How are you today?
Nats: ayat 20
Daniel 9:20-27
Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 11-14
Sebagai bangsa Indonesia, kadang-kadang kita prihatin, malu, marah, dan sekaligus galau kala menyaksikan kondisi bangsa ini. Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Kekerasan terjadi secara beruntun dan mirisnya kadang berjubah agama. Hal ini membuat sebagian orang skeptis dan masa bodoh. Sebagai pengikut Kristus, apa yang dapat kita lakukan di tengah persoalan yang kompleks ini?
Daniel, yang termasuk orang buangan, merasa prihatin akan nasib bangsanya. Ia tidak ingin bangsanya terus-menerus menderita sengsara, seolah tidak ada harapan bagi masa depan mereka. Bangsa Israel telah mengalami penderitaan begitu lama karena harus menjadi bangsa buangan di negeri Babel. Ini terjadi akibat dosa mereka sendiri. Karena itu, Daniel berdoa kepada Allah, bergumul akan kelangsungan hidup bangsanya (ay. 20). Ia percaya bahwa kelangsungan hidup serta masa depan bangsanya ada di tangan Tuhan. Maka, apa yang terjadi pada bangsanya tidak luput dari pengawasan Tuhan. Terlebih mereka adalah bangsa pilihan Tuhan.
Situasi dan kondisi bangsa kita yang tak menentu ini dapat saja melunturkan iman dan pengharapan kita. Akan tetapi, apakah kita mengizinkan situasi dan kondisi ini memperlemah iman kita? Seharusnya tidak! Kita tahu bahwa waktu dan sejarah tidak dikontrol oleh manusia, tetapi oleh Allah. Karena itu, kita seharusnya seperti Daniel, berdoa memohon belas kasihan Tuhan, agar Dia tetap memelihara bangsa ini. Marilah kita menjalani hidup kita dengan iman dan pengharapan yang teguh.
Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun.
Maju terus didalam Tuhan dan tetap semangat!
JAYAPURA, 17 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Jumat, 17 Agustus 2018
Kamis, 16 Agustus 2018
MENDAUR ULANG
How are you today?
Nats: ayat 12b
2 Tawarikh 12:1-16
Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 7-10
Ia guru TK yang baik. Secara kreatif ia mendayagunakan benda-benda yang tampaknya sudah tak berguna. Kertas bekas, kotak bekas pembungkus, mainan lama, hiasan tak terpakai, ia pungut ia dan manfaatkan untuk menciptakan alat peraga dan perangkat bermain yang menyenangkan anak-anak. Teman-temannya menjulukinya “si tukang daur ulang”. Ia pintar menemukan manfaat dari barang yang sudah dibuang.
Rehabeam, putra Salomo, bukan terbilang raja Yehuda yang patut diteladani. Ia tidak tekun mencari Tuhan dan hukum-Nya ia tinggalkan kala merasa diri kuat (ay. 1, 14). Nasihat bijaksana ia abaikan dan anjuran gegabah malah ia turuti sehingga menimbulkan sakit hati rakyat (1 Raj 12:1-17). Di bawah pimpinannya, Yehuda mengenal rupa-rupa praktik penyembahan berhala (1 Raj 14:22-24). Kita bisa membuangnya dari daftar raja Yehuda yang baik. Namun, betapa berbeda sikap penulis kitab Tawarikh. Ia tetap berupaya menemukan kebaikan padanya, dan berhasil. Pertama, masih ada kebenaran pada tiga tahun pertama masa pemerintahannya (2 Taw 11:17). Kedua, masih ada pertobatan ketika nabi Semaya menegurnya (ay. 6, 7, 12).
Hidup ini memang tidak sempurna. Banyak keretakan hubungan. Kerusakan karakter. Kebusukan sistem. Ketidakwarasan manusia. Keburukan situasi. Keganasan alam. Namun, Tuhan memanggil kita untuk menemukan kebaikan di tengah keadaan itu. Memungut hal-hal yang positif. Mensyukurinya. Memanfaatkannya. Mengembangkannya. Lalu menjadikannya sarana untuk memberkati sesama. Bersediakah Anda?
JAYAPURA, 16 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Selasa, 14 Agustus 2018
MENYEMIR SEPATU
How are you today?
Nats: ayat 14
Yohanes 13:1-20
Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 1-3
Serombongan besar pendeta Eropa menghadiri Konferensi Alkitab D.L. Moody di Massachusetts pada akhir 1800-an. Sesuai dengan tradisi Eropa, mereka biasa menaruh sepatu di luar kamar, agar malamnya para pelayan bisa membersihkan dan menyemirnya. Mereka lupa sedang berada di Amerika, yang tidak mengenal tradisi itu. Melihat hal ini, Moody meminta bantuan beberapa siswa untuk membersihkan sepatu-sepatu itu, tapi mereka enggan. Supaya tidak mempermalukan para tamu, Moody—sang penginjil ternama itu—mengumpulkan semua sepatu lalu membersihkan dan menyemir semuanya, di dalam kamarnya. Tanpa sengaja seorang teman masuk ke kamarnya dan melihat apa yang ia lakukan.
