Minggu, 10 September 2017

DIA MENYURUHKU BERLARI


How are you today...?
Wahyu 4
Nats: Ayat 11
... Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan karena kehendak-Mu, semuanya itu ada dan diciptakan.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 43-45

Eric Liddell, dalam film Chariots of Fire, menunda keberangkatannya sebagai misionaris ke China untuk berlari di ajang Olimpiade. Jenny, adiknya, kesal atas keputusan itu. Mungkin ia menganggap olahraga lari sebagai sekadar aktivitas duniawi yang pantas dikorbankan demi suatu tugas yang lebih mulia. Bagaimana tanggapan Eric? Ia menjawab, “Aku percaya Allah menjadikanku dengan suatu tujuan. Dia membuatku dapat berlari cepat, dan ketika aku berlari, aku merasakan kegirangan hati-Nya.” Sang ayah mendukungnya dengan berkata, “Eric, engkau dapat memuliakan Allah dengan mengupas kentang jika engkau mengupasnya sebaik-baiknya.”

Kebanyakan dari kita bersikap seperti Jenny: menilai hal-hal tertentu saja sebagai pelayanan rohani. Namun, menyimak baik-baik Wahyu 4, tak ayal kita akan berpikir lain. Bagian ini menggambarkan sekelumit keadaan surga (ayat 1), di mana penyembahan kepada Allah berlangsung selama-lamanya (ayat 9-10). Nyanyian kedua puluh empat tua-tua menggarisbawahi betapa Tuhan layak menerima pujian dari segala macam makhluk. Dalam Alkitab versi King James ayat 11b ini diterjemahkan: “Untuk kesenangan hati- Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Segala yang ada seharusnya menjadi ekspresi penyembahan untuk menyenangkan Sang Pencipta, bukan hanya hal-hal tertentu saja.

Anda merasa tugas harian Anda biasa-biasa saja, bahkan sepertinya tidak rohani? Tuhan merancang tiap-tiap orang berbeda, menempatkan kita di bidang-bidang yang khas di mana kita bisa melayani secara efektif. Adakah Allah digirangkan dengan apa yang Anda kerjakan saat ini?

Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 10 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Kamis, 07 September 2017

ONLY BY GRACE

How are you today...?
Nats: ayat 36
Roma 11:33-36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 37-39

Suatu hari seorang anak yang masih duduk di kelas 6 SD memakai uang tabungannya untuk membelikan ayahnya sebuah kado disaat beliau berulang tahun. Ayahnya tentu sangat senang menerimanya. Namun ketika Ayahnya melihat anak itu begitu berbangga hati karena telah membelikan sesuatu, sambil tersenyum beliau bertanya, “Dengan uang apa kamu membeli kado ini?” Anak itu pun menjawab, “Uang jajan.” Ayah bertanya lagi, “Siapa yang memberimu uang jajan?” Anak itu pun menjawab dengan tersipu, “Ayah.”

Kira-kira begitulah yang terjadi ketika kita melayani Tuhan. Tidak ada satu pun perbuatan baik kita yang dapat membuat Tuhan “berutang budi” kepada kita (ayat 35). Segala sesuatu yang kita miliki, baik itu talenta, uang, bahkan hidup kita, semuanya berasal dari Tuhan. Tuhan sendiri yang memampukan kita memakai semua itu bagi kemuliaan-Nya. Ayat-ayat yang kita baca adalah sebuah doksologi atau pujian yang menutup penjelasan Paulus tentang karya keselamatan yang begitu agung (pasal 1-11). Masalah pelik dosa telah diselesaikan oleh cara Allah yang tak terpikirkan dan tak terselami oleh manusia (ayat 33). Manusia tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Jika manusia hidup dan memiliki ini itu, semua adalah kasih karunia semata.

Menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah kasih karunia Tuhan, bagaimanakah seharusnya kita mempergunakan apa yang telah Dia berikan itu? Talenta, waktu, kesehatan, uang, tempat tinggal, ... segala sesuatu yang kita miliki. Dengan hati yang melimpah dengan ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan, mari kita memikirkan bagaimana mempergunakan semua itu untuk kemuliaan-Nya.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 07 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1


Rabu, 06 September 2017

LEBIH SAYANG SIAPA???


