Selasa, 07 Agustus 2018

MENEMUKAN KEBENARAN


How are you today?
Nats: ayat 11
2 Raja-raja 22:1-10

Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 32-37

Jalan Al Mutanabbi di kota Baghdad, Irak, meninggalkan kesan istimewa di hati Mohsen. Pada 2003 pemuda ini menemukan sebuah Alkitab di situ. Ia mempelajari kitab itu dengan tekun hingga berlangsunglah penyerahan dirinya kepada Yesus. Kisah penemuan itu–berikut perjumpaannya dengan Yesus–masih kerap mengudara hingga kini melalui siaran radio Kristen tempat Mohsen bekerja.

Dalam sejarah iman Kristen tak jarang pertobatan seseorang terjadi akibat “pertemuan langsung” dengan Alkitab. Seakan-akan Alkitab “berjalan sendiri” menjumpainya untuk disapa. Alkitab seperti “membiarkan dirinya ditemukan” oleh jiwa yang sedang haus akan kebenaran. Ada yang tersapa olehnya di dalam penjara. Ada yang tersentuh waktu membaca ayat yang tertera pada sobekan kertas bekas pembungkus petasan. Ada yang sujud menangis saat membacanya kembali setelah kitab itu tersimpan dalam kopor selama masa tiga belas tahun ia meninggalkan Tuhan. Masih banyak lagi.

Kebangunan iman berlangsung seiring dengan “ditemukannya kembali” Kitab Suci yang telah lama tergeser dan tercecer. Pada masa pemerintahan Yosia, kerajaan Yehuda mengalaminya. Pembaruan besar-besaran dalam kehidupan iman umat dimulai dari penemuan kembali kitab Taurat ketika Bait Suci sedang diperbaiki. Taurat ditemukan, pintu tobat dibukakan. Alkitab adalah sumber inspirasi dan motivasi yang membangkitkan iman. Jika Alkitab ada di tangan Anda–tanpa perlu susah-susah ditemukan –jangan disiasiakan! Bacalah. Renungilah. Tekunilah. Hidupilah.

JAYAPURA, 07 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id
 

Senin, 06 Agustus 2018

MURAH HATI


How are you today?
Nats: ayat 15
Matius 20:1-16

Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 27-31

Salah satu alasan mengapa saya sangat bersyukur sebagai umat Allah adalah karena saya menyembah Allah yang murah hati. Bagi saya secara pribadi, rasanya tidak ada Allah yang begitu murah hati kepada umat-Nya selain Bapa Surgawi yang kita kenal di dalam nama Yesus. Melalui perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur, kita akan belajar mengenai kemurahan hati Allah kita.

Dalam perumpamaan tersebut, diceritakan adanya masalah ketika para pekerja menerima pembagian upah atas hasil kerja mereka. Mereka yang bekerja lebih dahulu merasa keberatan karena upah mereka sama dengan pekerja yang hanya bekerja selama satu jam. Namun, pemilik kebun anggur menegaskan bahwa ia bukan berlaku tidak adil dalam hal ini karena sebelumnya mereka sudah sepakat menerima upah satu dinar sehari. Kemurahan hatinya itu, yang sukar dipahami oleh para pekerja yang terdahulu, tentulah sangat disyukuri oleh pekerja terakhir yang hanya satu jam berkeringat.

Berbicara mengenai sifat Allah yang murah hati, Alkitab juga mencatat bahwa Allah kita menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik. Dia juga menurunkan hujan bagi orang benar maupun orang yang tidak benar (band. Mat. 5:45). Kasih di dalam diri-Nya membuat Allah bermurah hati terhadap ciptaan-Nya.

Jika Allah begitu murah hati terhadap ciptaan-Nya, seyogyanya umat-Nya juga menerapkan gaya hidup murah hati dalam hidup keseharian. Biarlah dunia melihat bahwa Allah kita murah hati melalui perbuatan kita. Mari bermurah hati!

JAYAPURA, 06 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id
 

Minggu, 05 Agustus 2018

MENYANYI BAGI TUHAN


How are you today?
Nats: ayat 1
Keluaran 15:1-21

Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 22-26

Ketika segala sesuatu dalam kehidupan kita baik-baik saja dan terjadi hal-hal yang membanggakan kita, penuh berkat melimpah dan sukacita, kita akan dengan mudah mengucap syukur dan memuji Allah. Tetapi jika doa-doa kita sepertinya tidak dijawab, Allah seperti diam dan mengizinkan kegagalan menghampiri hidup, bisakah kita tetap mengucap syukur dan memuji Dia?

