Senin, 11 Juni 2018

BERANI MENEGOR PEMIMPIN


How are you today....?
Nats: ayat 1
1 Samuel 16:1-13

Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?”

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 10

Bagaimana reaksi Anda ketika menyaksikan pemimpin yang bobrok? Mereka seharusnya memberi contoh, namun justru menyalahgunakan kekuasaan. Mereka tidak takut akan Tuhan dan melakukan berbagai penyelewengan. Apakah Anda mengkritik mereka habis-habisan? Anda menyerang dan melawan mereka? Atau, Anda tidak peduli karena Anda merasa apa pun yang Anda lakukan akan percuma saja?

Ketika melihat Saul berkali-kali melanggar perintah Tuhan, Samuel sangat gusar. Betapa tidak! Suatu kali Saul yang terdesak oleh orang Filistin dengan lancang mempersembahkan kurban bakaran yang menjadi hak nabi Samuel (1 Sam. 13:9). Bukannya bertobat, kali berikutnya, Saul kembali melanggar perintah untuk memusnahkan orang Amalek beserta segala kepunyaan mereka (15:3). Oleh ketamakan hatinya, ia membiarkan raja Agag tetap hidup dan menyisakan ternak mereka yang baik (15:8-9). Samuel pun berduka oleh tabiat Saul yang buruk dan tidak mau mengaku salah (15:13, 35). Namun, kemarahan dan kesedihan Samuel ini seiring dan sejalan dengan isi hati Tuhan. Karena itu, Tuhan pun menghibur Samuel dan menyuruhnya menobatkan raja yang baru bagi-Nya.

Anda boleh kecewa melihat pemimpin Anda tidak melakukan tugasnya. Masalahnya, apakah respon Anda terhadapnya sesuai dengan hati Tuhan? Anda tetap perlu tunduk padanya. Namun, bila tersedia kesempatan untuk menegur dan mengoreksi pemimpin, Anda perlu mendoakannya lebih dulu supaya hati Anda dipenuhi oleh kasih, agar Anda terhindar dari kebencian dan dendam.

JAYAPURA, 11 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Minggu, 10 Juni 2018

BENARKAH SIA-SIA


How are you today....?
Nats: ayat 27
Yeremia 7:21-28

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 11-12

Mungkin Anda pernah mengalaminya. Anda mengingatkan seorang rekan yang jatuh ke dalam dosa, namun ia tidak mau mendengar teguran Anda, bahkan terus tenggelam dalam dosa. Bagaimana perasaan Anda? Sakit hati, bukan?

Yeremia mengalami penolakan yang tak kalah parah. Ia hidup di tengah bangsa Israel yang telah mengalami karya Allah sejak pembebasan besar dari tanah perbudakan (ay. 22). Allah ingin seluruh hidup mereka diserahkan kepada-Nya (ay. 23). Ia memiliki rencana yang mulia bagi bangsa Israel. Tetapi, kita tahu kisah selanjutnya. Mereka berulang-ulang memberontak terhadap Allah. Israel sama sekali tidak takut kepada Allah, Pemilik hidup mereka (ay. 24-26). Yeremia pun menghadapi kenyataan pahit: segala tegurannya tidak mereka dengar (ay. 27). Mungkin kita bertanya, “Lalu untuk apa Yeremia menyuarakan kebenaran?” Jika melihat pasal-pasal berikutnya, terlihatlah bahwa tugas utama Yeremia adalah menyatakan murka Allah atas Israel, menelanjangi segala kebobrokan hidup mereka. Sulit sekali? Memang. Tetapi, teguran-Nya tetap harus dinyatakan, agar mereka dapat sadar dan bertobat.

Bagaimana sikap hati kita, sebagai alat Tuhan, saat menyuarakan kebenaran? Apakah kita bersikap: “Meskipun tidak didengar, bahkan sekalipun dicela, aku akan tetap melaksanakannya dengan penuh sukacita dan berharap sepenuhnya kepada Dia yang mengutus aku”? Kita tidak dapat mengubah orang lain. Roh Kudus dan kebenaran firman-Nya yang dapat melakukannya. Tugas kita cukup menyuarakan kebenaran itu

JAYAPURA, 10 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Sabtu, 09 Juni 2018

YESUS YANG FINAL



How are you today....?
Nats: ayat 31
Yohanes 21:24-25

... tetapi hal-hal ini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 9-10

Kemungkinan besar Anda mengenal nama ini. Popularitasnya bertahan lama. Namanya pernah dipakai untuk merek parfum, nama asteroid, dan nama proyek pemantauan pencemaran di Laut Mediterania. Sejarawan Harold Bloom menyebutnya “selebritas pertama di dunia”. Riwayatnya telah diadaptasi menjadi paling tidak 5 pertunjukan balet, 45 opera, 77 sandiwara, dan 5 film layar lebar. Masalahnya, keberadaannya masih menjadi bahan perdebatan di antara para ilmuwan. Sosoknya jadi lebih mirip tokoh dongeng. Namanya adalah Cleopatra.

