Rabu, 13 Maret 2019

MELUPAKAN ALLAH


How are you today?
Firman Tuhan : 
Mazmur 106:1-48

Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya. (Mazmur 106:13) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Yosua 1-3

Sungguh tidak mengenakkan ketika jasa atau perbuatan baik kita dilupakan oleh seseorang. Dahulu ketika keadaan masih sulit, kita diharapkan menjadi penolong, tetapi ketika keadaan menjadi baik, nasihat kita diabaikan. Ketika mengalami hal seperti itu, saya sempat berpikir, “Tahu begitu dahulu saya tidak mau menolongnya kalau akhirnya dilupakan juga.”

Allah juga pernah dilupakan oleh umat pilihan-Nya. Pemazmur dengan gamblang mencatat betapa mudahnya Israel melupakan Allah mereka. Kondisi yang miris karena Allah sudah menunjukkan kemurahan hati dan kuasa-Nya kepada bangsa Israel. Padahal, jika bukan karena campur tangan Allah, mustahil bangsa Israel dapat mengalami kondisi yang baik setelah menderita akibat perbudakan di Mesir. Perbuatan-perbuatan Allah yang begitu dahsyat—dicatat oleh Musa dalam Keluaran 14:1-15:21—seolah lenyap tak berbekas dalam ingatan bangsa Israel. Padahal, secara logika, menyaksikan kuasa Allah yang begitu ajaib dan dahsyat seperti itu tentunya merupakan suatu pengalaman tak terlupakan. Entah apa yang ada dalam benak umat pilihan Allah tersebut!

Ketika Allah dilupakan, apalagi dengan sengaja, sebenarnya kehidupan umat Allah ada dalam bahaya besar. Bukankah semua yang terjadi dalam hidup kita adalah karena kemurahan dan kebaikan-Nya? Masakan kita tega melupakan Allah, yang sudah begitu baik dalam hidup kita? Mari kita memperbaharui komitmen di hadapannya. Orang lain boleh melupakan Allah, tetapi jangan sampai kita melupakan Dia.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 13 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 12 Maret 2019

BANGKIT DARI KETERPURUKAN


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yohanes 21:15-19 

Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. (Yohanes 21:17) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ulangan 32-34 

Martina Hingis, menjadi juara tenis di usia muda. Pada masanya, ia menjuarai berbagai turnamen dan menjadi petenis peringkat satu dunia. Namun, pada sebuah pertandingan ia mengalami cedera serius yang memaksanya berhenti dari tenis untuk waktu yang lama. Peringkatnya terus melorot. Ia sempat terpuruk dan berencana pensiun. Namun, orang-orang tetap mendukungnya hingga usahanya membuahkan hasil. “Inilah prestasi terbaikku. Bukan saat aku menjadi nomor satu, tetapi saat aku bisa mengalahkan keterpurukanku,” katanya.

Dugaan bahwa Petrus mengalami depresi hebat setelah ia mengkhianati Yesus, Gurunya, sangatlah masuk akal. Ia merasa gagal dan bahkan memutuskan untuk meninggalkan status sebagai murid dan kembali ke pekerjaan lamanya, sebagai nelayan. Kita tidak tahu apa saja yang menggelayut di pikirannya sepanjang masa-masa itu. Namun, perjumpaannya dengan Yesus telah membangkitkan semangatnya kembali untuk melayani Tuhan. Tantangan dan penugasan baru yang ia terima dari Tuhan Yesus membuatnya bersemangat. Prestasi terbesarnya adalah dengan menghargai kesempatan kedua yang Tuhan berikan, bangkit dari keterpurukan dan melayani Dia dengan cara yang hebat.

Keterpurukan bukanlah akhir perjalanan hidup kita. Melaluinya, justru kuasa Tuhan lebih leluasa bekerja. Tuhan memberikan kesempatan kedua dan kesempatan-kesempatan lain untuk kita bangkit. Mengandalkan dorongan semangat dari-Nya, itulah pencapaian terbaik kita, bukan terus terpuruk dan mengasihani diri.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 12 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 11 Maret 2019

JOHN SUNG


How are you today?
Firman Tuhan :
Yohanes 7:14-24

Siapa saja yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa saja yang mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:18)

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 29-31

Pada usia 12 tahun, John Sung sudah dikenal sebagai pendeta cilik yang pandai berkhotbah. Namun, ia sulit mengendalikan amarah karena kesombongannya. Ketika berkuliah di Amerika, kepandaiannya yang menonjol membuatnya meraih penghargaan demi penghargaan. Ia bertekad untuk melayani sebagai pendeta sekembali dari Amerika. Dalam perjalanan naik kapal kembali ke Tiongkok, ia menyadari, berbagai penghargaan itu dapat menggodanya untuk memegahkan diri. Ia lalu membuang medali dan penghargaannya ke laut, hanya menyisakan ijazah doktor untuk menyenangkan ayahnya.

