Rabu, 22 Januari 2020

TUJUAN MELAYANI



How are you today?
Firman Tuhan :
Baca: Ibrani 12:1-3

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. (Ibrani 12:2) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 14-16

Pernahkah Anda merasa pelayanan Anda di gereja semakin menurun atau merosot? Biasanya Anda ikut terlibat dalam sebuah pelayanan setiap minggu, namun sudah beberapa bulan Anda bahkan tidak pernah dijadwalkan dalam pelayanan apa pun. Namun demikian, Anda hanya berdiam diri dan malah merasa beruntung nama Anda tidak tertera sebagai petugas pelayanan ibadah di gereja.

Mungkin Anda merasa majelis penatalayanan menganggap Anda tidak layak untuk ikut terlibat dalam pelayanan tertentu? Atau, Anda mengeluh karena nama Anda hanya tercantum sebagai petugas penyambutan?

Saya pernah merasakan salah satunya. Tetapi, ketika membaca kembali sebuah catatan khotbah yang pernah saya tuliskan beberapa tahun silam, saya merasa ditegur. Di situ tertera: Bagaimana caranya agar pelayanan kita jangan sampai merosot?

Paling tidak ada dua langkah. Pertama, untuk siapa kita melayani (ay. 2)? Tidak ada pelayanan yang kecil atau besar di hadapan Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan untuk Tuhan, berharga di mata-Nya. Kedua, buanglah pandangan yang salah terhadap saudara seiman dan arahkanlah pandangan kita hanya kepada Tuhan Yesus. Ayat 3 menekankan bahwa kita seyogyanya mengingat pengurbanan Yesus, agar kita tidak menjadi lemah dan putus asa.

Saya pun kembali merenungkan. Apa tujuan saya melayani? Saya melayani untuk diri sendiri, jemaat, atau untuk Tuhan? Hal itu menolong saya untuk menyikapi pelayanan dengan sepatutnya.

PELAYANAN APA PUN YANG DIPERCAYAKAN KEPADA KITA, LAKUKANLAH UNTUK TUHAN DENGAN SEGENAP HATI KITA

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 22 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 21 Januari 2020

TIDAK MUNGKIN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: 1 Samuel 17:31-39 

Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." (1 Samuel 17:33) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Keluaran 11-13 

Kisah pertempuran Daud melawan Goliat bukan sesuatu yang baru bagi mayoritas orang Kristen. Kebanyakan orang tentu sudah mendengar kisah kehebatan Daud, yang mengalahkan jagoan Filistin itu dalam hitungan detik. Kisah kepahlawanan Daud pun menempati daftar teratas dalam kisah-kisah Alkitab yang saya sukai. Sosok yang masih muda, sempat diremehkan oleh saudara-saudaranya, termasuk diremehkan oleh raja Saul, tetapi semuanya itu tak mengurungkan niat Daud untuk maju ke medan pertempuran. 

“Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia.” Perkataan ini meluncur dari mulut Saul, raja Israel saat itu. Perkataan yang segera disusul dengan pernyataan Saul bahwa pengalaman Goliat jauh lebih unggul dari anak Isai itu. Namun, perkataan Saul tak melemahkan iman Daud. Ia segera bersaksi mengenai pengalaman pribadinya ketika menggembalakan kambing domba milik ayahnya. Daud pun menutup percakapan hari itu dengan keyakinan akan penyertaan Allah (ay. 37). Saul yang tak lagi punya alas an untuk melemahkan semangat Daud, akhirnya hanya bisa berkata, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” 

Memang tak enak jika ada orang meremehkan atau kurang yakin dengan kemampuan kita. Perkataan “tidak mungkin” berpotensi melemahkan keyakinan, pengharapan, bahkan iman kita. Apalagi ketika perkataan tersebut disampaikan oleh orang-orang yang dekat dengan kita. Dalam kondisi demikian, kita perlu tetap memandang kepada Allah dan meyakini penyertaan-Nya.

PENYERTAAN ALLAH MEMBUAT SEGALA SESUATU MUNGKIN BAGI ORANG PERCAYA

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 21 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 20 Januari 2020

IMAN YANG SEJATI


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: Yudas 1:17-23 

Akan tetapi kamu, Saudara-saudaraku yang terkasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. (Yudas 1:20) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Keluaran 8-10 

Ketika kita melihat gunung, dari kejauhan gunung itu tampak berwarna biru. Tetapi, setelah dekat, ternyata keadaannya tidak demikian. Ada gerombolan pepohonan besar, ada permukaan tanah yang cokelat, dan sebagainya. 

Seperti penampakan gunung, tidak sedikit orang yang mengaku dirinya Kristen, hidupnya kelihatan rohani, tetapi sebenarnya ia tidak memiliki iman. Bisa jadi ia kelihatan baik, tetapi ternyata menipu sesamanya. Ada juga yang menduakan Tuhan dengan masih pergi ke dukun atau paranormal untuk meminta petunjuk.

