Selasa, 26 Maret 2019

DI GUA ADULAM


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Samuel 22:1-5 

Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati. (1 Samuel 22:2) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Hakim-Hakim 10-11

Sebuah suara dari balik telepon terdengar, “Tolong jangan ganggu saya dalam minggu ini. Saya sibuk sekali, lagi pula ada persoalan keluarga yang harus segera selesai.” Kemudian pembicaraan berhenti. Linda hanya bisa menelan ludah getir. Saat itu ia sedang butuh teman untuk mendengar curahan persoalannya. Namun, sahabat sekaligus pembimbing rohaninya itu sedang tidak bisa melayaninya.

Saat di gua Adulam, Daud berkumpul dengan orang-orang yang dalam kesukaran, yaitu mereka yang hidup terjepit, menderita, dalam keadaan susah dan sedih. Ada pula yang dikejar penagih hutang, yaitu mereka yang tertipu oleh lintah darat sampai tidakmampu melunasi utang. Tak ketinggalan mereka yang sakit hati. Istilah ini mengandung arti orang yang napas atau vitalitas hidupnya penuh dengan kemarahan, rasa tidak puas, dan pahit. Jadi orang-orang yang mendekat pada Daud itu bukan orang sakit hati biasa, melainkan mereka yang sakit hati begitu parah sampai seolah-olah napasnya penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Jumlah mereka seluruhnya 400 orang, dengan Daud sebagai pemimpin mereka. Ya, meskipun ia sendiri sedang dalam kesukaran.

Menerima orang yang dalam kesukaran itu tidak mudah, apalagi jika kita sendiri sedang dirundung masalah. Namun, ini bukan alasan bagi kita untuk selalu menolak menolong orang lain. Ada saatnya Tuhan bermaksud merentangkan iman kita agar lebih tangguh. Dilatih menanggung beban lebih berat karena hendak dipercaya menanggung sesuatu yang besar. Bersediakah kita?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 26 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 25 Maret 2019

KETEKUNAN IMAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Matius 15:21-28 

Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki. (Matius 15:28) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Hakim-Hakim 8-9 

Tuhan berkenan kepada orang-orang yang dengan tekun mencari Dia. Ketekunan mampu memancarkan seberapa besar keyakinan dan pengharapan seseorang kepada Tuhan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tuhan memuji iman perempuan Kanaan. Ia datang kepada Yesus, memohon kesembuhan bagi anaknya yang sedang kerasukan setan. Namun, apa reaksi Yesus? Yesus tampak tidak peduli. Murid-murid Yesus pun tidak menyukai kehadiran perempuan ini, bahkan meminta supaya Yesus menyuruhnya pergi.

Hebatnya, perempuan Kanaan ini tidak patah arang. Bahkan saat Yesus berkata bahwa Dia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, ia tetap tidak menyerah. Perempuan ini justru semakin bersemangat mendekati Yesus! Sekali lagi Yesus berkata, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Dan jawaban perempuan ini sungguh menakjubkan Yesus: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Yesus pun demikian takjub dan memuji iman perempuan ini.

Dalam banyak kesempatan Tuhan kerap kali menguji iman kita. Bagaimana sikap kita saat kita mengalami hal yang paling sulit dalam hidup kita dan ketika kita merasa betapa jauhnya Tuhan dari hidup kita? Apakah kita tetap bertekun mencari Dia? Bertekun dalam iman yang benar berarti percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan dan terus mencari-Nya sekalipun seolah-olah Tuhan jauh dari hidup kita. Dalam situasi seperti inilah Tuhan melihat iman kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 25 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 24 Maret 2019

ALLAH SUMBER KEHIDUPAN

Bahan Kotbah Ps. Gelphy Nartha
Minggu, 24 Maret 2019 di GBI.ROCK Jayapura.
Tempat ibadah Gedung Mall Jayapura Ruang Cinema XXI Studio 1

kiranya dapat menjadi berkat....

Salam Kasih.





















HANYA PENCOBAAN BIASA


How are you today?
Firman Tuhan : 
1 Korintus 10:1-13 

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. (1 Korintus 10:13) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Hakim-Hakim 6-7 

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar tetap waspada dan teguh berdiri supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka. Alih-alih tetap teguh berdiri, mereka justru mendukakan hati Tuhan dengan berbagai tindakan mereka (ay. 7-10). Oleh karena itu, ada dua hal yang Paulus ingatkan kepada jemaat di Korintus: tidak sombong dan menganggap enteng permasalahan yang ada (ay. 12) serta tidak kecil hati karena permasalahan dan pencobaan yang mereka alami bukanlah hal yang baru. Tuhan akan memampukan mereka menanggungnya (ay. 13).

Permasalahan dan pencobaan apakah yang saat ini sedang menghimpit hidup kita? Ingat, tidak ada yang baru! Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita mengalami hal yang sama. Mintalah agar Tuhan memampukan kita untuk tetap berhati-hati seraya terus mengandalkan pertolongan-Nya. Sebagaimana Tuhan telah menguatkan mereka, kiranya Tuhan juga yang akan menguatkan kita melewati berbagai permasalahan dan pencobaan yang “biasa” ini.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 24 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 23 Maret 2019

MEMANCARKAN KASIH-NYA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Markus 1:14-15 

Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil! (Markus 1:15) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-Hakim 3-5

Bayangkan seseorang menodongkan pistol ke pelipis kita dan berkata, “Ikut aku atau kau kutembak mati!” Bagaimana kira-kira respons kita? Kita mungkin ketakutan dan terpaksa mengikutinya. Atau, karena kita membenci orang itu, kita berpikir lebih baik mati daripada mengikutinya. Dua respons yang sama-sama tidak menguntungkan. 

