Kamis, 06 September 2018

KUASA DARAH YESUS


How are you today?
Nats: ayat 25
Roma 3:9-28

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 20-21

Dalam sebuah acara TV, seorang ateis menantang Reinhard Bonnke: “Kisah tentang darah Yesus sudah diberitakan selama 2.000 tahun, dan jika memang ada kuasa dalam darah itu, seperti kata Anda, tentunya keadaan dunia tidak akan sejahat sekarang ini.” Oleh hikmat Tuhan, Bonnke—penginjil ternama itu—menjawab, “Tuan, di dunia ini ada banyak pabrik sabun, tetapi masih saja ada banyak orang yang bertubuh kotor. Sabun tidak akan membersihkan, jika ia tidak dipakai. Bahkan para pekerja pabrik sabun juga tak akan menjadi bersih, jika mereka tak memakainya. Jadi, pakailah. Mandilah dengan sabun. Serupa dengan itu, Anda harus mengizinkan darah Yesus membasuh hidup Anda yang berdosa, baru Anda akan dapat bernyanyi, ‘Ada kuasa di dalam darah-Nya!’”

Benar, keadaaan manusia berdosa sangatlah mengenaskan. Tak ada seorang pun yang benar (ay. 10). Tak ada yang mencari Allah (ay. 11). Tak ada yang berbuat baik (ay. 12). Mulut mereka menipu dan penuh sumpah serapah (ay. 13, 14). Mereka menumpahkan darah (ay. 15). Mereka tidak mau berdamai (ay. 17). Mereka tidak takut akan Allah (ay. 18). Siapa yang tidak gerah melihat kondisi semacam ini? Seolah-olah tak ada lagi harapan.

Namun, Allah menyediakan jalan ajaib di tengah kondisi putus asa tersebut: “yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (ay. 22). Perhatikan bagian terakhir: bagi semua orang yang percaya. Bagian Allah adalah menyediakan penebusan. Bagian kita adalah menerima dan mengimani penebusan-Nya itu!

JAYAPURA, 06 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì

Rabu, 05 September 2018

SEBUAH KESEMPATAN


How are you today?
Nats: ayat 8-9
Lukas 13:6-9

Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 17-19

Seorang pengusaha memberi kepercayaan pada seorang karyawannya untuk mengelola suatu bidang usaha, namun sudah tiga tahun berturut-turut bisnis itu rugi. Menurut Anda, apa yang akan dilakukan oleh pengusaha itu? Jika Anda adalah sang karyawan, apa yang Anda harapkan akan dilakukan pengusaha itu?

Ternyata ia memberi Anda kesempatan satu tahun lagi untuk membuktikan bahwa Anda dapat berhasil. Anda mendapat sebuah anugerah. Apa yang akan Anda lakukan? Tidakkah Anda akan menggali segenap potensi diri Anda dan melakukan semua upaya agar berhasil sehingga kepercayaan yang diberikan kepada Anda tidak sia-sia? Jika ternyata Anda masih bekerja dengan setengah hati, Anda benar-benar tidak tahu bersyukur.

Begitu juga dengan pohon ara dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus. Dari segi usia, sudah seharusnya ia berbuah sejak tiga tahun lalu. Akibatnya sang pemilik meminta agar pohon itu ditebang saja, karena tidak ada gunanya ia hidup. Lalu penjaga kebun memohon diberi waktu setahun lagi. Ia akan menggemburkan tanahnya dan memberinya pupuk. Jika tahun depan ia masih belum berbuah, maka pohon itu akan ditebang. Itulah gambaran hidup kita.

Jika Allah datang dan memeriksa hidup kita saat ini, buah apa yang akan Dia temukan? Apakah kita akan bersukacita atau menjadi malu karenanya? Karena itu, di saat Dia masih memberi kita kesempatan untuk hidup, jalanilah sebuah kehidupan yang bermanfaat sehingga Anda dapat menghasilkan buah-buah yang memuliakan nama-Nya.

JAYAPURA, 05 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì

Selasa, 04 September 2018

TERUS BERSAKSI


How are you today?
Nats: ayat 8
2 Timotius 1:3-18

Jadi, janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 14-16

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Bu Retno membantu suaminya dengan bekerja sebagai tukang pijat. Sambil memijat, Bu Retno suka menceritakan pengalaman pribadinya dalam mengikuti Tuhan. Saya mengetahui kisahnya dari salah seorang pelanggan yang sangat terkesan oleh antusiasme Bu Retno saat bersaksi tentang kebaikan Tuhan. Sungguh mengharukan dan mengagumkan. Sebagai tukang pijat, Bu Retno memiliki hati seorang murid Kristus yang tidak malu untuk bercerita tentang kebaikan Tuhan.

