Jumat, 07 Juni 2019

MAJU TERUS


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Lukas 13:31-35

Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem. (Lukas 13:33)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Nehemia 4-6

Seorang pemuda ingin menjadi hamba Tuhan, namun tidak mendapat restu dari orangtua dan pendetanya. Ia tetap pada pendiriannya, lalu bergabung di salah satu lembaga penginjilan. Setelah itu, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri di Sekolah Tinggi Teologi, tetapi uangnya tidak cukup. Melihat keseriusan pemuda itu, orangtua dan pendetanya kemudian membantu melunasi biaya pendaftaran. Perjuangannya belum selesai. Ia hampir putus asa karena tidak cukup uang untuk biaya hidup dan ujian. Namun, ia terus maju dan akhirnya menyelesaikan kuliahnya dengan meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik.

Tantangan pasti ada dalam kehidupan manusia. Yesus mengalami tantangan berat. Dia mengetahui diri-Nya akan mati di Yerusalem, namun Dia tetap ingin pergi ke sana. Dia dengan tegas berkata kepada murid-murid-Nya, “Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.” Yesus dapat memilih untuk menunda lebih lama ke Yerusalem atau sama sekali tidak ke sana. Namun, Dia memilih untuk pergi dan akhirnya mati di sana. Dia tahu tujuan-Nya di dunia ini adalah menggenapi karya keselamatan bagi umat manusia. Dia juga tahu Roh Kudus memampukan-Nya menjalani semua tantangan itu.

Dalam setiap perjuangan pasti ada pengurbanan. Tetapi, percayalah dalam iman bahwa Roh Kudus akan memberi kuasa untuk dapat menghadapi setiap tantangan. Serahkan tujuan Anda pada Tuhan, maju terus, dan raihlah impian Anda.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 7 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 06 Juni 2019

HP HILANG


How are you today?
Firman Tuhan :
Ulangan 22:1–4

Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu. (Ulangan 22:1)

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 1-3

Adri kehilangan HP yang baru seminggu dibeli. Saat dihubungi, HP itu mati. Akhirnya, ia menganggapnya hilang. Namun, seminggu kemudian seseorang menghubunginya dan berkata HP itu ada di tangannya. Rupanya si penemu selama seminggu berusaha menghubungi orang-orang di daftar kontak HP-nya, tetapi tak ada yang merespons. Akhirnya, saat menelepon Adri, terhubung. Adri sangat senang HP-nya kembali meskipun lecet sedikit karena jatuh.

Orang tentu sedih kalau kehilangan barang miliknya. Nyatanya, Tuhan pun membuat aturan tentang tolong-menolong. Kalau kita tahu atau menemukan barang milik orang lain, jangan pura-pura tidak tahu. Kita harus mengembalikannya (ay. 1). Kalau orang yang kehilangan tinggal cukup jauh dan kita mengenalnya, kita harus menyimpan barangnya baik-baik sampai orang itu mencarinya atau kita berinisiatif memberitahu dia (ay. 2). Bisa dengan menelepon atau kirim SMS. Intinya, jangan berlagak tidak tahu (ay. 3). Begitu juga, kalau kita melihat orang mengalami kesusahan di perjalanan, entah karena ban sepeda motor bocor entah karena mobilnya mogok, jangan pura-pura tak tahu (ay. 4). Usahakan untuk menolongnya. 

Kita senang kalau barang kita yang hilang dikembalikan seseorang yang menemukannya. Lakukan hal yang sama pada siapa pun. Menyimpan barang orang lain yang kita temukan hanya akan menimbulkan perasaan tidak enak dan tidak tenang karena kita tahu barang itu bukan milik kita. Jauh lebih baik jika kita mengembalikannya pada si empunya. Dia senang; kita senang.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 6 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 05 Juni 2019

SAYA DAN DOSA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Roma 7:13–26 

Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita! (Roma 7:24-25) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 10 

Saat masih jadi rahib, Martin Luther pernah menjengkelkan Bapa Pengakuan Dosanya. Kenapa? Sebab, tak seperti rahib lainnya yang hanya beberapa menit mengaku dosa, Luther melakukannya selama enam jam nonstop! Gilakah ia? Tidak. Sebaliknya, Luther paham betul betapa jahatnya dirinya karena dosa.

