Sabtu, 16 September 2017
KASIH YANG KEKAL
How are you today....?
Matius 5:38-48
Nats: Ayat 48
Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna.”
Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 1-3
Graham Staines bersama keluarganya meninggalkan Australia untuk hidup sebagai misionaris di India. Mereka melayani penderita penyakit kusta di daerah terpencil. Namun, peristiwa tragis menimpanya setelah 35 tahun ia melayani. Pada 1999, ia dan kedua putranya dibakar hidup-hidup dalam mobil mereka oleh sekelompok orang yang menentang pelayanannya. Istrinya berkata, “Saya kadang bertanya-tanya mengapa Graham tewas dan pembunuhnya bertindak begitu brutal.... Saya tidak berniat menghukum mereka.... Saya ingin dan berharap mereka bertobat dan berubah.”
Ucapan istri Graham melukiskan dengan indah konsep kasih baru yang diajarkan Yesus. Jika hukum Taurat memastikan orang jahat menerima ganjaran setimpal (ayat 38, 43b); Yesus mengajarkan bahwa yang jahat juga perlu dikasihi dan didoakan (ayat 39-44). Sikap ini mencerminkan karakter Bapa yang mengasihi semua orang (ayat 45). Kesempurnaan kasih Bapa merupakan tolok ukur kasih anak-anak-Nya (ayat 48). Kata “sempurna” di sini diterjemahkan dari kata Yunani teleios. Artinya bukan keadaan tanpa cela, melainkan kematangan rohani. Mengasihi semua orang, termasuk musuh sekalipun merupakan salah satu tanda kedewasaan rohani.
Bagaimana dengan kasih kita? Tidak jarang kita berpikir kita sudah cukup mengasihi sesama. Tetapi, sebenarnya itu terbatas pada mereka yang baik terhadap kita. Bagaimana sikap kita ketika disakiti, difitnah, atau diperlakukan sewenang-wenang oleh orang lain? Mari mohon agar melalui situasi tersebut Allah menolong kita belajar mengasihi sama seperti Bapa mengasihi?
Kuching, 16 September 2017
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Jumat, 15 September 2017
MENGUCAP SYUKUR
How are you today...?
Efesus 5:18-21
Nats: Ayat 20
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.
Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 10-12
Fanny Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun buta sejak usia 6 minggu, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas hal itu. Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata kepadanya, “Sayang sekali ya, Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Dia memberikan banyak sekali karunia lain pada Anda.” Fanny menjawab, “Tahukah Anda, seandainya pada saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta agar dilahirkan buta?” Hamba Tuhan itu terkejut. “Mengapa?” tanyanya. “Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yang akan saya lihat adalah wajah Sang Juru Selamat!” Sungguh sebuah hati yang berlimpah dengan rasa syukur.
Paulus mendorong jemaat di Efesus agar hidup sebagai anak Tuhan, antara lain dengan mengucap syukur atas segala sesuatu (ayat 20). Mengucap syukur “atas segala sesuatu” bukan nasihat yang mudah mengingat kesesakan yang sedang dialami sendiri oleh Paulus saat menulis surat ini (lihat pasal 3:13). Bagi Paulus, mengucap syukur merupakan bagian proses pertumbuhan anak-anak Tuhan untuk menjadi makin serupa dengan Kristus. Mengucap syukur tidak hanya menunjukkan seseorang mengalami berkat Allah, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yang penuh kepada Allah, yakin bahwa Dia tahu yang terbaik.
Bagaimana dengan ucapan syukur dalam hidup kita? Mengucap syukur atas segala sesuatu berarti lebih dari sekadar ungkapan sukacita, ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman bahwa di dalam segala keadaan Allah senantiasa bekerja, berkarya, dan memberikan yang terbaik.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Kuching, 15 September 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Kamis, 14 September 2017
SABAT UNTUK MANUSIA
How are you today...?
