Jumat, 14 September 2018

PERKATAAN MU HARIMAU MU


Mazmur 141:1-10

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 46-48


Pepatah “mulutmu harimaumu” mengajarkan kepada kita bahwa perkataan yang keluar dari mulut ini harus kita kendalikan. Jika tidak, perkataan itu menjadi ‘galak’ seperti harimau yang bisa menerkam balik kita. Mulut adalah media untuk mengartikulasikan segala sesuatu yang ada di dalam pikiran dan hati. Oleh karena itu, pepatah ini ingin mengajarkan kepada kita untuk selalu mengendalikan mulut kita. Dengan apakah kita mengendalikannya?

Pemazmur mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menyaring perkataan yang keluar dari mulut kita, tidak cukup dengan usaha sendiri, melainkan dengan berdoa. Berdoa adalah perlawanan yang paling tepat terhadap perkataan yang kotor dan jahat. Dalam doanya pada waktu petang, Daud berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan melindungi dan memampukannya untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Permohonan ini begitu penting sehingga Daud berharap agar Tuhan menolongnya dalam pergumulan melawan berbagai bentuk pencobaan. Ia meminta Allah mengontrol perkataan, pikiran, dan tindakannya.

Kerinduan orang percaya adalah hidup kudus dalam setiap aspek kehidupannya. Dosa dalam berbagai bentuk akan berusaha menyimpangkannya. Yang berupa perkataan, misalnya, kita mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan orang lain. Padahal, kita seyogyanya mengucapkan kata-kata yang penuh kasih dan membangun orang lain. Selaku pengikut Tuhan, kita perlu terus berdoa meminta tuntunan-Nya. Dengan berdoa, kita menaklukkan diri kepada Allah hingga terhindar dari dosa karena mulut kita.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 13 September 2018

BENARKAH TUHAN PERLU DIBELA?


How are you today?
Nats: ayat 53
Matius 26:47-56

Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (Matius 26:53)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 43-45

Akhir-akhir ini ada kelompok ini itu yang suka melakukan penggeledahan, penggerebekan, penyisiran, penyerangan, dan pembunuhan. Dalam melakukan tindakannya, para pelaku itu cenderung bertindak keras, brutal, dan bahkan anarkis. Anehnya, semua itu mereka lakukan dengan dalih membela agama atau Allah. Pertanyaannya: benarkah Allah perlu dibela?

Ya, masakan Dia perlu ditolong manusia? Dia punya cara tersendiri untuk membela diri-Nya. Peristiwa di Taman Getsemani menyodorkan suatu jawaban yang unik. Sebelum Yesus ditangkap, Petrus berusaha membela-Nya dengan menetak putus telinga Malkhus. Bagaimana reaksi Yesus? Dia malah menegur Petrus dan menyembuhkan hamba Imam Besar itu (ay. 52-54). Sebelumnya, Yesus juga pernah menegur Petrus yang berusaha menggagalkan rencana keselamatan-Nya (Mat. 16:22-23). Akhirnya, ketika Dia tergantung di kayu salib, Allah Bapa malah “meninggalkan-Nya” (Mat. 27:46).

Tetapi, justru itulah cara Allah membela-Nya! Ketika Dia tidak mau dibela Petrus, dan tidak mau memanggil “lebih dari dua belas pasukan malaikat” (ay. 53), juga ketika Ia berdiam diri saat diadili, itulah saat Allah “membiarkan-Nya mati” agar rencana keselamatan itu bisa terwujud. Bayangkan, seandainya Allah melepaskan-Nya, maka gagallah rencana itu dan tiada jalan bagi kita beroleh keselamatan.

Allah Bapa dan Allah Anak “sengaja tidak membela diri”, namun sesungguhnya itulah pembelaan-Nya terhadap rencana keselamatan yang sudah dirancang-Nya demi kita. Maka, Allah tak perlu dibela!

JAYAPURA, 13 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 12 September 2018

BUKAN SALAH BIBIT


How are you today?
Nats: ayat 1
Hakim-Hakim 11:1-11, 29-33

Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 40-42

Sebagian masyarakat Indonesia percaya akan pentingnya “bibit” seseorang. Bibit merujuk kepada identitas orangtua atau leluhur orang itu. Bila orangtuanya baik, dipercayai si anak akan baik juga kepribadian dan jalan hidupnya. Demikian pula sebaliknya. “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” kata pepatah. Contoh praktisnya, ketika memilih jodoh, orangtua sering mendorong anaknya untuk melihat siapa orangtua orang yang ditaksirnya.

