Sabtu, 11 Mei 2019

APA DAN SIAPA SUMBER SUKACITAMU?


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 16:1-11 

Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (Mazmur 16: 2) 

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Tawarikh 1-2 

Saya tersenyum saat menemukan kalimat lucu di sebuah situs humor kristiani. Di situ tertulis: “Ada tiga jenis orang Kristen: 1) Yang suka bersukacita, 2) Yang tidak suka bersukacita, 3) Yang suka tidak suka tetap bersukacita.” Wah, saya termasuk kelompok nomor berapa ya?

Mazmur hari ini mengajarkan dan menggambarkan dengan jelas bahwa hanya ada satu sumber sukacita, sumber kebahagiaan, sumber perlindungan, dan sumber keselamatan. Tidak ada sumber lainnya yang kekal di luar Tuhan. Harta dan kepunyaan kita yang terbesar adalah beriman kepada Allah. Hanya di dalam Dialah hati kita bersukacita, jiwa kita bersorak-sorak, dan tubuh kita akan diam dengan tenteram (ay. 9). Bahkan, hanya Dia yang mampu melepaskan kita dari jurang kebinasaan (ay. 10), yaitu dengan menganugerahkan keselamatan kekal melalui kematian Kristus. Selain Tuhan, tidak akan ada yang mampu menjanjikan dan melakukan hal-hal hebat tersebut kepada Anda dan saya.

Apakah alasan kita bersukacita? Jabatan yang baik? Keuangan yang cukup hingga beberapa tahun ke depan? Tiket liburan ke luar negeri? Apa pun yang kita miliki, jika kita tidak memiliki harta yang sesungguhnya, hal itu tidak akan menjamin sukacita kita. Harta yang fana pada akhirnya hanya mampu memuaskan secara sementara. Sebaliknya, penyerahan diri kepada Sumber Sukacita yang sejati akan membuat kita tidak pernah goyah dan tetap bersukacita dalam setiap keadaan. Alasannya? Karena Dia selalu menyertai kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 11 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha Jika

Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 10 Mei 2019

UJIAN KARAKTER


How are you today? 
Firman Tuhan :
2 Samuel 11:1-15 

 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di matanya? (2 Samuel 12:9) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 24-25 

Paling tidak ada tiga hal yang dapat menguji karakter seseorang. Pertama, siapakah kita pada saat sendiri. Kedua, siapakah kita ketika kita berada dalam tekanan. Ketiga, siapakah kita saat kita mengalami kejayaan.

Tiga ujian ini pernah dialami oleh Daud ketika ia menjadi seorang raja. Pertama, ketika Daud hanya seorang diri di istana, ia melakukan dosa di hadapan Allah karena mengingini istri Uria sampai kemudian Batsyeba mengandung (ay. 2-5). Ketika sendirian, ia membuka celah bagi dosa untuk menguasainya. Kedua, ketika Daud berada dalam tekanan karena Batsyeba mengandung, ia mencoba mencari siasat untuk menutupi dosa yang ia lakukan (ay. 6-13). Dosa yang satu membawa pada dosa yang kian parah. Ketiga, ketika Daud berada di puncak kejayaan. Sebagai seorang raja, dengan mudah ia menyusun strategi untuk membunuh Uria dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (ay. 14-15). Ketiga ujian tersebut membuatnya gagal menunjukkan karakter sesuai dengan firman Allah. Namun, Daud menunjukkan respons yang benar ketika Natan menegurnya. Ia mengakui semua dosanya dan bertobat kepada Allah (2 Sam. 12:13).

Bagaimana dengan kita? Apakah karakter kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan saat kita berada dalam tiga posisi seperti di atas? Tidak mudah untuk tetap berada dalam kebenaran firman Tuhan ketika kita seorang diri, berada dalam tekanan, atau mengalami kejayaan. Namun, Roh Kudus akan terus mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan dalam kondisi apa pun. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 10 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 09 Mei 2019

KELEMAHAN DIBALIK KEKUATAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hakim-hakim 14:1-20

Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya. (Hakim-hakim 14:17) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Raja-Raja 21-23 

Dalam strategi perang kuno dikenal prinsip, "Carilah kelemahan musuh pada kekuatannya." Dalil ini dilandasi oleh keyakinan, kelemahan seseorang justru ada pada sektor kekuatannya--tak akan jauh dari sana. Terbukti, banyak tokoh jatuh di puncak kejayaannya. Kerajaan runtuh karena terlena oleh kemenangannya. Kekuatan manusia tak pernah sempurna sebab pada kekuatan itu sekaligus terkandung kelemahan. 

Teka-teki. Salah satu kata-kunci dalam kisah Simson. Sosok dan kehidupan hakim yang satu ini mengundang tanya bagaikan teka-teki. Ia amat perkasa, dari mana kekuatannya? Apa rahasianya? Teka-teki. Simson sendiri pintar menciptakan teka-teki. Pada teka-tekinya ada sisi tentang kekuatannya (membunuh singa) sekaligus terbuka akan potensi kelemahannya (membocorkan rahasia di depan wanita si perengek). Adegan ini seperti sebuah pertanda akan apa yang bakal terjadi kelak. Ia membeberkan janji kenaziran Allah di pangkuan Delila (Hak. 16:16-17). Teka-teki Simson menyingkapkan: kekuatan besar "dimakan" kelemahan serius.

