Sabtu, 20 Oktober 2018
DALAL
How are you today?
Firman Tuhan :
Hakim-hakim 16:4-22
Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. (Hakim2. 16:4)
Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 1
Cerita Simson dan Delila merupakan cerita getir tentang seorang laki-laki gagah perkasa yang takluk pada hawa nafsu. Karena tergoda oleh muslihat Delila, Simson ditangkap, diolok-olok, dan dijadikan lawakan. Membaca kisah ini, sebagian orang menyimpulkan bahwa para laki-laki perlu berhati-hati terhadap perempuan mana saja. Laki-laki bisa jatuh bukan karena pencobaan yang keras, melainkan karena kelembutan dan bujuk rayu perempuan. Sebuah penafsiran yang memojokkan kaum perempuan!
Delilah, perempuan dari lembah Sorek yang dicintai Simson, bukan wakil khusus kaum perempuan, melainkan simbol pencobaan pada umumnya. Kata delila berarti menderita atau layu. Akar katanya, dalal, berarti mengurangi usaha, melambatkan langkah, mengendurkan, membuat lemah, membuat suram. Secara rohani, Simson menghadapi pencobaan yang melambatkan langkahnya dan mengendurkan usahanya dalam menggenapi tugasnya sebagai hakim Allah. Ia terlena dalam bujukan Delila dan membeberkan rahasia kenazirannya, lalu ditangkap. Ia gagal menjalankan tugasnya karena menjadi layu. Tragisnya, pada waktu mati ia membunuh lebih banyak orang daripada selama ia menjadi hakim.
Setiap orang percaya memiliki dalal-nya masing-masing, pencobaan yang berpotensi menjerat dan melemahkannya. Jika tidak waspada, kita dapat menjadi layu secara rohani, melalaikan panggilan, dan tidak berfungsi secara maksimal sesuai dengan anugerah Tuhan. Nah, apakah dalal dalam hidup kita, dan sudahkah kita mendayagunakan anugerah-Nya untuk menghadapinya?
Jayapura, 20 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
RENCANA ALLAH TIDAK PERNAH GAGAL
How are you today?
Firman Tuhan :
Yeremia 1:1-19
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau... Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yeremia 1:5)
Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 14-16
Allah menegaskan kepada Yeremia bahwa sejak ia dalam kandungan, Dia sudah memiliki rencana untuknya. Allah telah mempersiapkannya. Ia menjadi nabi di tengah sulitnya kehidupan politik Israel. Ia bahkan dianggap pengkhianat bangsa karena menganjurkan Israel menyerah kepada Babel untuk dibawa sebagai tawanan, dan tidak meminta pertolongan kepada bangsa Mesir. Ia mengalami banyak penderitaan dalam melakukan tugas kenabian, namun ia tetap setia. Dan, seperti ketetapan Tuhan, ia bernubuat mengenai bangsa-bangsa (Yer. 46-51).
Banyak orang mengira keberadaannya di dunia ini hanya suatu kebetulan. Namun, orang percaya hendaknya menyadari bahwa ia ada di dunia ini karena Tuhan memiliki rencana atas hidup mereka. Anda mungkin tidak dipanggil menjadi nabi besar seperti Yeremia, namun Anda dapat menjadi nabi bagi seseorang di samping Anda. Tempuhlah jalan Tuhan, maka Anda akan melihat rencana-Nya yang besar untuk Anda!
Jayapura, 19 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Kamis, 18 Oktober 2018
ANTARA KEBUTUHAN DAN CINTA UANG
How are you today?
Firman Tuhan :
1 Timotius 6:2b-10
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. (1 Timotius 6:10)
Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 12-13
Di bangku sekolah dulu, kita belajar mengenai jenis-jenis kebutuhan manusia. Di tingkat yang paling dasar, dikenal kebutuhan yang disebut kebutuhan primer yang berisi makanan, pakaian dan rumah. Secara teori, asalkan ketiga hal tersebut terpenuhi, sudah cukup untuk seseorang bisa bertahan hidup. Tapi saya rasa sebagian besar dari kita tidak akan puas kalau hanya memiliki ketiga hal tersebut. Bukan karena tidak setuju bahwa sebetulnya tiga hal itu cukup untuk bertahan hidup, tapi karena kita ingin memiliki hal-hal yang lain juga.
Sampai di tahap tertentu, kemauan dan kemampuan ini baik. Sebab tentu memenuhi kebutuhan sekunder seperti kesehatan dan pendidikan memang diperlukan untuk memiliki kualitas hidup yang baik. Tapi ketika kemudian hal-hal yang tergolong kebutuhan tersier seperti internet, alat elektronik terbaru, baju mahal, dsb. juga masuk dalam daftar kebutuhan dasar hidup kita dan kita merasa tanpa itu hidup kita tidak cukup, kita perlu berhatihati. Sebab jangan-jangan kita sudah bukan lagi sekedar berusaha meningkatkan kualitas hidup, tapi sudah jatuh dalam penyakit cinta uang.
Paulus menuliskan bahwa penyakit ini harus diwaspadai sebab cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Ketika seseorang sudah cinta uang, ia akan terjerumus untuk mengejar harta tanpa lagi mempedulikan soal etika dan kebenaran. Selain itu, cinta uang mendatangkan kesusahan bagi diri kita sendiri. Sebab ketika tujuan hidup sudah berpindah dari menyenangkan Tuhan kepada mengumpulkan harta, kita tidak akan pernah merasa puas.
Jayapura, 18 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Rabu, 17 Oktober 2018
JAGALAH HATI
How are you today?
