Jumat, 26 Oktober 2018
PERNIKAHAN TIDAK SEIMAN
How are you today?
Firman Tuhan :
1 Korintus 7:12-16
Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai istri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan istrimu? (1 Korintus 7:16)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 12-13
Amel, seorang perempuan Kristen, memiliki suami yang tidak seiman dengannya. Situasi ini terjadi bukan karena ia asal-asalan saat memilih pasangan hidup. Ketika mereka menikah, keduanya sama-sama belum menjadi orang Kristen. Beberapa lama setelah mereka menikah, barulah Amel beriman pada Kristus. Sayangnya, sampai sekarang sang suami masih tetap dengan keyakinannya yang dahulu. Amel bergumul tentang apa yang harus ia lakukan terhadap pernikahannya.
Sejak zaman Paulus, pergumulan yang dialami oleh Amel ini sudah terjadi. Persoalan yang tergolong pelik sehingga Paulus membahasnya secara cukup spesifik. Ia mengajarkan bahwa pernikahan yang seperti itu sedapat mungkin perlu dipertahankan. Pihak yang sudah beriman semestinya terdorong untuk bersaksi dan semakin mengasihi pasangannya yang belum percaya. Melalui kesaksian tersebut, bisa jadi sang pasangan pada akhirnya percaya juga. Kalaupun kemudian pernikahan itu terpaksa harus berakhir dengan perceraian, tuntutan bercerai ini tidak boleh datang dari pihak yang sudah Kristen.
Pada praktiknya memang tidak mudah untuk menjalani nasihat Paulus ini. Kala orang yang paling dekat dengan kita tidak seiman atau malah menentang iman kita, hati kita tentu terluka amat dalam. Jika Anda berada dalam situasi seperti Amel, mintalah dukungan dari rekan seiman yang bersedia mendampingi Anda. Jika Anda mengenal orang yang seperti Amel, dukunglah ia dengan doa, perhatian, atau bantuan yang ia perlukan.
Jayapura, 26 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Happy sunday guys....l
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Kamis, 25 Oktober 2018
TULUS BERSYUKUR
How are you today?
Firman Tuhan :
Kolose 3:5-17
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 10-11
Kita mungkin kerap berucap, “Puji Tuhan!” Namun, apakah kita melakukannya karena kebiasaan atau dengan penuh penghayatan? Ketika mengalami hal-hal yang tidak kita harapkan, kita cenderung menggerutu, panik, bimbang, bahkan marah, dan relatif sulit mengucap syukur.
Mengucap syukur bisa sulit sebab mesti berawal dari perubahan perspektif atau cara pandang. Itulah sebabnya ayat 5 dst. bicara tentang “manusia baru”. Bila orang menjadi baru, banyak hal yang berubah di dalam dan melalui dirinya. Ada perubahan mental, nilai, penghayatan, bahkan perubahan hidup, sekalipun tubuh kita toh tetap sama. Ketika orang sudah menjadi baru, ketika ia sudah “cerah”,mudahlah ia mensyukuri segala sesuatu. Ya, hal yang dulu membuatnya menggerutu, kini dapat mendorongnya untuk bersyukur.
Paulus juga memesan agar umat Kolose mengucap syukur “dalam nama Tuhan”. Jadi, Tuhanlah yang menjadi dasar ucapan syukur kita. Ucapan syukur yang di luar kesadaran akan Tuhan, membuat kata-kata kita bak kosmetika, polesan bibir yang nampak indah namun tidak sejati. Ucapan syukur malah hanya akan menjadi topeng.
Untuk terhindar dari kekeliruan semacam ini, umat diingatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah dikuduskan. Kita dulu kotor, tapi kini menjadi bersih karena karya Allah. Jika kita selalu mengingat karya Allah yang sedemikian mengakar dan mendasar ini, mudahlah bagi kita untuk mengatakan bahwa “semua hal akan menjadi baik”, sembari mengungkapkan rasa syukur dengan penuh ketulusan.
