Selasa, 21 Agustus 2018

MEMERLUKAN KEBERANIAN


How are you today?
Nats: ayat 37a
1 Samuel 17:20-39

TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 26-28

Pengalaman Anda apa? Itulah pertanyaan yang sering diajukan kepada calon karyawan pada suatu instansi. Kemampuan seseorang biasanya bisa diukur dari pengalaman yang ia miliki. Orang yang lebih dewasa biasanya juga memiliki pengalaman lebih banyak daripada orang yang lebih muda. Apakah hal ini juga berlaku dalam pelayanan?

Daud pernah diremehkan kemampuannya ketika berada di medan peperangan. Ia hanya seorang gembala domba, masih muda, dan tidak memiliki pengalaman perang (ay. 28, 33). Daud dianggap tidak cocok berada di medan peperangan. Ia bukan orang yang sepadan untuk menghadapi Goliat karena ia kalah pengalaman. Jika para prajurit yang terlatih itu saja ketakutan, bagaimana mungkin ia berani menghadapinya (ay. 24)? Akan tetapi, Daud menganggap pengalamannya menggembalakan domba cukup untuk menghadapi Goliat (ay. 34-36). Dalam pengalaman itu ia menyaksikan kuasa Allah yang membangkitkan keberaniannya. Begitulah. Ia tidak maju berperang dengan keberanian yang membabi buta, melainkan dengan disertai keyakinan akan penyertaan Allah, yang akan membela umat pilihan-Nya (ay. 36).

Apakah Anda merasa masih muda dan miskin pengalaman? Jangan takut mengambil bagian dalam pelayanan. Pengalaman pelayanan memang berguna, tetapi ada kalanya pengalaman saja tidak cukup. Jika Tuhan memanggil kita untuk melayani, Dia akan menyertai dan memperlengkapi kita. Tuhan dapat memakai siapa saja yang bersedia mengandalkan kuasa-Nya. Dia akan memampukan orang itu untuk melaksanakan tugas-Nya.

JAYAPURA, 21 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Senin, 20 Agustus 2018

TERIMA KASIH YANG TERTUNDA


How are you today?
Nats: ayat 3
Ester 6:1-14

Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: “Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 23-25

Sebuah perusahaan di Medan ingin membantu lembaga-lembaga sosial. Saya mengajak sebuah panti asuhan dan sebuah lembaga yang mendirikan perpustakaan di desa untuk mengajukan proposal. Kedua proposal itu dikabulkan. Pengelola panti asuhan menelepon saya untuk berterima kasih. Tetapi, pihak perpustakaan tidak mengucapkan apa pun. Padahal, perusahaan itu bersedia mendanai seluruh keperluan pembukaan puluhan perpustakaan, mencakup buku baru, rak, dan biaya peresmian.

Mordekhai, sepupu sekaligus pengasuh Ester (2:7), mengetahui rencana pembunuhan raja Ahasyweros oleh dua sida-sida yang sakit hati. Ia memberi tahu Ester, yang telah menjadi ratu, untuk menyampaikannya kepada raja. Kasus itu diselidiki, dan terbukti benar. Kedua sida-sida itu dihukum mati, namun Mordekhai tidak mendapatkan penghargaan apa pun selama beberapa waktu.

Alkitab tidak mencatat reaksi Mordekhai. Ia tidak menuntut Ester untuk mengingatkan raja atas jasanya. Lalu, saat orang Israel terancam binasa di kerajaan itu, barulah jasa Mordekhai terbalas. Rupanya kisah itu tercatat dalam arsip kerajaan. Ia mendapat penghormatan yang tidak terduga, bahkan menjadi alat Tuhan untuk keselamatan bangsanya.

Tidak semua perbuatan baik diganjar dengan penghargaan, bahkan sekadar ucapan terima kasih dari manusia. Namun, kita tidak perlu tawar hati jika mengalaminya. Mungkin suatu hari, Tuhan akan memakai jasa Anda yang seolah terlupakan itu menjadi sebuah pertolongan yang besar untuk Anda dan orang lain.

JAYAPURA, 20 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 19 Agustus 2018

KEJUJURAN


















Materi Kotbah Minggu, 19 Agustus 2018. Di Ibadah ROCKET bertempat Mall Jayapura Ruang Studio XXI.