Berlawanan dengan John Sung, orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus gemar dihargai dan dipuji (lihat Yoh. 5:44). Yesus mengecam sikap ini. Mereka dipenuhi rasa iri karena Yesus jauh lebih populer dan berkuasa. Hati mereka pun menjadi buta akan kebenaran, teralang untuk mengenal Yesus sebagai sang Mesias. Sering mereka mencari-cari alasan untuk membenarkan diri (ay. 20). Bahkan mereka berusaha mengalangi orang lain ditolong dan disembuhkan Yesus (ay. 23). Tidak tanggung-tanggung pula, mereka ingin melenyapkan dan membunuh Yesus (ay. 19). 

Kita sepatutnya belajar pada John Sung. Kebanggaan terhadap diri tidak boleh membuat kita lebih dihormati ketimbang Tuhan. Bila ada kesempatan berbicara, hendaknya kata-kata kita diarahkan untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan. Seharusnya orang lebih mengenal nama Tuhan dibanding kehebatan kita. Dengan demikian, kita pun tidak akan mudah tersinggung, mendengki, atau membenci orang lain.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 11 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 10 Maret 2019

BERPURA PURA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Roma 12:9-21 

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik (Roma 12:9).

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 28 

Seorang teman mengeluhkan sikap rekannya yang menawarinya bergabung di sebuah bisnis Multi Level Marketing. Awalnya ia diperlakukan sangat spesial, ditelepon dengan rajin, dan ditraktir makan. Tetapi ketika ia memutuskan tidak bergabung menjadi anggota program bisnis itu, sikap rekannya berubah drastis: dingin setiap bertemu, tidak bersahabat, dan terkesan bermusuhan.

Banyak orang yang hidup secara munafik dan mengenakan topeng, tidak terkecuali orang yang mengaku percaya Kristus. Mereka berbuat baik sebagai umpan; mereka sebenarnya memiliki tujuan tertentu untuk kepentingan pribadi. Kasih mereka tidak tulus. Dan biasanya, orang seperti ini memiliki batas waktu dan kesabaran. Ketika tujuan mereka tidak tercapai, karakter mereka yang sebenarnya akan terkuak. Sikap yang demikian dapat memecah-belah jemaat, menjadi sandungan bagi banyak orang, dan tentu saja tidak menghormati Tuhan.

Rasul Paulus mendorong orang Kristen di Roma agar tidak berpura-pura dalam mengasihi. Itu sebuah kejahatan. Sebaliknya, hendaknya mengasihi dengan tulus, tanpa pamrih, bukan karena ada agenda terselubung untuk menguntungkan diri. Tindakan ini tidak hanya ditujukan pada sesama orang percaya (ay. 10), tetapi pada semua orang (ay. 17). Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Karenanya, kita perlu mengenal kasih Allah, yang terbukti melalui karya Kristus di kayu salib. Ketika kita terhubung dengan sumber kasih itu, kita akan dapat menyalurkannya kepada orang lain tanpa berpura-pura.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 10 Maret 2019 Ps.
Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 09 Maret 2019

TIDAK TAKUT TUA


How are you today?
Firman Tuhan : 
Yesaya 46:1-13 

Sampai masa tuamu. Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku mengendong kamu. (Yesaya 46:4) 

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ulangan 24-27 

Mira W., dokter dan penulis novel, memiliki kisah menarik tentang ibunya. “Ibu saya lahir pada 1913, bukan dari keluarga kristiani. Saat ini fisiknya masih sehat. Selain bahasa Indonesia, ia menguasai bahasa Inggris, Mandarin, dan Jawa. Pada 1934 ia menikah dengan ayah saya, seorang produser film dan anak pendeta. Ayah mertua yang tidak fasih berbahasa Indonesia kerap memintanya menerjemahkan khotbah. Pada 1942 ia kesulitan melahirkan di pengungsian, dan mertuanya mendampingi dan mendoakan. Anaknya kemudian lahir dengan selamat. Empat puluh hari sesudahnya, ia memberi diri dibaptis.” 

“Melalui hidupnya yang bersahaja di tengah kesibukan mendampingi suami dan mengasuh anak, kami anak-anaknya belajar menjadi orang Kristen. Kini ibu sudah renta. Kadang-kadang ia mengalami halusinasi, meracau, dan kadang-kadang mendadak ia menyerukan nama Yesus. Ia kerap bergumam dalam bahasa Inggris, ‘Tuhan memberkati... Tuhan memberkati...’ Tatkala pendeta membisikkan sabda di telinga kirinya, ia mendesah, ‘Amin... Amin.’ Barangkali Tuhan Yesus berbisik kepadanya, ‘Jangan takut, sudah Kusediakan tempat bagimu.’”

Banyak orang ingin hidup sampai usia tua. Segala usaha dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tetapi, tidak sedikit pula yang takut menjadi tua. Mereka merasa ngeri menyaksikan tantangan hidup yang dihadapi para lansia.

