Minggu, 14 April 2019

HIDUPNYANG RUSAK MENJADI INDAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hakim-Hakim 11:1-11 

Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. (Hakim-Hakim 11:1) 

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 10-12

Kita acap kali melihat sebuah hasil sulaman yang indah dalam bentuk yang jadi. Mungkin saja sulaman itu sudah dijahit rapi bagian tepinya dan berbingkai sangat indah. Tetapi, cobalah membongkar bingkainya dan lihatlah kain hasil sulaman itu di bagian belakangnya! Apa yang kita temukan? Sungguh berbanding terbalik dengan penampilan bagian depannya. Di bagian belakang sulaman itu, kita akan menemukan jalinan benang bertumpukan yang sangat tidak teratur, sangat amburadul, dan jauh dari kata indah.

Dengan cara yang sama kita dapat memandang kehidupan Yefta. Kita melihat Yefta sebagai pahlawan gagah perkasa yang dipakai Tuhan secara luar biasa untuk memimpin bangsa Israel. Tetapi, tahukah kita bahwa Yefta punya latar belakang yang sama sekali jauh dari kata 'indah'? Seperti bagian belakang sulaman tadi, latar belakang Yefta sangatlah buruk, seorang yang terusir dari saudara-saudaranya dan tidak mendapat bagian warisan.

Meskipun demikian, Tuhan memilihnya dan memakainya menjadi seorang pahlawan pemimpin Israel. Di tangan Tuhan, seburuk apa pun latar belakang seseorang, Dia dapat membentuknya menjadi sebuah hasil karya yang mahaindah. Sama halnya dengan latar belakang hidup kita, dosa telah merusak citra Allah dalam hidup kita. Namun demikian, Allah tetap menunjukkan kasih karunia-Nya dalam hidup kita. Dia telah menebus kita dari dosa dan memulihkan hidup kita. Tidak berhenti di situ, Dia mendandani hidup kita sehingga kita siap dipakai untuk kemuliaan-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 14 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 13 April 2019

SALAH SANGKA


How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 24:13-35

Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang akan membebaskan bangsa Israel. (Lukas 24:21)

Bacaan Alkitab Setahun:
2 Samuel 6-9

Fakta kematian Yesus di kayu salib menggemparkan banyak pihak, tak terkecuali bagi murid Yesus. Yesus yang diharapkan menjadi pembebas bangsa Israel dari penjajahan Romawi ternyata mati muda. Jika ukurannya adalah harapan atau pemikiran mereka tersebut, jelas Yesus gagal. Padahal, lebih dari harapan para murid dan juga bangsa Yahudi, Yesus benar-benar datang sebagai pembebas. Kematian dan kebangkitan-Nya memungkinkan manusia yang percaya kepada-Nya terbebas dari kuasa dosa. Jadi, sebenarnya prasangka para murid tidak tepat. Yesus berkarya malah melampaui harapan mereka.

Rencana dan jalan Tuhan sering tak mudah dipahami oleh manusia. Apa yang nampak sebagai kegagalan, keinginan yang tidak terkabul, atau harapan yang seakan telah sirna, bukan berarti rencana Tuhan juga gagal. Jangan salah sangka terhadap Dia. Dia berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan-Nya. Segala sesuatu yang kita alami ada dalam kendali-Nya. Percayalah bahwa rencana dan kehendak-Nya sempurna dalam hidup kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 13 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 12 April 2019

MENDENGARKAN BUKAN MENDENGAR


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Lukas 10:38-42 

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. (Lukas 10:39) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Samuel 3-5

Seorang guru Sekolah Minggu kecewa melihat muridnya tidak mampu mengingat cerita Alkitab yang telah diajarkan. Jemaat dewasa juga tak berbeda. Hal itu terjadi karena banyak orang hanya mendengar, bukan mendengarkan. “Mendengar” mengarah pada kemampuan memperoleh informasi melalui telinga. “Mendengarkan” melibatkan usaha untuk memahami informasi itu sebaik mungkin. Ketika mendengarkan, orang berkonsentrasi dan berfokus pada informasi yang disampaikan sehingga tertanam dalam hati dan pikiran.