Markus 2:23-28
Nats: Ayat 27
Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” (Markus 2:27)
Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 7-9
Meski memahami bahwa Sabat dirancang Tuhan sebagai hari perhentian, bagi banyak orang kristiani yang aktif di gereja, Sabat justru hari yang melelahkan. Ada banyak pelayanan atau acara gereja yang dilangsungkan pada hari itu. Akibatnya, bukan berkat Tuhan yang dirasakan, tetapi setumpuk kepenatan.
Masalah ini bukan masalah baru. Sibuk di hari Sabat sudah biasa bagi para imam di zaman Perjanjian Lama. Hal ini dikutip Yesus untuk menegur orang Farisi yang menghakimi para murid-Nya (ayat 23-24). Orang Farisi sibuk dengan berbagai larangan, namun mengabaikan maksud Tuhan sendiri atas hari Sabat. Jelas menurut Yesus, Tuhan merancang Sabat bukan sebagai aturan yang memberatkan (ayat 27). Sabat ditetapkan Tuhan untuk kebaikan manusia, sehingga dapat beristirahat dan menikmati berkat Tuhan secara khusus (bdk. Kejadian 2:1-3, Keluaran 20:8-11). Tindakan orang Farisi menyempitkan makna Sabat pada ritual dengan banyak aturan, padahal Sabat menunjukkan hati Tuhan yang begitu mengasihi ciptaan-Nya, termasuk para murid yang sedang butuh makanan.
Apakah Sabat menjadi beban atau sukacita bagi Anda? Apakah yang menjadi fokus Sabat Anda: Kristus atau ritual ibadah dan pelayanan? Jika hari Minggu adalah hari yang “sibuk” bagi Anda, pikirkanlah satu hari perhentian lainnya sebagai hari di mana Anda benar-benar dapat beristirahat dan menikmati Tuhan secara khusus. Alkitab menyebutkan satu dari enam hari haruslah dikuduskan sebagai hari Sabat. Entah itu hari Sabtu, Minggu, Senin, atau hari lainnya, yang terutama adalah Tuhan menjadi pusat dan sumber sukacita kita, bukan yang lain.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Surabaya, 14 September 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Rabu, 13 September 2017
SABAT UNTUK TUHAN
How are you today...?
Keluaran 20:1-17
Nats: ayat 8,10
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ... hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu...
Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 4-6
Orang bisa berdebat apakah Sabtu atau Minggu adalah Sabat yang dimaksudkan oleh Alkitab. Namun, tidak diragukan, kedua hari itu adalah hari yang paling banyak digunakan orang untuk berbelanja, pesiar, nonton, kumpul keluarga, dan hal-hal lain demi “menyegarkan diri”, yang sulit dilakukan pada hari kerja. Tidak salah bukan? Bukankah Sabat berarti beristirahat? Tuhan sendiri yang memerintahkannya.
Tapi ada yang menarik dalam perintah Tuhan ini. Ayat 10 mengatakan bahwa umat Tuhan harus menguduskan hari Sabat sebagai hari milik-Nya, dalam terjemahan BIS: hari istirahat yang khusus untuk Tuhan. Jadi, Sabat bukan waktu istirahat tanpa tujuan, melainkan waktu istirahat yang dikhususkan untuk berfokus pada Tuhan. Tuhan sendiri beristirahat jelas bukan karena kelelahan. Dia berhenti dan melihat segala yang diciptakan-Nya sungguh amat baik, lalu secara khusus memberkatinya (ayat 11, bdk. Kejadian 2:1-3). Tuhan menghendaki ciptaan-Nya punya waktu istirahat yang khusus untuk mengingat semua karya dan anugerah-Nya; juga memercayakan diri pada pemeliharaan-Nya sekalipun ada satu hari yang tidak digunakan untuk bekerja.
Bagaimana selama ini kita melewatkan hari Sabat? Bisa jadi kita terlihat beribadah di gereja, namun kita sedang tidak terarah pada Tuhan. Bisa jadi kita punya banyak aktivitas yang menyenangkan guna mengistirahatkan otak dan badan yang penat, tetapi kita melupakan sama sekali Tuhan, Sang Pemilik hari Sabat. Bisa jadi kita berlibur, tapi sarat kekhawatiran takut berkat Tuhan tak cukup menghidupi kita. Mari rayakan hari perhentian dengan fokus yang benar: fokus kepada Tuhan, Sang Pemilik hari Sabat.