Syukurlah, Yesus tidak menggunakan gaya itu ketika mewartakan Injil. Dia tidak mengundang orang untuk bertobat karena Kerajaan Maut sudah mengancam di ambang pintu, siap menelan kita jika kita tidak percaya. Sebaliknya, Dia mengundang orang untuk bertobat karena Kerajaan Allah sudah dekat. Orang yang percaya pada berita Injil mendapatkan jaminan dan bagian dalam kerajaan yang oleh Paulus digambarkan sebagai penuh dengan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm. 14:17). Dengan kata lain, Allah mengundang kita untuk datang kepada-Nya bukan dengan ancaman hukuman, melainkan dengan pancaran kebaikan-Nya. Benarlah, maksud kemurahan Allah ialah menuntun kita kepada pertobatan (Rm. 2:4).

Madeleine L’Engle, seorang penulis novel fantasi, menggarisbawahi hal itu. Suatu cara efektif untuk menarik orang datang kepada Kristus, menurutnya, “bukanlah dengan mencela kepercayaan mereka, atau menuding kesalahan mereka, dan menunjukkan bahwa kita lebih benar dari mereka, melainkan dengan memancarkan cahaya yang begitu indah sehingga mereka dengan segenap hati ingin mengetahui sumber cahaya itu.” Marilah kita memancarkan kebaikan-Nya!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 23 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 22 Maret 2019

SUMBER AIR


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yohanes 4:1-30 

Kata perempuan itu kepada-Nya, "Tuan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." (Yohanes 4:15)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Hakim-Hakim 1-2 

Selain udara, air adalah kebutuhan vital manusia. Tanpa air, manusia hanya dapat bertahan hidup 3-5 hari. Sayangnya, banyak orang memakai air tak layak konsumsi karena berbagai faktor, yang membahayakan hidup mereka pada masa depan. Pada 1992 PBB menetapkan 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan penyadaran akan pengelolaan sumber air bersih yang berkelanjutan. Namun, sadarkah Anda, ada yang lebih vital dari kebutuhan akan air bersih?

Perempuan Samaria datang menimba air ke sumur di tengah hari yang terik ketika semua orang lebih suka berlindung di rumah mereka. Ternyata, ia memilih waktu itu untuk menghindari bertemu dengan orang lain. Ia memiliki cap buruk di tengah masyarakat karena status perkawinannya yang penuh kegagalan.

Namun, Yesus juga sengaja menempuh jalan di Samaria untuk menemui perempuan itu (ay. 4). Di tepi sumur Yakub, mereka berbincang tentang air hidup yang akan terus memancar di dalam diri setiap orang yang menerima anugerah Allah. Perempuan Samaria itu akhirnya menyadari bahwa ia jauh lebih memerlukan air hidup itu dibandingkan air sumur. Sukacita karena telah bertemu dengan sumber air hidup, yaitu Kristus, membuatnya meninggalkan tempayannya. Ia pergi ke kota dan bersaksi kepada mereka yang selama ini justru dihindarinya (ay. 28). Kristus telah mengubah hidupnya. Kita memang sangat memerlukan air untuk bertahan hidup, tetapi tanpa menemukan Sang Pemberi Air Hidup, hidup kita akan sia-sia.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 22 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 21 Maret 2019

BELAJAR DARI YEFTA


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Hakim-Hakim 11:1-11 

Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa. (Hakim-Hakim 11:11) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 22-24 

Namanya Edson Arantes do Nascimento, atau lebih dikenal sebagai Pele. Pada Piala Dunia Swedia 1958, pada usia 17 tahun, debutan Brasil itu membuat dunia terperangah. Ia mencetak gol pertama dalam laga perempat final melawan Swedia, lalu hattrick dalam laga semifinal melawan Perancis. Penampilannya bak pemain senior yang terampil. Seorang pahlawan bola telah lahir!

Yefta juga pahlawan bagi bangsanya. Kalau Pele lahir dari keluarga miskin, masa lalu Yefta lebih runyam lagi. Anak Gilead ini diusir saudara tirinya dan tak berhak mendapat warisan, sebab ibunya pelacur. Ia menyingkir ke tanah Nob, berkumpul dengan para petualang dan merampok bersama mereka. 

Nah, saat orang Israel melawan bani Amon, para tua-tua mencari Yefta dan memintanya memimpin mereka. Kenapa? Yefta, biarpun penjahat, adalah “pahlawan yang gagah perkasa” (ay. 1). Para tetua itu tahu, selain pemberani, Yefta piawai memimpin dan berperang.

Yefta ternyata tak gila kekuasaan. Ia tak begitu saja menerima tawaran menggiurkan itu. Ia malah mempertanyakan kesungguhan mereka sebab ia tak mau diperlakukan “habis manis sepah dibuang”. Menariknya, Yefta masih ingat Tuhan, dan membawa pergumulannya kepada-Nya. Karena penyerahannya ini, Tuhan membuatnya berhasil memerangi bani Amon.

Anda punya masa lalu yang gawat? Bagi Dia, Anda tetap punya potensi yang hebat. Dia dapat memakainya demi kemuliaan-Nya. Percayakan pada-Nya!

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 21 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id