Bangsa Israel sangat bersukacita saat mereka dilepaskan dari tanah perbudakan di Mesir. Tempat yang selama ini membuat mereka menderita, penuh dengan cambuk dan tendang. Mereka bersorak dan berseru mengagungkan nama Tuhan. Tiada henti-hentinya mereka menyanyikan ucapan syukur bagi yang Mahatinggi. Mereka bisa melihat bahwa Allah memperhatikan penderitaan dan rintihan kesakitan mereka.

Tetapi, pada saat mereka dibawa melewati padang gurun, mereka mulai bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Puji-pujian dan ucapan syukur dalam sekejap hilang dari bibir mereka dan digantikan dengan sungut-sungut. Mereka hanya melihat Tuhan ada saat segala sesuatu terasa baik dan menyenangkan. Mata mereka tertutup saat mereka mulai bosan dan tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Hal seperti itu sering terjadi dengan kita. Kita sering diperhadapkan dengan hal-hal yang pelik, segalanya berantakan, dan hidup terasa sulit. Seakan Tuhan tidak ada. Tidak terlihat sedikit pun pengharapan akan adanya pemulihan. Dalam keadaan seperti itu, masih bisakah kita memuji Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan? Masihkah sukacita kita meluap?

Happy sunday guys...
JAYAPURA, 05 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id
 

Sabtu, 04 Agustus 2018

MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI


How are you today?
Nats: ayat 18
1 Raja-raja 13:11-25

Tetapi ia berbohong kepadanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 15-21

Pria itu menyatakan perasaan sesal yang tak pernah enyah dari kehidupannya. Bahkan kerap mengusik tidurnya. Mengapa? Di kala muda ia pernah mencelakakan kawannya hingga tewas. Ia membujuk kawannya itu untuk bermain ski, padahal sebenarnya ia belum terampil melakukannya. Namun, ia berbohong dengan mengatakan bahwa main ski itu mudah sekali. Kawannya percaya, lalu mencoba tanpa bekal keterampilan yang memadai. Di medan yang berbahaya ia tergelincir. Sungguh fatal, tulang lehernya patah.

Kitab Raja-raja memberikan kesaksian betapa firman Tuhan itu “ya dan amin”. Apabila nubuat dan perintah telah diucapkan oleh nabi utusan-Nya, kebenarannya tak dapat disangkal atau ditentang oleh siapa pun. Baik oleh raja yang berkuasa maupun oleh nabi-Nya sendiri. Raja Yerobeam tak kuasa melawan (1 Raja-raja 13:4). Nabi utusan-Nya pun tak boleh melanggar. Itulah yang dialami oleh “abdi Allah yang datang dari Yehuda” dalam bacaan kita. Namun, sebenarnya pelanggaran yang berakibat fatal itu akibat keegoisan seorang nabi senior. Demi memenuhi sekadar keinginan untuk ditemani, ia berbohong. Bohong yang menghadirkan celaka kepada yuniornya yang lugu itu.

Kebohongan—baik yang serius maupun yang kecil sepele—harus diwaspadai. Terutama bohong yang lahir dari keinginan egois demi memenuhi kepentingan dan keuntungan sendiri. Selain bisa merugikan diri sendiri, orang lain pun bisa celaka karenanya. Termasuk orang yang kita sayangi. Dan apabila hal itu terjadi, betapa menyesalnya hati ini.

JAYAPURA, 04 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id
 

Jumat, 03 Agustus 2018

FIRMAN ALLAH HIDUP, KUAT DAN TAJAM


How are you today?
Nats: ayat 12
 brani 4

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 10-14

Konon, seorang pria mengajukan permintaan untuk memperoleh Alkitab dari The Gideons. Menurutnya, kertas Alkitab itu sangat cocok dan sempurna untuk dipakai melinting tembakaunya. Lembaga itu meluluskan permintaannya. Pria tadi pun benar-benar memakai kertas buku itu untuk merokok. Namun sebelum melinting tembakau, ia selalu membaca lembaran yang akan dipakainya—bagian depan dan belakang. Begitulah, si pria terus memakai lembaran kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Sampai akhirnya, ia membaca Yohanes 3:16, berhenti lama di situ, dan menyerahkan hatinya kepada Kristus.

Kisah humor di situs Sermon Central ini menggambarkan bahwa Alkitab itu bukan buku biasa. Ya, sumber penulisannya bukan hikmat manusia, melainkan hikmat Allah sendiri. Alkitab bukan kumpulan ajaran manusia, melainkan kebenaran Allah. Maka, bagi setiap orang yang mau percaya, kuasa firman Allah akan sanggup menyelamatkannya. Benar, firman Allah itu berkuasa. Penulis kitab Ibrani menyebutnya hidup dan kuat. Karena itu, firman Allah sanggup mengubahkan hidup seseorang—bahkan membuatnya berbalik dari hidupnya yang lama, dan menerima hidup baru yang dianugerahkan Allah!