Paulus mengingatkan kepada Timotius untuk tidak malu bersaksi tentang Tuhan. Penekanannya adalah bersaksi tentang kebaikan Tuhan. Tentang karya keselamatan-Nya. Tentang keterlibatan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan memberikan kekuatan yang memampukan setiap orang melewati segala macam keadaan. Dengan demikian, setiap orang tentu memiliki pengalaman akan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Itulah bekal kesaksian kita. Fokusnya pada kebaikan Tuhan, bukan kehebatan diri kita.

Sebagai pengikut Kristus, kita dapat menjadi saksi di lingkungan masing-masing, apa pun pekerjaan yang kita geluti. Kesaksian kita akan semakin efektif ketika didukung tindakan yang mencerminkan kebenaran firman Tuhan. Sederhananya, sebagai saksi Kristus, kita perlu menjadi pelaku firman Tuhan, mewujudkan kabar baik yang kita sampaikan. Kesaksian yang demikian kiranya menjadi berkat bagi banyak orang. Melalui kesaksian itu, kiranya semakin banyak orang yang menyadari kebaikan Tuhan dan menyambut karya keselamatan-Nya.

JAYAPURA, 04 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì

Senin, 03 September 2018

BERTEKUN KARENA PENGHARAPAN


How are you today?
Nats: ayat 25
Roma 8:18-30

Jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 10-13

Victor Frankl, tawanan Nazi pada Perang Dunia II, menyatakan bahwa manusia dapat bertahan menghadapi apa pun, kecuali jika harus hidup tanpa pengharapan.

Pengharapan itulah yang ditawarkan iman Kristen. Menjadi pengikut Kristus bukanlah resep untuk hidup makmur atau nyaman di negara ini. Malah sebaliknya. Untuk beribadah atau membangun tempat ibadah saja orang percaya kerap mendapatkan rintangan. Pernah saya melayani di satu daerah yang melarang gereja memasang lambang salib. Orang Kristen juga tidak kebal terhadap penderitaan dan dan bencana. Lalu, mengapa mau menjadi orang Kristen? Paulus menjawab: pengharapan.

Ketika manusia jatuh dalam dosa, dunia ikut terkena imbasnya, menjadi rusak dan cemar. Segenap ciptaan turut mengeluh karena mereka tidak seindah yang seharusnya. Saat ini, mereka yang percaya kepada Kristus mendapatkan keselamatan, namun keselamatan tersebut belum mencapai puncak kemuliaannya, yang akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Kemuliaan yang menanti kita ketika berjumpa dengan Tuhan Yesus itu amat besar sehingga, dibandingkan dengan hal itu, penderitaan kita hari-hari ini “ringan” saja. Itulah pengharapan yang menanti kita.

Adakah kita dihina karena nama Kristus? Adakah kita menderita hingga mengeluh sama seperti dunia ini? Godaan terbesarnya adalah untuk menyalahkan Tuhan. Namun, pengharapan kita sudah bersauh di tempat yang benar. Berpeganglah pada pengharapan tersebut di tengah penderitaan dan tantangan hidup!

JAYAPURA, 03 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì

Minggu, 02 September 2018

TELADAN MELAYANI DENGAN SEGENAP HATI


KISAH PARA RASUL 20:17-38

Paulus meneruskan perjalanan melalui darat sementara yang lain berlayar ke Asos untuk menjemput Paulus di sana. Mengapa Paulus memilih berjalan lewat darat? Alkitab tidak memberitahukan alasannya. Mereka terus berlayar hingga tiba di Miletus, sebuah kota besar kuno di sebelah selatan Efesus yang berjarak kurang lebih 40 km dari Efesus. Mengingat jarak yang dekat ini, apakah Paulus berencana untuk mengunjungi Efesus lagi? Ternyata tidak. Paulus ingin segera pergi ke Yerusalem tanpa menghabiskan lebih banyak waktu lagi di perjalanan. Dia berencana tiba di Yerusalem untuk hari raya Pentakosta (ay. 16). Tetapi Paulus juga ingin mengucapkan perpisahannya dengan orang-orang Efesus dan memberikan nasihat-nasihat bagi mereka. Paulus tidak tahu apakah akan ada kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang Kristen di Efesus lagi atau tidak, tetapi dia tahu bahwa kemungkinan bisa bertemu itu sangat kecil (Kis. 20:38). Itulah sebabnya para penatua gereja di Efesuslah yang dipanggil untuk bertemu dengan Paulus di Miletus. Setelah bertemu mereka, Paulus memberikan khotbahnya sebagai perpisahan dengan penatua Efesus yang mewakili seluruh jemaat Efesus. Di dalam kalimat-kalimat perpisahan ini kita dapat melihat beberapa hal yang menjadi tanda pelayanan yang dikerjakan dengan tepat.



























