Rabu, 21 November 2018
MENJADI TEDUH SEKALI
How are you today?
Firman Tuhan :
Matius 8:23-27
Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali. (Matius 8:26)
Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 8-100
Banyak penduduk negeri ini yang bertekun sebagai nelayan. Namun, tidak sedikit pula yang tidak hidup di laut dan belum pernah mengalami gelombang laut yang ganas. Sebaliknya, ada sebagian orang yang kehilangan anggota keluarga karena keganasan taufan di laut. Nah, petikan kisah Yesus ini tentu menyiratkan makna yang berbeda bagi kita masing-masing. Namun, di balik kejadian itu, ada suatu kebenaran abadi yang dapat menjadi penghiburan bagi kita semua. Menurut teolog William Barclay, peristiwa itu menunjukkan bahwa "di mana ada Yesus, maka gelora dan angin ribut kehidupan pasti tenang dan teduh."
Kala bertiup angin kesedihan yang gelap menggetarkan, kehadiran Yesus pasti membawa penghiburan dan ketenangan. Kala angin ribut kemarahan yang meluap-luap datang menggelora di hati kita, kehadiran Yesus pasti membawa kedamaian dan ketenteraman. Kala angin ribut keragu-raguan bertiup seolah ingin mencabut iman kita dari akarnya, kehadiran Yesus membawa keteguhan hati.
Murid-murid yang mengalami mukjizat ini terpesona karenanya. Mereka berkata, "Siapa sebenarnya orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?" (ay. 25). Dia adalah Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Dia berkuasa mengatur dan mengendalikan alam. Dia juga berkuasa menjaga kehidupan kita, anak-anak-Nya yang bersandar kepada-Nya. Terlebih ketika takut dan berseru kepada-Nya, "Tuhan, tolonglah, kita binasa" (ay. 24).
Seperti para murid, kita pun akan terpesona oleh-Nya.
Jayapura, 21 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Selasa, 20 November 2018
SIAPA YANG TERHILANG?
How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 15:11-32
Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. (Lukas 15:28)
Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 4-7
Spontan kita akan menjawab: si bungsu. Ia meminta warisan kala sang ayah masih hidup, meninggalkan rumah, menghamburkan harta dalam pesta pora, memiskinkan diri, dan menggerogoti keluhuran martabatnya sebagai manusia. Lalu, saat tersadar akan kondisinya, ia terseok pulang, dan sang ayah menyambut dan memeluknya. Ya, si bungsulah si anak terhilang.
Benarkah? Bisa jadi. Namun, jika kita menilik lagi kisahnya dengan baik, kita akan menemukan alternatif lain. Bukankah si bungsu yang kurang ajar ini akhirnya kembali ke dalam pelukan Bapa yang penuh kasih dan penerimaan? Sebaliknya, bukankah si sulung masih terus bergumul dengan kemarahannya hingga cerita berakhir? Bukankah ia tak mampu mengasihi adiknya seperti diteladankan sang ayah? Bukankah ia, karena merasa diperlakukan tidak adil, kehilangan kepekaan bahwa segala milik ayahnya adalah miliknya pula? Tidakkah si sulung sejatinya juga "hilang"?
Jadi, siapa yang sebenarnya hilang dari kasih Tuhan? Jawabannya tergantung dari sikap batin dan sikap hidup orang terhadap kasih Tuhan yang lestari bak mentari. Bila orang mau membuka mata hati dan mengarahkan hidup kepada kasih Tuhan, sejauh apapun ia tersesat, ia dapat kembali pulang. Bila hati mati dan hidupnya beku dan kaku, sedekat apapun seseorang dengan Tuhan, bisa jadi ia tak tahu jalan menuju Tuhan, dan tersesat di tengah "terang" hari. Siapakah kita? Si bungsu atau si sulung? Siapapun kita, marilah pulang. Pulang ke dalam kasih Tuhan. Pulang ke lubuk hati-Nya.
Jayapura, 20 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Senin, 19 November 2018
BERPRASANGKA BURUK
How are you today?
Firman Tuhan :
Yohanes 1:43-51
Kata Natanael kepadanya, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (Yohanes 1:46)
Bacaan Alkitab Setahun:
Roma 1-3
Seorang teman menceritakan pengalaman yang menjengkelkan di sebuah bandara di Amerika Serikat. Saat pemeriksaan paspor, entah mengapa tiba-tiba beberapa petugas membawanya ke kantor untuk diinterogasi. Rupanya mereka curiga karena kota asal teman saya, menurut informasi yang mereka ketahui, adalah sarang teroris. Perlu waktu berjam-jam bagi teman saya untuk meyakinkan bahwa dirinya "bersih" dan barulah petugas bandara mempercayainya.