Jayapura, 25 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Happy sunday guys....l
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Rabu, 24 Oktober 2018
NUBUATAN YANG BERBEDA
How are you today?
Firman Tuhan :
Yeremia 29:1-23
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 8-9
Bayangkan kejadian fiktif ini. Karena tuduhan palsu, Anda dijebloskan ke penjara. Anda menyangkalnya, namun tak berhasil. Seorang pendeta menghibur Anda, “Tenanglah. Kebohongan ini akan segera terbongkar. Dalam waktu tiga bulan, Anda akan dibebaskan.” Lalu, muncul pendeta lain. Ia berkata, “Tidak. Anda akan meringkuk di penjara selama lima tahun. Tetapi, Tuhan berjanji akan memelihara Anda. Dia menghendaki Anda melayani para napidana di penjara ini.” Ucapan manakah yang membuat Anda bersemangat?
Bangsa Israel menghadapi pilihan serupa saat dibuang ke Babel. Hananya menubuatkan bahwa pembuangan itu hanya akan berlangsung selama dua tahun; Yeremia menghardiknya sebagai nubuat palsu (Yeremia 28). Ia lalu mengirim surat kepada orang-orang Israel di Babel dan menyatakan bahwa pembuangan itu akan berlangsung selama 70 tahun. Mereka diperintahkan untuk hidup membaur dengan bangsa asing itu dan mengupayakan kesejahteraan bersama. Itulah latar dari janji Tuhan dalam ayat 11 yang kerap dikutip sebagai penghiburan.
Jika saya orang buangan, saya akan tergoda untuk memercayai nubuat Hananya. Betapa senang jika penderitaan itu lekas berlalu, dan saya bisa bersaksi tentang kemenangan yang gemilang. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, bukan? Tentu. Namun, kadang Tuhan memilih jalur lain: menunjukkan pemeliharaan-Nya di tengah ketidaknyamanan. Dan, di tengah ketidaknyamanan pula, memanggil kita untuk menjadi berkat. Maukah kita?
Jayapura, 24 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Happy sunday guys....l
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Selasa, 23 Oktober 2018
APA YANG SAYA HARUS LAKUKAN???
How are you today?
Firman Tuhan :
Yohanes 6:25-29
Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (Yohanes 6:28)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 6-7
“Apakah yang harus kami perbuat supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Ini pertanyaan yang diajukan oleh orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Yesus setelah mereka dikenyangkan dengan roti. Bagi saya, pertanyaan seperti ini seharusnya juga menjadi pertanyaan kita. Kita rindu untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kehendak Allah. Apakah harus kita lakukan untuk hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya?
Sudah saatnya kita sebagai orang percaya tidak mencari hal-hal yang hanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan pribadi. Tidak salah saat kita bertanya dan meminta agar Allah memenuhi keperluan kita sebab memang Allah memberi kita kehormatan untuk meminta sebagai anak-anak-Nya. Namun, sepatutnya kita juga tidak lalai untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Allah. Inilah prioritas utama yang perlu terus-menerus tertanam dalam hidup kita.
Ketika kita memprioritaskan kehendak Allah dan melakukannya, tidak ada perkara apa pun yang perlu kita takutkan. Pertanyaannya: Pernahkah kita bertanya kepada Allah dan mengungkapkan kerinduan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya? Mempercayai Yesus Kristus adalah kehendak Allah! Itulah jawaban Yesus atas semua pertanyaan itu. Percaya artinya kita benar-benar mempercayakan hidup kepada-Nya. Jika kita mempercayakan segala sesuatu—perbuatan kita, pekerjaan kita, atau apa pun juga—segala sesuatu yang kita perbuat akan mendatangkan penghormatan bagi Allah dan kesejahteraan bagi sesama.
Jayapura, 22 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Happy sunday guys....l
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Senin, 22 Oktober 2018
PIKIRAN YANG SIA-SIA
HOW ARE YOU TODAY?