Yudas mengingatkan seharusnya kita membangun diri sendiri di atas dasar iman yang paling suci.  Orang yang membangun rumah tidak hanya membuat fondasi, namun menyelesaikannya sampai rumah berdiri. Kita pun tidak tinggal dalam keadaan yang tetap sama seperti ketika baru bertobat, tetapi terus bertumbuh. 

Sedangkan dasar iman yang paling suci itu adalah Yesus Kristus, bukan yang lain. Juga dikatakan, berdoalah dalam Roh Kudus. Maksudnya, bila kita berdoa dengan penuh kepercayaan kepada Yesus, kuasa Roh Kudus akan dinyatakan atas hidup kita. Bukan pula berdoa menuruti hawa nafsu, melainkan berdoa selaras dengan kehendak Tuhan.

Orang yang hidup dalam dasar iman yang benar tidak akan diombang-ambingkan oleh angin pengajaran sehingga ia tidak menyimpang dari kebenaran. Sebaliknya, ia akan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan menjadi semakin serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kiranya kehidupan kita pun demikian.

IMAN YANG SEJATI MEMAMPUKAN KITA TERUS BERTUMBUH SELARAS DENGAN KEBENARAN ALLAH

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 20 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 19 Januari 2020

BERJUMPA DENGAN TUHAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: Lukas 19:1-10

Ia pun berlari mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. (Lukas 19:4)  

Bacaan Alkitab Setahun:  
Keluaran 5-7 

Kisah Zakheus memang menarik. Ia memanjat pohon ara hanya untuk melihat Yesus ketika Yesus memasuki kota Yerikho. Dengan segala keterbatasannya (ay. 3), Zakheus tetap gigih untuk bertemu dengan Yesus. Ada tekad dan keinginan yang kuat dalam diri Zakheus, seorang pemungut cukai.

Pemungut cukai, atau dalam bahasa Yunani publicani, adalah petugas pajak yang mengumpulkan pajak dari masyarakat Yahudi untuk diserahkan kepada pemerintahan Romawi. Pada zaman itu, profesi pemungut cukai dipandang buruk dan bahkan dibenci rakyat. Mereka dianggap pengkhianat bangsanya. Tetapi, Zakheus tidak menjadikan keadaannya sebagai penghambat untuk berjumpa dengan Yesus.

Saya mencoba membayangkan betapa hati Zakheus sangat tersentuh ketika Yesus mengatakan bahwa Dia harus menumpang di rumahnya (ay. 5). Bukan hanya itu, kehadiran Yesus di rumahnya juga mendatangkan suatu perubahan besar dalam kehidupannya (ay. 8). Ia sampai memutuskan, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Lalu bagaimana dengan kita? Apa yang sering menghambat kita untuk berjumpa dengan Yesus? Apakah sakit penyakit, rasa malas, pergumulan hidup lain, atau kita merasa tidak layak datang pada Tuhan? Apa pun alasan kita, biarlah kita belajar seperti Zakheus yang rendah hati dan tidak memandang siapa dirinya, serta memiliki kerinduan yang besar untuk berjumpa dengan Tuhan.

PERJUMPAAN DENGAN TUHAN MENGUBAHKAN KITA

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 19 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 18 Januari 2020

KEBANGAAN DIRI



How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: Obaja 1:1-16 

Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (Obaja 1:3) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Keluaran 1-4 

Ada banyak alasan mengapa kita berbangga diri. Karena anak-anak berhasil dalam studi; karena suami atau istri yang sukses dalam pekerjaan; karena kita menerima penghargaan. Kebanggaan yang wajar. Tetapi akan menjadi hal yang salah ketika kebanggaan itu membuat kita sombong dan mulai merendahkan orang lain.

Bangsa Edom membanggakan diri dengan beberapa hal, antara lain merasa diri bijaksana (ay. 8) dan kuat bak pahlawan (ay. 9). Mereka juga menganggap diri mereka sebagai bangsa yang kuat dan tidak dapat dikalahkan karena mereka tinggal di dataran tinggi atau daerah pegunungan (ay. 3-4). Bangsa Edom menyombongkan diri mereka di hadapan Yehuda (sisa bangsa Israel yang masih berada di tanah milik pusaka mereka) saat Yehuda sedang mengalami kehancuran, bukan ketika Yehuda masih dalam keadaan yang aman (ay. 12-13). Kebanggaan semacam ini nyatanya mendatangkan kehancuran bagi bangsa tersebut. Bukannya ditinggikan, mereka malah direndahkan!

