Selasa, 12 September 2017

SURRENDER


How are you today...?
Roma 6:15-23
Nats: ayat 16
Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, entah itu dosa yang memimpin kamu kepada kematian, entah itu ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran.

Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 1-3

Ketika menerima beasiswa dari sebuah lembaga tempat saya mengabdi, dengan sadar saya mengikatkan diri dengan peraturan yang ditetapkan lembaga tersebut. Saya membaca berulang kali peraturan yang diberikan sambil mengukur kesanggupan melakukannya. Saat dijalani, ketentuan itu terasa lebih berat dibanding dengan yang pernah saya bayangkan. Namun, dengan setia menaatinya, saya pun leluasa menikmati beasiswa yang dijanjikan, demikian cerita seorang teman kepada saya.

Ada yang harus ditaati saat kita percaya kepada Kristus dan menerima kasih karunia-Nya. Semula kita hamba dosa, tetapi kini menjadi hamba kebenaran (ayat 18). Kita seolah telah mengikat kontrak seumur hidup dengan Kristus. Seluruh tubuh kita menjadi milik-Nya. Kita tak lagi boleh menggunakan anggota tubuh untuk melakukan kecemaran sebab tubuh kita bukan lagi milik dosa. Sebaliknya, kita harus menyerahkan diri untuk melakukan kebenaran, hingga makin hari kita makin hidup dalam kekudusan (ayat 19). Sama-sama hamba yang harus taat. Bedanya, taat pada dosa mengarahkan kita kepada kematian (ayat 21), taat pada Allah membawa kita menikmati kekudusan dan hidup yang kekal (ayat 21-22).

Apakah yang lebih menguasai tubuh Anda saat ini? Dosa, ataukah kebenaran Kristus? Ingat, sekalipun dosa tidak lagi berkuasa atas diri kita, kita masih dapat memutuskan untuk menuruti keinginannya. Masih menaati dan tunduk kepada dosa adalah perbuatan yang bertentangan dengan akal sehat. Kita sudah diberitahu apa buahnya nanti. Mari menyerahkan diri kepada Tuan yang benar, dan dengan sukacita menaati segala perintah-Nya.

Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 12 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Senin, 11 September 2017

BUKTIKAN IMAN MU!!


How are you today...?
Yakobus 2:13-26
Nats: auat 14
Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Bacaan Alkitab Setahun:
Yoel

Kita, sebagai orang kristiani yakin bahwa kita tidak bisa dilahirkan kembali atau diselamatkan oleh karena perbuatan. Kita hanya bisa diselamatkan melalui iman kepada Yesus, Tuhan dan Juru Selamat kita. Tetapi mungkin kemudian muncul pertanyaan, “Bagaimana saya bisa tahu bahwa saya atau seseorang sudah mengalami kelahiran kembali?” Adakah bukti yang dapat terlihat secara nyata?

Yakobus memberi jawaban yang tepat. Kalau kita mencoba mencari bukti dari iman seseorang, perhatikanlah perbuatannya. Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran. Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran dan hati mereka, tetapi bisa melihat bahwa mereka memercayai Allah melalui perbuatan mereka. Abraham rela mempersembahkan anaknya kepada Allah, Rahab mempertaruhkan nyawa untuk menyembunyikan mata-mata umat Allah (ayat 21, 25).

Adalah wajar kalau kita sendiri atau seseorang meragukan iman kita karena menemukan tindakan kita yang tidak menunjukkan buah pertobatan. Kalau kita secara konsisten berkanjang dalam dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka kita perlu waspada. Bandingkanlah bagaimana tutur laku dan kebiasaan-kebiasaan kita sebelum dan sesudah menerima Kristus. Perbuatan-perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan dan diubahkan oleh kasih karunia Kristus?

Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 11 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Minggu, 10 September 2017

PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL










DIA MENYURUHKU BERLARI


How are you today...?
Wahyu 4
Nats: Ayat 11
... Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan karena kehendak-Mu, semuanya itu ada dan diciptakan.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 43-45

Eric Liddell, dalam film Chariots of Fire, menunda keberangkatannya sebagai misionaris ke China untuk berlari di ajang Olimpiade. Jenny, adiknya, kesal atas keputusan itu. Mungkin ia menganggap olahraga lari sebagai sekadar aktivitas duniawi yang pantas dikorbankan demi suatu tugas yang lebih mulia. Bagaimana tanggapan Eric? Ia menjawab, “Aku percaya Allah menjadikanku dengan suatu tujuan. Dia membuatku dapat berlari cepat, dan ketika aku berlari, aku merasakan kegirangan hati-Nya.” Sang ayah mendukungnya dengan berkata, “Eric, engkau dapat memuliakan Allah dengan mengupas kentang jika engkau mengupasnya sebaik-baiknya.”

Kebanyakan dari kita bersikap seperti Jenny: menilai hal-hal tertentu saja sebagai pelayanan rohani. Namun, menyimak baik-baik Wahyu 4, tak ayal kita akan berpikir lain. Bagian ini menggambarkan sekelumit keadaan surga (ayat 1), di mana penyembahan kepada Allah berlangsung selama-lamanya (ayat 9-10). Nyanyian kedua puluh empat tua-tua menggarisbawahi betapa Tuhan layak menerima pujian dari segala macam makhluk. Dalam Alkitab versi King James ayat 11b ini diterjemahkan: “Untuk kesenangan hati- Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Segala yang ada seharusnya menjadi ekspresi penyembahan untuk menyenangkan Sang Pencipta, bukan hanya hal-hal tertentu saja.

Anda merasa tugas harian Anda biasa-biasa saja, bahkan sepertinya tidak rohani? Tuhan merancang tiap-tiap orang berbeda, menempatkan kita di bidang-bidang yang khas di mana kita bisa melayani secara efektif. Adakah Allah digirangkan dengan apa yang Anda kerjakan saat ini?

Happy sunday guys...
Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 10 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Kamis, 07 September 2017

ONLY BY GRACE

How are you today...?
Nats: ayat 36
Roma 11:33-36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 37-39

Suatu hari seorang anak yang masih duduk di kelas 6 SD memakai uang tabungannya untuk membelikan ayahnya sebuah kado disaat beliau berulang tahun. Ayahnya tentu sangat senang menerimanya. Namun ketika Ayahnya melihat anak itu begitu berbangga hati karena telah membelikan sesuatu, sambil tersenyum beliau bertanya, “Dengan uang apa kamu membeli kado ini?” Anak itu pun menjawab, “Uang jajan.” Ayah bertanya lagi, “Siapa yang memberimu uang jajan?” Anak itu pun menjawab dengan tersipu, “Ayah.”

Kira-kira begitulah yang terjadi ketika kita melayani Tuhan. Tidak ada satu pun perbuatan baik kita yang dapat membuat Tuhan “berutang budi” kepada kita (ayat 35). Segala sesuatu yang kita miliki, baik itu talenta, uang, bahkan hidup kita, semuanya berasal dari Tuhan. Tuhan sendiri yang memampukan kita memakai semua itu bagi kemuliaan-Nya. Ayat-ayat yang kita baca adalah sebuah doksologi atau pujian yang menutup penjelasan Paulus tentang karya keselamatan yang begitu agung (pasal 1-11). Masalah pelik dosa telah diselesaikan oleh cara Allah yang tak terpikirkan dan tak terselami oleh manusia (ayat 33). Manusia tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Jika manusia hidup dan memiliki ini itu, semua adalah kasih karunia semata.

Menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah kasih karunia Tuhan, bagaimanakah seharusnya kita mempergunakan apa yang telah Dia berikan itu? Talenta, waktu, kesehatan, uang, tempat tinggal, ... segala sesuatu yang kita miliki. Dengan hati yang melimpah dengan ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan, mari kita memikirkan bagaimana mempergunakan semua itu untuk kemuliaan-Nya.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 07 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1


Rabu, 06 September 2017

LEBIH SAYANG SIAPA???