Tetapi, hubungan antara identitas orangtua dan kepribadian serta jalan hidup seseorang tidak selalu sesederhana itu. Yefta, salah satu hakim Israel yang tercatat dalam Alkitab, salah satu contohnya. Ibunya bukanlah wanita baik-baik, seorang wanita tunasusila. Karena itu, ia dikucilkan dan ditolak oleh saudara tirinya. Tetapi, Tuhan justru memakai Yefta untuk memimpin bangsa Israel pada zamannya, membebaskan Israel, khususnya Gilead, dari penjajahan bangsa Amon.

Memang, orangtua dan keluarga akan ikut membentuk karakter dan cara pandang seseorang. Tetapi, jalan hidup kita ada di tangan Tuhan dan kita sendiri, bukan orangtua kita. Karena itu kalau kita datang dari keluarga yang “kurang baik”, kita punya harapan dan harus berjuang untuk menjalani hidup yang lebih baik dari mereka. Kalau kita dari keluarga yang “baik”, jangan lengah. Demikian pula, jangan kita asumsikan kalau ada rekan atau teman yang dari keluarga “kurang baik”, maka pasti akan berakhir serupa. Justru, bantu mereka untuk keluar dari bayang-bayang kelam tersebut.

JAYAPURA, 12 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 11 September 2018

BERKATALAH YANG BAIK

How are you today?
Nats: ayat 29
Efesus 4:17-32

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh anugerah.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 37-39

Brian Sweeney salah seorang penumpang United Airlines, pesawat yang dibajak dan ditabrakkan ke gedung WTC New York. Ia sempat meninggalkan pesan di mesin penjawab istrinya: “Dengar, saya berada di pesawat yang telah dibajak, Saya hanya ingin kamu tahu saya benar-benar mencintaimu. Saya ingin kamu berbuat baik, berbahagialah. Begitu juga untuk orangtua saya dan semua orang. Saya benar-benar mencintaimu.” Pesan terakhir yang singkat, tetapi sangat menyentuh. Pasti meninggalkan banyak pengaruh bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi setiap orang yang mendengarnya.

Nas hari ini juga meninggalkan pesan kebenaran yang berharga. Kita adalah manusia baru yang sudah ditebus Kristus Yesus dari cara hidup lama yang penuh kesia-siaan (ay. 17-24). Hidup baru bukan hanya berhenti pada keyakinan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak harus dengan tindakan yang fantastik, tetapi dapat secara sederhana: dengan menjaga perkataan yang keluar dari mulut kita, membuang perkataan kotor dan menggunakan perkataan yang baik.

Perkataan yang baik meneguhkan, menguatkan, mendorong orang untuk bersikap ramah satu sama lain, berbuat baik, mengasihi, menghargai, mengampuni (ay. 29, 34). Berbanding terbalik dengan perkataan kotor yang merusak (ay. 31). Tentu saja kita tidak perlu menunggu ajal menjelang untuk menyampaikan perkataan yang baik. Sebaliknya, pergunakanlah perkataan yang baik dalam setiap kesempatan, agar orang yang mendengarnya dapat beroleh kasih karunia Allah.

JAYAPURA, 11 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 10 September 2018

BELAJAR UNTUK TIDAK TERBURU-BURU


How are you today?
Nats: Kejadian 40:23, 41:1
Kejadian 41:37-45

Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu... Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun...

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 33-36

Di supermarket mudah kita jumpai aneka bumbu masak instan. Saya pernah mencoba beberapa di antaranya, termasuk bumbu rendang instan kesukaan saya. Mudah dan cepat! Hasilnya pun tampak lezat. Tetapi ketika disantap, ada yang berbeda dari rendang yang disiapkan secara tradisional. Entah mengapa. Mungkin proses panjang mengolah bumbu rendang memang kunci lezatnya rendang yang asli.

Banyak hal dalam hidup kita juga tidak bisa dicapai secara instan. Diperlukan waktu dan proses yang cukup untuk membuahkan hasil yang optimal. Itulah yang kita lihat dari penggalan hidup Yusuf yang kita baca hari ini.

Yusuf dilantik sebagai pejabat tinggi Mesir setelah berhasil mengartikan mimpi Firaun. Hal itu terjadi setelah juru minuman raja yang pernah ditolongnya membawanya kepada Firaun. Nah, peristiwa ini baru terjadi dua tahun setelah Yusuf memberikan pertolongan itu. Dua tahun! Tetapi, kalau kita pikirkan lagi, waktunya tepat sekali, bukan? Jika Yusuf dibebaskan lebih awal, ia mungkin tidak berkesempatan untuk mengartikan mimpi Firaun dan menjadi pejabat tinggi Mesir. Secara karakter juga mungkin ia belum siap. Waktu Tuhan memang sempurna.

