Minggu, 05 Mei 2019

SUKU BABEMBA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Efesus 4:1-16

Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:15)  
Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 11-13

Alice Walker, dalam buku Sent by Earth, menuturkan suatu tradisi unik suku Babemba di Afrika Selatan. Ketika seorang warga melakukan pelanggaran, mereka membawanya ke tengah kampung. Seluruh penduduk kampung mengelilinginya dan menceritakan berbagai kebaikan yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Mereka percaya setiap orang itu baik, namun kadang-kadang berbuat salah, yang sebenarnya merupakan suatu seruan minta tolong. Mereka bersatu untuk menghubungkan kembali orang itu dengan tabiat baiknya. Upacara itu dapat berlangsung berhari-hari, dan diakhiri dengan pesta untuk menyambutnya kembali sebagai anggota suku.

Paulus menyatakan bahwa suatu kunci pertumbuhan jemaat adalah, dalam versi BIS, “menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih” (ay. 15). Menurut konteksnya, Paulus menasihati umat Allah untuk senantiasa mengingatkan satu sama lain akan siapa diri mereka di dalam Kristus: realitas bahwa kita telah menjadi ciptaan baru, umat yang ditebus, dipilih, dan dijadikan anak Allah.

Tradisi suku Babemba tadi mirip dengan pendekatan Paulus. Bedanya, mereka menganggap kebaikan seseorang melekat pada dirinya sendiri. Sebaliknya, Paulus menunjukkan, kebaikan kita bersumber pada anugerah Allah semata. Maka, ketika seorang saudara seiman melakukan pelanggaran, kita perlu mengingatkannya akan anugerah Allah yang memberinya identitas baru di dalam Kristus. Dengan itu, kiranya ia termotivasi untuk bertobat dan menyelaraskan hidup menurut identitas tersebut.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 5 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 04 Mei 2019

WAJIB HIDUP SEPERTI KRISTUS



How are you today? 
Firman Tuhan :
1 Yohanes 2:1-6 

Siapa yang mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1 Yohanes 2:6) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 9-10

Seorang pelancong berkunjung ke Israel. Ia menumpang taksi menuju penginapan. Di dalam taksi, supir memutar musik rock keras-keras. Pelancong itu berkomentar, “Pak, tolong ganti musiknya! Zaman Yesus dulu tidak ada musik seperti itu!” Supir taksi itu segera menghentikan taksinya seraya berkata: “Baiklah, kalau begitu silakan turun! Silakan jalan kaki atau tunggulah keledai lewat karena pada zaman dulu Yesus bepergian dengan berjalan kaki dan naik keledai!”

Hidup di dalam Kristus mengundang kita hidup sebagaimana Dia hidup. Tetapi, bukan berarti kita mengikuti gaya penampilan-Nya berjubah, berkasut, berjalan kaki ke mana-mana, dan konon berambut panjang. Kemajuan teknologi, yang merupakan berkat Tuhan melalui akal budi manusia, turut mengubah gaya hidup kita. Tentu sah-sah saja kita memanfaatkannya.

Jadi, bagaimana kita hidup sebagaimana Kristus hidup? Ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu kita menggali pemahaman ini: Jika Kristus ada di posisiku, apa yang Dia lakukan? Apakah Kristus melakukan korupsi? Apakah Kristus melakukan tugasnya dengan malas? Apakah Kristus melakukan kecurangan? Apakah Kristus mencari keuntungan bagi diri-Nya sendiri? Hidup sama seperti Kristus telah hidup, dengan demikian, berarti melakukan panggilan hidup kita masing-masing, baik di rumah, di tempat kerja, di gereja, dan di masyarakat dengan kebajikan, kebenaran. Semuanya kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan meraih tujuan kekal, bukan untuk kemuliaan diri atau tujuan duniawi.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 4 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 03 Mei 2019

PANDANGAN YANG SALAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Bilangan 13:25-33 

Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (Bilangan 13:30) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 6-8 

Dulu setiap pulang sekolah, saya berjalan kaki sejauh 1,5 km dari jalan raya sampai ke rumah. Tak jarang saya kesal lalu menggerutu dalam hati, mengapa saya tak punya sepeda motor seperti teman-teman saya. Sekarang, saya punya kendaraan pribadi. Lucunya, terkadang saya harus meluangkan waktu khusus untuk berolahraga jalan kaki 2 km. Saya tak pernah menggerutu. Saya melakukannya dengan semangat karena ingin menjaga kesehatan.

