Minggu, 06 Januari 2019

WAKTU UNTUK LAHIR DAN MENINGGAL



How are you today?
Firman Tuhan :

Pengkhotbah 3:1-15

Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam. (Pengkhotbah 3:2)



Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 16-18

Kematian adalah salah satu misteri kehidupan yang sukar dipahami. Seorang teman harus merelakan kepergian istri yang dikasihinya ketika anak mereka masih berusia tiga bulan. Seorang teman yang lain harus merelakan kepergian ayahnya, yang baru saja berpamitan untuk beristirahat karena merasa agak lelah. Padahal, pagi harinya sang ayah masih beraktivitas seperti biasa tanpa ada keluhan sakit. Mendengar dua kabar itu, saya terkejut dan berkata, “Memang, sampai sekarang kematian tetaplah menjadi misteri ilahi.”

Pengkhotbah berkata, “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.” Pada umumnya, manusia lebih mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran daripada menghadapi kematian. Padahal, kematian bisa datang sewaktu-waktu, tidak dapat kita perkirakan. Fakta menunjukkan bahwa orang yang masih muda belum tentu hidup lebih lama dari orang yang sudah berusia lanjut. Orang yang dalam keadaan sakit parah terkadang diizinkan Tuhan untuk hidup lebih lama dari orang yang terlihat sehat dan bugar. Perkara kematian sepenuhnya akan tetap menjadi kedaulatan Tuhan sebagai pencipta, pemberi hidup, dan penentu akhir keberadaan manusia di bumi.

Selagi Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, mari kita manfaatkan sebaik mungkin. Nikmati apa yang Tuhan berikan, sayangi keluarga kita, termasuk kasihi pasangan hidup kita dengan sungguh-sungguh. Kelak ketika waktunya kita berpisah dengan orang yang kita kasihi, akan ada ucapan syukur dan kenangan manis yang dapat dikenang.

Happy Sunday guys….
Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 6 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 05 Januari 2019

BERKAT HIDUP RUKUN


How are you today?
Firman Tuhan :
Mazmur 133:1-3

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Mazmur 133:3).

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 13-15

Seorang teman mengunjungi gereja tempat saya melayani beberapa tahun lalu. Itu sebuah gereja internasional dengan jemaat dari banyak suku dan negara. Menyaksikannya, ia berkata, “Melihat banyaknya orang dengan berbagai warna kulit memuji Tuhan, saya merasa seperti di surga!” 

Raja Daud mengungkapkan sukacitanya menyaksikan umat Allah yang terdiri atas berbagai suku beribadah bersama dengan rukun. Mazmur ini adalah nyanyian ziarah tentang ke-12 suku Israel dari seluruh bumi yang datang ke Yerusalem untuk beribadah setiap tahun. Ada hari raya tertentu yang mewajibkan mereka berkumpul di Bait Allah. Selain suku-suku Israel, orang non-Yahudi yang mengagumi Allah Israel juga datang untuk beribadah kepada-Nya.

Daud menyimpulkan persekutuan itu dengan “alangkah baiknya dan indahnya” (ay. 1). Tuhan berkenan atasnya, dilambangkan dengan urapan minyak yang melimpah di kepala seorang imam (ay. 2). Berkat Allah juga akan mereka nikmati, bahkan mengalir kepada orang lain. Aliran berkat itu seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung Sion. Perhatikanlah peta Alkitab (biasanya ada di halaman belakang Alkitab): gunung Hermon terdapat jauh di utara, di perbatasan Siria dan Libanon, sedangkan Sion adalah nama bukit tempat kota Yerusalem berdiri, jauh di selatan. Ketika kerukunan umat Allah tercipta, berbagai berkat akan dialirkan hingga ke tempat-tempat yang jauh. Jika demikian, tidakkah lebih baik jika kita turut menciptakan dan menjaga keindahan dan kerukunan umat Allah?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 5 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 04 Januari 2019

JAWABAN DOA


How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 1:5-25

Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (Lukas 1:13)

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 10-12

Sangatlah tidak menyenangkan berada di tengah kekacauan lalu lintas pada sore yang gelap dan hujan lebat! Lampu pengatur lalu lintas tidak berfungsi. Entah kerusakan apa yang terjadi sehingga hanya lampu hijau yang menyala. Kemacetan tak terhindarkan. Suara klakson dan teriakan semakin keras terdengar. Para pengendara tidak sabar dan mengabaikan polisi yang berusaha mengatur lalu lintas.

