Minggu, 24 September 2017

BEDA PENILAIAN


How are you today...?
Lukas 15:1-7
Nats: Ayat 2
Lalu bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 7-10

Ia baik dan pintar,” cerita keponakan saya tentang teman favoritnya. Beberapa teman tidak ia sukai Alasannya antara lain: mereka nakal, suka mengganggu, pelit meminjamkan mainan. Celotehnya menyadarkan saya betapa sejak kecil kita sudah punya kecenderungan untuk menilai orang menurut tolok ukur tertentu, entah itu kebaikannya, reputasinya, atau kelakuannya terhadap kita. Dan, penilaian itu memengaruhi cara kita bersikap.

Sungut-sungut orang Farisi dan ahli Taurat adalah cermin penilaian mereka terhadap sekelompok orang. Tolok ukurnya adalah diri sendiri. Melabeli kelompok lain berdosa, menyiratkan mereka mengelompokkan diri sendiri sebagai orang-orang yang tidak berdosa. Keramahan Yesus pada kelompok “berdosa” membuat mereka tak nyaman (ayat 2). Yesus mengoreksi cara pandang ini, mengajak mereka untuk memakai tolok ukur Allah. Dalam sudut pandang-Nya juga ada dua macam kelompok orang, tetapi dua-duanya berdosa. Bedanya, yang satu sadar akan dosanya, yang lain tidak (ayat 7). Yang satu bertobat, yang satu tidak merasa butuh pertobatan. Dan surga bersukacita untuk orang berdosa yang bertobat.

Melihat orang lain dalam dosa, ingatlah bahwa kita tidak lebih baik. Kita tak dapat menyelamatkan diri sendiri, namun Allah dalam kasih-Nya telah mencari dan menemukan kita. Mari periksa lingkaran pergaulan kita. Apakah kita cenderung berteman dengan orang-orang tertentu dan menjauhi yang lain? Mengapa? Daftarkan hal-hal yang biasanya menjadi tolok ukur kita dalam mengasihi orang lain. Mintalah agar Allah memperbarui cara pandang kita dengan cara pandang-Nya.

Happy sunday guys....
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 24 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Sabtu, 23 September 2017

REFORMASI


How are you today...?
2 Raja-Raja 23:1-30
Nats: ayat 25
Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
Ester 6-10

Ikhsan Darmawan menulis opini menarik berjudul “Operasi Plastik Birokrasi” (Kompas, 8 Mei 2012). Ia menyoroti kinerja pemerintah dalam melakukan reformasi birokrasi. Pada akhir tulisan, ia mengingatkan pemerintah agar reformasi birokrasi jangan sebatas “operasi plastik” yang hanya memperbaiki bagian luar birokrasi yang ada, tanpa ada perubahan mendasar.

Raja Yosia melakukan reformasi besar-besaran di kerajaan Yehuda yang bukan sekadar “operasi plastik”. Sesudah mengetahui firman Tuhan dari kitab Taurat yang ditemukan imam Hilkia (2 Raja-Raja 22:8), ia memanggil tua-tua Yerusalem dan Yehuda beserta seluruh rakyat membuat perjanjian di hadapan Tuhan untuk menaati-Nya dengan segenap hati dan jiwa (23:1-3). Ia tidak hanya menjauhkan berbagai berhala yang menyesatkan (ayat 4, 6, 10-14, 19), tetapi juga orang-orang yang melakukannya (ayat 5, 9, 20). Tak berhenti di sana, ia juga membimbing seluruh kerajaan untuk kembali menjalankan ketetapan Tuhan (ayat 21-23). Reformasi ini dimulai dari dirinya sendiri. Yosia dicatat sebagai raja yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan— tidak seperti raja-raja sebelum dan sesudahnya (ayat 25).

Reformasi apa yang kita rindukan terjadi dalam komunitas kita? Kita perlu memeriksa seberapa jauh diri kita sendiri telah mengalami reformasi itu. Ketika kebenaran firman Tuhan dibukakan, sudahkah kita mengikutinya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan kita? Mari mohon anugerah Tuhan agar pribadi dan komunitas kita mengalami pembaruan yang sejati, bukan sekadar “operasi plastik”.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 23 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Jumat, 22 September 2017

ROLE MODEL


How are you today...?
Titus 2:1-10
Nats: Ayat 7a
dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.

Bacaan Alkitab Setahun:
Ester 1-5

Saya mengenal seorang bapak yang sangat rajin mendorong anaknya datang beribadah di gereja. Setiap Minggu pagi ia akan membangunkan anaknya, membantunya bersiap-siap, lalu mengantarnya ke sekolah minggu. Namun, setelahnya, ia sendiri tidak mengikuti kebaktian dan pergi ke tempat lain. Entah bagaimana anak ini memahami makna ibadah di gereja dengan teladan bapaknya yang demikian. Tanpa pemahaman yang benar, kemungkinan ia akan meninggalkan gereja setelah bapaknya tiada.