Nazaret berlokasi di pegunungan sebelah selatan Galilea, dekat persimpangan jalan kafilah besar dalam rute perdagangan era itu. Pasukan Romawi yang bertugas di Galilea ditempatkan di kota kecil ini. Orang Nazaret selalu berhubungan dengan bangsa-bangsa dari seluruh dunia sehingga berita dunia cepat sampai kepada mereka. Mereka bersikap independen, tak terikat, sikap yang dianggap rendah oleh orang Yahudi lain. Barangkali inilah alasan di balik komentar Natanael. Ia berprasangka buruk dan menyamaratakan seluruh penduduk kota itu, padahal ada seseorang yang sungguh-sungguh baik tinggal di sana: Yesus, Sang Mesias.
Kita semestinya berhati-hati agar tidak terlalu cepat berprasangka buruk dan menilai orang hanya berdasarkan asal-usul atau tempat tinggalnya. Belum tentu ia berperilaku buruk seperti dugaan kita, bukan? Kita menilai secara tidak adil, membangun tembok, dan tidak berinisiatif untuk mengenal orang lain secara mendalam. Jika kita bersikap seperti itu, bagaimana kita akan menunjukkan kasih Kristus kepadanya?
Jayapura, 19 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Minggu, 18 November 2018
KASIH WANITA BERDOSA
How are you today?
Firman Tuhan :
Lukas 7:36-50
Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak mengasihi. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia mengasihi. (Lukas 7:47)
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 26-28
Hananto menerima dua undangan pada hari yang sama. Yang satu untuk pernikahan anak tetangganya; yang lain untuk pernikahan anak atasannya. Ia memilih untuk datang ke pernikahan anak atasannya, dan hanya menitipkan kado untuk anak tetangganya. Kira-kira siapakah yang lebih dihormati Hananto? Atasannya, bukan?
Melalui perumpamaan, Yesus secara tersirat membandingkan perbuatan kasih Simon orang Farisi dengan kasih perempuan "yang terkenal sebagai seorang berdosa" (ay. 37). Simon menyatakan kasih secara terbatas: mengundang Yesus makan, namun tidak memperlakukan-Nya sebagai tamu terhormat. Sebaliknya, perempuan itu mengungkapkan kasih secara tak terduga, melampaui kelaziman, dan dengan sepenuh hati. Ada orang yang mencurigainya sebagai sikap yang kurang ajar (ay. 39), namun Yesus menilainya sebagai kasih yang besar (ay. 47). Berbeda dari Hananto yang bisa jadi memilih berdasarkan pertimbangan karier, Simon dan perempuan itu memilih, menurut Yesus, berdasarkan kesadaran mereka masing-masing akan pengampunan yang telah mereka terima. Yang satu merasa dibebaskan dari utang lima ratus dinar; yang lain hanya lima puluh dinar (ay. 41).
Kita berbuat kasih bukan untuk meraih keselamatan. Sebaliknya, kita berbuat kasih karena telah diselamatkan oleh penebusan Kristus. Pertanyaannya: Sejauh mana kita menghayati makna penebusan itu? Apakah kita menganggapnya sebagai pengampunan yang besar atau pengampunan yang kecil? Kita mirip dengan Simon si Farisi atau dengan perempuan itu?
Happy sunday guys....
Jayapura, 18 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Sabtu, 17 November 2018
WALAU SEEKOR SAPI
How are you today?
Firman Tuhan :
Yohanes 4:1-26
Tetapi Ia harus melintasi daerah Samaria. (Yohanes 4:4)
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 23-25
Di sebuah desa bersalju, terdapat sebuah gereja. Pada suatu hari Minggu yang sangat dingin, hanya pendeta dan seorang petani yang datang untuk beribadah. Setelah beberapa saat, tetap tak ada lagi jemaat yang datang. Maka, pendeta berkata, "Yah, tampaknya hari ini tidak akan ada kebaktian." Namun, petani yang sudah siap beribadah itu memprotes, "Pak Pendeta, menurut pengalaman saya, bila hanya ada satu sapi saya yang datang pada jam makan, saya tidak membiarkannya-saya tetap memberinya makan." Saking ia rindu mendapat makanan rohani, si petani mengibaratkan dirinya sebagai "seekor sapi yang butuh diberi makan".
Terkadang orang menganggap bahwa pelayanan massal lebih efisien daripada pelayanan pribadi. Kadang anggaran pelayanan yang dikeluarkan dianggap tak sepadan bila jumlah orang yang dilayani tak seberapa. Ternyata ini berbeda dengan pandangan Yesus. Semasa Yesus berada di dunia, Dia menunjukkan bahwa kadang ada pribadi-pribadi yang butuh dilayani secara khusus. Seperti perempuan Samaria ini. Ketika Yesus kembali ke Galilea, Dia memilih jalur yang umumnya tak akan dipilih orang Yahudi, karena mereka tak mau bertemu dengan orang Samaria. Namun, Yesus sengaja ke sana untuk menjumpai satu perempuan berdosa yang sangat membutuhkan pengampunan dan pembaruan hidup dari-Nya.