Nats: ayat 16
Roma 1:18-32
Nats: ayat 16
Roma 1:18-32
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. (Roma 1:21)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 2-3
Lukas 2-3
Seorang teman berkata bahwa kesetiaannya memberikan persembahan di gereja membuat Allah melipatgandakan persembahannya melalui usaha dan pekerjaannya. Persembahan itu merupakan investasi dalam Kerajaan Allah. Kelak ia akan mendapatkan keuntungan dari pemberiannya itu. Teman ini mengganggap Allah itu seperti perusahaan penanaman modal yang akan memberinya keuntungan suatu saat nanti.
Setiap kita pasti memiliki gambaran tentang Allah. Bagaimana gambaran Allah dalam pikiran kita sedikit banyak akan memengaruhi sikap kita kepada-Nya, yang akan terlihat dalam perilaku kita sehari-hari. Itulah kondisi yang digambarkan Paulus. Berangkat dari pemikiran yang keliru tentang Allah, orang-orang ini kemudian menggantikan kemuliaan Allah dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung, binatang berkaki empat, atau binatang menjalar (ay. 23). Akibatnya Allah meyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran (ay. 24), hawa nafsu yang memalukan (ay. 26), dan pikiran yang terkutuk (ay. 28). Dengan kata lain, kondisi batin mereka makin memburuk.
Pandangan yang rendah tentang Allah menghancurkan manusia itu sendiri dan juga menghambat kemajuan Injil. Pandangan yang benar tentang Allah merupakan dasar yang vital bagi kehidupan Kristen. A.W. Tozer menulis, “Menurut saya, hampir semua kesalahan dalam doktrin atau kegagalan dalam menerapkan etika Kristen berpangkal pada pandangan yang kurang sempurna dan kurang mulia tentang Allah.” Bagaimana kita memandang Allah?
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 22 Oktober 2018
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 22 Oktober 2018
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Minggu, 21 Oktober 2018
MERDEKA DARI BUDAYA DOSA
Kotbah Ps. Gelphy Nartha di GBI. ROCK Mall Jayapura Cinema XXI Studio I.
Minggu 21 Oktober 2018
Semoga menjadi berkat....
Happy sunday dan Salam dahsyat....!
KRISTUS MATI UNTUK ANDA
How are you today?
Firman Tuhan :
Roma 5:1-11
Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita. (Roma 5:8)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 4-5
Pada September 2011 di negara bagian Alaska, AS, sebuah rumah terbakar ketika pemiliknya sedang tidur pulas. Untunglah, kelinci peliharaannya melompat ke dadanya dan menggaruknya sampai terbangun. Begitu tersadar rumahnya sudah penuh asap, orang itu langsung bangkit, membangunkan anaknya, dan lari ke luar menyelamatkan diri. Si kelinci malah tidak beruntung. Ia mati karena terlalu banyak mengisap asap. Namun, tindakan kepahlawanannya menjadi bahan perbincangan masyarakat setempat.
Firman Tuhan memberitakan bahwa Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Ya, ketika manusia masih memberontak dan menjauhi Allah, sumber kehidupannya. Hidup terpisah dari Allah mendatangkan kebinasaan yang mengerikan. Siapa yang peduli dan mau menolong manusia? Kristus bersedia menjadi pembela kita. Meskipun untuk itu Dia harus mati. Kristus rela mencurahkan darah-Nya di kayu salib untuk menggantikan kutuk dosa yang seharusnya kita tanggung.
Kelinci itu menyelamatkan tuan yang bisa jadi bersikap baik kepadanya. Namun, Kristus menyelamatkan manusia berdosa yang hidup untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri, bukan orang yang baik dan menaati Allah. Dia, Allah yang Mahakuasa, mampu mengalahkan orang yang menyalibkan-Nya, tetapi Dia memberikan diri-Nya disalib untuk memerdekakan kita dari kutuk dosa. Lalu, Dia bangkit dan menang atas maut sehingga hidup-Nya menyelamatkan dan memperdamaikan kita dengan Allah. Sudahkah kita menyambut karya penebusan ini?—
Jayapura, 21 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Happy sunday guys....l
Salam dahsyat dan tetap semangat....
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)