Esok paginya para tamu sudah memakai sepatu yang mengilap, tanpa tahu siapa yang membersihkannya. Moody tidak memberi tahu siapa pun. Namun, teman yang memergoki Moody memberi tahu beberapa orang sehingga selama sisa konferensi itu mereka bergantian membersihkan sepatu para tamu diam-diam.
Saat Yesus dan para murid makan bersama menjelang penyaliban, Dia menanggalkan jubah-Nya dan membasuh kaki para murid. Tanpa ragu Dia memberikan teladan tentang berhati hamba meskipun Dia adalah Tuhan dan Guru. Mengapa? Sebab para murid sangat perlu kerendahan hati dalam melayani. Seorang pelayan siap berada di tempat yang lebih rendah. Siap melakukan tugas yang tak nyaman. Siap melayani meski tak banyak dihargai.
Setiap kita sesungguhnya juga adalah pelayan Kristus. Bersediakah kita melayani dan berhati hamba seperti Dia?
JAYAPURA, 14 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Senin, 13 Agustus 2018
SEBUAH MAHKOTA DURI
How are you today?
Nats: ayat 17
Markus 15:16-20a
Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 64-66
Terasa nyeri tertusuk duri... demikian penggalan lirik lagu pop kala saya masih remaja. Kebetulan nama pelantun tembangnya Rafika Duri. Ya, kehadiran duri berisiko menusuk. Rasanya sakit. Paulus menamai “penyakit” di tubuhnya “duri di dalam dagingku” (2 Kor. 12:7). Wujud duri janggal. Dari tangkai yang lurus-landai tiba-tiba timbul tonjolan ekstrim. Tekukan tajam. Menyimpang tajam. Berujung tajam. Serba tajam, siap menusuk. Nyeri rasanya.
Duri hadir di bumi bersamaan dengan hadirnya dosa. Dosa adalah penyimpangan tajam dari kehendak Allah. Kehidupan jadi terlaknat. Timbul “semak duri dan rumput duri” (Kej. 3:17-18). Duri adalah buah dosa, hasil penyimpangan. Dosa membuat kehidupan ini serba berduri. Rupa-rupa hal menyakitkan terjadi di keluarga, di sekolah atau pekerjaan, dan di masyarakat. Penyakit. Kelainan. Kecacatan. Penyelewengan. Kecurangan. Konflik. Permusuhan. Kegagalan. Pengkhianatan. Kepedihan. Darah. Air mata. Semuanya menyakitkan. Duri. Nyeri.
Ketika disalibkan kepala Yesus diberi mahkota rangkaian tangkai berduri. Dipaksakan masuk. Praaak! Buluh menghantam. Duri menusuk. Kulit terobek. Daging tercabik. Urat terpotong. Darah mengalir. Artinya, Dia merasakan semua kesakitan akibat dosa. Mahkota duri mewartakan: Yesus adalah Tuhan yang tak pernah jauh dari kita. Kala duri kehidupan menusuk kita, biasanya orang pergi menjauhi kita. Yesus tidak! Dia kenal betul tusukan duri itu. Perih dan nyerinya. Di tempat kita merasa nyeri, Dia ada bersama kita. Yakinlah!
JAYAPURA, 13 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Minggu, 12 Agustus 2018
SIAP UNTUK MEMBAJAK
How are you today?
Nats: ayat 62
Lukas 9:57-62
Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 58-63
Memasuki musim tanam padi, Arman dan kedua orangtuanya mempersiapkan sawah untuk ditanami. Mereka membersihkan seluruh sawah yang akan digarap, lalu mengolah tanahnya. Untuk mempercepat pengolahan tanah dan mendapatkan hasil terbaik, Arman menggunakan traktor. Dengan penuh konsentrasi ia menggilas gundukan tanah di setiap bidang sawah, menghancurkan serta meratakan hingga tanah di sawah menjadi gembur. Akhirnya, sawah terlihat rapi dan siap untuk ditanami padi.
Saat seorang petani berkonsentrasi mengolah atau membajak sawah, ada satu hal yang perlu ia perhatikan: ia tidak boleh menoleh ke belakang. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan dengan hasil yang sebaik-baiknya. Saat membajak di sawah ia harus fokus memandang ke depan, pada tanah yang akan diolah menjadi lahan yang siap ditanami.