Sang Empunya kekuatan sempurna hanya Tuhan. Kekuatan kita hanya pemberian-Nya. Terbatas. Sekaligus dibayangi oleh kelemahan. Kenapa? Agar kita tidak jumawa dan semena-mena. Tuhan mau kita senantiasa sadar: kekuatan diberikan untuk memuliakan Dia dan memberkati sesama. Anda kuat? Sehat? Berbakat dan berhikmat? Pakailah itu sesuai dengan maksud Tuhan. Rawatlah dengan bertanggung jawab penuh pada Dia. Niscaya hal itu tak menjadi kelemahan yang menelanmu sendiri.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 9 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 08 Mei 2019

ABDI DALEM


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Petrus 5:1-11 

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. (1 Petrus 5:2)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 18-20 

Apakah Anda tahu “abdi dalem”? Abdi dalem adalah hamba yang mengabdi kepada raja, membantu mengerjakan urusan rumah tangga istana sesuai dengan bidang pelayanannya. Tidak sembarang orang dapat menjadi abdi dalem. Mereka harus lolos seleksi, memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas. Syarat yang tidak mudah, bukan?

Jika kita berpikir bahwa mereka mendapatkan imbalan yang besar, itu salah. Jika kita menilainya berdasarkan gaji yang mereka dapatkan, upah mereka sangatlah kecil. Toh keadaan itu tidak mengalangi mereka untuk terus mengabdi. Mereka bersedia mengabdi kepada raja dengan motivasi untuk mendedikasikan hidup mereka. Dengan itu, mereka mendapatkan kepuasaan batin dan ketenteraman hidup. Mereka menjadi abdi dalem sebagai sebuah kebanggaan terhadap diri mereka karena bisa melayani seorang raja.

Rasul Petrus mengingatkan kita supaya memiliki motivasi yang benar dalam melayani Tuhan. Kita melayani berdasarkan kerelaan dan kerinduan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan (ay. 2). Kita melayani bukan untuk memerintah orang lain, melainkan untuk menjadi teladan hidup (ay.3). Jika seorang abdi dalem dapat mengabdi kepada rajanya tanpa memikirkan keuntungan pribadi, terlebih lagi kita. Upah sejati yang disediakan bagi kita sesungguhnya tidak dapat dibandingkan dengan harta dunia sebesar apa pun. Ya, Tuhan memberikan kepada kita mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (ay. 4). Marilah kita menjalankan pelayanan dengan sikap dan motivasi yang benar tersebut.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 8 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 07 Mei 2019

TUGAS SEORANG MURID


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Yesaya 50:4-11

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4) 

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Raja-Raja 16-17 

Beberapa kali, saya sengaja mengajak berbicara dengan beberapa orang. Saya masuk ke dunia mereka dan membangun persahabatan. Mereka memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petugas keamanan, petugas kebersihan, buruh bangunan, pedagang kaki lima, sopir angkutan kota, dan sebagainya. Saya mendapati, sebagian besar dari mereka menjalani hidup dengan beban mental yang berat. Kebanyakan mereka mengeluh karena tekanan kebutuhan ekonomi.

Ketika kembali berkomunikasi dengan mereka, saya memberikan sedikit kata-kata motivasi, agar mereka mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan baik. Hasilnya, ada sebagian orang yang berubah. Di sela-sela waktu luang, mereka mulai melakukan pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Ada yang menerima jasa pijat, juru kebun paruh waktu, atau membuka warung di rumah.

Kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan lidah seorang murid. Lidah yang mampu memberi semangat baru kepada orang yang letih, lesu, dan berbeban berat. Setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaran kita untuk mendengarkan perkataan firman-Nya.

Dalam saat teduh pagi, izinkan Tuhan berbicara, menyatakan kebenaran firman-Nya, dan bekerja dalam diri kita. Biarlah kita sendiri dikuatkan dan diperlengkapi oleh kebenaran-Nya. Kemudian, dalam aktivitas keseharian, kita dimampukan untuk membangkitkan semangat orang-orang yang kita temui.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 7 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 06 Mei 2019

BERAPA BANYAK MUSUH ANDA?


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Mazmur 3:1-9 

Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. (Mazmur 3:7)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-Raja 14-15 

Ada pepatah mengatakan, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pasti banyak orang mengamini pepatah tersebut. Terlebih bagi kita orang Indonesia yang memprioritaskan hubungan baik dengan orang lain. Lalu, apa jadinya jika ternyata dalam kehidupan ini kita memiliki musuh? 

Daud pernah mengalami saat-saat ketika dirinya merasa memiliki banyak musuh (ay. 2). Bukan raja dan pasukan dari negeri lain yang menjadi musuh Daud, namun justru anak kandung dan rakyatnya sendiri yang menjadi musuhnya. Namun, Daud memberi respons yang benar ketika Absalom berikhtiar untuk merebut tahta dan membunuh ayahnya.  Daud tidak tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan. Sebaliknya, ia justru bermazmur dan berdoa dengan memberikan pengagungan kepada Tuhan (ay. 4).

Daud juga mengerti bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan dan jawaban atas semua masalah yang tengah ia hadapi (ay. 5). Oleh karenanya, ia tidak merasa takut terhadap berapa pun musuh yang ia hadapi (ay. 7); ia justru menunjukkan kasih kepada Absalom (2 Sam. 18:33).

 Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki respons seperti Daud terhadap musuhnya? Atau, justru musuh kita membelenggu pikiran dan perasaan kita? Jika kita melakukan kehendak Tuhan, namun ada yang memusuhi kita, berapa pun jumlahnya, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mendoakan mereka dan meminta Allah untuk memberikan pertolongan kepada kita. Dan, yang tidak kalah penting, kita tetap menunjukkan kasih kepada mereka.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 6 Mei 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 05 Mei 2019

REPRUNED (Bagian Pertama)

Shalom...!
Ini adalah materi Kotbah Ps. Gelphy Nartha padahari Minggu tanggal 05 Mei 2019.
Di GBI. ROCK Jayapura pada Ibadah Raya ROCK Center Entrop.

Kiranya bisa menjadi berkat bagi kita semua... 
God Bless...