Selasa, 31 Desember 2019

MEMBUAT RENCANA BARU


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Baca: Yakobus 4:13–17 

Sebenarnya kamu harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4:15) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 21-22

Akhir tahun lazim diisi dengan aktivitas tutup buku, pendataan barang persediaan, dan penghitungan untung rugi. Para pelaku usaha juga merancang strategi bisnis untuk tahun berikutnya. Sedangkan kaum profesional memikirkan cara menggaet klien atau pelanggan lebih banyak lagi. Berbagai rencana disusun untuk meraih hidup yang lebih nyaman dan sejahtera. Tanpa disadari, optimisme yang membubung cukup sering mengundang kepongahan. Seolah semua yang kita rancang dan pikirkan pasti terlaksana. Seakan kita dapat memastikan hari depan kita.

Tentu kita harus memperhitungkan risiko ketika menjalankan aktivitas apa pun. Tidak ada yang salah pula untuk bersikap optimistis. Namun kita tidak boleh membanggakan diri berlebihan, seolah kita sendirilah pengendali atas hidup dan masa depan kita. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat menyusun rencana untuk tahun mendatang. Pertama, kita hanya dapat merencanakan, namun tidak dapat memastikan apa yang terjadi esok. Kedua, hidup kita singkat dan harus diisi dengan hal-hal yang bermakna (ay. 13, 14). Ketiga, kita harus bergantung kepada Tuhan sepenuhnya dalam perencanaan kita.

Yakobus menasihatkan agar kita senantiasa memikirkan kehendak Tuhan dalam setiap perencanaan. Dengan mengakui bahwa Tuhanlah yang berdaulat dan yang membuat rencana kita berhasil, kita menundukkan diri di hadapan-Nya. Ketika kita merendahkan diri, Tuhan akan meninggikan kita (ay. 10). Dengan demikian, apa yang kita rencanakan dan kita lakukan menjadi berarti.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 31 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 30 Desember 2019

BUKAN DIRESOLUSINYA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Baca: Lukas 5:36-39 

Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. (Lukas 5:38)  
Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 19-20 

Ketika tahun baru menjelang, banyak orang menyusun resolusi. Tahun depan akan berbuat ini dan itu. Akan berhenti begini dan begitu. Tak salah menyusun resolusi. Siapa yang tak ingin menjalani hidup dengan lebih baik? 

Sebelum menyusun resolusi tahun baru, kita dapat menimbang-nimbang resolusi yang kita buat untuk tahun ini. Sejauh mana kita berhasil menjalankannya? Jika berhasil, kita boleh bersyukur dan berbangga. Jika belum berhasil, tidak perlu kita jadi patah semangat. Tetaplah menyusun resolusi untuk tahun depan. Sambil menyusun resolusi, cobalah mencari tahu, hambatan apa yang membuat kita belum berhasil menjalankan resolusi terdahulu. Jika sudah tahu, carilah cara untuk mengatasinya. Hal ini sangat penting. Karena sebaik apa pun resolusi kita untuk tahun depan, semua akan berakhir sama jika kita tidak mengatasi hambatan yang ada.

Keadaan bisa jadi hambatan. Namun apa guna menyalahkan keadaan? Lebih baik kita melihat diri sendiri. Jangan-jangan ada sikap dan kebiasaan yang jadi hambatan. Menjelang tahun baru, baiklah kita mengubah sikap dan kebiasaan. Bukan sekadar menyusun resolusi. Karena tanpa merubah sikap dan kebiasaan, resolusi tak akan pernah jadi. Sejajar dengan nasihat Yesus untuk memasukkan anggur baru ke dalam kantong baru, tahun baru sepatutnya dirayakan dengan sikap dan kebiasaan yang baru. Kalau tahun baru terus diisi dengan sikap dan kebiasaan lama, kebaruan itu menjadi “rusak”, hidup kita tidak mengalami kemajuan yang nyata.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 30 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...! 

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 29 Desember 2019

SUMBER KASIH KARUNIA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Baca: Yohanes 7:53-8:11 

Jawabnya, "Tidak ada, Tuan." Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)

Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 17-18 

Wanita ini tertangkap basah telah berzinah! Ia layak dirajam. Namun, para ahli Taurat dan orang Farisi itu tidak segera menghukumnya, tetapi sengaja membawanya kepada Yesus. Tujuan mereka mencobai dan menjebak Yesus, agar mereka punya alasan untuk mempersalahkan Dia. Namun Yesus tahu persis maksud jahat mereka. Dengan hikmat-Nya, tak seorang pun berani menghukum wanita itu. Yesus telah memberikan kasih karunia-Nya untuk mengampuni kesalahan wanita itu dengan sebuah pesan: jangan berbuat dosa lagi.