Sumber kebanggaan diri kita hanyalah pemberian Tuhan semata. Namun kita harus tetap menjaga hati untuk tidak sombong akibat hal-hal yang membanggakan tersebut. Ketika kita melihat ke sekeliling kita, orang-orang yang mungkin tidak seberuntung kita, apakah kita lalu merasa lebih baik dari mereka? Kiranya kita dijauhkan dari sikap semacam itu. Sebaliknya, biarlah kita belajar untuk tetap rendah hati dan menyalurkan karunia Tuhan tersebut untuk menolong orang-orang di sekitar kita.

KEBANGGAAN DIRI TANPA DISERTAI KERENDAH HATIAN AKAN MENDATANGKAN KECELAKAAN, BUKAN KESEJAHTERAAN

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 18 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 17 Januari 2020

MERINDUKAN TUHAN


How are you today? 
Firman Tuhan :
Baca: Mazmur 42:1-12 

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (Mazmur 42:2) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Kejadian 49-50 

Sewaktu kuliah, saya pulang ke rumah orangtua setiap akhir pekan. Teman dekat, ibu kos yang ramah dan baik, bahkan tugas kampus yang menumpuk tak menyurutkan kerinduan untuk berjumpa dengan keluarga. Satu minggu tidak bertemu terasa begitu lama. Seindah dan selengkap apapun fasilitas di luar sana, tempat terindah bagi saya tetap di tengah keluarga demikian cerita teman saya. 

Pemazmur juga mengalami kerinduan yang kuat. Penyanyi Lewi dari bani Korah yang berada di pembuangan ini merasa terisolasi secara rohani. Ia merindukan Allah yang seakan tak segera menjawab seruannya. Ia merasa terisolasi secara fisik karena tak lagi dapat memimpin umat dengan nyanyian syukur di rumah Allah. Ia terisolasi secara sosial karena musuh yang terus mengolok-olok, “Di mana Allahmu?” 

Pemazmur merasa tertekan dan gelisah. Ia mengenang masa lalunya yang penuh dengan sukacita manakala memimpin umat masuk ke rumah Allah, mengingat kasih setia Allah, dan juga ketekunannya dalam berdoa. Kenangan itu membuatnya ingat akan kesetiaan dan kenikmatan dari Allah. Ia pun terus menyemangati diri untuk berharap kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.

Bagaimana dengan kita? Adakah getaran rindu akan Tuhan kita rasakan? Apakah kebaikan dan kesetiaan Tuhan di masa lalu menjadikan kita senantiasa berharap kepada-Nya? Adakah kebaikan Tuhan menyemangati kita untuk semakin merindukan-Nya dan menyadari bahwa tanpa Dia kita tidak dapat bertahan hidup? Mari mendekat kepada Tuhan lebih dari sekadar memohon kebebasan dari segala pergumulan!

KERINDUAN KITA PADA ALLAH MENUNJUKKAN BESARNYA IMAN KITA KEPADA-NYA

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 17 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 16 Januari 2020

KREATIFITAS DAN HIKMAT


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: Amsal 2:1-9 

Karena TUHAN-lah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. (Amsal 2:6) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Kejadian 46-48 

Tiga calon staf pemasaran dites menjual sisir di kompleks biara Shaolin. Tantangan yang cukup pelik karena para biksu berkepala gundul. Calon pertama hanya berhasil menjual satu sisir. Itu pun karena seorang biksu iba melihatnya. Calon kedua berhasil menjual sepuluh sisir. Ia tidak menawarkannya kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang berkunjung ke komplek itu. Bagaimana dengan calon ketiga? Ia berhasil menjual 500 sisir! Caranya? Ia menemui kepala biara dan meyakinkan bahwa, dengan dibubuhi tanda tangan kepala biara, sisir itu bisa dijadikan cendera mata unik dari biara itu.

Banyak orang menyalahkan keadaan sebagai penghambat keberhasilan. Kita tidak bisa mengatur keadaan seperti yang kita kehendaki. Karena itu kita memerlukan hikmat untuk mengatasi keadaan dan menemukan solusi terbaik. Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian (ay. 6). Dalam studi, pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang perlu kita selesaikan.

Hikmat lebih dari sekadar pengetahuan. Hikmat memampukan kita menerapkan pengetahuan yang kita miliki dalam situasi keseharian, termasuk situasi yang pelik. Rasul Yakobus mengingatkan bahwa Allah akan memberikan hikmat dengan murah hati jika kita meminta kepada-Nya (Yak. 1:5). Dengan petunjuk hikmat-Nya, dalam situasi yang tampak buntu sekalipun, kita akan dicelikkan untuk melihat jalan terang dan dimampukan untuk mengatasinya.

TUHAN MENYEDIAKAN SOLUSI TERBAIK UNTUK SETIAP MASALAH, MINTALAH HIKMAT-NYA UNTUK MENEMUKANNYA

 Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 16 Januari 2020
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

 Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

 God Bless...! 

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id