How are you today...?
Kejadian 22:1-19
Nats: Ayat 12,16
“... dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 34-36

Suatu kali, anak pertama kami yang berumur tiga tahun mengalami demam tinggi. Maka, saya peluk dia kemudian kami ajak berdoa bersama. Hati kecil saya berdoa kepada Tuhan dengan berkata, “Biar saya saja yang mengalami sakit seperti ini, jangan anak saya.” Perasaan itu muncul karena rasa kasih sayang saya kepada anak pertama yang Tuhan anugerahkan bagi kami. Rasa sayang yang tentu juga dimiliki oleh kebanyakan orangtua.

Tuhan pun melihat rasa sayang yang begitu besar dalam diri Abraham kepada anak tunggalnya, Ishak (ayat 2). Abraham begitu sayang kepada Ishak sebab sekian lama ia menantikan anak ini dari Tuhan. Rasa sayang ini kemudian Tuhan uji, yaitu dengan meminta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran kepada Tuhan (ayat 2). Bagaimana respons Abraham? Kasihnya yang besar kepada Ishak tentu memunculkan pergulatan batin yang berat. Namun, melihat tindakan iman yang ia lakukan (ayat 8-10) serta tanggapan Tuhan yang berkata: “dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku” (ayat 12, 16) menunjukkan bahwa Abraham lebih sayang kepada Tuhan. Kasihnya kepada Tuhan jauh melebihi kasihnya kepada Ishak. Kasihnya mengutamakan Dia yang berkuasa memberi dan mengambil (lihat Ayub 1:21).

Saat-saat ini, adakah hal-hal dalam kehidupan kita yang dapat mengalihkan kasih kita dari Tuhan? Pekerjaan, keluarga, harta, hobi, atau hal lain yang lekat di hati. Tuhan berkuasa memberi dan mengambil semua itu. Yang Dia minta, kita menjadikan-Nya yang terutama—mulailah hari ini.


Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 06 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Selasa, 05 September 2017

MENGAPA TUHAN TAK MENOLONG?

How are you today...?
Lukas 7:18-35
Nats: ayat 22-23
Lalu Yesus menjawab mereka, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 31-33

Ketika mengalami kemalangan, berbagai pertanyaan mungkin berkecamuk di benak kita. Mengapa ini menimpa saya? Kalau orang lain ditolong Tuhan, kenapa saya tidak? Mengapa Tuhan yang Mahaadil dan Mahakasih tega membiarkan saya seperti ini?

Mungkin saja pertanyaan serupa terlintas dalam benak Yohanes Pembaptis. Saat itu, ia dipenjara karena keberani-annya menegur Herodes yang mengambil isteri saudaranya, sebagai isteri (lihat Matius 14:3-4). Murid-murid Yohanes bercerita tentang segala mukjizat Yesus. Pertanyaan Yohanes melalui murid-muridnya (ayat 20), menyiratkan ketidakpuasan, seolah ingin menantang Yesus membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkannya. Namun, Yesus hanya meminta murid-muridnya melaporkan mukjizat yang mereka lihat. Semua itu jelas menunjukkan Dialah Mesias yang dinanti-nantikan. Dia tak perlu membuktikan apa-apa kepada Yohanes (ayat 23).

Mungkin Anda juga sedang bertanya-tanya mengapa Tuhan tak kunjung menolong. Anda mulai meragukan bahwa Dia benar Tuhan yang Mahakuasa, Mahatahu, Mahaadil, dan Mahakasih. Tengoklah kemegahan karya-Nya melalui alam semesta. Renungkanlah kehidupan Yesus yang nyata dalam sejarah, penebusan dosa oleh kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari maut. Tak ada alasan meragukan-Nya ketika kita memercayai kedaulatan-Nya. Kiranya Anda tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan, hanya karena Dia tidak memenuhi keinginan Anda.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 05 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Senin, 04 September 2017

