How are you today...?
Mazmur 102:26-29
Nats: Ayat 28
... mereka berubah ... tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 7-8
Jika boleh memilih, tentu ada banyak hal yang kita harap menetap dalam hidup ini. Fisik yang sehat. Rekan yang dapat dipercaya. Keberhasilan dalam pekerjaan. Kebersamaan dengan orang-orang yang kita kasihi. Namun, siapa yang bisa luput dari perubahan?
Pemazmur menyadari bahwa satu-satunya yang tidak berubah adalah Allah, Sang Pencipta langit dan bumi. Dan kesadaran ini membuatnya tenang. Perhatikanlah betapa ia sebelumnya mengaduh atas berbagai situasi hidup yang tidak bersahabat (ayat 1-12). Namun kemudian, ia mulai mengingat janji-janji Tuhan atas bangsanya dan atas dunia (ayat 13-23). Dalam ketidakberdayaan, ia ingat bahwa Tuhan dapat diandalkan. Tuhan mengizinkan perubahan terjadi, dan Dia sanggup mengubahkan hal terburuk menjadi kebaikan menurut hikmat dan rencana-Nya. Sebab itu, sekalipun situasi tampak tidak menjanjikan, anak-anak Tuhan bisa diam dengan tenteram (ayat 29).
Rasa tidak aman, takut, frustrasi, sangat bisa menguasai pikiran ketika situasi di sekitar kita berubah. Apa yang harus kita lakukan? Menarik diri karena takut disakiti? Enggan berusaha lagi karena takut gagal? Berhenti mengasihi karena takut kecewa? Solusi yang lebih baik adalah seperti pemazmur, kita mengarahkan pandangan kepada satu-satunya Pribadi yang tidak berubah. Membenamkan pikiran dalam janji-janji-Nya yang pasti digenapi. Dia akan memberi kelegaan bagi yang datang pada-Nya (Matius 11:28). Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan kita (Roma 8:28). Anda bisa meneruskan daftarnya. Dalam keyakinan itu, kita bisa diam dengan tenteram di tengah situasi yang terus berubah.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 17 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Jumat, 17 November 2017
Kamis, 16 November 2017
CEMBURU DAN PEMBALAS
How are you today...?
Nahum 1:1-8
Nats: Ayat 7-8
Tuhan itu Allah yang cemburu dan pembalas, ... Tuhan itu baik ... Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya, ... Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, ....
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 4-6
Mungkinkah orang yang cemburuan dan pemarah, suka mendendam, juga adalah orang yang baik dan berlaku adil? Rasanya mustahil. Orang yang cemburuan dan lekas marah biasanya tidak objektif menilai sesuatu. Hati pendendam baru puas kalau orang lain mengalami apa yang ia alami.
Lalu, mengapa Tuhan memakai kata-kata yang saling bertolak belakang ini untuk menggambarkan diri-Nya? Apa Dia punya kepribadian ganda? Nabi Nahum menjelaskan bahwa semua tindakan Tuhan itu didasarkan pada kemahatahuan-Nya. Tak seperti manusia yang tidak serbatahu dan bisa salah menyimpulkan. Tuhan mengenal siapa yang patut dikasihani dan siapa yang patut dihukum (ayat 3, 7). Penghukuman yang dinubuatkan Nahum kepada penduduk Niniwe ini bukanlah luapan kemarahan yang membabi buta. Tuhan sudah lama memberi belas kasihan bagi mereka, tetapi mereka tidak bertobat (ayat 9, lihat Yunus 4:11).
Mengenal Tuhan sebagai Pribadi yang Mahatahu membuat kita tak cepat menghakimi Tuhan tatkala Dia mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup ini. Kita tahu Dia bertindak dalam kebenaran, bukan seperti kita yang sering dikendalikan luapan emosi. Pengenalan ini seharusnya juga mendorong kita untuk hidup dalam takut akan Dia, tahu bahwa kebenaran-Nya tidak akan berkompromi dengan dosa. Tiap kesempatan yang Dia berikan adalah kasih karunia yang harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Pengenalan ini dapat menjadi kengerian bagi orang-orang yang menentang Dia, tetapi juga dapat menjadi pengharapan dan jaminan perlindungan bagi orang-orang yang mencari Dia. Termasuk kelompok yang manakah kita?