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Surabaya, 13 September 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Selasa, 12 September 2017
SURRENDER
How are you today...?
Roma 6:15-23
Nats: ayat 16
Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, entah itu dosa yang memimpin kamu kepada kematian, entah itu ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran.
Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 1-3
Ketika menerima beasiswa dari sebuah lembaga tempat saya mengabdi, dengan sadar saya mengikatkan diri dengan peraturan yang ditetapkan lembaga tersebut. Saya membaca berulang kali peraturan yang diberikan sambil mengukur kesanggupan melakukannya. Saat dijalani, ketentuan itu terasa lebih berat dibanding dengan yang pernah saya bayangkan. Namun, dengan setia menaatinya, saya pun leluasa menikmati beasiswa yang dijanjikan, demikian cerita seorang teman kepada saya.
Ada yang harus ditaati saat kita percaya kepada Kristus dan menerima kasih karunia-Nya. Semula kita hamba dosa, tetapi kini menjadi hamba kebenaran (ayat 18). Kita seolah telah mengikat kontrak seumur hidup dengan Kristus. Seluruh tubuh kita menjadi milik-Nya. Kita tak lagi boleh menggunakan anggota tubuh untuk melakukan kecemaran sebab tubuh kita bukan lagi milik dosa. Sebaliknya, kita harus menyerahkan diri untuk melakukan kebenaran, hingga makin hari kita makin hidup dalam kekudusan (ayat 19). Sama-sama hamba yang harus taat. Bedanya, taat pada dosa mengarahkan kita kepada kematian (ayat 21), taat pada Allah membawa kita menikmati kekudusan dan hidup yang kekal (ayat 21-22).
Apakah yang lebih menguasai tubuh Anda saat ini? Dosa, ataukah kebenaran Kristus? Ingat, sekalipun dosa tidak lagi berkuasa atas diri kita, kita masih dapat memutuskan untuk menuruti keinginannya. Masih menaati dan tunduk kepada dosa adalah perbuatan yang bertentangan dengan akal sehat. Kita sudah diberitahu apa buahnya nanti. Mari menyerahkan diri kepada Tuan yang benar, dan dengan sukacita menaati segala perintah-Nya.
Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 12 September 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Senin, 11 September 2017
BUKTIKAN IMAN MU!!
How are you today...?
Yakobus 2:13-26
Nats: auat 14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
Bacaan Alkitab Setahun:
Yoel
Kita, sebagai orang kristiani yakin bahwa kita tidak bisa dilahirkan kembali atau diselamatkan oleh karena perbuatan. Kita hanya bisa diselamatkan melalui iman kepada Yesus, Tuhan dan Juru Selamat kita. Tetapi mungkin kemudian muncul pertanyaan, “Bagaimana saya bisa tahu bahwa saya atau seseorang sudah mengalami kelahiran kembali?” Adakah bukti yang dapat terlihat secara nyata?
Yakobus memberi jawaban yang tepat. Kalau kita mencoba mencari bukti dari iman seseorang, perhatikanlah perbuatannya. Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran dan hati mereka, tetapi bisa melihat bahwa mereka memercayai Allah melalui perbuatan mereka. Abraham rela mempersembahkan anaknya kepada Allah, Rahab mempertaruhkan nyawa untuk menyembunyikan mata-mata umat Allah (ayat 21, 25).
Adalah wajar kalau kita sendiri atau seseorang meragukan iman kita karena menemukan tindakan kita yang tidak menunjukkan buah pertobatan. Kalau kita secara konsisten berkanjang dalam dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka kita perlu waspada. Bandingkanlah bagaimana tutur laku dan kebiasaan-kebiasaan kita sebelum dan sesudah menerima Kristus. Perbuatan-perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan dan diubahkan oleh kasih karunia Kristus?
Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 11 September 2017
Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha
https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1
Minggu, 10 September 2017
Langganan:
Postingan (Atom)