MEMBERI SAMA DENGAN PERCAYA


How are you today...?
Amsal 19:11-20
Nats: ayat 17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 28-30

Tuhan kiranya membalas kebaikan Anda berlipat ganda,” kira-kira begitu kalimat yang mengikuti ungkapan terima kasih orang yang pernah saya bantu. Saya tidak ingat kapan Tuhan “membalas” kebaikan itu secara spesifik, namun salah satu ayat yang kita baca hari ini membuat saya terdorong merenungkan hal ini. Apakah ketika saya berbuat baik, Tuhan jadi “berutang” pada saya, dan harus membalas kebaikan saya?

Seorang pendeta mengingatkan saya bahwa salah satu pengajaran dasar kitab Amsal adalah: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5). Bersukacita memberikan milik kita, entah uang, waktu, atau tenaga, kepada orang yang membutuhkan ialah tindakan yang menunjukkan bahwa kita memercayai Tuhan yang mencukupi kebutuhan kita, sekalipun yang kita miliki berkurang karenanya. Kita tidak khawatir; yakin bahwa Tuhan senang memelihara anak-anak-Nya. Di sisi lain, menaruh belas kasihan menunjukkan sikap tak bermegah atas kelemahan orang lain; tahu bahwa kita sama-sama harus memercayakan hidup kepada Sang Pencipta; kita tidak lebih baik dari mereka.

Jelas tidak ada bagian Alkitab lain yang mendukung jika motivasi kita berbuat baik hanyalah untuk menagih berkat lebih dari Tuhan. Itu artinya kita hendak mengatur Tuhan bagi kepentingan kita sendiri. Namun, saat berbuat baik kepada yang lemah kita lakukan sebagai tindakan iman, Tuhan akan menunjukkan bahwa Dia memang Tuhan yang layak dipercaya. Dia “membalas” tindakan iman itu karena Dia senang ketika kita, anak-anak-Nya, memercayakan hidup pada pemeliharaan-Nya yang sempurna.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 04 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Minggu, 03 September 2017

PEMIMPIN SEBAGAI GEMBALA


















DEEPER IN LOVE WITH GOD


How are you today...?
Filipi 3:10-14
Nats: ayat 12
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (Filipi 3:12)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 25-27

Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Pepatah ini tak pernah lekang oleh zaman dan masih tetap relevan. Pengenalan antara dua pribadi akan bertumbuh hanya jika keduanya berkomitmen untuk menjalin relasi lebih dalam lagi.

Komitmen Paulus yang besar untuk mengenal Allah terlihat jelas dalam bacaan kita hari ini. Bukan sekadar pengenalan yang dangkal, tetapi persekutuan yang sedemikian erat hingga memungkinkan Paulus untuk dapat hidup makin serupa Kristus. Paulus telah berjumpa dengan Kristus secara pribadi, bahkan merintis banyak jemaat. Walau demikian, Paulus sadar bahwa ia masih perlu terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Dan, dengan intensional ia mengarahkan diri untuk itu. Komitmennya digambarkan dengan kata-kata seperti: mengejar (ayat 12) danberlari-lari (ayat 14). Sesuatu yang aktif dan bersemangat, yang terus maju secara bertahap, yang mengarah pada satu tujuan yang jelas. Paulus menyadari ia belum sempurna dalam pemahamannya, namun ia terus mengarahkan hidupnya untuk mengenal dan menyelaraskan diri dengan Allah (ayat 13) hingga memperoleh upah yang telah disediakan Allah untuknya (ayat 14).

Seberapa besarkah komitmen kita untuk mengenal Allah? Apakah kita mengejar, berlari-lari ke arah-Nya, atau kita tengah kehilangan gairah untuk mendekat pada-Nya? Mari mengarahkan hati untuk makin mengenal Allah. Ketika kita memelihara komitmen ini, maka hati kita akan terus diselaraskan dengan hati Kristus. Keinginan dan kebiasaan lama yang berpusat pada diri sendiri digantikan oleh respons yang baru untuk memuliakan Allah.

Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 03 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1