Rabu, 20 Maret 2019

BERSETUBUH YANG SAH


How are you today? 
Firman Tuhan :
Kejadian 4:1-2 

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." (Kejadian 4:1) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 20-21

Salah satu standar hidup yang kami, saya dan istri, junjung tinggi semasa mempersiapkan pernikahan adalah tidak berhubungan seksual sebelum resmi menjadi suami-istri. Saat itu kami berkomitmen untuk tidak menginap, baik di rumah saya maupun di rumahnya. Bukanlah perkara mudah, tetapi Tuhan memampukan kami melewati godaan untuk berhubungan seksual sebelum kami diberkati dalam upacara pernikahan.

Menarik sekali apabila kita mencermati nats hari ini. Manusia itu, yakni Adam, melakukan persetubuhan dengan Hawa, istrinya. Alkitab tidak menulis Hawa sebagai kekasih Adam, kenalan Adam, pacar Adam, atau perempuan yang dalam waktu dekat akan dinikahi oleh Adam. Seorang perempuan dapat disebut sebagai istri seorang laki-laki setelah keduanya menikah. Dari sinilah kita meyakini bahwa Allah menghendaki bahwa persetubuhan atau hubungan intim hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang telah menikah. Berbeda sekali dengan pandangan dunia yang menganggap bahwa persetubuhan, bahkan kelahiran anak di luar pernikahan yang sah, adalah sesuatu yang wajar. Mirisnya, terkadang umat Tuhan juga mulai terpengaruh dan menganggap persetubuhan di luar pernikahan bukanlah suatu pelanggaran terhadap firman-Nya.

Standar Allah tidak pernah berubah. Sejak semula, Alkitab juga mencatat bahwa Allah terlebih dahulu memberkati manusia sebelum berfirman agar manusia beranak-cucu dan memenuhi bumi. Apakah kita, sebagai umat Allah dan bagian dari keluarga Kristen, masih setuju dengan kebenaran ini?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 20 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 19 Maret 2019

DILUKIS PADA TELAPAK TANGAN


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Yesaya 49:14-21

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:16) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 17-19 

Seorang seniman asal Spanyol, David Cata, punya cara yang aneh untuk melahirkan sebuah karya seni. Tidak dengan melukis, tetapi ia rela menjahit telapak tangannya demi menciptakan karya seni yang menakjubkan. Dengan menggunakan jarum dan benang, David menyulam potret orang-orang terdekatnya di telapak tangannya. "Wajah mereka telah terpatri dalam hidup saya. Mereka adalah keluarga, teman, pasangan, dan guru," kata David, seperti dilansir Design Boom. 

Pada masa-masa pembuangan, Bangsa Israel mengalami masa-masa yang memilukan. Mereka merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan mereka (ay. 14). Akibat pemberontakan mereka, Tuhan memang telah membawa mereka ke pembuangan, tujuh puluh tahun lamanya. Tetapi benarkah Tuhan melupakan dan meninggalkan mereka? Apakah Tuhan tidak pilu mendengar rintihan kesakitan mereka? Inilah jawab-Nya: “Lihat, Aku telah melukis engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.” Seberapapun kerasnya penderitaan Israel, Allah tidak menegakan mereka terus mengalami kesusahan itu; Dia mengingat mereka.

Saat menghadapi situasi sulit dan ketika doa-doa kita sepertinya tidak menghasilkan jawaban, kita kerap kali merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan kita. Namun lihatlah bagaimana Tuhan memandang hidup kita. Kita berharga di mata-Nya! Dia tidak akan menegakan kita bergelut dengan penderitaan, asalkan sikap hati kita berbalik kembali kepada-Nya.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 19 Maret 2019 
Ps. Gelphy Nartha 

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. 

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...! 


http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 18 Maret 2019

JIKA TUHAN MENGHENDAKI


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yakobus 4:13-17 

Apa yang akan terjadi dengan kehidupanmu besok, kalian sendiri pun tidak mengetahuinya! (Yakobus 4:14a, BIS) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 14-16 

Masih ingat pesawat Malaysia Airlines MH-370 yang hilang beberapa pekan dan diperkirakan “berakhir” di Samudera Hindia itu? Tewaskah 239 orang di dalamnya? Entah. Terpikirkah oleh mereka bahwa hidup mereka akan berakhir setragis itu? Entah juga. 