Yesus adalah sumber kasih karunia! Kasih karunia-Nya selalu tersedia untuk mengampuni orang berdosa. Namun demikian, kasih karunia yang melimpah itu tidak berarti kita dapat hidup seenaknya untuk berbuat dosa. Allah sangat mengasihi orang berdosa, tetapi Dia sangat membenci dosa! Allah mengampuni orang berdosa, namun juga mengingatkannya untuk menjauhi dosa. Allah dengan kasih karunia-Nya tidak akan membiarkan kehidupan kita dihancurkan oleh dosa. Dia hendak melindungi dan memelihara kita.

Inti dari hidup kekristenan adalah kasih karunia, yakni berisi kebaikan, kasih, dan kemurahan Allah yang melimpah di dalam setiap hidup kita. Kita yang tak terampuni, tetapi oleh kasih karunia, kita dibenarkan-Nya. Setelah diselamatkan, kita pun diminta untuk memberi respons terhadap orang lain di dalam kasih karunia yang sama. Allah dengan kasih karunia-Nya telah mengampuni kita, apakah kita juga bersedia mengampuni orang yang bersalah kepada kita?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 29 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 28 Desember 2019

DILARANG MENULIS


How are you today?
Firman Tuhan : 
Baca: 1 Timotius 4:1-16 

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan... (1 Timotius 4:12)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Wahyu 14-16 

Kakaknya, James, seorang pencetak surat kabar. Saat berusia 15 tahun ia membantu kakaknya. Setelah sekian hari bekerja, ia mengutarakan niat untuk menulis artikel di koran. James kaget dan melarangnya. Tak jera atau mundur, diam-diam ia menulis dan mengirimkan karyanya ke alamat sang kakak dengan memakai nama samaran. Karena dipandang layak terbit, artikel-artikel itu dicetak dan mengundang banyak reaksi positif. Siapakah ia? Dialah Benjamin Franklin yang kelak menjadi ilmuwan, penemu, negarawan, dan pengarang besar pada zamannya.

Paulus melihat potensi dalam diri Timotius yang masih muda itu dan ikut mengasahnya. Sampai tiba saatnya ia memercayakan kepadanya tugas penggembalaan jemaat. Peneguhan atasnya dilakukan di hadapan jemaat melalui "penumpangan tangan sidang penatua" (ay. 14). Di lain sisi, ia juga selalu mendorong Timotius untuk bertekun dalam belajar dan mengajar, menjaga diri, dan menjadi teladan (ay. 12, 13, 16). Supaya apa? Supaya ia semakin maju dan tidak diremehkan hanya karena ia masih muda (ay. 12, 15).

Tak banyak orang seperti Paulus. Lebih banyak yang menyerupai James Franklin. Potensi Anda tak ditengok. Kekurangan Anda rajin dicermati. Bukannya didorong maju, Anda justru dihambat. Semangat Anda diremehkan dan diruntuhkan. Tak mengapa. Jangan tersinggung, apalagi marah. Alihkan konsentrasi demi menggali potensi. Terus berjuang membuahkan karya-karya positif. Tuhan melihat potensi Anda dan Dia ingin Anda maju. Jadi, kenapa jera dan mundur? Ayo, maju!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 28 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 27 Desember 2019

BELOK MENDADAK


How are you today?
Firman Tuhan : 
Baca: Ratapan 3:1-20

Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun. (Ratapan 3:11) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 12-13 

Seorang hamba Tuhan bernama Cecep Soeparman suatu ketika bersaksi tentang bagaiman Tuhan memanggil dia untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, dia bekerja di perusahaan multinasional, sebuah perusahaan asing seperti yang di idam-idamkan waktu kuliah. Setelah bekerja selama tujuh tahun, dia mendapatkan kepercayaan menduduki posisi yang baik dan pendapatan yang memadai untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Entah bagaimana pada tahun keempat belas ia merasakan panggilan Tuhan yang kuat untuk terjun dalam pelayanan. Akhirnya ia mulai mendoakan panggilan yang tidak pernah di rencanakan itu. Cecep terdorong untuk merespons panggilan Tuhan tersebut dengan tindakan iman, meninggalkan zona nyaman, dan berjuang dalam pelayanan sepenuh waktu. Pada usia 38 tahun, dan mengajukan diri untuk pensiun dini dan melayani Tuhan penuh waktu sebagai pendeta hingga sekarang.