Andai dulu saya menganggap berjalan pulang sejauh 1,5 km sebagai olahraga, tentu saya melakukannya dengan bersemangat. Sayang, waktu itu saya memandang jalan kaki sebagai masalah. Pada akhirnya, cara pandang saya yang salah membuat sikap hati dan tindakan saya ikut salah.

Cara pandang yang salah akan melahirkan sikap hati dan tindakan yang salah. Sebaliknya, cara pandang yang benar akan melahirkan sikap hati dan tindakan yang benar. Dua belas pengintai menyaksikan hal yang sama, namun hanya Kaleb (ay. 30) dan Yosua (Bil. 14:6-9) yang memiliki cara pandang, sikap hati, dan tindakan yang benar. Pada akhirnya, nama mereka masyhur, bahkan sampai hari ini.

Sebagai orang pilihan-Nya, seyogianya kita memiliki sikap hati dan tindakan yang benar dalam menghadapi setiap masalah dan pergumulan. Semua itu berawal dari cara pandang yang benar. Seperti Kaleb dan Yosua, pandanglah setiap masalah dan pergumulan sebagai kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kasih, kuasa, dan berkat-Nya. Bukan sebagai kesempitan yang akan menghimpit hidup kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 3 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 02 Mei 2019

BERTOLONG-TOLONGANLAH


How are you today?
Firman Tuhan :
Galatia 6:1-10

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Galatia 6:2)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Raja-Raja 4-5

Motivator meminta peserta seminar meniup balon, menuliskan nama, dan memasukkannya ke sebuah ruangan. Penuhlah ruangan itu dengan 50 balon bertuliskan nama peserta. Kemudian, dalam waktu 5 menit, setiap peserta diminta mencari balonnya sendiri. Hasilnya, semua kerepotan "berenang" di ruang penuh balon itu. Lalu, perintah diubah: peserta mengambil balon acak saja, lalu memberikannya pada orang yang namanya tertulis di balon itu. Hasilnya, dalam 5 menit, semua orang memegang balonnya masing-masing.

Dalam surat Galatia, Paulus menerangkan pertentangan antara hidup sebelum dan sesudah mengenal Kristus. Hidup menurut hokum Taurat berbeda dari hidup menurut Roh. Masing-masing layaknya habitat bagi makhluk hidup. Penghuni sebuah habitat hidup menurut prinsip yang berlaku di situ. Siapa yang mengenal Kristus hidup dalam "habitat" Roh-Nya menurut prinsip atau hukum-Nya. Salah satu hukum Kristus ialah: saling tolong menanggung beban (ay. 2). Dengan cara itulah komunitas kristiani akan hadir dan berdampak. 

Jika dalam sebuah komunitas setiap orang hanya mengejar kepentingan, tujuan, dan kebahagiaannya sendiri, alhasil kekacauan diperoleh. Contoh ekstrim, ketika terjadi krisis ekonomi orang panik membeli bahan pangannya sendiri. Akibatnya kondisi kian buruk dan terpuruk. Sebenarnya hukum Kristus senantiasa berlaku: jika orang mulai memberi, pada gilirannya semua akan mendapat. Kenapa tidak memulainya dari diri sendiri dan menerapkannya dalam komunitas kita?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 2 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 01 Mei 2019

HUPERETES


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Korintus 4:1-5  

Demikianlah hendaknya orang memandang kami: Sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. (1 Korintus 4:1) 

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 1-3 Paulus menyebut dirinya sebagai seorang hamba Kristus (ay. 1). 

Dalam bagian tersebut, kata hamba memakai kata huperetes, yang berarti seorang pendayung kapal perang. Ia ditempatkan di bagian bawah kapal sehingga tidak nampak dari luar. Meskipun huperetes berperan sebagai pendayung kapal, tetap saja arah perjalanan sebuah kapal ditentukan oleh sang nakhoda. Ke mana pun nakhoda memerintahkan kapal untuk pergi, huperetes harus melakukannya. Ketika kapal tersebut memenangkan sebuah pertempuran, tentunya yang mendapatkan pujian bukanlah para pendayung kapal, melainkan sang nakhoda.

Paulus sengaja memakai kata huperetes untuk menggambarkan dirinya. Ia ingin menunjukkan bahwa pelayanannya adalah ekspresi dari ketaatannya kepada kehendak Kristus, Sang Nakhoda. Ketika pelayanan Paulus berhasil, bukan Paulus yang membusungkan dada, melainkan Kristus yang terlihat dan dimuliakan. Ketika Paulus memenangkan jiwa, bukan diri Paulus yang dipuji-puji, melainkan Kristus, Nakhoda, yang diagungkan. 