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 16 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Rabu, 15 November 2017
LIVING GOD
How are you today...?
Yeremia 10:1-16
Nats: Ayat 10
Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal ...
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 24; Yohanes 20-21
Pernah melihat anak-anak yang asyik berbicara sendiri saat bermain? Seolah-olah ada seseorang di sampingnya yang mendengar dan menanggapi, seorang teman imajinasi. Menurut para ahli psikologi, fenomena ini wajar dalam pertumbuhan anak. Orangtua tak perlu khawatir, tetapi perlu memantau agar persahabatan imajiner itu tidak mengalihkan anak dari kehidupan nyata.
Meski sama-sama tak terlihat, Allah bukanlah pribadi hasil imajinasi. Alam semesta dan isinya adalah bukti nyata keberadaan-Nya (ayat 12-13). Dalam taraf tertentu, angin, hujan, dan unsur alam lainnya dapat dikendalikan manusia, tetapi Siapa yang membuat semua itu dan berkuasa menghadirkannya dalam musim-musim yang berbeda di berbagai belahan dunia? Siapa gerangan yang meletakkan emas dan perak di perut bumi untuk ditambang manusia dan menumbuhkan pepohonan kayu di hutan-hutan raya? Betapa gemasnya Tuhan karena semua bukti itu tak membuat umat Israel mengakui dan menghormati keberadaan-Nya. Mereka justru datang memohon pada patung-patung dari emas dan perak. Mereka berusaha menyenangkan dewa-dewa dari kayu, takut dimurkai, seolah-olah benda-benda mati itu hidup. Sementara, Allah yang hidup justru mereka abaikan. Betapa bodohnya!
Seberapa sering kita mendengarkan dan berbicara kepada Allah sebagai Pribadi yang hidup? Seberapa kita yakin bahwa Dia dapat mendengarkan dan dapat berbicara? Bagaimana seharusnya kita bersikap bilamana kita yakin bahwa Dia nyata dan sungguh hadir dalam hari-hari kita? Berhati-hatilah agar imajinasi kita tentang dunia yang semu tidak mengalihkan pandangan kita dari Allah yang hidup!
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 14 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Selasa, 14 November 2017
KUDUS
How are you today...?
Imamat 19:1-8
Nats: Ayat 2
Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, kudus.
Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 28; Markus 16
Apa yang terlintas di benak Anda mendengar kata “kudus”? Sebuah kota di Jawa Tengah? Seseorang yang kerjanya hanya berdoa dan membaca Alkitab? Rohaniwan yang tidak terlibat dengan urusan bisnis dan politik? Benda atau makanan yang sudah didoakan? Tanpa disadari, kita mungkin punya definisi sendiri tentang apa yang kudus dan tidak.
Musa menulis kata “kudus” berkali-kali untuk menggambarkan Pribadi dan kehendak Tuhan. Dalam bahasa Ibrani, qadosh, yang berarti “terpisah atau tidak bercampur dengan yang lain”. Berbicara tentang kekudusan Tuhan berarti berbicara tentang “keberbedaan”-Nya yang menggetarkan, seperti mainan kertas di hadapan orang yang membuatnya, kira-kira begitulah gambaran atlet terkuat, ilmuwan terpintar, pemimpin terhebat di hadapan Tuhan. Dia Pencipta, yang lain ciptaan. Tak bisa dibandingkan. Dan, Tuhan yang kudus ini menghendaki umat yang dipilih-Nya, untuk mencerminkan pribadi-Nya (ayat 2). Bangsa-bangsa lain menyembah patung dan benda-benda angkasa, umat Tuhan harus menyembah Sang Pencipta. Mereka menentukan benar dan salah menurut standar sendiri, umat Tuhan harus hidup sesuai standar Tuhan (lihat pasal 20:23, 26).
Seberapa banyakkah kita yang mengaku sebagai umat Tuhan mencerminkan kekudusan-Nya? Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, berbuat baik untuk dilihat orang, apa bedanya kita dengan orang belum percaya? Kita dipanggil untuk hidup melampaui standar dunia yang sudah rusak oleh dosa. Mengasihi orang yang menyakiti kita. Melakukan segala sesuatu untuk dilihat Tuhan, bukan manusia. Ketika kita melihat betapa kudusnya Tuhan, seharusnya kita hidup secara berbeda.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 13 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Minggu, 12 November 2017
BANGGA DENGAN TUHAN
How are you today...?