Firman Tuhan :
Amsal 4:20-27
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena di situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)
Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 10-11
Seorang wartawan pernah bertanya kepada penginjil D.L. Moody, orang mana yang memberi kesulitan paling besar dalam pelayanannya. Moody menjawab seketika, “Saya mempunyai kesulitan paling banyak dengan D.L. Moody dibandingkan dengan orang-orang mana pun yang masih hidup.”
Pernyataan Moody menggarisbawahi bahwa problem terbesar kita ternyata bukanlah setan dan anak buahnya. Mereka sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Problem terbesar kita tidak lain adalah diri sendiri. Sekalipun kita sudah percaya kepada Yesus, sifat kedagingan manusia yang berpusat pada diri sendiri dan egois itu masih melekat. Keakuan ini bahkan sering masih sangat kuat. Setiap orang percaya memiliki pergumulannya masing-masing untuk menghadapi keakuan ini. Inilah antara lain yang hendak disampaikan penulis Amsal ketika memperingatkan kita untuk menjaga hati.
Kita perlu waspada jika ada kecenderungan untuk mati-matian menjunjung gengsi. Kita berusaha keras agar setiap orang menghormati kita dan tidak ada yang meremehkan kita. Tanpa kita sadari, sikap semacam itu malah memperkuat keangkuhan dan kesombongan. Sederet masalah lain akan mengikutinya, seperti tidak mau ditegur, tidak mau mengampuni, dan merasa diri paling benar. Inilah keakuan yang perlu kita taklukan di dalam kehidupan kita. Inilah kondisi yang perlu kita waspadai agar tidak membelenggu hati kita. Kiranya Kristuslah yang bertahta di dalam hati kita dan memimpin segenap hidup kita, bukannya keakuan kita sendiri.
Jayapura, 17 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Selasa, 16 Oktober 2018
MENOLONG YANG KELAPARAN
How are you today?
Firman Tuhan :
Kisah Pr. Rasul 11:19-30
Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan sumbangan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara seiman yang tinggal di Yudea. (Kisah Pr. Rasul 11:29)
Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 8-9
Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik di tingkat global, regional maupun nasional. Di tengah kemajuan dan kemakmuran yang dinikmati banyak orang saat ini, masih banyak pula orang yang kekurangan makanan. Di beberapa negara, kelaparan terjadi karena perang yang tak kunjung usai, bencana alam, dan perubahan iklim.
Ketika Paulus dan Barnabas sedang melayani jemaat di Antiokhia, nabi Agabus datang dari Yerusalem dan menubuatkan kelaparan besar yang akan melanda dunia. Hal itu terjadi pada zaman Kaisar Klaudius, sekitar tahun 45 M. Beberapa sejarawan mencatat bencana kelaparan ini, yang menyebabkan banyak penduduk Yerusalem meninggal dunia.
Apa tanggapan mereka? Orang percaya menggalang pengumpulan dana dari berbagai jemaat untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang memerlukannya di Yerusalem (bd. 2 Kor 9). Jemaat-jemaat yang baru berdiri itu membantu jemaat di Yerusalem, seperti pos-pos pelayanan membantu gereja pusat. Mereka tidak mengerdilkan potensi mereka sendiri, tetapi melakukan aksi nyata sesuai dengan kemampuan untuk menanggung beban sesama orang percaya. Teladan akan kasih Kristuslah yang mendorong mereka melakukannya.
Saat ini di sekitar kita sebenarnya juga masih banyak orang yang kelaparan: para penghuni pemukiman kumuh, gelandangan di jalanan, dll. Tindakan nyata apa yang dapat kita lakukan untuk meringankan beban mereka?
Jayapura, 16 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Senin, 15 Oktober 2018
SADAR DIRI DAN TAHU BATAS
How are you today?
Firman Tuhan :
Kejadian 39:1-23
Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? (Kejadian 39:9)
Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 6-7
”Saat Yusuf masuk ruangan, teman-teman nyonya Potifar yang sedang mengiris-iris bawang terluka jarinya. Itu karena mata mereka berpindah pandangan dari bawang ke wajah Yusuf yang amat tampan dan mempesona.” Demikianlah penggalan cerita religius Arab yang hendak menggambarkan betapa elok paras Yusuf dan betapa besar dampaknya ketampanannya. Tidak heran jika istri Potifar terbakar asmara olehnya.
Sebetulnya bila Yusuf mau menyambut bujukan istri Potifar untuk tidur bersama (ay 7), bisa saja skandal itu aman. Istri Potifar mungkin akan berusaha keras menutupinya. Namun, pertimbangan Yusuf bukan sekadar hitung-hitungan situasional. Ia melihat semua peristiwa ini dari sudut pandang spiritual, yakni dalam konteks hubungan seseorang di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu ketika istri Potifar menggodanya secara seksual, respon Yusuf jelas. Katanya, ”Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (ay. 9b). Yusuf bukan saja tahu batas wewenang yang diberikan oleh Potifar kepadanya (ay. 9a), ia terlebih lagi juga tahu batas mana yang ditentukan Tuhan. Bagi Yusuf, tarikan garis batas yang jelas itu mengundang adanya sikap yang tegas. Itulah Yusuf, orang yang tak hanya elok parasnya, namun juga elok spiritualitasnya.
Kita tahu bahwa godaan yang mendatangi kita bukanlah hal yang batasnya tak jelas. Namun, tahu saja tidak cukup. Kita diminta bertindak pas dengan apa yang kita tahu sebagai batas yang tak boleh diterabas itu.
Jayapura, 15 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.
Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id
Minggu, 14 Oktober 2018
TETAP BERIMAN DAN BERINTEGRITAS
Kotbah Ps.Gelphy Nartha
Minggu, 14 Oktober 2018
Di GBI. ROCK Sentani - Papua - Indonesia
Kiranya dapat menjadi berkat bagi bapak ibu yang membacanya.
God bless...!
Langganan:
Postingan (Atom)