Lampu pengatur lalu lintas mengingatkan saya akan jawaban doa dari Tuhan. Sebagai orang yang hidup benar dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan (ay. 6), sangatlah wajar jika Zakharia dan Elisabet berharap agar Tuhan memberikan anak sebagai jawaban doa mereka. Walaupun rasanya mustahil, justru pada masa tua mereka, Zakharia dan Elisabet menerima jawaban doa mereka: seorang anak (ay. 13)! Tuhan memberikan anak itu bagi Zakharia dan Elisabet bukan semata-mata agar mereka bersukacita. Tuhan nyatanya memiliki rencana yang jauh lebih besar dari impian mereka. Anak dalam kandungan Elisabet akan dipakai-Nya untuk mempersiapkan kedatangan Yesus, Sang Mesias (ay. 16-17). Jawaban doa tidak tergantung pada seberapa kita layak karena kita tidak pernah cukup layak di hadapan Tuhan.

Jawaban doa bukan karena kita berhak menerima imbalan atas jasa kita kepada Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup anak-anak-Nya. Ada saatnya Dia menyalakan lampu hijau dan menjawab ya; dapat juga lampu merah dinyalakan dan Dia menjawab tidak; atau lampu kuning saat Dia menjawab tunggu.

Salam dahsyat dan tetap semangat...

Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 4 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 03 Januari 2019

ALLAH MENGUBAH PENDERITAAN


How are you today?
Firman Tuhan :
Kejadian 50:15-21

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50:20)

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 7-9

“Enak saja dia. Setelah membuat saya menderita, sekarang dia hidup nyaman dan bahagia. Masakan saya harus mengampuninya?” Itulah pola pikir yang otomatis muncul saat kita melihat orang yang pernah menyakiti kita menikmati hidup lebih baik. Akibatnya, kita makin sakit hati dan sulit pula mengampuni.

Yusuf menampilkan pola pikir yang berbeda. Bahkan kakak-kakaknya tidak menyangka Yusuf memiliki pola pikir yang sedemikian mulia. Tatkala kakak-kakaknya takut jika Yusuf membalas dendam atas kejahatan mereka, Yusuf justru telah mengampuni mereka. Perkataan Yusuf yang menghibur dan menguatkan memperlihatkan betapa lapangnya hati Yusuf. Ia sadar sepenuhnya akan niat jahat kakak-kakaknya. Namun, ia meletakkan semua pengalaman pahitnya dalam kerangka rancangan Allah yang baik. Keyakinan iman Yusuf akan pemeliharaan Allah terhadapnya, juga terhadap keluarga dan bangsanya nanti, membuat Yusuf melimpahkan kasih kepada kakak-kakaknya. Padahal kakak-kakaknya pernah melakukan perbuatan keji yang mendatangkan kesengsaraan pada Yusuf selama 13 tahun (bdk. Kejadian 37:2 dengan 41:46).

Apakah ada yang menyakiti hati Anda sedemikian dalam? Tentu sulit memaafkannya serta memulihkan diri dari kondisi terluka. Anda tidak dapat berjuang sendiri. Anda memerlukan Yesus. Renungkanlah kembali kasih Yesus bagi Anda dan hidup baru yang Anda terima dari Dia. Kasih dan anugerah-Nya melampaui perlakuan jahat yang telah menimpa Anda, sehingga Anda dimampukan untuk mengampuni.

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 3 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 02 Januari 2019

KEMURAHAN TUHAN BERLIMPAH


How are you today?
Firman Tuhan :
Efesus 1:3-14

 ...yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. (Efesus 1:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 4-6

Ada orang yang tidak mau menyantuni pengemis. Mereka menganggap orang itu malas bekerja, penipu karena sebenarnya kaya dari hasil mengemis, atau anggota sindikat pengemis. Bayangan bahwa orang lain akan menyalahgunakan pemberiannya membuat sebagian orang enggan bermurah hati.

Tidak demikian dengan Allah. Di dalam Kristus, Allah “telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga” (ay. 3). Sampai di sini kita mungkin beranggapan sudah sewajarnya Allah memberkati orang yang beriman. Namun, saat mencermati konteksnya, kita akan tercengang. Ternyata, Allah telah memilih kita sebelum kita lahir, bahkan sebelum dunia ini dijadikan (ay. 4). Kemurahan hati-Nya bagi kita telah ada bahkan sebelum kita ada!

Lalu, kita akan semakin takjub ketika menyadari bahwa Allah menetapkan pilihan itu “dalam segala hikmat dan pengertian” (ay. 8). Dia telah mengenal kita sejak semula-lengkap dengan segala dosa, pelanggaran, dan kebejatan yang akan kita lakukan-namun Dia memilih untuk “menentukan kita... melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya” (ay. 5). Potensi kita menyalahgunakan kemurahan-Nya tidak membatalkan ketetapan-Nya.