How are you today...?
Kejadian 22:1-19
Nats: Ayat 12,16
“... dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 34-36

Suatu kali, anak pertama kami yang berumur tiga tahun mengalami demam tinggi. Maka, saya peluk dia kemudian kami ajak berdoa bersama. Hati kecil saya berdoa kepada Tuhan dengan berkata, “Biar saya saja yang mengalami sakit seperti ini, jangan anak saya.” Perasaan itu muncul karena rasa kasih sayang saya kepada anak pertama yang Tuhan anugerahkan bagi kami. Rasa sayang yang tentu juga dimiliki oleh kebanyakan orangtua.

Tuhan pun melihat rasa sayang yang begitu besar dalam diri Abraham kepada anak tunggalnya, Ishak (ayat 2). Abraham begitu sayang kepada Ishak sebab sekian lama ia menantikan anak ini dari Tuhan. Rasa sayang ini kemudian Tuhan uji, yaitu dengan meminta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran kepada Tuhan (ayat 2). Bagaimana respons Abraham? Kasihnya yang besar kepada Ishak tentu memunculkan pergulatan batin yang berat. Namun, melihat tindakan iman yang ia lakukan (ayat 8-10) serta tanggapan Tuhan yang berkata: “dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku” (ayat 12, 16) menunjukkan bahwa Abraham lebih sayang kepada Tuhan. Kasihnya kepada Tuhan jauh melebihi kasihnya kepada Ishak. Kasihnya mengutamakan Dia yang berkuasa memberi dan mengambil (lihat Ayub 1:21).

Saat-saat ini, adakah hal-hal dalam kehidupan kita yang dapat mengalihkan kasih kita dari Tuhan? Pekerjaan, keluarga, harta, hobi, atau hal lain yang lekat di hati. Tuhan berkuasa memberi dan mengambil semua itu. Yang Dia minta, kita menjadikan-Nya yang terutama—mulailah hari ini.


Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 06 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1

Selasa, 05 September 2017

MENGAPA TUHAN TAK MENOLONG?

How are you today...?
Lukas 7:18-35
Nats: ayat 22-23
Lalu Yesus menjawab mereka, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.”

Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 31-33

Ketika mengalami kemalangan, berbagai pertanyaan mungkin berkecamuk di benak kita. Mengapa ini menimpa saya? Kalau orang lain ditolong Tuhan, kenapa saya tidak? Mengapa Tuhan yang Mahaadil dan Mahakasih tega membiarkan saya seperti ini?

Mungkin saja pertanyaan serupa terlintas dalam benak Yohanes Pembaptis. Saat itu, ia dipenjara karena keberani-annya menegur Herodes yang mengambil isteri saudaranya, sebagai isteri (lihat Matius 14:3-4). Murid-murid Yohanes bercerita tentang segala mukjizat Yesus. Pertanyaan Yohanes melalui murid-muridnya (ayat 20), menyiratkan ketidakpuasan, seolah ingin menantang Yesus membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkannya. Namun, Yesus hanya meminta murid-muridnya melaporkan mukjizat yang mereka lihat. Semua itu jelas menunjukkan Dialah Mesias yang dinanti-nantikan. Dia tak perlu membuktikan apa-apa kepada Yohanes (ayat 23).

Mungkin Anda juga sedang bertanya-tanya mengapa Tuhan tak kunjung menolong. Anda mulai meragukan bahwa Dia benar Tuhan yang Mahakuasa, Mahatahu, Mahaadil, dan Mahakasih. Tengoklah kemegahan karya-Nya melalui alam semesta. Renungkanlah kehidupan Yesus yang nyata dalam sejarah, penebusan dosa oleh kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari maut. Tak ada alasan meragukan-Nya ketika kita memercayai kedaulatan-Nya. Kiranya Anda tidak menjadi kecewa dan menolak Tuhan, hanya karena Dia tidak memenuhi keinginan Anda.

Salam dahsyat & semangat!
Ps. Gelphy Nartha
Jayapura, 05 September 2017

Silahkan download aplikasi di bawa ini.
Semoga menjadi berkat buat kita semua.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itant.gia.gelphynartha

https://gelphyministry.blogspot.co.id/2017/09/tidak-sadar-tuhan-hadir.html?m=1