Yesus adalah realitas sejarah yang lain. Kehadiran-Nya berdampak besar dalam sejarah. Menurut riset pada 2012, sepertiga penduduk dunia atau 2,2 miliar orang adalah pengikut Kristus. Yesus memikat banyak orang dengan kisah-Nya. Tak terhitung jumlah orang yang diubahkan karena mendengarkan sabda-Nya, yang terus disebarluaskan oleh para pengikut-Nya. Sampai sekarang Dia masih “menuliskan” kisah-Nya dalam kehidupan banyak orang di bumi ini. Seperti kesaksian Yohanes, seluruh kitab di dunia ini tidak cukup untuk memuat kisah-Nya. Dan, Kristus mengundang kita untuk menyambut kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Meskipun demikian, tidak sedikit penentang yang berusaha mempertanyakan kisah-Nya. Mereka hendak memasukkan Yesus ke dalam kotak dongeng sebagaimana Cleopatra: sosok yang terkenal, namun hanya khayalan, bukan Tuhan yang layak dipuja dan disembah. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga meragukan Dia, ataukah kehadiran-Nya telah mengubahkan kehidupan kita?

JAYAPURA, 09 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Jumat, 08 Juni 2018

NURANI YANG TUMPUL



How are you today....?
Nats: ayat 19
Efesus 4:17-32

Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan dengan serakah mengerjakan segala macam perbuatan cemar.

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 7-8

Saya takjub pada seorang penjual martabak telur. Bayangkan, ia menaruh lapisan kulit martabak ke kuali berisi minyak mendidih dengan tangan telanjang. Bahkan ia melipat dan membalikan martabak itu dengan tangannya tanpa meringis kepanasan. Saat saya tanya apakah ia tidak merasa kesakitan, ia menjawab ringan, “Tidak, Pak. Sudah terbiasa. Jadi, sudah kebal.” Namun, kekaguman itu berubah menjadi kekhawatiran ketika kawan saya seorang dokter berkata bahwa hal itu justru membahayakan dirinya. Ia bisa saja tidak sadar jika tangannya terbakar karena ia tidak bisa lagi merasakan panas.

Ketika berulang-ulang berbuat dosa, kita akan mengalami penumpulan hati nurani. Kita kehilangan kepekaan untuk mendengarkan suara Roh Kudus yang menegur dan memperingatkan kita. Seperti sebuah lingkaran setan, penumpulan ini membuat kita menjadi semakin mudah untuk berbuat dosa yang lebih besar (ay. 19). Pada akhirnya, penumpulan menggiring kita pada kehancuran karena dosa itu (ay. 22). Bagaimana mencegah penumpulan hati nurani? Kita harus terus menerus “mengenakan manusia baru” dan hidup dalam kekudusan (ay. 24). Ketika jatuh dalam dosa, bertobatlah. Jatuh lagi? Bertobat lagi! Jangan menyerah.

Kita perlu berintrospeksi dengan jujur di hadapan Tuhan. Apakah kita sedang mengalami penumpulan hati nurani? Bangunlah dari keterlenaan rohani. Jangan bermain-main dengan dosa. Bila benar hati nurani kita tumpul, obat penawarnya hanya satu: Bertobatlah. Ya, bertobatlah!

JAYAPURA, 08 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Kamis, 07 Juni 2018

MENDENGAR LANGKAH KAKI


How are you today....?
Nats: ayat 8
Kejadian 3:8-24

...mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah... (Kejadian 3:8)

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 4-6

Adam dan Hawa mengenal langkah kaki Allah (ay. 8) karena mereka tinggal dengan-Nya di Taman Eden. Mereka bertemu dan bercakap-cakap dengan-Nya. Mereka menikmati kasih-Nya setiap saat. Sayang, dosa kemudian merampas kesempatan indah itu. Mereka harus meninggalkan taman itu (ay. 24); artinya, mereka tidak dapat lagi mengalami sukacita seperti saat hidup bersama dengan Allah segala sumber berkat.

Kita pun dahulu hidup dalam dosa. Kita jauh dari Allah, jauh dari cinta kasih-Nya. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana mungkin kita dapat menceritakan kasih-Nya kepada orang lain? Bagaimana pula orang lain akan tertarik pada Allah jika kita sendiri tidak mengenali “langkah kaki-Nya”?