Bacaan kita hari ini meneguhkan bahwa Tuhanlah pemilik hidup kita. Dia memelihara kita sampai putih rambut kita. Jadi, kenapa mesti takut menjadi tua? Salam dahsyat dan tetap semangat.... Jayapura, 09 Maret 2019 Ps. Gelphy Nartha Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...! https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 08 Maret 2019

PENDATANG dan PERANTAU


How are you today? 
Firman Tuhan : 
1 Petrus 2:11-17 

Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. (1 Petrus 2:11) 

Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 21-23 

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), ada sekitar 4 juta pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri pada 2012. Malaysia, Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Arab Saudi adalah lima negara tujuan utama mereka. Di luar itu, orang Indonesia tersebar ke berbagai penjuru dunia sebagai perantau, baik untuk bekerja maupun untuk sekolah.

Hidup sebagai perantau, khususnya bagi mereka yang berencana untuk kelak kembali ke tanah air, memiliki setidaknya dua keunikan. Yang pertama, pemahaman akan kesementaraan hidup mereka di tanah rantau. Pemahaman ini mengingatkan mereka untuk tidak terikat dengan kehidupan di tanah rantau. Yang kedua, kesadaran akan identitas mereka sebagai orang Indonesia. Kesadaran ini membuat mereka memilah-milah kebiasaan dan kebudayaan tanah rantau sesuai dengan identitas ke-Indonesia-an mereka.

Sedikit-banyak inilah yang hendak Petrus sampaikan dalam suratnya. Hidup kita di dunia ini hanya sementara. Karenanya, kita tidak perlu terikat dengan dunia ini sampai lupa akan “rumah sejati” kita di langit dan bumi baru yang sedang Tuhan siapkan. Yang kedua, identitas kita adalah umat Allah dan dipanggil untuk menjadi berkat. Karenanya, kita pun harus hidup sesuai dengan identitas tersebut. Ini berarti cara hidup kita pasti akan berbeda dengan mereka yang bukan umat Allah. Mungkin akibatnya kita akan terasing dan dicela. Tetapi, tetaplah setia; ini semua sementara dan suatu hari kelak buahnya akan kita nikmati.

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 08 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya. Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya. God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha 
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 07 Maret 2019

TIDAK ADIL!


How are you today?
Firman Tuhan : 
Matius 27:11-26 

Ia memang mengetahui bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. (Matius 27:18) 

Bacaan Alkitab 
Setahun: Ulangan 17-20 

Kapan kita berteriak, “Ini tidak adil!”? Ketika kita dirugikan, bukan? Sebaliknya, kapan kita diam saja? Saat kita diuntungkan, bukan? Jadi, tampaknya ada ketidakadilan yang berguna ya? Saat dirugikan kita juga cenderung menyalahkan orang lain, situasi, lingkungan, bahkan Allah sebagai sumber ketidakadilan itu. Kenapa kita tidak mawas diri: bisa jadi kita sendiri biang keladinya?

Selain itu, kecenderungan kita membandingkan diri dengan mereka “yang di atas” (yang lebih kaya atau yang lebih pandai, misalnya) bisa mencuatkan perasaan bahwa hidup ini tidak adil. Padahal, kalau kita membandingkan diri dengan mereka “yang di bawah”, bisa jadi kitalah yang bakal mereka anggap tidak adil! Ya, kita cenderung bersungut-sungut sampai lalai mensyukuri berkat yang sudah kita miliki.

Lalu, bagaimana dengan tuduhan bahwa Allah tidak adil? Jelas salah alamat. Dia selalu adil (Ul. 32:4, Dan. 9:14). Sebenarnya, justru Dialah yang sering kita perlakukan secara tidak adil. Ingat Yudas Iskariot yang mengkhianati dan menjual Yesus (Mat. 26:14-16)? Juga fitnah Mahkamah Agama karena mereka dengki pada-Nya (ay. 18; juga Mat. 26:59)? Barangkali hanya dalam hal menghukum Putra Tunggal-Nya saja Allah bisa dikatakan “tidak adil”. Kenapa? Karena kitalah yang seharusnya tergantung di kayu salib! Dengan berbuat “tidak adil” pada Anak-Nya, ia telah menunjukkan keadilan-Nya: bahwa hukuman atas dosa telah dijatuhkan. Jadi, dalam “ketidakadilan-Nya” Allah tetap adil, bukan?

Salam dahsyat dan tetap semangat....
Jayapura, 06 Maret 2019
Ps. Gelphy Nartha

Jika Anda diberkati dengan renungan ini Silahkan berikan comment Anda dan bagikan juga kepada saudara seiman yang lainnya.

Untuk mendapat renungan rutin, bahan kotbah saya dan ilustrasi, Anda bisa mendownload aplikasi saya caranya; Buka Google Play Store di Smart Phone atau Android Anda. Ketik Gelphy Nartha di searching lalu download aplikasinya.
God Bless...!

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id