Bagaimana dengan kita? Seberapa sering kita justru mengambil tempat dan posisi yang seharusnya menjadi milik Kristus? Seberapa sering kita memiliki motivasi untuk menonjolkan diri untuk mendapatkan pujian orang lain ketika melayani Dia? Bukankah seharusnya kita mengambil peran, kedudukan, dan tanggungjawab seperti seorang huperetes? Biarlah kehidupan kita tersembunyi di dalam Kristus. Biarlah Kristus menyatakan kehidupan-Nya melalui hidup kita. Biarlah hidup kita memuliakan nama-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 1 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

 Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 30 April 2019

SEMUA KITA BERDOSA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Yohanes 1:5–2:2 

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Raja-Raja 21-22 

Kesaksian seorang teman sata ketika dia kelas 5 SD, sekolah kami mempunyai peternakan ayam petelur. Suatu pagi yang sepi, teman saya melihat sebutir telur berada di depan sebuah kandang. Dia mengambilnya dan menyembunyikan di dalam tas. Pulang sekolah, sahabat ini menunjukkan telur tersebut dengan bangga kepada ayahnya yang menjemput dia. “Tadi nemu di kandang,” jawabnya ketika si ayah menanyakan asal telur tersebut. Ayahnya memegang pundaknya dan berkata, “Itu bukan nemu, tapi mencuri. Itu bukan milikmu.” Ia mengembalikannya dengan tersipu malu.

Tidak ada seorang pun manusia yang layak mengatakan dirinya adalah manusia yang tidak berdosa. Itulah inti dari surat Yohanes. Bahkan pernyataan “bayi yang tak berdosa” bertentangan dengan Roma 5:19, yang menyatakan bahwa ketidaktaatan satu orang telah menjadikan semua orang berdosa. Tetapi, Yohanes juga menulis tentang karunia keselamatan dari Allah. Melalui pengurbanan Yesus, bagi setiap orang yang mengakui dosanya, Allah akan mengampuni dan menyucikannya dari segala kejahatan (ay. 9) 

Roh Kudus menginsyafkan kita akan dosa dan, setelah kita menjadi orang percaya, menuntun kita untuk hidup memuliakan Tuhan. Dalam belajar berjalan dipimpin Roh Kudus, tentu kita masih dapat terjatuh. Syukurlah, Roh Kudus sabar untuk menuntun kita pada pertobatan, memperbarui pikiran kita agar sesuai dengan kebenaran Tuhan, dan memampukan kita menerapkan kebenaran itu. Hari demi hari kita diubahkan—dalam anugerah demi anugerah, dalam iman kepada iman, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 30 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 29 April 2019

PANTANG MENYERAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Amsal 24:7-10 

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Amsal 24:10) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Raja-Raja 19-20 

Seorang teman menulis status di Facebook: “Jika salah, perbaiki. Jika gagal, coba lagi. Tapi jika kamu menyerah, semuanya selesai.” Sebuah catatan singkat yang dipakai Tuhan untuk “membangunkan” semangat saya agar tidak menyerah. Nah, selama beberapa hari itu, entah mengapa ada godaan untuk menyerah karena suatu hal yang cukup berat untuk dijalani. Jadi, saya merasa bukan kebetulan jika hari itu saya membaca catatan singkat tetapi berbicara kuat itu.

Godaan untuk menyerah juga sering menghampiri orang yang sedang dalam masa kesesakan. Orang yang menyerah tidak memiliki kekuatan yang cukup dalam dirinya. Kondisi tawar hati biasanya disertai dengan perkataan yang putus asa, keinginan untuk menyerah, atau niat yang spontan untuk mundur. Alkitab FAYH menuliskan, ”Engkau orang lemah jika engkau tidak tahan uji dalam menghadapi kesesakan.” Kesulitan hidup, tantangan, dan kesesakan adalah kondisi yang wajar dialami oleh setiap orang. Status sebagai anak Tuhan bukanlah jaminan untuk terbebas dari kesesakan hidup. Sungguh keliru jika kita menyerah karena kita akan kian tak berdaya menghadapi tantangan itu. 

Hari-hari ini, mungkin ada kesalahan fatal yang kita lakukan atau kegagalan yang kita alami. Tetapi, jangan menyerah! Masih ada kesempatan untuk memperbaiki atau mencoba lagi. Berjuanglah lagi dengan kekuatan yang Tuhan berikan karena masih ada harapan bagi kita. Buktikan bahwa kita punya cukup kekuatan dalam menolak godaan untuk menyerah.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 29 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id