Yeremia 9:23-26
Nats: Ayat 24
Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku ... sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 23; Yohanes 18-19
Seorang pemuda yang saya kenal punya banyak tindikan, dua di masing-masing telinga, satu di dagu, dan dua di lidah. “Dulu lebih banyak lagi,” katanya bangga. Saya bertanya bagaimana awalnya ia punya banyak tindikan, tidakkah itu terasa menyakitkan? Ia mengaku bahwa ia terpancing dengan ucapan seorang gadis bertindik yang meremehkan keberaniannya melakukan hal serupa. Dengan bertindik ia bisa membanggakan diri bahwa dirinya adalah seorang lelaki pemberani.
Anda dan saya mungkin tidak bertindik, tetapi kita tentu sama-sama punya sesuatu yang dibanggakan, atau setidaknya ingin kita banggakan, karena kita tahu itu sesuatu yang istimewa. Namun, ternyata apa yang di mata manusia istimewa, tidaklah berarti di mata Tuhan (ayat 23). Kegiatan rohani pun tidak: tanda sunat yang dimiliki bangsa Israel bukan sesuatu yang layak dimegahkan, demikian pula potongan rambut tertentu dari bangsa-bangsa lain sebagai salah satu tanda ibadah mereka (ayat 25-26). Hukuman justru sudah menanti karena hati mereka tidak tertuju pada Tuhan (ayat 26). Lalu apa yang boleh dibanggakan? Tuhan sendiri! (ayat 24). Sang Pencipta ingin agar umat-Nya bangga karena diberi kehormatan yang istimewa untuk mengenal Dia, dan menghargai kasih karunia itu dengan sungguh-sungguh berusaha memahami isi hati-Nya.
Seberapa istimewa pengenalan akan Tuhan di mata Anda? Seberapa penting itu bagi Anda? Mengenal Tuhan berbicara tentang sebuah relasi yang intim. Dimulai dari sikap hati yang penuh syukur menanggapi kasih karunia-Nya, kemauan untuk memperhatikan firman-Nya, dan ketaatan untuk melakukan apa yang disukai-Nya.
Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 12 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Sabtu, 11 November 2017
LITURGI
How are you today...?
Kisah Pr. Rasul 13:1-3
Nats: Ayat 2
Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus ...
Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 27; Markus 15
Kebaktian doa malam itu kosong melompong. Di musim liburan seperti ini sebagian besar jemaat pergi ke luar kota. Matt, salah satu pemimpin kebaktian berkata, biasanya ia berbicara kepada jemaat tentang Tuhan. Namun, malam itu ia berbicara kepada Tuhan tentang jemaat. Ia mengaku, malam itu membuatnya banyak merenungkan kembali keutuhan makna sebuah leitourgia.
Leitourgia, kata Yunani yang kita serap menjadi kata liturgi, adalah kata yang digunakan untuk merujuk pada pelayanan para imam di Bait Allah. Kata ini dapat diterjemahkan sebagai ibadah atau penyembahan. Dalam bacaan hari ini sejumlah pengajar di Antiokhia sedang berkumpul menyembah Tuhan. Leitourgia. Apa yang mereka lakukan? Di satu sisi mereka berpuasa dan berdoa, menghadap Allah. Mungkin saja mereka memuji Tuhan yang secara ajaib membebaskan Petrus (pasal 12). Mungkin mereka bersyukur atas pertumbuhan rohani Saulus dan pelayanan Barnabas (pasal 11). Mungkin mereka membawa kondisi jemaat dan orang-orang yang rindu mereka jangkau di hadapan Tuhan. Di sisi lain mereka juga mendengarkan Tuhan berbicara kepada mereka (ayat 2), lalu meresponi dalam doa dan tindakan (ayat 3).
Penyembahan adalah suatu tugas keimaman orang percaya. Dalam terang Perjanjian Baru, kita semua yang telah ditebus Kristus adalah para imam yang melayani Sang Raja. Kita dipanggil bukan untuk memamerkan kemegahan sebuah ibadah di hadapan banyak “penonton”, melainkan untuk membawa tubuh Kristus dan dunia menghadap Tuhan dalam roh dan kebenaran, serta menerima karya anugerah-Nya.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Papua, 11 November 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Langganan:
Postingan (Atom)