Sekarang pilihan ada di tangan kita. Di hadapan kemurahan-Nya yang berlimpah-limpah itu, bagaimana kita akan hidup? Apakah kita hidup secara sembrono dan sesuka hati? Ataukah kita, dengan memberi diri pada pimpinan Roh Kudus, belajar hidup sebagai anak Allah, hidup “untuk memuji kemuliaan-Nya” (ay. 14)?

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 2 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 01 Januari 2019

SUDAHKAH HIDUP MU BERMANFAAT?


How are you today?
Firman Tuhan :
2 Tawarikh 27:1-9

Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. (2 Tawarikh 27:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 1-3

David Brainerd adalah misionaris pelopor pekabaran Injil bagi suku Indian Amerika. Ketika usianya baru menginjak 29 tahun, ia menderita sakit parah. Menjelang saat-saat terakhir hidupnya, ia berkata, “Mengapa kereta-Nya tidak datang-datang juga? Saya sudah lama menantikan waktu untuk memuji dan memuliakan Tuhan bersama para malaikat di surga.” Usianya memang terhitung singkat, namun bagi Brainerd hal itu tidak menjadi masalah sebab dalam sepanjang hidupnya ia telah melakukan yang terbaik bagi Sang Raja.

Yotam berumur 25 tahun saat ia menjadi raja menggantikan ayahnya, Uzia. Alkitab mencatat bahwa sebagai raja di Yerusalem ia tidak bersenang-senang saja menikmati kekuasaannya. Sebaliknya, ia bekerja giat untuk Tuhan. Ia mendirikan banyak bangunan, mulai dari gerbang di rumah Tuhan, kota-kota di pegunungan, benteng-benteng sampai banyak menara. Sebagai penguasa, ia pun tidak memilih berdiam diri saja di istana, melainkan ikut berperang melawan bani Amon. Hidupnya memang terbilang singkat-hanya 41 tahun-tetapi selama itu ia berbuah banyak bagi Allah. Kehadirannya di dunia ini benar-benar memberi dampak bagi pemerintahannya.

Dari pengalaman David Brainerd dan raja Yotam, kita belajar bahwa yang penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita hidup. Apakah ada kualitasnya? Apakah ada manfaatnya bagi sesama? Apakah Allah dimuliakan melalui kita? Mari kita, berapa pun usia kita, memasuki tahun baru ini dengan semangat untuk hidup bagi kemuliaan-Nya!

Salam dahsyat dan tetap semangat...
Ps. GELPHY NARTHA S.
Jayapura, 1 Januari 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 31 Desember 2018

BERHENTI DI SUNGAI BESOR


How are you today?
Firman Tuhan :
1 Samuel 30:7-25

Dua ratus orang yang terlalu lelah untuk menyeberangi sungai Besor itu, berhenti di sana. (1 Samuel 30:10b)
Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 21-22

Dunia bertepuk tangan untuk orang yang terus maju. Yang makin tinggi. Makin besar. Makin banyak. Sebaliknya, mereka yang berhenti atau menyerah di tengah jalan tidak mendapatkan tempat, dianggap pecundang. Yang mundur dinilai payah. Begitukah? 

Daud memiliki pengalaman menarik. Ketika para pengikutnya dan keluarga mereka ditawan gerombolan orang Amalek, Tuhan mengizinkan mereka mengejar perusuh tersebut. Daud berangkat dengan pasukan berjumlah 600 orang. Tetapi, setiba di tepian sungai Besor, 200 orang terlalu lelah untuk melanjutkan pengejaran. Mereka tinggal dan rehat di sana. Sesudah meraih kemenangan, pasukan yang terus maju mengusulkan kepada Daud, agar mereka yang berhenti di sungai Besor tidak usah diberi bagian jarahan. Daud menolak. Semua orang tetap mendapatkan bagian. Yang terus maju dipuji, yang terpaksa berhenti dipahami. Semua dihargai. Bagi yang terlalu lelah dan terpaksa berhenti, tetap ada tempat tersendiri. 

Dari Daud kita belajar bahwa tidaklah cukup mengukur pencapaian seseorang hanya berdasarkan standar maju atau tidak maju: yang maju berarti pemenang; yang berhenti berarti pecundang. Tidak seperti itu. Masih banyak ukuran lain yang perlu dipertimbangkan. Masih cukup tenaga atau sudah terlalu lelah? Sehat atau sakit? Berani atau tidak? Adil atau tidak? Daud mengajak kita untuk berpandangan luas, berjiwa besar, dan berlapang dada. Bersedia menerima dan menghargai orang yang tak sanggup memenuhi harapan akibat dihadang keterbatasan.

Selamat menyongsong tahun baru 01 Januari 2019
Jayapura, 31 Desember 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id