Dalam hidup ini kita harus belajar untuk tidak selalu terburu-buru. Bagi kita, lebih cepat, lebih baik. Tetapi, bagi Tuhan, sering kali lebih baik ditahan dulu sampai waktunya tepat. Ini karena, berbeda dari kita, Tuhan mengetahui masa depan. Dia tahu rencana besar-Nya. Karena itu, kalau Tuhan meminta kita untuk menunggu, sabarlah. Tunggu waktu-Nya.

JAYAPURA, 10 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 08 September 2018

NAMA YANG MENGGETARKAN


How are you today?
Nats: ayat 11
Yosua 2

Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 25-28

“Sstt... Bu Priska datang,” bisik ketua kelas. Suasana kelas yang semula gaduh langsung tenang karena sang ketua kelas menyebut namanya. Tidak ada satu pun murid di kelas itu yang berbicara lagi. Beberapa orang bahkan terlihat duduk dengan tegang. Mereka tahu betul siapa Bu Priska. Semua orang di sekolah itu segan kepadanya. Suaranya sama tegasnya dengan sikapnya. Bu Priska murah pujian kepada murid yang berperilaku baik, tetapi juga akan menegur dengan keras murid yang berperilaku buruk.

Apa yang dialami oleh para murid saat mendengar nama Bu Priska mengingatkan saya pada kegentaran penduduk Yerikho saat mendengar nama Tuhan. Penduduk kota Yerikho merasa takut walaupun mereka tinggal di kota yang dikelilingi tembok yang sangat kuat. Tembok yang kokoh dan prajurit yang kuat tidak lagi membuat mereka merasa aman. Mereka merasa ngeri dan gemetar (ay. 9). Penduduk kota Yerikho menjadi tawar hati dan patah semangat ketika akan berhadapan dengan bangsa Israel (ay. 11). Mereka telah mendengar tentang Tuhan yang selama ini menolong bangsa Israel. Tuhan yang telah melakukan mujizat. Tuhan yang telah memberikan kemenangan kepada bangsa Israel (ay. 10). Nama Tuhan, perbuatan Tuhan, menggentarkan hati penduduk Yerikho.

Nama Tuhan mengacu pada karakter-Nya. Nama-Nya lebih kokoh daripada benteng terkuat sekalipun. Sudah sepatutnya kita gentar pada-Nya. Bukan gentar ketakutan, melainkan gentar penuh hormat. Di dalam nama-Nya, kita beroleh perlindungan, pengharapan, dan keselamatan.

JAYAPURA, 08 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 07 September 2018

SEBUAH PERTANDINGAN


How are you today?
Nats: ayat 25
1 Korintus 9:24-27

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang abadi.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 22-24

Ketika saya sedang mengemudi di jalan, di depan saya ada van milik FedEx, yang di bumpernya tertempel stiker berbunyi “Every day is a race day”. Ya, sejak bangun pagi hingga petang, kita terus bersabung dengan waktu, bergulat dengan tugas pekerjaan dan rumah tangga.

Rasul Paulus dalam nas hari ini juga berbicara mengenai pertandingan dalam kehidupan. Kebanyakan orang di dunia ini berlomba untuk memperebutkan kesuksesan yang berpusat pada diri sendiri dan keluarga atau kelompoknya. Sebaliknya, perlombaan orang beriman berfokus pada bagaimana kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.Ukuran keberhasilan dunia ini ialah standar pencapaian kehidupan, seperti kekayaan, kedudukan, kekuasaan, status sosial. Paulus menyebutnya mahkota yang fana. Tetapi, orang beriman berlomba untuk mengisi kehidupan barunya, agar menjadi lebih bermakna bagi sesama untuk kemuliaan Allah. Itulah mahkota yang abadi.

Dunia mengejar mahkota keberhasilan yang fana dan yang dapat layu. Tidak demikian dengan orang beriman. Kita mengejar mahkota kehidupan yang kekal. Kita melakukan pekerjaan sehari-hari yang tidak banyak berbeda dengan sebagian besar orang di dunia ini. Perbedaannya terletak pada nilai-nilai yang kita terapkan dalam bekerja dan kepada siapa kita mempersembahkan hasil karya kita. Bagi orang beriman, kita mengabdikan segala jerih lelah kita demi kemuliaan Tuhan dan bukan untuk hal yang lain. Adakah Anda dan saya berada di jalur ini dalam gelanggang perlombaan hidup?

JAYAPURA, 07 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id