Sabtu, 31 Maret 2018
GOOD NEWS
How are you today....?
Nats: 14
1 Korintus 15:1-19
Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (1 Korintus 15:14)
Bacaan Alkitab Setahun:
Rut 1-4
“Injil” adalah kata serapan dari bahasa Arab, yang merujuk kepada kitab yang dibawa oleh Isa Almasih (Yesus) ke dunia. Dalam bahasa Yunani, bahasa yang digunakan dalam penulisan Perjanjian Baru, kata untuk “injil” adalah euangelion yang berarti kabar baik (eu- “baik”, -angelion “kabar”).
Apakah kabar baik itu? Kabar baik ini menyatakan bahwa Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, berkeliling melayani, dan kemudian mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Namun, tidak berhenti hanya sampai di situ. Jika Yesus mati dan tidak bangkit kembali, apa bedanya dengan orang lain? Nyatanya, kemudian Dia bangkit. Bukan bangkit seperti orang yang mati suri, yang nantinya toh akan mati juga. Bukan pula bangkit sebagai semacam roh yang bergentayangan. Tetapi, sungguh-sungguh bangkit dengan tubuh yang baru dan kekal, tubuh yang pada akhir zaman akan dimiliki juga oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Sebagian orang berusaha mengatakan bahwa kebangkitan Kristus itu hanya mitos. Tetapi, seperti ditegaskan Rasul Paulus, jika Yesus tidak bangkit, Injil itu tidak berkuasa. Di dalam kebangkitanlah kita mendapatkan bukti bahwa maut sungguh sudah dikalahkan. Bahwa hidup kita ini tidak harus dalam kematian. Sebaliknya, kematian hanyalah gerbang menuju kehidupan baru yang jauh lebih indah.
Dengan keyakinan ini, kita akan mampu menjalani hidup dengan lebih bersyukur dan berserah. Kita tahu, segala kesusahan dan perjuangan kita saat ini suatu saat akan berakhir dengan indah.
Jayapura, 31 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Email : pgelphy@yahoo.co.id
Jumat, 30 Maret 2018
BUKTI KASIH DAN RASA HORMAT
How are you today....?
Nats: 40
Yohanes 19:38-42
Mereka mengambil mayat Yesus, mengafani-Nya dengan kain lenan dan membubuhi-Nya dengan rempahrempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 20-21
Tidak menguburkan orang meninggal merupakan peristiwa tragis bagi orang Yahudi, bahkan bagi penjahat sekalipun. Dalam tradisi mereka, proses penguburan juga merupakan ungkapan kasih dari mereka yang mengasihi orang mati tersebut. Sayangnya, pada zaman Yesus, biasanya penjahat yang disalib tidak layak dikuburkan. Orang pun tak akan berkabung bagi mereka.
Ketika Yesus disalibkan seperti penjahat, Yusuf dari Arimatea tahu bahwa Yesus disalibkan bukan karena kesalahan-Nya. Ia lalu meminta izin kepada Pilatus untuk menguburkan Yesus. Yusuf adalah anggota Majelis Besar yang tak setuju dengan tindakan Majelis, dan secara diam-diam telah menjadi murid Yesus. Bersama Nikodemus, ia menurunkan mayat Yesus dan menguburkan-Nya di tanah miliknya, karena ia termasuk orang kaya. Maka, genaplah nubuat Yesaya, ”Kematian-Nya seperti seorang penjahat, namun Ia dikubur di dalam pekuburan orang kaya” (Yesaya 53:9, FAYH).
Begitulah. Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus mengungkapkan kasih dan penghormatan mereka kepada Yesus. Yang pertama mengorbankan tanah kuburan baru miliknya. Yang kedua membawa sekitar 37 kilogram rempah untuk mengafani Yesus. Konon, hanya mayat seorang raja yang dirempahi sebanyak itu. Dari sini kita dapat menduga seberapa Yesus berarti bagi Yusuf dan Nikodemus.
Bila kita mengakui Yesus sebagai Pribadi paling berarti bagi kita, bagaimana kita hendak mengungkapkan kasih dan penghormatan kepada-Nya?
Happy Passover guys...
Jayapura, 30 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Kamis, 29 Maret 2018
SENANTIASA MENGINGAT KEMATIAN KRISTUS
How are you today....?
