Rabu, 06 Maret 2019

SIAPA GEMBALA ANDA?


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 23

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 14-16 

Robert Mitchell menulis tentang dampak televisi, yang “menggembalakan” banyak orang kristiani. Mengikuti Mazmur 23, ia menulis: 

“1. TV adalah gembalaku, takkan bertumbuh kerohanianku. Ia membuatku terus duduk tanpa melakukan apa-apa bagi-Nya. 2. TV menyita seluruh waktu luangku hingga aku tak bisa memenuhi tanggung jawabku sebagai orang kristiani. Ia menawarkan banyak program menarik yang harus kutonton; segala pengetahuan tentang dunia ini. 3. Ia membuatku tak punya waktu untuk menyelidiki Alkitab. Ia menuntun aku menjauhi ibadah dan membaringkan aku hingga tak bisa berbuat apa-apa bagi Kerajaan Allah. 4. Sekalipun aku hidup hingga seratus tahun, aku akan terus menontonnya. Ia teman terdekatku; suara dan gambarnya, itulah yang menghibur aku. 5. Ia menyediakan hiburan bagiku dan mengalangiku untuk melakukan hal-hal penting bersama keluargaku. Ia mengisi kepalaku dengan ide-ide yang berlawanan dengan kehendak Allah. 6. Oleh banyaknya waktu terbuang menonton TV, aku kehilangan banyak hal, seumur hidupku.” 

Siapa yang lebih banyak menggembalakan kita? Adakah sesuatu selain Tuhan yang begitu menyita waktu hingga kita tak sempat bersekutu dengan Tuhan dan mendengar suara-Nya? Adakah sesuatu yang begitu menyita perhatian hingga kita tak lagi dapat melakukan sesuatu bagi keluarga dan Kerajaan Allah? Ayo kembali kepada penggembalaan Tuhan, Pemelihara jiwa kita. Gembala yang lain hanya akan menyesatkan. Dan, nyanyikan lagi mazmur Daud yang sesungguhnya... Tuhanlah Gembalaku.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 05 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 05 Maret 2019

MENAKLUKKAN TIPUAN IBLIS


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Matius 4:1-11

Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! (Matius 4:10) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ulangan 11-13 

Segera setelah langit terbuka bagi-Nya dan Roh Allah turun ke atas-Nya dan Dia dinyatakan sebagai Anak Allah dan Juruselamat dunia, Yesus dicobai. Pelayanan-Nya baru saja dimulai, tetapi Dia sudah harus menghadapi pencobaan Iblis. Iblis menyerang-Nya dalam tiga aspek: kebutuhan jasmani atau kebutuhan hidup (ay. 3), demonstrasi kekuasaan atas dunia (ay. 5-6), dan peralihan kepemilikan dunia dari Iblis kepada Yesus (ay. 8-9). Ketiganya dipatahkan Yesus dengan mengutip firman Tuhan yang dilandasi atas kebergantungan mutlak kepada Bapa (ay. 4, 7, 10).

Hak istimewa dan tanda khusus yang menunjukkan kemurahan Ilahi tidak menjamin bahwa kita tidak akan dicobai. Iblis terus berperang melawan Allah dan umat-Nya. Menjauhkan orang percaya dari kesetiaan kepada Kristus, membawa mereka ke dalam dosa dan perbudakan sistem dunia. Seperti Iblis mempergunakan firman Allah ketika mencobai Yesus untuk berbuat dosa, ada kalanya ayat Alkitab dipakai untuk membujuk orang percaya melakukan sesuatu yang salah atau tidak bijaksana.

Karena itu, orang percaya perlu berdoa agar dibebaskan dari Iblis, waspada terhadap segala tipu muslihat dan pencobaannya, serta melawannya dalam peperangan rohani, sambil berpegang teguh di dalam iman. Orang percaya mesti memahami firman Allah dan waspada terhadap mereka yang memutarbalikkannya untuk memuaskan tabiat berdosa manusia. Mari kita mengikuti Yesus yang menaklukkan tipu muslihat Iblis, bukan malah melakukan keinginannya.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 05 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 04 Maret 2019

Ingrownius eyeballitus

How are you today?
Firman Tuhan : 
1 Raja-Raja 19:1-8 

Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raja-Raja 19:4) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ulangan 8-10 

Ingrownius eyeballitus, kelainan yang menyebabkan bola mata bertumbuh ke arah dalam, adalah istilah Chuck Swindoll untuk menggambarkan penyakit rohani yang kerap menghinggapi orang percaya. Ya, kita cenderung mengarahkan perhatian pada diri sendiri sampai pada taraf mengasihani diri. Kita merasa diri kita tidak dihargai dengan semestinya, diri kita penting namun luput dari perhatian, atau diri kita berbakat tapi tak kunjung dipromosikan.