Sikap yang demikian tidaklah disarankan Paulus kepada Titus, anak rohaninya yang sedang melayani di Kreta. Titus dinasihatkan agar menjadi seorang yang dapat diteladani. Ia harus lebih dulu melakukan apa yang baik ketika menasihatkan orang untuk menguasai diri dalam segala hal (ayat 6). Titus diharapkan untuk setia memberitakan firman dengan benar (ayat 8) dan juga dapat menghidupi apa yang diajarkannya, sebab pemberitaan yang keliru dan kesaksian yang buruk dari umat Tuhan akan memberi celah bagi orang untuk tidak menghormati Tuhan (bandingkan ayat 5). Sebaliknya, teladan yang diberikan dengan penuh kerendahan hati membuat lawan tak bisa mencela dan Tuhan dipermuliakan (bandingkan ayat 10).

Sudahkah kita menjadi teladan dalam pelayanan kita? Apakah ucapan dan tindakan kita sudah selaras dalam kebenaran? Adakah hal-hal yang perlu kita perbaiki agar pelayanan tidak terhalang? Dalam keterbatasan kita, menjadi teladan pasti melibatkan banyak aspek hidup pribadi yang perlu dikoreksi. Namun, jika hal itu akan membuat Tuhan makin dihormati orang, bukankah kita akan bersukacita melakukannya?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 22 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Kamis, 21 September 2017

STOP MENGHAKIMI


How are you today...?
Matius 7:1-5
Nats: Ayay 3
Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 10-14

Konon, Charles Spurgeon mengundang D.L. Moody untuk menjadi pembicara dalam suatu kebaktian. Moody menerima undangan itu. Ia berkhotbah tentang keburukan tembakau, dan mengapa Tuhan menentang orang Kristen merokok. Spurgeon, seorang pengisap cerutu, terkejut melihat Moody memakai mimbar untuk menghakiminya. Ketika Moody selesai berkhotbah, Spurgeon naik ke podium dan berkata, “Tuan Moody, saya akan berhenti mengisap cerutu jika Anda berhenti menggunakan garpu.” Moody berbadan sangat gemuk.

Kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, penting bagi orang percaya (bdk. Ibr. 5:14). Di sini Yesus mengecam penggunaannya yang salah arah. Kebanyakan orang menggunakannya untuk menghakimi pelanggaran orang lain, dan menutupi pelanggarannya sendiri. Hebatnya lagi, ia merasa sanggup membereskan dosa orang lain itu. Tantangan Yesus (ayat 5) dimaksudkan untuk menyadarkan para pendengar-Nya bahwa tidak ada seorang pun yang mampu membereskan dosanya sendiri, apalagi dosa orang lain. Hanya Yesus, Anak Domba Allah yang sanggup melakukannya (lihat Yohanes 1:29).

Ketika seorang penderita kanker sembuh, ia tidak akan menyombongkan kesembuhannya dan melecehkan penderita yang belum sembuh. Sebaliknya, ia akan bersaksi tentang dokter dan pengobatan yang dijalaninya, berupaya membangkitkan pengharapan penderita lain. Begitu juga kita dalam pergumulan dengan dosa. Alih-alih saling menghakimi, mengapa kita tidak mengarahkan mata satu sama lain pada Sang Penyembuh dan anugerah-Nya yang mujarab?

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 21 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Rabu, 20 September 2017

NO KOMPROMI...!!!


How are you today...?
Galatia 5:16-26
Nats: Ayat 25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 5-9

Lagu band Seurieus Rocker Juga Manusia (2004) sangat populer pada masanya, dan judul itu sering digunakan sebagai plesetan. Dengan latah kita juga berkata: “orang Kristen juga manusia” atau “pendeta juga manusia”— artinya masih rentan terhadap dosa. Di satu sisi, memang benar sebagai manusia kita tak boleh pongah karena kita masih dapat jatuh dalam dosa. Di sisi lain, kerap ungkapan itu dijadikan dalih untuk membenarkan pelanggaran.

Alkitab menentang keras kompromi terhadap dosa. Keinginan daging, yang membuahkan dosa dan berbagai tindak kejahatan (ayat 19-21, 26), bertentangan dengan keinginan Roh Tuhan (ayat 17). Misalnya saja: hidup yang dikuasai nafsu bertolak belakang dengan pengendalian diri; perseteruan tidak sejalan dengan kasih; kepentingan diri sendiri dan kemurahan adalah dua sikap yang kontras. Mengikuti keinginan Roh tidak dapat dikompromikan dengan keinginan daging. Paulus mengingatkan, ini tidak sama dengan sekadar memenuhi hukum Taurat (ayat 18). Hukum menunjukkan apa yang salah, Roh menuntun orang melakukan apa yang benar. Tidak ada hukum yang menentang pimpinan Roh, karena Roh pasti menuntun pada kebenaran (ayat 23).

