Kamis, 13 Juni 2019

MODAL TEKUN DAN RAJIN


How are you today?
Firman Tuhan : 
Amsal 10:1-7 

Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. (Amsal 10:4) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ester 4-7 

Suatu ketika saya berbicara dengan seorang teman mengenai studi di luar negeri untuk bidang teologia program strata 2 dan strata 3. Rencananya, beberapa bulan lagi teman saya ini berangkat ke Belanda mengambil program strata 2. Kami membicarakan kesulitan yang akan muncul jika mengambil studi di luar negeri. Ternyata jika hendak meneruskan ke program strata 3, minimal sebelum mengambil program strata 2, kita harus menguasai bahasa Perancis dan Jerman, selain Inggris. Kita juga harus belajar beberapa bahasa lain untuk bidang studi tertentu. Begitulah. Memang sulit untuk memperoleh ilmu; selain harus mempersiapkan biaya dan bekal lainnya, kita harus belajar dengan tekun. 

Kalau kita melihat ada orang yang punya pendidikan tinggi dan jenjang karier yang baik, dapat dipastikan mereka sudah mengurbankan waktu, pikiran, tenaga, dan biaya untuk mencapainya. Teman saya berkata dengan penuh semangat, ”Memindahkan gunung dengan sendok juga bisa, asalkan kita mau tekun mengerjakannya.” Saya tersenyum mendengar kiasannya itu.

Alkitab, yang ditulis ribuan tahun silam, mengajarkan bahwa kalau kita rajin, kita akan mendapatkan kekayaan. Saya percaya, Roh Tuhan di dalam diri kita bukan membangkitkan kemalasan, melainkan ketekunan. Dia pasti menyertai dan menolong kita. 

Marilah kita melatih diri untuk tekun dan rajin dalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Jalan hidup tidak selalu mudah, namun kita tidak akan gampang menyerah untuk mengupayakan pencapaian yang terbaik.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 13 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 12 Juni 2019

KENDALIKAN MARAH


How are you today?
Firman Tuhan : 
1 Samuel 25:23-35 

Jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing. (1 Samuel 25:34) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Ester 1-3

Pria berkulit hitam itu menggenggam pistol. Para penumpang bus ketakutan. Dengan wajah merah ia berteriak mengeluarkan ancaman. Polisi di hadapannya berupaya menenangkan pria frustrasi yang membahayakan sekitarnya itu dengan berkata, “Aku tahu kamu sedang marah; tapi kamu harus menguasainya sebelum kemarahan itu yang menguasai kamu.” Demikian sepenggal adegan film yang sempat menyergap perhatian saya sejenak.

Saat itu Daud sedang marah. Ia naik pitam mendengar laporan anak buahnya tentang penghinaan Nabal, orang Karmel itu (lihat ay. 13). Bersama pasukannya, ia siap membantai Nabal dan semua pegawainya. Syukurlah, Tuhan mencegahnya. Dia tak menghendaki Daud “bertindak sendiri dalam mencari keadilan” (ay. 26, 31, 33). Tindakan yang dipenuhi amarah bakal memperbesar masalah dan menurunkan martabat Daud sebagai calon pemimpin. Tuhan pun mengutus Abigail, istri Nabal, untuk meredakan kegeraman itu dan sekaligus menghindarkan Daud dari tindakan main hakim sendiri.

Setiap kita bisa dan pasti pernah marah. Sebenarnya perasaan marah adalah sebuah anugerah, sebuah indikasi bahwa ada masalah. Tetapi, janganlah kita mencoba-coba membereskan masalah dengan tindakan yang dipenuhi amarah. Masalah semestinya dihadapi dengan hati tenang dan kepala dingin. Masalah malah akan kian runyam jika ditangani dengan amarah. Maka, ketika amarah timbul, segera kendalikan sebelum kita yang dikuasai olehnya.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 12 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 11 Juni 2019