Setelah Elia mengalahkan nabi-nabi Baal, Izebel melalui suruhannya mendatangi Elia dan mengancam hendak menghabisi nyawanya. Tentu nabi besar ini pernah menghadapi acaman lain sebelumnya. Namun, entah mengapa, kala itu Elia ambruk. Bahkan ia sampai lari ke padang gurun, dan di bawah pohon arar ia dikuasai oleh rasa mengasihani diri yang parah sampai ingin mati. Mata Elia berfokus ke dalam dirinya sampai ia tidak mampu lagi mengenali keberadaan Allah. Ia merasa dibuang dan ditinggal sendirian. Bersyukur, Tuhan tidak murka. Malahan Dia memberi Elia makanan dan waktu untuk beristirahat. Allah mendorongnya untuk kembali berfokus pada-Nya. Tak lama kemudian, Dia juga memberinya seorang teman, Elisa, untuk berbagi beban.

Apakah hari-hari ini kita mengalami masalah, tantangan, ketidakadilan, dan seakan-akan Tuhan berdiam diri? Ambillah waktu untuk mengistirahatkan mental kita. Dan yang tak kalah penting, lewatkanlah waktu bersama teman, pasangan, mentor, orangtua. Kiranya kita mendapatkan perspektif baru yang segar.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 04 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 03 Maret 2019

SALAH KOK MARAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
2 Tawarikh 26:16-23 

Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. (2 Tawarikh 26:19) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 5-7 

Saat itu mobil saya berhenti di persimpangan jalan hendak menyeberang. Tiba-tiba dari arah depan bersilang ada pengendara mobil yang memaksakan untuk berputar haluan bukan pada tempatnya, padahal sudut putarnya terlalu sempit. Ia menganggap mobil saya mengalanginya, lalu sambil marah ia membunyikan klakson sebagai peringatan agar saya mundur. Sungguh tidak tahu diri. Sudah salah, malah marah.

Hukum Musa mengatur upacara pembakaran ukupan sebagai tugas khusus yang diemban oleh para imam keturunan Harun (ay. 18-lihat Kel. 30:7-8). Raja Uzia menyalahi aturan itu, ia melakukannya sendiri (ay. 16). Karena pelanggaran itu ia ditegur oleh imam Azarya beserta 80 imam lainnya (ay. 18). Uzia bersalah karena mengambil jalur peran yang bukan wilayahnya. Namun alih-alih mengakuinya, reaksi Uzia justru marah besar (ay. 19). Fatal baginya, Tuhan memberi tulah berupa kusta (ay. 20-21). Mengapa ia marah? Sebab, setelah merasa diri kuat, ia menjadi tinggi hati (ay. 16)--tidak bisa lagi menerima teguran.

Sikap itu bukan monopoli raja Uzia. Kita pun tidak luput dari bahayanya. Keberhasilan, kehormatan, kekuatan, kekayaan, dan ketenaran bisa membuat orang silau. Terbuai dan termanjakan. Hanya melihat kehebatan diri, tidak menyadari kekurangannya. Hanya bisa menerima sanjungan, sukar mencerna teguran. Akibatnya, karena ditegur, bukannya berterima kasih kita malah marah. Semoga kisah raja Uzia menjadi peringatan serius bagi kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 03 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 02 Maret 2019

PESAN TERAKHIR


How are you today?
Firman Tuhan :
Ulangan 32:44-47

Perhatikanlah segala perkataan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia... (Ulangan 32:46)

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 3-4

Pesan terakhir seseorang yang hendak meninggal dunia acap kali sarat makna. Karena itu, pihak yang mendengarnya berusaha memperhatikan baik-baik dan memenuhi pesan itu. Menjelang akhir hidupnya, Musa menggunakan kesempatan untuk meninggalkan pesan penting kepada bangsa Israel yang selama empat puluh tahun dipimpinnya. Pesan itu harus didengarkan, diperhatikan, dan diingat-ingat oleh seluruh bangsanya. Musa menegaskan agar pesan itu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Kepada generasi yang baru itu, Musa mewanti-wanti agar mereka jangan mengulangi kesalahan yang sama, kesalahan angkatan terdahulu yang harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Ia mengingatkan bahwa mereka bukanlah satu bangsa yang kebetulan disayang dan dipilih Tuhan. Sebaliknya, mereka adalah bangsa yang ditetapkan Tuhan sendiri melalui janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah yang telah menciptakan, memelihara, dan menjaga mereka dengan perhatian dan kesetiaan sedemikian rupa. Musa memakai istilah “dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya sendiri” (32:10), suatu pelukisan yang menunjukkan betapa khusus dan istimewa kasih dan perhatian Allah kepada mereka.