Sejauh mana kita menyadari bahwa kita sudah “terjual di bawah kuasa dosa” (ay. 14)? Dosa seperti sel kanker yang menyebar ke seluruh tubuh kita. Rasul Paulus pun tak berdaya melawan keberdosaannya (ay. 24)! Bandingkan dengan kasus Akhan (Yos. 7). Ia yang bersalah, mengapa keluarga dan harta bendanya harus dimusnahkan juga? Bagi Allah, dosa itu sangat serius, dan kasus ini sebagai contoh bahwa Dia ingin umat-Nya hidup tak bercela. Syukurlah, Allah tidak berhenti di situ. Dia juga memberi jalan keluar, yaitu melalui Yesus yang menanggung semua dosa (masa lalu, masa kini, masa depan) kita di kayu salib (ay. 25, Kol. 1:20). Jadi, kita tak perlu frustrasi lagi seperti Paulus dan Luther karena oleh Yesus kita dimungkinkan berkenan kepada Allah!

Hanya masalahnya, seberapa jauh kita menghormati pengurbanan Kristus ini dengan bertekad menjaga kesucian di tengah segala hal yang kotor? Ataukah, kita begitu gampang memaafkan diri ketika berbuat dosa? Jangan-jangan kita lalu hidup sembrono. Bukankah seharusnya pengampunan-Nya yang begitu besar itu memotivasi kita untuk hidup menyenangkan hati-Nya? Bukan lagi karena takut akan penghukuman-Nya, melainkan karena hati kita berlimpah dengan rasa syukur. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 5 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 04 Juni 2019

BESI MENAJAMKAN BESI



How are you today?
Firman Tuhan : 
Amsal 27:1-22 

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ezra 8-9 

Pak Komputer jengkel pada istrinya, Bu Telepon Genggam, yang menurutnya terlalu cerewet. Kebetulan menemukan artikel yang melaporkan bahwa diperkirakan dalam sehari wanita mengucapkan 22-25 ribu kata, sementara pria hanya 7-10 ribu kata, ia segera memperlihatkannya pada si istri. Bu Telepon Genggam menjawab, "Itu karena berbicara kepada kalian mengharuskan kami mengulangi terus ucapan itu." Pak Komputer membalas, "Apa katamu?"

Pesan humor di atas selaras dengan bacaan kita. Iya, perempuan lebih banyak bicara. Tapi, kaum Adam juga suka membikin mereka harus mengulang perkataan. Jadi, percuma dicari biang keladi kesalahan. Suami dan istri selalu saling memengaruhi. Kendati penulis Amsal mencela seorang istri "yang suka bertengkar" (ay. 15), ia pun mengungkapkan efek hubungan timbal-balik di antara mereka. Manusia itu mirip besi yang saling menajamkan (ay. 17). Saling memengaruhi, baik positif maupun negatif. Lebih perlu saling introspeksi sebab kita menuai apa yang kita tabur (ay. 18).

Dalam kebersamaan hidup tak terhindarkan persentuhan saling memengaruhi. Suami ke istri, dan sebaliknya. Orangtua ke anak, dan sebaliknya. Antarsaudara, teman, atau tetangga. Bahkan antarrekan di media sosial. Menjadi seperti apa diri Anda ditentukan oleh relasi saling memengaruhi yang Anda jalani setiap hari. Manfaatkanlah kebenaran ini secara tepat, yaitu jadilah orang baik dan berikanlah pengaruh yang baik. Itu namanya menjadi berkat.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 4 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 03 Juni 2019

TUHAN SANG PEMULIH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
2 Tawarikh 33:1-13

Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya. (2 Tawarikh 33:12)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ezra 6-7

Manasye lahir dalam masa 15 tahun perpanjangan umur Hizkia. Anak ini tidak mengikuti jejak ayahnya yang saleh. Sebaliknya, ia menjadi raja Yehuda yang paling jahat. Penyembahan berhala dilakukan besar-besaran, anaknya sendiri dijadikan kurban bakaran, Bait Allah dijadikan rumah berhala, jalan-jalan kota Yerusalem dialiri darah orang tak bersalah. 

Suatu hari datanglah pasukan Asyur dari utara menghancurkan semua kejayaan Manasye. Ia dibelenggu dan dibawa bagaikan hewan ke Babel. Di dalam penderitaan itulah, Manasye merendahkan diri di hadapan Tuhan. Istilah “merendahkan diri” ini dalam pengertian aslinya berarti seruan yang disertai jerit tangis yang mendalam (ay. 12). Tuhan mendengar doa Manasye, dan ia dibebaskan, bahkan dipulihkan ke dalam kedudukan semula. Manasye akhirnya mengakui bahwa Tuhan Allah sajalah yang patut ia sembah.

