan orang lain. Lalu, apa jadinya jika ternyata dalam kehidupan ini kita memiliki musuh? 

Daud pernah mengalami saat-saat ketika dirinya merasa memiliki banyak musuh (ay. 2). Bukan raja dan pasukan dari negeri lain yang menjadi musuh Daud, namun justru anak kandung dan rakyatnya sendiri yang menjadi musuhnya. Namun, Daud memberi respons yang benar ketika Absalom berikhtiar untuk merebut tahta dan membunuh ayahnya.  Daud tidak tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan. Sebaliknya, ia justru bermazmur dan berdoa dengan memberikan pengagungan kepada Tuhan (ay. 4).

Daud juga mengerti bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan dan jawaban atas semua masalah yang tengah ia hadapi (ay. 5). Oleh karenanya, ia tidak merasa takut terhadap berapa pun musuh yang ia hadapi (ay. 7); ia justru menunjukkan kasih kepada Absalom (2 Sam. 18:33).

 Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki respons seperti Daud terhadap musuhnya? Atau, justru musuh kita membelenggu pikiran dan perasaan kita? Jika kita melakukan kehendak Tuhan, namun ada yang memusuhi kita, berapa pun jumlahnya, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mendoakan mereka dan meminta Allah untuk memberikan pertolongan kepada kita. Dan, yang tidak kalah penting, kita tetap menunjukkan kasih kepada mereka.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 6 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 05 Mei 2019

REPRUNED (Bagian Pertama)

Shalom...!
Ini adalah materi Kotbah Ps. Gelphy Nartha padahari Minggu tanggal 05 Mei 2019.
Di GBI. ROCK Jayapura pada Ibadah Raya ROCK Center Entrop.

Kiranya bisa menjadi berkat bagi kita semua... 
God Bless...