Di dalam pesan peringatan ini berlaku prinsip dasar yang tak akan berubah: hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan, itulah satu-satunya jalan untuk menikmati hubungan yang benar dengan Tuhan. Apakah kita setia menjalani hidup sesuai dengan prinsip firman-Nya? Mari kita memperhatikannya baik-baik agar kita tidak terjerat dan jatuh.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 02 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 01 Maret 2019

SHINING LIKE A STAR


How are you today?
Firman Tuhan : 
Filipi 2:12-18 

...supaya kamu tidak beraib dan tidak bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah orang yang jahat dan sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. (Filipi 2:15) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ulangan 1-2

Pada 1972, pengusaha Mesir bernama Farahat kehilangan jam tangan seharga 11.000 dolar (kurang lebih seratus juta rupiah). Tanpa diduga, seorang pemulung dekil mengembalikan jam itu. Farahat bertanya mengapa si pemulung tak menyimpan dan menjualnya. Si pemulung menjawab, “Kristus, Tuhan saya, meminta saya untuk selalu jujur.” Kepada para jurnalis, Farahat berkata, “Saat itu saya belum mengenal Kristus, tapi saya berkata kepada si pemulung bahwa saya melihat Kristus dalam hidupnya. Dan, karena kesaksiannya ini, saya akan menyembah Kristus yang ia sembah.”

Ketika seseorang mengerjakan keselamatannya, dengan hidup menurut kehendak Kristus, ia akan melakukan tindakan yang berbeda dari standar dunia-bahkan di atas rata-rata. Orang akan berkata, “Yang begini, belum pernah kita jumpai.” Kejujuran pemulung tadi bersinar di tengah gelapnya ketidakjujuran dan pementingan diri sendiri. Selanjutnya, setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan demi nama Kristus akan membuat orang dunia mendengar nama-Nya dan mengenal-Nya.

Paulus berpesan kepada jemaat Filipi agar mengerjakan keselamatan mereka, baik ketika Paulus hadir maupun tidak (ay. 12). Paulus sendiri menjadi teladan dalam mengikuti Kristus (ay. 17). Mari kerjakan keselamatan kita dengan hidup sebagaimana Kristus ingin kita hidup. Bukan lagi untuk mencari keselamatan, tetapi untuk mensyukuri dan mewartakan keselamatan itu. Dan, ketika itu dilakukan dengan sukacita, perbuatan kita pun akan seterang bintang!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 01 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 28 Februari 2019

MENGALAHKAN YANG JAHAT DENGAN KEBAIKAN


How are you today?
Firman Tuhan :
Roma 12:9-21

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan... tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:17, 21)

Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 34-36

Terorisme merupakan masalah pelik, bukan hanya pada abad modern ini, melainkan masalah yang sudah setua peradaban umat manusia di dunia ini. Pelakunya bukan monopoli bangsa dan agama tertentu. Sejarah mencatat bahwa pelaku terorisme bisa berasal dari latar belakang apa saja. Tidak jarang kaum radikal itu melakukan tindakan kekerasan berdasarkan keyakinan “agamanya” untuk membasmi “lawannya”. Mereka menjalankannya dengan suatu “niat luhur”: demi menegakkan kebenaran dan keadilan menurut versi mereka sendiri (bandingkan dengan Yoh. 16:1-4).

Kepada murid-murid-Nya, Yesus Kristus mengajarkan agar kita mengampuni dan berdoa bagi orang-orang yang menganiaya kita (Mat. 5:43-48). Arti mengampuni dan berdoa ini tidak berhenti hanya pada ritual ibadah dalam gedung gereja. Sebaliknya, karya kasih Allah yang mengampuni dan memulihkan ini mengundang kita untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata hidup sehari-hari. Kasih Allah menyapa baik korban teror maupun pelakunya, dan juga menyapa semua orang (ay. 18).

Kita dipanggil untuk membawa damai di mana pun kita berada. Bila kita berdiam diri atau berhenti berbuat baik, kita akan menjadi pupuk penyubur terorisme. Sebaliknya, kita perlu secara aktif ikut berupaya untuk mewujudkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan berbuat kebaikan untuk menghapus kemiskinan dan kebodohan. Bukan dengan senjata kekerasan, bukan pula dengan berpangku tangan dan hanya menyalahkan pemerintah dan pihak lain, melainkan dengan mengamalkan kasih.

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id