Sering kali sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi secara mendadak dan memaksa kita untuk berbelok dari rencana semula. Seperti diungkapkan Nabi Yeremia, kadang kala Tuhan membelokkan jalan-jalan kita, merobek-robek, dan membuat kita tertegun. Tetaplah dengan sukacita kita mengikuti jalan Tuhan karena Dia mengetahui rancangan yang ada pada-Nya mengenai kita, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11).

Jika kita merasakan jalan kita tidak sesuai dengan rencana yang kita buat, percayalah bahwa jalan Tuhan jauh lebih indah dan sempurna dari rencana kita. Ada sesuatu yang jauh lebih baik dan mulia, yang sudah Tuhan siapkan.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 27 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 26 Desember 2019

MENDIDIK DENGAN KETELADANAN


How are you today? 
Firman Tuhan :
Baca: 2 Timotius 3:10-17 

Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (2 Timotius 3:10) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 9-11 

Jarkoni, bisa ngajar ora bisa nglakoni. Istilah bahasa Jawa ini merupakan ejekan untuk para pendidik yang hanya bisa mengajar, tetapi tidak bisa melakukan ajarannya. Yang benar seharusnya positif, bisa mengajar ya bisa melakukan. Itulah pendidikan keteladanan.

Ki Hajar Dewantoro telah meninggalkan warisan filsafat kepemimpinan pendidikan, “Ing Ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi.

Paulus berani berkata kepada anak rohaninya, Timotius, “Hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Itu berarti sama dengan berkata, “Teladanilah atau ikutilah ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku, dan ketekunanku.” Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk mendidik melalui contoh atau keteladanan.

Beranikah kita, baik selaku orangtua kepada anaknya, sebagai guru kepada muridnya, selaku pejabat kepada rakyat atau bawahannya, maupun sebagai pemimpin agama kepada umatnya bersikap demikian? Berkata, “Ikutilah teladan Bapak dan Ibumu”; “Contohlah Bapak dan Ibu gurumu ini”; “Teladanilah para pemimpinmu ini”; “Ikutilah ajaranku! Lihatlah cara hidupku! Ikutilah pendirianku! Teladanilah imanku! Contohlah kesabaranku! Teladanilah kasih dan ketekunanku”? 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 26 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 25 Desember 2019

HADIAH TERBESAR


How are you today?
Firman Tuhan : 
Baca: Yohanes 3:1-21 

Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,  melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) 

Bacaan Alkitab Setahun:  
Wahyu 6-8 

Dalam sebuah acara pasutri, panitia meminta masing-masing pasangan memikirkan, menyiapkan, dan membungkus hadiah untuk pasangannya. Hadiah itu lalu diberikan dan langsung dibuka. Isinya menarik. Ada yang membelikan sandal, ada kalkulator, jam dinding, bahkan ada pula sendok garpu. Maksud panitia adalah agar setiap peserta memperhatikan kebutuhan pasangannya. Dengan demikian setiap orang dapat merasakan perhatian yang cukup istimewa dari pasangannya.

Acara itu memang dimaksudkan sebagai selingan yang menghibur. Meskipun demikian, peserta yang sensitive akan segera menyadari bahwa memberikan sesuatu yang benar-benar bermakna tidaklah mudah. Apalagi bila ingin memberi yang terbaik. Bahkan sering kita memberikan yang mudah didapat dan yang tidak merugikan diri sendiri. Bandingkan saja dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Pertama, Allah mengaruniakan Putra tunggal yang sangat dikasihi-Nya. Pemberian ini adalah keseluruhan milik-Nya yang paling berharga. Kedua, Allah memberikan-Nya kepada kita ketika kita masih berdosa (Rm. 5:8). Kasih Allah yang maha agung berada di balik anugerah pemberian ini. Ketiga, pemberian ini menjadi milik kita sampai selama-lamanya. Kristus memberi diri-Nya beserta dengan kehidupan kekal kepada kita yang percaya pada-Nya.

Adakah pemberian yang lebih besar dari ini? Apakah Anda telah menerima hadiah terbesar ini? Bila Anda telah menerimanya, apakah Anda juga menyambut Natal dengan penuh rasa syukur dan sukacita?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 25 Desember 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya cara nya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id