Peganglah hal ini: bahwa Firman Allah itu hidup dan berkuasa. Bacalah dengan setia. Pelajarilah dengan hati terbuka. Alamilah hubungan yang hidup dengan Firman itu. Izinkan Tuhan membentuk ulang sisi-sisi hidup kita sesuai dengan firman-Nya. Mengubahkan hidup kita. Bahkan menjadi benar-benar baru, seperti yang Dia mau.

JAYAPURA, 03 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id
 

Kamis, 02 Agustus 2018

TIDAKKAH ENGKAU TAHU


How are you today?
Nats: ayat 13
Zakharia 4:1-14

Ia menjawab aku: “Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?” Jawabku: “Tidak, tuanku!”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 5-9

Buku Derek Williams, One in a Million, memuat kisah Bob. Pria ini tahu cerita tentang Yesus, kematian, dan kebangkitan-Nya. Ia membaca buku-buku yang mengupas hal itu, namun logikanya menolak percaya bahwa manusia dapat bangkit dari kematian. Pada 1984, ia bertemu langsung dengan penginjil terkenal, Billy Graham. Bob mengaku terkesan ketika Billy Graham mengaku bahwa banyak pertanyaan yang tidak ia ketahui jawabannya, sama seperti dirinya! “Kalau Billy Graham saja tidak tahu semua hal tentang kekristenan, kenapa aku harus tahu semuanya dulu baru percaya?” pikirnya. Bob pun akhirnya memutuskan untuk menerima Yesus.

Ketidaktahuan adalah hal yang lumrah. Bukan hanya Bob dan Billy Graham, bahkan nabi Zakharia pun tidak mengerti banyak hal. Dalam perikop hari ini, ia dua kali mengaku tidak mengerti tentang penglihatan yang ia alami dan meminta penjelasan. Dalam perikop sebelum dan sesudahnya, kita juga menemukan pengakuan serupa. Sebagai buah dari kejujurannya ini, malaikat memberitahukan makna penglihatan tersebut. Zakharia kemudian mampu menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsa Israel.

Sebagai manusia yang terbatas, kita tidak mungkin mengerti segala hal. Baik itu soal Kekristenan, ilmu pengetahuan, maupun kehidupan. Otak dan akses kita terhadap informasi terbatas. Karena itu, tidak perlulah kita menutup-nutupi ketidaktahuan tersebut dengan bersikap sok tahu. Lebih baik, dengan rendah hati kita mengakuinya dan meminta penjelasan supaya jadi mengerti.

JAYAPURA, 02 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 01 Agustus 2018

REALLY VERY GOOD


How are you today?
Nats: ayat 11
Kejadian 1:1-31

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 1-4

Jika kita menyimak berbagai macam fakta mengenai alam semesta yang Tuhan ciptakan, kita akan berdecak kagum. Ada banyak keindahan yang bisa kita nikmati tanpa harus membayar sepeser pun! Ada langit bertaburan bintang ketika cuaca cerah pada malam hari, cahaya yang menakjubkan ketika matahari terbit atau terbenam, beragam hewan dengan bentuk yang unik, dan masih banyak lagi. Sungguh ajaib ciptaan Allah itu!

Hari ini kita membaca rangkaian ayat yang cukup panjang mengenai sejarah penciptaan langit, bumi, dan segala isinya. Alkitab mencatat, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam” (ay. 31). Sungguh amat baik segala sesuatu yang Allah ciptakan! Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan bahwa Allah memandang segala sesuatu yang telah dibuat-Nya itu, dan Ia sangat senang. Jika Allah menganggap segala sesuatu yang Dia ciptakan sungguh amat baik, sudah selayaknya apabila kita setuju dengan Dia. Kita juga patut bergembira karena Allah juga bergembira dengan semua karya-Nya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mengucap syukur dan merasa senang dengan apa yang Allah perbuat bagi kita? Apakah kita bisa melihat sisi terbaik dari setiap kesusahan yang menimpa kita? Allah tidak pernah salah. Dia menciptakan segala sesuatu yang baik untuk alam ini; Dia juga menyediakan segala sesuatu yang baik untuk hidup kita pada saat ini, pada masa yang akan datang, bahkan sampai pada kekekalan.

JAYAPURA, 01 Agustus 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di google Play Store pada android atau Handpone Anda dengan mengetik Gelphy Nartha di kotak pencarian/search.

https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id