Sabtu, 17 Desember 2016

Kisah Baut Kecil

Kisah Baut Kecil

Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula.

Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan.

Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tetapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan?

Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"

Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga. Tuhan Yesus memberkati.

Filipi 2:3
"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri."

Salam dahsyat & semangat...!


Kamis, 01 Desember 2016

Kekristenan adalah model

Tuhan menyatakan bahwa kita bukan berasal dari dunia ini, sama seperti Dia bukan berasal dari dunia ini (Yoh. 17:16). Mengapa Tuhan menyatakan bahwa orang percaya bukan dari dunia ini, seperti Dia juga bukan dari dunia ini (Yoh 17:15-16)? Oleh penebusan darah Yesus dan pertumbuhan ke arah kesempurnaan Tuhan, orang percaya terdaftar sebagai anggota keluarga Kerajaan yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Orang percaya yang menerima hal ini dan mengenakannya dalam hidup adalah orang-orang yang dipandang bukan berasal dari dunia ini. Sebagai orang percaya, hidup di bumi ini hanyalah persiapan untuk hidup di dunia yang akan datang. Dengan cara berpikir ini seseorang dapat berjalan seiring dengan Tuhan.

Salam dahsyat & semangat...
(Ps. GELPHY nartha)

Selasa, 29 November 2016

Kekristenan adalah perubahan karakter

Ketika seseorang terpanggil menjadi orang percaya, yang kemudian menyandang panggilan sebagai orang Kristen, maka ia harus mengerti tanggung jawabnya untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan agar dapat memperagakan karakter Yesus di dalam hidupnya. Proses mengalami perubahan untuk serupa dengan Tuhan Yesus ini adalah ciri utama seorang Kristen yang tidak bisa digantikan dengan ciri yang lain. Proses yang benar-benar berlangsung akan ditandai dengan perubahan secara signifikan yang dapat dirasakan oleh orang itu sendiri dan orang lain di sekitarnya, dari perubahan sederhana atau kecil sampai perubahan yang sangat radikal dan tajam.

Bertumbuh Lewat keluraga Allah

Pertumbuhan rohani hanya dapat di hasilkan melalui proses. Dan proses pertumbuhan yang sehat ada di dalam keluarga Allah (Ibrani 10:25).

Minggu, 27 November 2016

Bekerja seperti untuk Tuhan

Sebuah pekerjaan sekecil apapun bisa menjadi sangat baik dan indah jika dilakukan sepenuh hati. Melakukannya buka  seperti untuk manusia tapi seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23)