GOD'S BLESSINGS


How are you today?
Firman Tuhan : 
Ayub 1:1-22 

Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Nehemia 13 

Jujur saja, pemahaman kita tentang berkat Tuhan bisa jadi sangat dangkal. Tidak sedikit orang Kristen yang mengartikan berkat sebagai kekayaan materiil yang berkelimpahan. Ketika kita berdoa meminta berkat dan kemudian kita mendapatkan rezeki yang berlimpah, kita merasa mendapatkan curahan berkat. Muncullah pula pengajaran yang menyimpulkan bahwa jika seseorang yang dikenan Tuhan pasti diberkati dengan kekayaan yang melimpah. Sebaliknya, orang yang hidup menderita dianggap sedang didisiplinkan oleh Tuhan. Benarkah demikian?

Kita tentu sependapat bahwa Ayub adalah orang yang begitu diberkati Tuhan. Kita pun setuju bahwa Ayub diberkati karena ia orang yang saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Namun ketika Iblis mengambil semua kekayaan itu dan membuat hidup Ayub menderita, apakah kita menyebutnya orang yang tidak lagi diberkati Tuhan? Dalam situasi seperti itu, Ayub berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Bagi Ayub, justru penderitaan yang dialaminya itu membawanya kepada pengenalan yang benar akan Allah. Penderitaan itu memurnikan hatinya. Ia pun mengakui bahwa penderitaan adalah berkat Tuhan. Ya, berkat—karena lewat penderitaanlah ia bisa mengenal Allah. 

Berkat tak selalu berupa uang, emas, atau banyaknya investasi kita. Berkat adalah ketika kita tetap kuat dalam keadaan yang melemahkan, mampu bersyukur ketika tidak mempunyai apa-apa, mampu tersenyum saat diremehkan, dan tetap taat kepada Tuhan walaupun terpuruk.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 11 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 10 Juni 2019

SEMUA DIKASIHI



HOW ARE YOU TODAY?
Firman Tuhan:
Kejadian 21:8-21


Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar. (Kejadian 21:18)

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 11-12


Pada saat hari raya, dua anak kecil datang berkunjung ke sebuah rumah. Maksud kedatangan mereka jelas memberikan ucapan selamat. Sebelum pulang, si pemilik rumah memberi mereka masing-masing sebuah amplop. Setelah dibuka, salah seorang anak merasa kecewa karena isi dari amplopnya jauh lebih sedikit dari milik temannya. Anak yang menerima bagian lebih banyak berkata, “Dia ‘kan nenekku, wajar kalau aku diberi lebih banyak!”

Manusia acap kali membedakan sesamanya. Sebelum mengasihi, mereka akan melihat dulu, siapa obyek kasih itu. Keluarga, atasan, dan teman dekat akan memiliki peluang lebih besar menerima kepedulian. Mereka menjadi prioritas kasih. Sebaliknya, mereka yang dianggap sebagai teman biasa akan dinomorduakan.

Dalam Alkitab, Ismael adalah keturunan Abraham yang dinomorduakan. Keturunan Ishaklah yang disebut sebagai keturunan Abraham. Ishak disebut sebagai anak yang dijanjikan Tuhan bagi Abraham. Namun demikian, Tuhan tidak melakukan pembiaran terhadap Ismael. Kepada Abraham, Tuhan pun menjanjikan berkat bagi Ismael. Keturunan Ismael akan dibuat menjadi suatu bangsa yang besar. Tuhan menyertai Ismael sebagaimana Tuhan menyertai Ishak. Tuhan menunjukkan kasih dan berkat yang sama baiknya bagi Ishak dan Ismael.