Ada kalanya ketika segala sesuatu berlangsung dengan baik dan nyaman, orang tidak merasa perlu untuk bertobat. Tanpa sadar, hidup kita pun semakin jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, Tuhan acap kali mengizinkan badai persoalan menimpa hidup kita sebagai shock therapy yang bertujuan membawa kita kembali kepada-Nya. Saat itu mungkin kita menangis di hadapan Tuhan, dan Tuhan memahami setiap tetesan air mata kita. Kiranya melalui tetesan air mata itu, kita memberi diri dipimpin Roh Kudus menuju pertobatan dan pemulihan. Percayalah kepada-Nya, yang telah melupakan segala pelanggaran kita, dan Dia akan segera memulihkan keadaan kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 3 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 02 Juni 2019

ANAK-ANAK JUGA BISA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
2 Raja 5:1-14 

Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” (2 Raja 5:3) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ezra 3-5

“Ih, kamu tuh masih kecil! Tahu apa kamu!” Demikianlah ungkapan yang sering terlontar dari orang dewasa kepada anak-anak. Sering terjadi seorang anak mendapatkan perlakuan sebelah mata atau diremehkan. Jelas ia punya banyak keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan orang dewasa dengan mudah. Faktanya seorang anak dari usia memang masih belia, dari pengalaman ia masih hijau, dan dari segi fisik ia tidak sekuat orang dewasa. Tetapi, itu bukan berarti ia tidak dapat melakukan sesuatu. Seorang anak perlu diberi kesempatan untuk unjuk kemampuannya sesuai dengan keberadaannya sebagai anak.

Naaman adalah panglima raja Aram. Saat itu ia sedang sakit kusta. Di rumahnya, ada seorang gadis kecil. Gadis ini adalah orang Israel dan menjadi tawanan perang yang harus ikut mengalami pembuangan. Meskipun demikian, dengan berani ia mengusulkan kepada seorang pahlawan perang bangsa Aram untuk pergi menemui seorang nabi di Samaria (ay. 3). Selanjutnya, ketika Naaman menyampaikan hal itu kepada raja Aram, sang raja memberikan dukungan kepada Naaman untuk menemui sang nabi di Samaria (ay. 5).

Dengan kapasitas, kemampuan, dan keberadaannya, seorang anak sesungguhnya menyimpan banyak potensi. Orang dewasa dapat menolong dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan dan mengembangkan potensinya. Dan, tentu saja, membimbing dan memberikan teladan tentang bagaimana menggunakan kemampuan kita untuk memuliakan Tuhan.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 2 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.

God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 01 Juni 2019

TELADAN UNTUK ANAK


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Samuel 2:12-17, 27-33 

Mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel? (1 Samuel 2:29) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ezra 1-2 

“Tindakan kita berbicara lebih keras daripada perkataan kita.” Ungkapan ini mengajarkan bahwa tidaklah cukup jika kita hanya memberikan pengajaran yang baik melalui nasihat, tanpa menyertainya dengan teladan.

Imam Eli adalah pemimpin rohani bangsa Israel. Sungguh sayang, kedua anaknya, yang juga menjadi imam, tidak bertingkah laku sepatutnya seorang imam. Mereka tidak menghormati kurban persembahan kepada Tuhan; mereka mengambil paksa daging kurban persembahan sebelum dimasak dan dibakar untuk Tuhan. Hal ini menjadi pergunjingan di tengah umat Israel dan sampai juga ke telinga Imam Eli.
Imam Eli berkali-kali menasihati mereka, agar mereka menghentikan dosa tersebut, tetapi nasihatnya tidak mereka hiraukan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Imam Eli tidak bersikap tegas sehingga tingkah-laku mereka yang jahat semakin menjadi-jadi (ay. 29). Tetapi, ada alasan lain lagi, yakni imam Eli tidak memberikan teladan selaras dengan peringatannya kepada kedua anaknya. Hal ini nampak dalam teguran Tuhan tentang “menggemukan badannya dengan kurban persembahan bagi Tuhan” (1 Sam. 4:18). Jadi, Imam Eli turut dalam dosa anak-anaknya dengan memakan daging persembahan yang berlemak, yang diambil oleh kedua anaknya dengan paksa.

Imam Eli menasihati dan menegur kedua anaknya, tetapi ia sendiri tidak memberikan teladan akan hal tersebut. Tidak heran jika kedua anak itu tidak menghiraukan perkataan ayahnya. Bagaimana keteladanan kita bagi anak-anak kita?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 1 Juni 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id