Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Agustus 2017

REWARD


How are you today...?
Lukas 17:7-10
Nats: Ayat 10
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. (Lukas 17:10)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 16-17

Berapa sering kita merasa gagal ketika menyelesaikan suatu tugas. Perasaan kecewa dan menyalahkan diri semakin kuat bila tugas yang kita kerjakan itu dilihat oleh banyak orang. Selidik punya selidik, perasaan gagal itu ternyata terkait dengan tanggapan orang lain. Ketika hasil kerja kita tampaknya kurang dihargai, kita merasa kecewa. Kita berharap pujian, tetapi justru kritiklah yang lebih banyak kita terima.

Keinginan mendapatkan penghargaan merupakan salah satu penghalang kita melayani Allah. Itu sebabnya Yesus mengingatkan murid-murid-Nya dengan mengutip tata krama seorang hamba terhadap tuannya sebagaimana kebiasaan pada zaman itu. Ketika melakukan tugas, kita bukanlah tuan yang berhak menerima pujian. Sebaliknya, kita adalah hamba. Bahkan, bukan hanya pujian yang tidak layak kita terima, sekadar ucapan terima kasih pun tidak boleh kita harapkan. Apakah dengan demikian Allah adalah Tuan yang kejam? Sama sekali tidak. Karena Yesus, Allah yang menjadi manusia itu memberikan teladan bagi kita. Yesus menggenapkan seluruh tugas yang dibebankan Allah, yaitu sampai mati di atas kayu salib dalam kehinaan tiada tara.

Apakah Anda merasa lesu melayani Tuhan? Anda bermaksud meninggalkan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan? Atau Anda tidak ingin melayani karena merasa pelayanan itu tidak ada gunanya? Bila keinginan itu muncul, cobalah selidiki, apakah hal itu terkait oleh tiadanya penghargaan atau pujian yang Anda terima. Lalu, pandanglah Kristus yang telah meninggalkan teladan dengan hidup sebagai hamba, sekalipun Dia adalah Tuan kita.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 30 Agustus 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

Sabtu, 26 Agustus 2017

AYAT ALKITAB TENTANG KEPEMIMPINAN

Para pemimpin yang efektif memberikan delegasi tugas dan menunjukkan terima kasih atas pekerjaan orang-orang lain. "Musa memeriksa semua pekerjaan itu dan melihat bahwa pekerjaan itu telah dilakukan tepat seperti yang diperintahkan TUHAN. Jadi, Musa memberkati mereka."
(Keluaran 39:43, AYT).

Para pemimpin yang efektif menyadari keterbatasan mereka. Ada tertulis dalam Alkitab,“ Musa berkata kepada bangsa [Israel], "Waktu kita berada di Gunung Sinai, saya berkata kepadamu: Tanggung jawab untuk memimpin kamu terlalu berat bagi saya. Saya tak dapat melakukannya seorang diri”
(Ulangan 1:9, BIS).

Pemimpin sejati adalah pelayan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Tuhan berkuasa atas rakyatnya, dan orang-orang yang berkuasa atas raja-raja itu disebut 'Pelindung Rakyat'. Namun, kamu jangan seperti itu. Sebaliknya, yang paling besar di antara kamu harus bertindak seperti yang paling kecil, dan pemimpin harus menjadi seperti pelayan."
(Lukas 22:25-26, AYT).

Para pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam kerja keras. "Apa pun yang ditemukan oleh tanganmu untuk dikerjakan, lakukanlah itu dengan kekuatanmu. Sebab, tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, atau kebijaksanaan di dunia orang mati, tempat ke mana kamu pergi."
(Pengkhotbah 9:10, AYT).

Perlakukanlah orang-orang yang berada di bawah pimpinanmu seperti yang engkau mau mereka perlakukan terhadap dirimu.
(Lukas 6:31).