Hidup ini memang rentan dan tak terduga. Namun, kita sering menganggap esok tak akan terjadi apa-apa pada kita dan semuanya akan lancar-lancar saja. Pernahkah kita berpikir, kalau-kalau hari ini adalah hari terakhir kita? Sikap yang kelewat percaya diri inilah yang dikecam Rasul Yakobus pada orang Yahudi yang disuratinya, yang memang pandai berdagang dan banyak yang sukses (ay. 13-14). Sayangnya, keberhasilan itu mereka anggap sebagai keberhasilan mereka sendiri tanpa pimpinan Tuhan. Mereka juga terkesan tak peduli atas kefanaan hidup ini, yang digambarkan seperti “uap”. Mereka itu orang “sombong” yang suka “membual” (ay. 16 BIS; kata bahasa aslinya, alazoneia, acap dipakai untuk menggambarkan tukang obat jalanan yang suka mengobral janji). Semestinya mereka berserah pada-Nya karena Dia tahu yang terbaik bagi kita (ay. 15, bdk. Yes. 55:8-9 dan Yer. 29:11).

Meskipun demikian, ini bukan berarti kita dapat lepas tangan begitu saja terhadap rencana kita. Sebaliknya, kita harus tetap menjalankannya dengan kesadaran bahwa, jika Dia tidak berkenan, kita mesti siap berganti haluan menuju sesuatu yang baru. Mungkin hal itu lebih sulit atau tak menyenangkan, tapi nantinya akan terbukti yang terbaik walau kini belum kita ketahui.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 18 Maret 2019

Ps. Gelphy Nartha Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 17 Maret 2019

TITIK TERENDAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Lukas 14:7-11 

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di tempat yang lebih terhormat. (Lukas 14:10)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 11-13 

Di situs Asia One pada 13 Juni 2014, PM Singapura Lee Hsien Loong tertangkap kamera sedang mengantre untuk membeli makanan cepat saji murah di Blk 85 Redhill Lane. Foto itu diunggah di Facebook dan orang pun memperbincangkan kerendahan hatinya. "Ia seperti paman biasa berusia 50-60 tahun yang antre setengah jam untuk sayap ayam goreng kesukaannya," tulis pengunggahnya, Lianhe Wanbao. Alih-alih menuntut keistimewaan, Lee rela berdiri lama dan menunggu giliran membeli--sekalipun ia punya ratusan pengawal yang bisa disuruh membelikan makanan itu.

Ketika orang Farisi merasa lebih baik dan lebih tinggi kedudukannya daripada orang lain, Yesus mengutarakan perumpamaan tentang pesta pernikahan. Perasaan atau pikiran bahwa kita lebih baik itu sebaiknya ditanggalkan, juga harapan agar orang lain tunduk dan menghormati kita. Sebab, penghormatan itu diberikan oleh orang lain. Jika kita layak mendapatkannya, orang akan memberikannya. Merendahkan hati kita dulu adalah sikap terbaik yang Yesus ajarkan (ay. 8-10).

Kiranya Roh Allah menolong kita bersikap rendah hati di segala tempat dan peristiwa. Ambillah tempat terendah dulu agar kita tak dipermalukan. Kadang memang ini tak mudah. Bisa jadi kita berpikir, "Seharusnya saya diistimewakan", "Seharusnya saya didahulukan", "Seharusnya saya yang dipanggil maju ke depan". Bila tak mendapatkannya, kita hanya akan kecewa atau cemburu pada orang lain yang memperolehnya. Mari kembali pada nasihat Yesus. Dia meminta kita rendah hati seperti Dia.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 17 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 16 Maret 2019

YOU ARE A LEADER


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Yosua 1:1-9

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. (Yosua 1:6) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 9-10

Anda masing-masing adalah seorang pemimpin. Apakah Anda seorang kepala keluarga dan orangtua dari anak-anak Anda? Ataukah Anda seorang guru, guru Sekolah Minggu, aktivis gereja atau lembaga pelayanan/sosial di masyarakat? Apakah Anda seorang bos, direktur, manajer, pemimpin unit di sebuah perusahaan? Ataukah Anda memiliki banyak teman yang belum mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, dan perlu Anda bimbing untuk mengalaminya? Bila ya, Anda adalah seorang pemimpin.