Kotbah Ps. Gelphy Nartha
Minggu, 02 September 2018
Di GBI. ROCK Jayapura

SEBUAH ALTERNATIF


How are you today?
Nats: ayat 18
Daniel 3:1-18

Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 1-4

Pak Joko, jemaat salah satu gereja di kota Solo, menderita penyakit asma yang cukup akut. Keteguhan hatinya membuat saya terkesan. Ia percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti menyembuhkan penyakitnya. Pihak keluarganya, yang belum mengenal Tuhan, menganggap keyakinannya itu hanyalah suatu kebodohan. Bahkan mereka berusaha menawarinya pengobatan alternatif yang mereka yakini dapat memberikan kesembuhan. “Di gunung itu ada dukun ampuh, ribuan orang sudah disembuhkannya!” kata mereka membujuk Pak Joko. Dengan polos Pak Joko berkata, “Tidak. Terima kasih. Saya hanya percaya pada Gusti Yesus!”

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego pun pernah diberi jalan alternatif oleh Raja Nebukadnezar, agar nyawa mereka selamat dari perapian. “Sembahlah patung yang aku buat itu, maka kalian akan selamat!” kata raja. Tetapi, ketiga orang itu dengan teguh hati berkata, “Allah yang kami puja pasti sanggup melepaskan kami, tetapi seandainya tidak, kami tetap tidak akan menyembah patung yang tuan dirikan itu!” Kata-kata iman itu membawa ketiganya masuk ke dalam perapian, tetapi api itu tidak membakar tubuh mereka sedikit pun. Tuhan telah menyatakan pembelaan-Nya.

Tuhan seringkali menggunakan masalah pelik untuk menguji iman umat-Nya. Ketika Anda benar-benar dalam situasi tertekan dan tidak ada jalan keluar, selalu ada hal-hal yang berusaha menggoyahkan iman Anda. Apakah iman Anda tetap kepada Tuhan? Nyatanya, orang-orang yang memercayai Tuhan-lah yang akhirnya menerima pembelaan-Nya.

Happy sunday guys...
JAYAPURA, 02 September 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì

Sabtu, 01 September 2018

DITOPANG KASIH SETIA


How are you today?
Nats: ayat 6
Mazmur 13:1-6

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 1-4

Ada batas kekuatan manusia untuk bertahan menghadapi persoalan hidup. Jika kita merenungkan ungkapan hati Daud dalam kitab Mazmur ini, tentu kita dapat menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi pada dirinya. Ya, Daud merasa sangat lelah dan tidak mampu lagi menghadapi beragam persoalan yang bertubi-tubi menimpanya.

“Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekhawatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?” Bukankah doa-doa seperti ini juga yang sering kita ucapkan kepada Tuhan untuk menyatakan ketidakmampuan kita mengatasi persoalan hidup? Menurut saya, ungkapan hati seperti ini sangat wajar muncul dalam pikiran atau ucapan kita. Daud pun merasa seolah-olah Tuhan meninggalkannya. Tetapi, satu ucapan terakhir yang patut kita cermati dan kita teladani: Daud tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan! Itulah yang membuatnya dapat bertahan dan tampil sebagai pemenang pada akhirnya.

Apakah yang memampukan Daud bertahan? Kasih setia Tuhan. Kasih setia-Nya menyediakan perlindungan dan kekuatan baginya sehingga ia mampu bertahan jauh melampaui batas kemampuannya sebagai manusia. Begitu juga, di tengah pergolakan badai hidup, Anda dan saya dapat mengandalkan kasih setia Tuhan. Dia tidak akan membiarkan kita tergeletak, tetapi kita akan menyaksikan kuasa-Nya menolong dan meneguhkan kita.

JAYAPURA, 1 Oktober 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.idì