Menjadi seorang pemimpin tidaklah selalu gampang, tetapi jangan menyerah. "Tetapi kamu, kuatkanlah hatimu, jangan lemah, jangan menyerah, karena kamu akan memperoleh upah atas pekerjaanmu yang baik!”
(2 Tawarikh 15:7, AYT).

Seorang pemimpin yang baik akan mendengar petunjuk-petunjuk Allah. Ada tertulis dalam Alkitab,” "Bila kamu menyimpang dari jalan, di belakangmu akan terdengar suara-Nya yang berkata, ‘Inilah jalannya; ikutlah jalan ini’”."
(Yesaya 30:21, BIS).

Bagaimanakah seharusnya seorang pemimpin jemaat Allah? "Seorang penilik jemaat harus orang yang tidak bercela, suami dari satu istri, menguasai diri, sederhana, terhormat, suka memberi tumpangan, dan terampil mengajar, bukan peminum, bukan orang yang kasar, melainkan lemah lembut, tidak suka bertengkar, dan bukan orang yang cinta uang.
Ia harus mengatur rumah tangganya sendiri dengan baik dan menjaga anak-anaknya untuk tunduk kepadanya dengan segala rasa hormat. Sebab, jika seseorang tidak tahu bagaimana mengurus rumah tangganya sendiri, bagaimana ia akan mengurus jemaat Allah?

Janganlah ia seorang petobat baru, atau ia bisa menjadi sombong dan jatuh ke dalam hukuman iblis. Dan lagi, ia harus memiliki nama baik di antara orang-orang luar sehingga ia tidak bisa jatuh ke dalam cercaan dan jebakan iblis."
(1 Timotius 3:2-7, AYT).

Ada pertolongan bagi pemimpin yang merasa tidak mampu atau tidak memadai. "Akan tetapi, jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang dengan murah hati memberi kepada semua orang tanpa mencela, dan itu akan diberikan kepadanya."
(Yakobus 1:5, AYT).

Para pemimpin yang baik membuat rencana terlebih dahulu. Ada tertulis dalam Alkitab, "Siapakah di antara kamu yang ingin mendirikan sebuah menara tetapi tidak duduk terlebih dahulu dan menghitung biaya untuk mengetahui apakah ia memiliki cukup uang untuk menyelesaikannya? Jika tidak demikian, ketika ia meletakkan fondasi dan tidak sanggup menyelesaikannya, maka semua orang yang melihatnya akan menertawakan dia. Orang-orang itu akan berkata, 'Orang ini mulai membangun, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.'"
(Lukas 14:28-30, AYT).

Seorang pemimpin yang baik mencari nasihat dari orang-orang lain.
(Amsal 15:22, AYT).

Seorang pemimpin yang baik melatih kesabaran. "Orang yang lamban untuk marah lebih baik daripada orang kuat, dan orang yang menguasai diri daripada orang yang merebut kota."
(Amsal 16:32, AYT).

*AYT = Alkitab Yang Terbuka
Disunting dari:
Nama situs: Bibleinfo.com


Sabtu, 17 Desember 2016

Kisah Baut Kecil

Kisah Baut Kecil

Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula.

Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan.

Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal.

Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan.

Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tetapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan?

Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"

Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga. Tuhan Yesus memberkati.

Filipi 2:3
"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri."

Salam dahsyat & semangat...!


Selasa, 29 November 2016

Bertumbuh Lewat keluraga Allah

Pertumbuhan rohani hanya dapat di hasilkan melalui proses. Dan proses pertumbuhan yang sehat ada di dalam keluarga Allah (Ibrani 10:25).

Sabtu, 24 September 2016

Think Positive

Jangan pernah berprasangka buruk kepada orang lain. Tetapi biarlah kita selalu memilik hati yang lapang dan memiliki kapasitas yang besar didalam hati kita.


Jumat, 23 September 2016

Semua di mulai dari hati kita....


PIANO

PIANO

Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.
Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, “Teruslah bermain” dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya , “Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat !”
Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.


Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia2. Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.


Tuhan Yesus memberkati!
Sumber : dari WA teman