Di tengah berbagai situasi yang mengundang kompromi dengan dosa, kita perlu terus-menerus menyadari identitas kita sebagai milik Kristus. Tidak cukup kita menyadari apa yang salah, tetapi juga melakukan apa yang benar, apa yang seturut dengan keinginan Roh Tuhan.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 20 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Selasa, 19 September 2017

THIS SIN WHO???


How are you today...?
Yohanes 9:1-41
Nats: ayat 2-3
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 1-4

Jika kita ditimpa kemalangan, kita cenderung bertanya, mengapa saya yang mengalami penderitaan ini. Kenapa bukan orang lain yang lebih jahat? Atau, andaikan orang lain yang berdosa, mengapa saya yang harus menanggung akibatnya? Pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab ini berpotensi membuat kita makin terpuruk dalam kesedihan dan mengobarkan kemarahan karena merasa Allah berlaku tidak adil atau menghukum kita terlalu berat. Selain itu, kita mungkin kehilangan simpati terhadap orang yang kurang beruntung, menganggap sudah selayaknyalah ia menanggung derita tersebut.

Ketika melihat orang yang buta sejak lahir, murid-murid Yesus menanyakan hal yang sama: Mengapa ia menderita? Penderitaan ini dosa siapa? Jawaban Yesus mencengangkan. Penderitaan si orang buta bukan akibat dosa siapa pun. Hal itu diizinkan Tuhan dengan tujuan. Peristiwa Yesus mencelikkan matanya menjadi salah satu bukti bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 32-33). Sebuah kesaksian yang kuat di tengah tekanan orang Farisi yang membutakan hati dan menolak percaya. Apa kondisi yang harus ada agar pekerjaan Allah ini dinyatakan? Kita tahu jawabnya: orang ini harus terlahir buta.

Mungkin saat ini Anda mengalami penderitaan yang bukan karena kesalahan Anda. Mungkin tidak ada mukjizat yang terjadi. Tidak pasti juga sampai kapan Anda harus menanggung derita itu. Hendaknya Anda tidak terus terpuruk dalam kesedihan. Tuhan tidak pernah keliru. Dengan kepercayaan yang teguh, mohonlah Tuhan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya di dalam dan melalui tiap situasi yang Anda alami.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Kuching, 19 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Senin, 18 September 2017

KESETIAAN


How are you today...?
Rut 1:1-22, 2:10-12
Nats: ayat 17b
Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!

Bacaan Alkitab Setahun:
Hagai

72 hari. Itulah umur pernikahan Kim Kardashian, selebriti Hollywood, dengan Kris Humphries, seorang pemain basket profesional Amerika Serikat. Menikah tanggal 20 Agustus 2011, mengajukan permohonan cerai tanggal 31 Oktober 2011. Menurut Barna Group tahun 2008, 33% orang Amerika Serikat yang mereka survei pernah bercerai, tren yang mencerminkan masalah yang melanda zaman ini: krisis kesetiaan. Krisis ini ditemukan bukan hanya dalam kehidupan pernikahan, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan.

Alkitab jelas mengajarkan pentingnya kesetiaan. Kehidupan Rut mendemonstrasikan contoh yang indah dari prinsip ini. Sepeninggal suaminya, kita bisa mengerti kalau Rut memilih pergi dan mencari penghidupan yang lebih menjanjikan. Namun, Rut tidak melakukannya. Ia memilih berjanji setia sampai maut memisahkan kepada mertuanya, Naomi (ayat 17b). Padahal, Naomi tidak dapat menjamin kesejahteraan Rut (1:12-13). Tampaknya Rut memahami bahwa Tuhan berkenan pada kesetiaan (ayat 17). Kesetiaannya ini kelak membuatnya menuai kasih Boas (lihat pasal 2:10-12). Tuhan pun menghargai kesetiaan Rut dengan menjadikannya sebagai nenek Raja Daud, sekaligus nenek moyang Kristus (lihat Matius 1).

Kita yang hidup di zaman ini juga dipanggil Tuhan untuk menjadi orang-orang yang setia. Bukan hanya ketika segala sesuatu lancar dan senang, tetapi juga pada saat-saat yang tampaknya tidak menguntungkan. Biasanya, kita menjadi tidak setia ketika merasa bahwa kepentingan atau kenyamanan kita terganggu. Ketika kita meneladani Kristus yang mengutamakan kepentingan orang lain (Filipi 2), kesetiaan akan terasa lebih mudah.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Kuching, 18 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1