Nats: 10
2 Korintus 4:7-15
Kami senantiasa membawa kematian Kristus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 18-19
Apakah inti iman Kristen? Kematian atau kebangkitan Yesus? Jawabannya: keduanya sekaligus. Terlalu menekankan salah satu di antaranya membuat kita timpang dalam menanggapi rahmat Allah. Inti iman Kristen, dengan demikian, adalah kasih Allah dalam kelahiran, hidup, karya, kematian, dan berpuncak pada kebangkitan Yesus Kristus. Ini memikat, namun mengandung konsekuensi langsung bagi mereka yang beriman kepada Kristus!
Bagi Paulus, penderitaan yang ia tanggung merupakan pupuk bagi kehidupan Kristus yang dinyatakan di dalam dirinya. Paulus tidak meminta agar kita berharap mengalami penderitaan. Namun, bila karena Kristus kita menderita, itu suatu tanda persekutuan yang erat antara kita dan Kristus, yang telah menderita bagi kita. Kita dan Kristus menjadi satu dalam penderitaan! Muara dari penyatuan ini bukanlah kesedihan, melainkan kejayaan bagi Allah. Sebab, kita menderita bukan karena hidup secara konyol, melainkan karena kita hendak menyatakan iman di tengah dunia yang keras dan tidak bersahabat. Itulah sebabnya Paulus menulis, ”Semuanya itu... menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah”.
Apakah hari ini Anda menderita karena iman Anda? Bersyukurlah bila demikian, sebab ketika Anda menderita, Kristus yang terlebih dahulu menderita bagi Anda akan menguatkan dan meneguhkan Anda di tengah panasnya gurun dunia. Salib Kristus akan mengantar Anda menuju kebangkitan-Nya. Apakah lagi hal yang lebih indah dari hal ini?
Jayapura, 29 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Email: pgelphy@yahoo.co.id
Rabu, 28 Maret 2018
MENGINGAT KORBAN KRISTUS
How are you today....?
Nats: 14
Lukas 22:14-20
Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu... (Lukas 22:19)
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 15-17
Menjelang wafat-Nya, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan para murid. Saat memecah roti dan membagikannya, Dia berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (ay. 19). Perjamuan malam Paskah merupakan kenangan yang sakral, dan umat kristiani meneruskan tradisi ini. Setiap kali kita merayakan perjamuan, kita diajak untuk mengingat kembali bahwa Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi kita. Artinya, kita sudah ditebus dan dipersatukan dengan Dia. Selain itu, Dia juga mempersatukan kita dengan pengikut-Nya yang lain.
Yesus meminta kita untuk mengenang pengorbanan-Nya melalui perjamuan. Kematian-Nya ibarat benih yang ditanam di tanah. Dia wafat untuk menumbuhkan tunas yang baru. Kitalah tunas-tunas itu. Tindakan-Nya untuk memberikan diri bagi kita dapat menjadi pendorong bagi kita agar kita pun berani memberikan diri dalam melayani sesama. Yesus tentu tidak ingin perjamuan itu hanya sekadar menjadi kenangan. Perjamuan Yesus itu menjadi indah apabila kita berani hidup dengan meneladani pengorbanan-Nya.
Jayapura, 28 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Email : pgelphy@yahoo.co.id
Selasa, 27 Maret 2018
SALING MEMBASUH KAKI
How are you today....?
Nats: 14
Yohanes 13:1-15
Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu. (Yohanes 13:14)
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 12-14
Suatu ketika beberapa tentara Amerika bersusah payah memindahkan sebatang pohon besar yang mengalangi jalan. Di dekat mereka, sang kopral hanya berdiri sambil mengomel. Seorang penunggang kuda yang lewat melihatnya. Ia bertanya, mengapa kopral itu tak membantu anak buahnya. Kopral itu menjawab, “Aku ini kopral, yang berhak memberi perintah.” Tanpa berkomentar, si penunggang kuda turun dan membantu para tentara tadi sampai berhasil. Lalu, sambil naik kuda lagi, ia berkata, “Kalau anak buahmu butuh bantuan lagi, panggil saja panglima perangmu. Ia akan datang.” Seketika si kopral sadar bahwa penunggang kuda tadi tidak lain George Washington, panglima perang Amerika saat itu (dan nantinya menjadi presiden negara tersebut).