Semoga bisa menjadi berkat buat kita semua.

God bless you guys....


TERUS MENULIS KARYA YESUS


How are you today?
Nats: ayat 25
Yohanes 21:24-25

Masih banyak lagi hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, kupikir dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 19-22

Sebelumnya, kesaksian Yohanes dalam Yohanes 21:25 ini sama sekali tak berkesan bagi saya. Tiap kali membaca bagian ini, saya selalu melewatkannya begitu saja. Sampai suatu ketika, dalam pelatihan menulis renungan, saya berwaktu teduh dengan menggunakan bacaan yang terbilang pendek ini. Momen kebersamaan dengan para penulis kristiani memberikan makna yang indah sekaligus menggetarkan bagi saya.

LAI menjuduli perikop ini “Kata Penutup”. Ya, kata penutup atas seluruh tulisan Yohanes tentang perjalanan pelayanan Yesus di dunia. Yohanes telah mengalami dan menjalani hidup bersama Yesus—bahkan ia disebut sebagai murid yang dikasihi. Namun demikian, Yohanes menyadari bahwa tulisannya itu hanyalah catatan pendek dan singkat atas pelayanan Yesus. Dan, andaikan ia punya waktu untuk menuliskan semuanya, ia pun mengakui bahwa “jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, kupikir dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (ay. 25). Pernyataan ini tepat dan memuat kebenaran. Ini bentuk pujian yang layak mengenai perbuatan-Nya, Sang Firman Allah, di dunia.

Media tulisan adalah salah satu media yang sangat efektif dalam menjangkau dunia bagi Kristus. Tak selalu harus berupa buku; kini tersedia media online yang memungkinkan perluasan penyebaran pesan lewat tulisan. Siapa saja dapat mengambil bagian, menjadi saksi tentang Yesus dan karya-karya-Nya. Kita dapat memaksimalkan penggunaan media itu untuk memenuhi dunia ini dengan kebesaran dan kebenaran Kristus.

JAYAPURA, 19 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 18 Agustus 2018

TETAP BERSUKACITA


How are you today?
Nats: ayat 17-18
Habakuk 3:1-19

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan... namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN... (Habakuk 3:17-18)

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 15-18

Ada hal yang menarik setiap kali musim hujan tiba. Berita tentang bencana banjir di berbagai kota hampir setiap hari menghiasi layar televisi. Penduduk memperlihatkan wajah cemas dan panik ketika air mulai menggenangi rumah mereka. Ada yang terpaksa naik ke bubungan atap rumah karena takut. Uniknya, sementara kebanyakan orang tampak begitu khawatir, puluhan anak kecil justru tampak berbeda. Mereka terlihat begitu senang menikmati datangnya banjir. Ya, air yang menggenangi jalan-jalan di sekitar rumah mereka jadikan sebagai arena bermain yang mengasyikkan. Mereka berenang, main perahu, sembari tertawa-tawa.

Awalnya, Nabi Habakuk begitu panik dan menyatakan kekecewaannya kepada Tuhan atas masalah yang ia alami. Dalam kepanikannya ia mencoba berseru kepada Tuhan: “Mengapa semua ini harus terjadi? Bukankah aku telah begitu setia kepada-Mu? Mengapa kejahatan terus saja terjadi dan tidak berhenti?” (Hab. 1:2-3). Tuhan pun memberinya hikmat melalui penglihatan tentang mengapa masalah itu harus terjadi. Jawaban Tuhan itu mengubah pandangan Habakuk. Ia tidak lagi mengeluh, sebaliknya ia bersorak-sorak di dalam Tuhan dan beria-ria di dalam Dia yang menyelamatkannya (ay. 18).

Anak-anak tidak pernah mengkhawatirkan masalah yang terjadi di sekitarnya. Mengapa? Bisa jadi karena ia percaya kepada orangtua yang akan melindunginya. Bagaimana dengan Anda? Apakah keyakinan kepada Allah membuat Anda tetap bersyukur, bersorak-sorak, dan bersukacita meski bertubi-tubi masalah mendera Anda?