Semoga kita tergugah untuk memperlakukan sesama sebagaimana Tuhan memperlakukan mereka. Mengasihi dengan kadar yang sama kepada semua manusia, bahkan kepada seluruh ciptaan Tuhan. Bukankah Roh Tuhan selalu mengajar kita melakukannya?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 10 Juni 2019

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 09 Juni 2019

PULANG KEMBALI


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Lukas 15:11-32 

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: ... Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa. (Lukas 15:17-18) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Nehemia 9-10 

Seorang kawan lama tiba-tiba menghubungi saya melalui BBM. Setelah saling menanyakan kabar masing-masing, kami bertukar kabar tentang kondisi terkini. Alangkah terkejutnya saya waktu ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama jauh dari Tuhan, tidak lagi aktif dalam pelayanan. Padahal, setahu saya, ia termasuk orang yang paling semangat kalau menyangkut hal-hal rohani. Sepanjang pembicaraan, ia terus mengeluhkan keadaannya sekarang dan membandingkan dengan keadaannya dulu.

Mendengar kisahnya tersebut, saya teringat akan kisah anak yang hilang. Keduanya—teman saya dan si anak hilang—sama-sama menyadari keadaan mereka yang jauh dari Tuhan. Akan tetapi, anak yang hilang itu memutuskan untuk bertindak, “Aku akan...” (ay. 18). Inilah yang membedakan antara anak yang hilang dan teman saya. Teman saya itu hanya mengeluh sambil mengenang kesuksesan masa lalunya, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk memulihkan dan memperbaiki keadaannya, sementara anak yang hilang memutuskan untuk bertindak.

Meskipun Tuhan tidak pernah meninggalkan kita atau membiarkan kita seorang diri, mungkin saja kita merasa jauh dari Tuhan. Kalau begitu yang harus kita lakukan adalah “bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” (Why. 2:5), bukan meratapi keadaan kita sekarang. Meratap tidak akan mengubah apa-apa. Tetapi, pertobatan menyadarkan kita kembali akan penyertaan-Nya. Seperti bapa dalam perumpamaan Yesus, Tuhan sudah menanti dan siap memeluk kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 9 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

 Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

 Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

 https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

REGROW_Bagian 1

















Materi kotbah Ps. Gephy Nartha
Di GBI. ROCK CENTER ENTROP pada hari Minggu, 0 uni 2019
Semoga menjadi berkat
God bless!

Sabtu, 08 Juni 2019

CERMIN DIRI



How are you today? 
Firman Tuhan :
Matius 7:1-5 

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu. (Matius 7:5) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 7-8

Apakah Anda masih ingat alat penyerut pensil zaman dulu? Biasanya bentuknya bulat dan di bagian atasnya ada sebuah cermin. Pernahkah Anda berpikir, mengapa yang dipasang di situ cermin? Mengapa tidak pasang penghapus, misalnya, yang lebih berkaitan penggunaannya dengan pensil? Ada yang berpendapat, hal itu menunjukkan pembuatnya hendak menyatakan: sebelum kita memperbaiki sesuatu, hendaklah kita memeriksa keadaan diri dulu. Penafsiran yang menggelitik, ya? 

Banyak orang mau memperbaiki orang lain dan merasa orang lain itu salah. Sebaliknya, ia menganggap dirinya pasti sudah benar. Padahal, benarkah demikian, bahwa kita orang yang selalu benar? Tentu saja, sebagai manusia, kita masih rentan melakukan kesalahan. Perhatikan sikap Yesus terhadap hal ini. Suatu saat ada banyak orang yang ingin menghukum perempuan yang kedapatan berzinah. Mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, “Apakah boleh menghukum perempuan itu dengan merajam dengan batu seperti hukum Musa?” Yesus menjawab, ”Siapa yang tidak pernah berbuat dosa, lemparlah batu pertama kali kepada perempuan berdosa tersebut!” Siapa kita sehingga berani menghakimi orang lain?

Firman hari ini bukan bermaksud mengajarkan bahwa kalau ada orang bersalah kita biarkan saja. Firman ini menekankan tentang pentingnya kita memperbaiki diri sebelum menuding dan mempersalahkan orang lain. Roh Kudus akan menolong kita untuk menyelaraskan kelakuan dengan kebenaran firman Tuhan, bukannya sibuk menghakimi orang lain.

 Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 8 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id