Maria dan Marta memiliki respons yang berbeda terhadap perkataan Yesus. Kehadiran Yesus di rumah mereka mendatangkan sukacita bagi kedua perempuan ini. Maria menetapkan hati untuk duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya (ay. 39). Sementara itu Marta sibuk melayani Yesus dan mungkin sambil sesekali mendengar perkataan-Nya (ay. 40). Maria bukan sekadar mendengar untuk memperoleh pengetahuan tentang firman Allah; ia memusatkan hati dan pikiran untuk memahami firman itu. Maria memberikan perhatian penuh terhadap perkataan Yesus. Ia tidak hanya mendengar, tetapi mendengarkan! 

Tidak ada seorang pun yang mampu memahami firman Allah secara sempurna. Namun, jika kita mau mendengarkan firman Allah, bukan hanya mendengarnya, Roh Kudus akan memampukan kita untuk memahami firman-Nya sedikit demi sedikit. Memusatkan hati dan pikiran saat mendengarkan firman Allah akan menolong kita mengerti dan terus mengingat apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 12 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

 Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

 Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 11 April 2019

PEMELIHARAHAN TUHAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Raja-Raja 17:1-6

Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana. (1 Raja-Raja 17:4)

Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Samuel 1-2 

Siapa yang tahan menghadapi musim kering yang berkepanjangan? Ketika mata air mengering dan tetesan embun atau hujan tak kunjung turun ke bumi, mungkinkah manusia dapat bertahan hidup? Penderitaan makin lengkap tatkala di tengah kemarau panjang itu burung gagak beterbangan mencari mangsa. Bukankah ini tanda-tanda kematian? Gagak itu menanti orang yang mati karena kekeringan dan bangkainya siap untuk disantap!

 Tanda-tanda kematian! Keadaan itulah yang dialami Elia. Anehnya, Elia tetap hidup di tengah kekeringan hebat. Yang lebih mengherankan lagi, datangnya burung gagak itu. Biasanya burung ganas ini datang untuk mencari mangsa, tetapi kali ini ia justru datang membawakan makanan untuk Elia! Bagi saya, hal ini menunjukkan cara unik Tuhan dalam memelihara umat-Nya. Tuhan mampu mengubah pembawa kematian menjadi pembawa kehidupan! Di tengah kekeringan yang berkepanjangan, hidup Elia tetap terpelihara aman di tangan Tuhan.

 Tuhan dapat bekerja jauh melampaui apa yang dapat kita pikirkan dan kita bayangkan. Sekalipun kita hidup di tengah “kekeringan” dengan “tanda-tanda kematian” di sekitar kita, tetapi orang-orang yang mengandalkan pertolongan-Nya akan tetap terpelihara. Sebab “TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan” (Maz. 37:18-19). Nantikan pemeliharaan-Nya yang unik!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 11 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

 Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

 Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

 http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 10 April 2019

BIJAK MEMILIH TEMAN


How are you today?
Firman Tuhan : 
2 Tawarikh 18:1-34 

Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab. (2 Tawarikh 18:1) 

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 28-31 

Heinrich Himmler lahir pada 1900 di Munich. Awalnya ia bercita-cita menjadi petani dan sarjana bidang agronomi. Namun, ia kemudian ikut bertempur dalam Perang Dunia I dan terlibat dalam berbagai organisasi tentara. Di situ ia bertemu dengan Hitler dan mengambil bagian dalam usaha Hitler menggulingkan pemerintah Jerman pada 1923. Mula-mula Himmler mendapat kekuasaan penuh. Namun, setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Himmler ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, ia memilih menelan kapsul sianida—bunuh diri. 

Pribadi yang awalnya punya cita-cita baik, namun—karena bertemu orang yang salah—hidupnya berakhir secara sia-sia. Yosafat pun mengalami hal yang serupa. Mulanya ia raja Yehuda yang takut akan Tuhan. Ia menjauhkan bukit pengurbanan dan tiang berhala. Ia juga memerintahkan beberapa pegawai untuk mengajarkan Taurat di semua kota di Yehuda. Karena sikapnya itu, Allah pun membuat ia disegani oleh negeri-negeri di sekelilingnya. Sayang, ketika makin kaya dan terhormat, Yosafat memilih besan yang salah, yaitu Ahab yang fasik. Bahkan, ia bergabung dengan sekutu yang salah pula—Ahazia, raja Israel yang fasik perbuatannya.