Kita diingatkan untuk melayani pribadi demi pribadi yang Tuhan pertemukan dengan kita. Bila ada orang yang dahaga akan Yesus, mari khususkan waktu dan diri untuk menolongnya agar bertemu Tuhan.
Jayapura, 17 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Jumat, 16 November 2018
HUMILITY
HOW ARE YOU TODAY?
Nats: ayat 16
Filipi 2:1-11
Nats: ayat 16
Filipi 2:1-11
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 20-22
Kisah Para Rasul 20-22
Ketika si ular tua membisikkan dusta ke telinga Hawa dan Hawa mendengarnya, saat itulah kerendahan hati dihancurkan oleh kesombongan. Kesombongan merasuki kehidupan Hawa dengan keinginan untuk menjadi setara dengan Allah-mengetahui yang baik dan yang buruk. Akibatnya, hidup Hawa dan keturunannya rusak akibat dosa dan kutuk.
Sampai hari ini kesombongan itu masih merasuki kehidupan manusia. Entah disadari entah tidak, semua kehancuran di dunia ini berawal dari kutuk ini. Perang dan pertumpahan darah, penderitaan dan sifat egois, ambisi dan kecemburuan, patah hati dan kepahitan-berbagai bentuk kesengsaraan, mulai dari yang terjadi dalam hubungan antar pribadi sampai yang berskala internasional, berakar dari kesombongan. Dan, berbagai cara sudah dilakukan untuk mengatasinya, tetapi tidak berhasil juga. Begitu kuatnya kekuatan di balik kesombongan itu.
Kesombongan hanya dapat dikalahkan dengan kerendahan hati. Dan, kerendahan hati itu terpancar dalam diri Anak Domba Allah, Dia yang telah merendahkan diri-Nya sebagai hamba, taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (ay. 8). Kerendahan hati Anak Domba Allah inilah yang menaklukkan kesombongan Iblis.
Untuk mengalahkan kesombongan, kita tidak dapat mengandalkan kekuatan diri. Kita perlu menyambut Yesus yang rendah hati dan mengalami pembaruan-Nya. Hari demi hari tinggal di dalam kasih-Nya, dan biarlah kerendahan hati-Nya mengalir di dalam dan melalui kehidupan kita. Kita belajar mengikuti kehendak-Nya, bukan memaksakan kemauan kita.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 16 November 2018
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 16 November 2018
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Kamis, 15 November 2018
RATAPAN IMAN
How are you today?
Firman Tuhan :
Ratapan 3:1-66
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)
Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 14-16
Suatu hari seorang teman berkeluh kesah bahwa ia sedang meratap. Situasi yang ia hadapi saat itu memang berat; kita akan maklum jika orang yang mengalaminya bersedih. Masalahnya, ia merasa bersalah atas ratapannya itu. Ia beranggapan, kesedihan adalah tanda bahwa seseorang tidak sungguh-sungguh beriman. Baginya, iman akan kebaikan Allah membuat orang Kristen sama sekali tidak punya alasan lagi untuk bersedih, apalagi sampai meratap.
Pemahaman ini kurang sesuai dengan pengalaman para tokoh Alkitab, termasuk nabi Yeremia yang menulis kitab Ratapan ini. Kitab ini berisi ratapan sang nabi ketika melihat nasib bangsanya yang porak-poranda. Reaksi seperti itu tentu wajar dan sudah selayaknya ditunjukkan oleh orang Israel yang mencintai bangsanya. Dan, ratapan tersebut bukan menandakan bahwa Yeremia kehilangan iman. Sebaliknya, justru di dalam ratapan itulah terkandung iman yang amat besar akan kebaikan Allah. Meskipun meratapi keadaan sekelilingnya yang tampak begitu suram, ia menyadari bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berkurang sedikit pun. Keyakinan ini memampukannya untuk meratap tanpa kehilangan pengharapan.
Kita dapat meneladani sikap ini. Beriman bukan berarti senantiasa tampak tegar. Jika suatu situasi memang layak ditangisi, janganlah ragu untuk meratap dan berseru kepada Tuhan. Ya, kita bukan meratap dalam keputusasaan, melainkan meratap dengan penuh iman, dengan menantikan pertolongan Tuhan untuk menghadapi situasi yang berat tersebut.
Jayapura, 14 November 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)