Syukurlah, Allah telah menawarkan pendamaian dengan kita melalui putra-Nya (Roma 5:10). Kita telah dibenarkan oleh darah-Nya (Roma 5:9) sehingga kita bisa kembali mendengarkan “langkah kaki-Nya”. Allah tidak lagi jauh. Dia menyertai kita sampai selama-lamanya. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Rayakanlah kehidupan bersama-Nya, sehingga berkat dan penyertaan-Nya nyata dalam hari-hari kita. Jika kita menuruti kehendak-Nya, sukacita akan melimpah dalam hidup kita (Maz. 16:11) dan orang lain pun dapat melihat Allah dalam hidup kita.

JAYAPURA, 07 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha

http:gelphyministry.blogspot.co.id

Rabu, 06 Juni 2018

LAWAN IBLIS


How are you today....?
Nats: ayat 7
Yakobus 4:1-10

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari hadapanmu!

Bacaan Alkitab Setahun:
Nehemia 1-3

John White berkata dalam salah satu bukunya, “Kecakapan terhebat iblis terletak pada kemampuannya membuat Anda merasa sebagai majikan atas diri sendiri.” Iblis memiliki berbagai macam cara untuk bisa menjatuhkan kita. Dia bisa memberikan permen kepada anak-anak, dia bisa menggoda anak muda dengan pornografi, dia juga bisa memberikan tawaran yang menggiurkan melalui harta kepada para pengusaha. Sadarkah Anda akan godaan yang ia berikan kepada kita?

Godaan untuk berbuat dosa berasal dari hawa nafsu kedagingan dalam diri kita (ay. 1, bdk. Yak. 1:14). Manusia mudah terjerumus ke dalam dosa (ay. 2-3). Dengan tekadnya sendiri, mustahil bagi manusia untuk lepas dari kuasa dosa. Kalau begitu, bagaimana kita dapat menghadapi? Menundukkan diri kepada Allah dan melawan iblis (ay. 7). Tunduk kepada Allah berarti menyambut anugerah-Nya dan berjalan menurut kebenaran-Nya. Adapun melawan iblis berarti kita secara aktif mendayagunakan anugerah Allah untuk melawan tipu muslihat iblis, yang mencobai kita melalui hawa nafsu kedagingan.

Iblis mengetahui titik kelemahan kita, pencobaan apa yang paling tepat untuk menggoda kita, kapan waktu untuk menawarkannya. Iblis menunggu saat kita berada dalam keadaan paling rentan. Kita perlu menyadari kelemahan tersebut, agar dapat waspada terhadap pencobaan Iblis. Jangan mengandalkan kekuatan diri, tapi ingatlah kemenangan Kristus yang sudah dianugerahkan pada kita, berpeganglah pada kebenaran, dan tolaklah tawaran iblis.

JAYAPURA, 06 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id

Selasa, 05 Juni 2018

SEDIH BERSAMA TUHAN


How are you today....?
Nats: ayat 1
1 Samuel 16:1-13

Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?”

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 10

Bagaimana reaksi Anda ketika menyaksikan pemimpin yang bobrok? Mereka seharusnya memberi contoh, namun justru menyalahgunakan kekuasaan. Mereka tidak takut akan Tuhan dan melakukan berbagai penyelewengan. Apakah Anda mengkritik mereka habis-habisan? Anda menyerang dan melawan mereka? Atau, Anda tidak peduli karena Anda merasa apa pun yang Anda lakukan akan percuma saja?

Ketika melihat Saul berkali-kali melanggar perintah Tuhan, Samuel sangat gusar. Betapa tidak! Suatu kali Saul yang terdesak oleh orang Filistin dengan lancang mempersembahkan kurban bakaran yang menjadi hak nabi Samuel (1 Sam. 13:9). Bukannya bertobat, kali berikutnya, Saul kembali melanggar perintah untuk memusnahkan orang Amalek beserta segala kepunyaan mereka (15:3). Oleh ketamakan hatinya, ia membiarkan raja Agag tetap hidup dan menyisakan ternak mereka yang baik (15:8-9). Samuel pun berduka oleh tabiat Saul yang buruk dan tidak mau mengaku salah (15:13, 35). Namun, kemarahan dan kesedihan Samuel ini seiring dan sejalan dengan isi hati Tuhan. Karena itu, Tuhan pun menghibur Samuel dan menyuruhnya menobatkan raja yang baru bagi-Nya.

Anda boleh kecewa melihat pemimpin Anda tidak melakukan tugasnya. Masalahnya, apakah respon Anda terhadapnya sesuai dengan hati Tuhan? Anda tetap perlu tunduk padanya. Namun, bila tersedia kesempatan untuk menegur dan mengoreksi pemimpin, Anda perlu mendoakannya lebih dulu supaya hati Anda dipenuhi oleh kasih, agar Anda terhindar dari kebencian dan dendam.

JAYAPURA, 05 Juni 2018
Ps. GELPHY NARTHA S.

Silahkan download aplikasi saya di bawah ini.
https://play.google.com/store/apps/detail?id=com.itant.gia.gelphynartha
http:gelphyministry.blogspot.co.id