Ada orang yang menyatakan, “Tunjukkan temanmu, maka aku bisa menunjukkan masa depanmu.” Ingatlah, orang-orang di sekitar kita dapat mendukung kita naik atau, sebaliknya, menyeret kita turun. Jadi, pastikan kita berteman dengan pribadi yang bijak, bukan orang yang bebal, agar kehidupan kita tidak menjadi malang. 

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 10 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 08 April 2019

MENERIMA KEKALAHAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Samuel 18:6-9 

Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. (1 Samuel 18:9)

Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 22-24

Pemilihan presiden AS pada 1940 dimenangkan oleh Franklin D. Roosevelt dengan perolehan 55% suara. Lawannya, calon dari Partai Republik, ialah Wendell Wilkie. Yang membuat banyak orang heran adalah respons Wilkie setelah kalah. Ia malah mendukung salah satu kebijakan kontroversial Roosevelt mengenai tanah. Ketika ditanya, ia menjawab, "Dulu saya bertarung keras untuk mengalahkannya, tetapi sekarang ia sudah terpilih. Sekarang ia presiden saya."

Sejak penaklukan Goliat (1 Sam. 17), Daud amat populer di mata rakyat. Ditambah lagi, sebagai komandan prajurit Israel, ia meraih kemenangan demi kemenangan gemilang (1 Sam. 18:5). Daud merebut hati bangsanya melebihi Saul. Bahkan anak dan pegawai raja pun bersimpati besar padanya (1 Sam. 18:1, 5). Alih-alih mengakuinya dengan jiwa besar, Saul menolak untuk merangkul kenyataan tersebut. Ia tidak terima dirinya dikalahkan. Ia membiarkan kedengkian menguasai dan merusak jiwanya (ay. 9).

 Ayah saya selalu berpesan, hidup ini seperti ajang permainan. Ada yang menang, ada yang kalah. Tidak mungkin menang terus, atau sebaliknya. Keduanya harus diterima dengan jiwa besar. Jangan pongah dan gegabah ketika menang. Tak perlu marah dan menyerah ketika kalah. Apalagi dengki. Lebih utama, jiwa kita tetap sehat. Sanggup memikul kemenangan. Mampu menerima kekalahan. Anda sedang gagal atau dikalahkan? Terimalah dengan besar hati, Tuhan sedang membentuk Anda menjadi pemenang sejati.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 8 April 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
 God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 07 April 2019

MENYAKITI HATI ANAK


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Kolose 3:18-25 

 Hai bapak-bapak, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. (Kolose 3:21) 

 Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Samuel 19-21 

Memarahi anak yang nakal dengan maksud mengoreksinya memang tidak ada salahnya. Sayangnya, banyak orangtua hanya memarahi anak tanpa menjelaskan alasan kemarahan itu. Parahnya, ada pula orangtua yang sering marah-marah tanpa alasan kepada anak sehingga si anak menjadi bingung dan sakit hati.

Rasul Paulus menyampaikan sejumlah nasihat tentang kehidupan sebagai manusia baru di dalam Kristus (2:6-4:6). Salah satu nasihatnya berbicara tentang cara membangun hubungan yang baik di antara anggota keluarga. Ia mengingatkan agar bapak-bapak (juga ibu-ibu)--atau, dengan kata lain, orangtua--jangan membuat anak merasa sakit hati, yang dapat berujung pada rasa tawar hati. Tawar hati adalah sikap dingin tanpa sukacita dan tanpa damai sejahtera serta tidak lagi peduli akan orangtua. Sikap orangtua yang tidak bijaksana dapat membangkitkan reaksi tak terduga pada anak, yang bila tidak diselesaikan dapat meninggalkan luka berkepanjangan.

Cinta kasih orangtua kepada anak memang bisa saja diwujudkan dengan mengoreksi kesalahan si anak dan memperbaiki kelakukannya. Hanya masalahnya, jangan sampai kita melakukannya dengan cara yang kasar atau dapat menimbulkan sakit hati pada anak. Kalaupun harus marah, orangtua perlu menjelaskan dengan bijaksana alasannya dan, dengan penjelasan itu, orangtua dapat sekaligus mengoreksi kesalahan si anak. Jangan gengsi pula untuk meminta maaf karena telah marah kepada mereka. Permintaan maaf yang tulus dapat menghapus kemungkinan sakit hati yang nantinya berujung pada tawar hati itu.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 7 April 2019 Ps.
Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id