Menjelang penangkapan-Nya, Yesus menyampaikan pesan yang mengusik. Dia melepaskan jubah, mengambil kain lenan, dan mengikatkannya di pinggang. Lalu, Dia berlutut dan mencuci kaki para murid. Para murid bahkan belum pernah melakukan hal itu di antara mereka sendiri. Namun, Guru, Tuhan, dan Raja mereka tidak segan-segan untuk melayani. Pesan-Nya jelas: Dia menginginkan para pengikut-Nya saling melayani.
Betapa baiknya bila kita tak membiarkan diri merasa “lebih hebat” dari orang lain. Juga lebih sedikit berharap untuk dilayani. Lalu, mulai lebih banyak berpikir bagaimana dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk melayani sesama. Siapa pun itu. Bahkan orang-orang yang kita anggap tidak patut dilayani. Mari kita menularkan semangat untuk saling melayani ini.
Jayapura, 27 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Emai: pgelphy@yahoo.co.id
Senin, 26 Maret 2018
KASIH YESUS SAMA DENGAN KASIH BAPA
How are you today....?
Nats: 9
Yohanes 15:9-17
Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (Yohanes 15:9)
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 10-11
Perasaan memang dapat berperan dalam menentukan perilaku seseorang. Perasaan yang kuat seperti cinta dapat memadamkan amarah dan menyulut semangat hidup kita. Demikian pula, kasih Tuhan yang saya alami dan saya rasakan menggerakkan saya untuk dapat menikmati hidup. Bapa mengasihi kita sama seperti Dia mengasihi Yesus (ay. 9). Kasih yang begitu besar sehingga memampukan kita melakukan perintah-Nya (ay. 10) dan memenuhi kita dengan sukacita (ay. 11). Kasih yang mengandung daya ubah. Untuk itu, tidak cukup kita hanya mengetahui bahwa Tuhan mengasihi dengan kasih yang kekal. Yang lebih utama, apakah realitas kasih-Nya itu kita alami sampai mengubah perilaku dan hidup kita?
Hari ini kita dapat merenung kembali. Apakah saya sekadar mengetahui kasih-Nya atau sungguh-sungguh mengalaminya? Pengalaman mencintai dan dicintai yang paling ajaib tidak lain adalah pengalaman cinta bersama dengan Tuhan. Biarlah Dia menjadi pusat kehidupan Anda dan hati Anda meluap dengan cinta-Nya.
Jayapura, 26 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Minggu, 25 Maret 2018
MASIH HIDUP BERGERILYA
How are you today....?
Nats: 1
Sebab itu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihatkan kamu, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. (Efesus 4:1)
Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-hakim 8-9
Perang Dunia II telah usai. Namun, Letnan Dua Hiroo Onoda, prajurit Jepang yang bertugas di Pulau Lubang, Filipina, tidak percaya. Ia memilih bersembunyi di hutan. Ia menganggap selebaran, surat, foto, atau koran yang dijatuhkan sebagai tipu muslihat musuh. Selama hampir 30 tahun ia terus berjuang sebagai gerilyawan. Pada 1974, seorang mahasiswa Jepang melacak jejaknya dan menemukannya. Namun, ketika diajak pulang, Onoda menolak. Akhirnya, pemerintah Jepang mengutus mantan komandan Onada, Mayor Yoshimi Taniguchi, mendatangi dan memerintahkannya untuk meletakkan senjata. Barulah Onada menurut dan bersedia pulang ke negerinya.
Hidup Onada pun berubah. Ia tidak lagi menyerang para petani Filipina dan, di Jepang, ia menggalang dana beasiswa bagi anak-anak mereka. Pada 1996 ia berkunjung kembali ke Pulau Lubang dan menyerahkan sumbangan sebesar 10.000 dolar untuk sekolah setempat. Ia berterima kasih pada penduduk pulau itu, yang membiarkannya terus hidup selagi ia bersikeras tetap menjadi prajurit gerilya walaupun perang telah usai.
Kesadaran akan identitas diri kita tak ayal memengaruhi perilaku kita. Paulus mengingatkan jemaat di Efesus akan identitas mereka, yaitu umat yang telah dipanggil Tuhan dan dimerdekakan dari belenggu dosa. Ia lalu memberikan beberapa petunjuk tentang cara hidup yang baru, cara hidup yang selaras dengan panggilan itu. Ya, alih-alih terus berkutat dengan dosa, bukankah sepatutnya kita bersukacita merayakan kemerdekaan anugerah-Nya dengan penuh rasa syukur?
Happy sunday guys....!
Jayapura, 25 Maret 2018
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Langganan:
Postingan (Atom)