JAYAPURA, 18 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 17 Agustus 2018

QUO VADIS INDONESIA

How are you today?
Nats: ayat 20
Daniel 9:20-27

Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 11-14

Sebagai bangsa Indonesia, kadang-kadang kita prihatin, malu, marah, dan sekaligus galau kala menyaksikan kondisi bangsa ini. Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Kekerasan terjadi secara beruntun dan mirisnya kadang berjubah agama. Hal ini membuat sebagian orang skeptis dan masa bodoh. Sebagai pengikut Kristus, apa yang dapat kita lakukan di tengah persoalan yang kompleks ini?

Daniel, yang termasuk orang buangan, merasa prihatin akan nasib bangsanya. Ia tidak ingin bangsanya terus-menerus menderita sengsara, seolah tidak ada harapan bagi masa depan mereka. Bangsa Israel telah mengalami penderitaan begitu lama karena harus menjadi bangsa buangan di negeri Babel. Ini terjadi akibat dosa mereka sendiri. Karena itu, Daniel berdoa kepada Allah, bergumul akan kelangsungan hidup bangsanya (ay. 20). Ia percaya bahwa kelangsungan hidup serta masa depan bangsanya ada di tangan Tuhan. Maka, apa yang terjadi pada bangsanya tidak luput dari pengawasan Tuhan. Terlebih mereka adalah bangsa pilihan Tuhan.

Situasi dan kondisi bangsa kita yang tak menentu ini dapat saja melunturkan iman dan pengharapan kita. Akan tetapi, apakah kita mengizinkan situasi dan kondisi ini memperlemah iman kita? Seharusnya tidak! Kita tahu bahwa waktu dan sejarah tidak dikontrol oleh manusia, tetapi oleh Allah. Karena itu, kita seharusnya seperti Daniel, berdoa memohon belas kasihan Tuhan, agar Dia tetap memelihara bangsa ini. Marilah kita menjalani hidup kita dengan iman dan pengharapan yang teguh.

Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun.

Maju terus didalam Tuhan dan tetap semangat!

JAYAPURA, 17 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 16 Agustus 2018

MENDAUR ULANG


How are you today?
Nats: ayat 12b
2 Tawarikh 12:1-16

Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 7-10

Ia guru TK yang baik. Secara kreatif ia mendayagunakan benda-benda yang tampaknya sudah tak berguna. Kertas bekas, kotak bekas pembungkus, mainan lama, hiasan tak terpakai, ia pungut ia dan manfaatkan untuk menciptakan alat peraga dan perangkat bermain yang menyenangkan anak-anak. Teman-temannya menjulukinya “si tukang daur ulang”. Ia pintar menemukan manfaat dari barang yang sudah dibuang.

Rehabeam, putra Salomo, bukan terbilang raja Yehuda yang patut diteladani. Ia tidak tekun mencari Tuhan dan hukum-Nya ia tinggalkan kala merasa diri kuat (ay. 1, 14). Nasihat bijaksana ia abaikan dan anjuran gegabah malah ia turuti sehingga menimbulkan sakit hati rakyat (1 Raj 12:1-17). Di bawah pimpinannya, Yehuda mengenal rupa-rupa praktik penyembahan berhala (1 Raj 14:22-24). Kita bisa membuangnya dari daftar raja Yehuda yang baik. Namun, betapa berbeda sikap penulis kitab Tawarikh. Ia tetap berupaya menemukan kebaikan padanya, dan berhasil. Pertama, masih ada kebenaran pada tiga tahun pertama masa pemerintahannya (2 Taw 11:17). Kedua, masih ada pertobatan ketika nabi Semaya menegurnya (ay. 6, 7, 12).

Hidup ini memang tidak sempurna. Banyak keretakan hubungan. Kerusakan karakter. Kebusukan sistem. Ketidakwarasan manusia. Keburukan situasi. Keganasan alam. Namun, Tuhan memanggil kita untuk menemukan kebaikan di tengah keadaan itu. Memungut hal-hal yang positif. Mensyukurinya. Memanfaatkannya. Mengembangkannya. Lalu menjadikannya sarana untuk memberkati sesama. Bersediakah Anda?

JAYAPURA, 16 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id