Dengan kesadaran di atas, mari renungkan bacaan kita. Perjalanan kepemimpinan Yosua memberi tuntunan tentang empat hal yang perlu dialami seorang pemimpin:

1. Mengetahui tujuan yang hendak dicapai menurut yang Tuhan beritahukan (ay. 2-4).

2. Menempuh jalan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, dengan berpedoman pada Firman-Nya, tanpa menyimpang ke kanan dan ke kiri (ay. 7)

3. Memberi tahu dan mengajar orang yang dipimpin agar mengikuti kepemimpinannya—sebagai hamba yang memberi diri kepada Allah untuk melayani mereka (ay. 8)

4. Memiliki hati yang kuat dan teguh sebab Tuhan setia menyertai orang yang dipanggil-Nya (ay. 6, 9).

Anda semua pasti akan berhasil menjalani peran sebagai pemimpin, dengan mengikuti petunjuk Firman Tuhan hari ini. Sadarilah bahwa orang-orang di sekitar Anda sedang mengamati hidup Anda, dan siap untuk meniru.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 16 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 15 Maret 2019

MEMANCARKAN SINAR ALLAH


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Matius 5:14-16 

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga. (Matius 5:16) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 7-8 

Sambaran kilat dan suara dentuman memecah keheningan malam. Kamis, 13 Februari 2014, erupsi Gunung Kelud menyembur setinggi 17 kilometer. Menerbangkan kerikil dan abu vulkanik ke sebagian besar wilayah Jawa, termasuk Yogyakarta. Abu tebal menyelimuti seluruh kota. Pagi harinya, beberapa orang berdiri di pinggir jalan yang gelap oleh debu. Ketika kebanyakan orang berlindung di rumah, mereka berteriak menawarkan masker gratis kepada para pengguna jalan. Terlihat beberapa orang mengatur lalu lintas dan memberitahukan jalan yang aman dilalui. Suka rela, tanpa atribut, tanpa pamrih. Bukan dengan tujuan diliput media atau dipilih menjadi wakil rakyat.

Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah terang dunia.” Di dalam diri anak Tuhan telah melekat identitas sebagai terang dunia. Terang tidak terintimidasi oleh kegelapan; sebaliknya, ia bersinar menghalau kegelapan. Dengan firman Tuhan, kita dapat menuntun orang lain yang berjalan dalam kegelapan dosa. Melalui perbuatan baik, kita dapat menopang mereka yang putus asa. Kita memancarkan terang dengan menjadi teladan dalam perkatan dan perbuatan.

Bencana alam dapat menjadi peluang untuk melakukan karya nyata: aksi sosial, menghibur, memberi bantuan bagi penyintas. Anak Tuhan tidak bersembunyi di bawah gantang minoritas meskipun bantuan yang diulurkan kadang-kadang disalahpahami. Biarlah kita bercahaya supaya orang yang mengalami perbuatan baik tersebut dapat merasakan kebaikan Tuhan melalui hidup kita.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 15 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 14 Maret 2019

MENGELOLAH SAKIT HATI


How are you today? 
Firman Tuhan : 
Ester 3:1-15 

Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati. (Ayub 5:2) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 4-6 

Adolf Hitler terlahir sebagai orang yang berpotensi menjadi pemimpin besar. Namun, ia dibesarkan oleh ayah yang menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anaknya. Ayahnya suka memerintah dan menuntut anaknya patuh. Hitler kerap bertengkar dengan sang ayah, yang tidak menyetujui keinginannya menekuni seni murni. Perlakuan sang ayah ini membuatnya sakit hati dan dendam, yang berpengaruh pada pilihan hidupnya kelak. Sebuah pilihan hidup yang pahit dan membuahkan kehancuran banyak orang.

Di Alkitab, juga ada tokoh yang sakit hati, dengan respons yang berbeda-beda. Pertama, Haman dalam bacaan hari ini. Ia benci kepada Mordekhai karena tidak mau bangkit dan menghormatinya. Kemudian kebencian itu berkembang menjadi rencana pembunuhan massal terhadap bangsa Yahudi. Yang kedua, Hana, direndahkan oleh Penina karena mandul (1 Sam. 1:6-7). Ia sakit hati, namun tidak berpikir untuk menghancurkan Penina. Dengan hati yang pilu, ia memohon kepada Allah supaya diberi anak. Oleh kemurahan-Nya, Allah mengabulkan doa itu. Anaknya, Samuel, kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Israel.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu bersosialisasi dengan orang lain, entah itu keluarga, teman, atau tetangga. Dalam pergaulan itu, kita tidak dapat menghindar dari kemungkinan timbulnya gesekan yang bisa menyebabkan sakit hati. Kabar baiknya, kita bisa memilih cara meresponsnya. Daripada membalas perilaku orang lain yang telah menyakiti kita, mari kita berdoa dan mengoreksi diri.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 14 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id