Tuhan menempatkan setiap orang percaya untuk menggarap lahan-Nya. Lahan itu antara lain berupa jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan dan memerlukan jalan kebenaran. Lahan yang siap ditanami benih kebenaran firman Tuhan untuk membawa mereka menemukan jalan kehidupan yang seharusnya. Para pengikut Kristus dilayakkan untuk melakukan pekerjaan mulia ini. Nah, ketika kita sedang bertugas sebagai penggarap lahan, jangan pernah menengok ke belakang, namun tunjukkan kepedulian yang sungguh-sungguh pada orang yang kita layani. Kiranya hati orang itu melembut, menjadi “tanah yang gembur”, siap ditanami benih firman-Nya.
Happy sunday guys...
JAYAPURA, 12 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Sabtu, 11 Agustus 2018
HANYA PENGELOLAH
How are you today?
Nats: ayat 35
Matius 21:33-46
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain lagi dengan batu.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 52-57
Ada orang kaya yang hendak menunjukkan kemurahan hati kepada salah seorang karyawannya. Karyawan itu diberinya izin untuk menempati salah satu rumahnya secara gratis. Suatu kali orang kaya itu bermaksud merenovasi rumahnya untuk dijadikan gudang penyimpanan barang. Untuk karyawannya, sudah disiapkan rumah yang lain. Bukannya mengikuti permintaan majikan, karyawan itu ngotot tidak mau pindah, bahkan mengklaim rumah itu sebagai miliknya. Terpaksa majikan itu menempuh jalur hukum untuk memaksa orang yang tidak tahu berterima kasih itu keluar dari rumahnya.
Situasi seperti inilah yang digambarkan dalam bacaan Injil hari ini. Allah digambarkan sebagai pemilik kebun anggur yang menyewakan tanahnya kepada kepada para penggarap lalu pergi ke luar negeri (ay. 33). Setelah beberapa waktu, pemilik kebun pulang dan mengutus orang-orangnya untuk meminta hasil dari kebunnya. Bukannya menerima hasil, para utusan itu justru mendapat perlakuan buruk dari para penggarap kebun. Ketika pemilik kebun mengutus anaknya, anak itu pun dibunuh. Tentu saja pemilik kebun marah dan hendak membinasakan orang-orang jahat itu serta akan menyewakan kebunnya kepada penggarap lain yang dapat dipercaya (ay. 41).
Orang Kristen sepatutnya menjadi pengelola yang baik dan dapat dipercaya dari karunia Allah. Mereka bekerja dengan tekun dan menghasilkan buah yang sepadan. Pengelola yang bertanggung jawab menyerahkan hasil kerjanya untuk memuliakan Allah. Andakah para pengelola yang dapat dipercaya itu?
JAYAPURA, 11 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Jumat, 10 Agustus 2018
TUHAN YANG HEBAT
How are you today?
Nats: ayat 4
Mazmur 93:1-5
Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.
Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 47-51
Saat bermain ke pantai dan sedang asyik berfoto dengan seorang teman, tiba-tiba ombak besar menerpa saya. Lumayan jauh saya terseret. Pakaian dan badan saya basah kuyup. Sepasang sandal baru saya pun terbawa jauh ke tengah pantai. Setelah ombak mereda, saya jatuh telentang di atas pasir. Jantung saya berdebar kencang. Meskipun sandal saya hilang, saya bersyukur karena Tuhan menyelamatkan nyawa saya.
Ketika membaca Mazmur 93 ini, saya teringat pada pengalaman di pantai itu. Walaupun suara hempasan ombak pantai menggelegar dan kekuatannya sangat hebat, Allah Sang Pencipta tetap paling hebat melampaui segala ciptaan (ay. 3-4). Tuhan adalah Raja di atas segala raja yang memiliki kedaulatan dan kuasa penuh untuk mengatur semua peristiwa yang terjadi. Saya pun semakin menyadari penyertaan Tuhan yang nyata di sepanjang hidupku. Tuhan yang Mahakuasa dan Mahamulia menempati takhta yang tak pernah goyah. Dia layak untuk menerima pujian dan ibadah kita selama-lamanya (ay. 1-2).
Sepanjang hidup kita ini, apakah kita lebih takut pada badai masalah, fenomena alam, dan masa depan, atau percaya penuh pada Allah yang Hidup, yang senantiasa menyertai kita? Jangan pernah takut menghadapi masa depan yang belum pasti, fenomena alam, dan masalah yang menumpuk. Firman Tuhan menegaskan bahwa kuasa Tuhan itu abadi, tetap teguh meskipun zaman terusmenerus berubah (ay. 5). Berusahalah untuk menghadapi semua tantangan dengan tetap beriman, taat, dan setia pada Tuhan kita.
JAYAPURA, 10 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)






